SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
BONUS PART 20


__ADS_3

Resepsi pernikahan di adakan secara besar-besaran, seluruh keluarga hadir tanpa terkecuali.


Senyuman Lin tidak pernah hilang dari wajahnya, Windy juga bahagia melihat putrinya selalu tertawa.


Dari monitor Lin melihat kehebohan di tempat ijab kabul, terlihat anak-anak heboh semua menyemangati Erwin yang terlihat santai saja.


"Zaman sudah berubah ya kak Jum? dulu kita deg-degan, cemas bisa keringatan saat ijab kabul, tapi anak zaman sekarang masih bisa tertawa." Kepala Reva menggeleng melihat Erwin yang masih bertengkar dengan anak-anak.


"Iya mbak, Jum juga merasakan zaman semakin aneh. Dulu kita minta restu saja hampir jantungan, apalagi pas menikah."


"Malam pertamanya bagaimana Jum?" Vi tersenyum melihat dua sahabatnya.


"Gagal." Jum dan Reva tertawa.


Seluruh saksi nikah berkumpul, ramai juga melihat secara langsung penikahan Erwin dan Sherlin.


Tangan Erwin sudah menjabat penghulu, seluruh orang tegang tanpa alasan sedangkan Erwin hanya tersenyum.


"Tunggu." Asih berteriak kuat.


"Ada apa Asih?" Ravi menatap tajam putrinya.


"Biasanya di dalam film begitu Daddy." Senyuman Asih terlihat, mengedipkan matanya kepada adik-adiknya.


"Saya terima ...."


"Berhenti." Em melotot terkejut, mengikuti drama yang sering Mamanya tonton.


Erwin melepaskan jas yang dia gunakan, langsung berjalan ke arah Embun yang sudah berlari sambil tertawa.


"Ibu bapak, anak kalian tolong dibawa keluar dulu, gue mau nikah." Wajah Erwin langsung kesal.


Suara tawa terdengar, para anak-anak diminta menjauh. Asih menggandeng tangan adik-adiknya untuk duduk di atas panggung.


Suara dentuman terdengar membuat semua orang memegang dada, takutnya jantung iku berlari.


Bulan mengangkat tangannya, terkejut karena tidak sengaja memukul alat musik yang belum disetting, sehingga mengeluarkan suara seperti bom.


"Innalilahi wa innailaihi rojiun, bisa mati muda aku punya anak model mereka." Erwin mengusap wajahnya, bersiap kembali.


Semuanya tenang, duduk diam melihat penghulu sudah mulai kembali. Erwin mengerutkan keningnya, Ammar memukul kening putranya yang hanya diam saja.


"Nama Lin sebenarnya siapa?" Erwin mengusap wajahnya, dia lupa semuanya karena ulah bocah-bocah pengacau.


Suara tawa masih tertahan, ada rasa kasihan melihat Erwin, tapi juga lucu melihatnya yang kesal melihat kekacauan di tempat ijab kabul.

__ADS_1


Di dalam kamar, Lin terus tertawa sampai meneteskan air matanya. Sampai sah tidak ada sedih sama sekali, tapi penuh tawa.


Windy membawa Lin turun ke tempat ijab kabul untuk bertemu suaminya, langkah Lin terhenti saat suara mix memecahkan suasana.


Di atas panggung sudah ada acara bernyanyi, tamu undangan Erwin dan Lin berubah menjadi kebun binatang saat Vio dan Vani berjanji.


Tidak ada yang menghiraukan anak-anak di atas panggung, fokus ke Lin Dan Erwin yang bertukar cincin juga mencium tangan kedua orang tua mereka.


"Penikahan yang tidak ada rasa haru sama sekali." Stev menggelengkan kepalanya, mencium kening putrinya mendoakan yang terbaik untuk Lin.


"Ada burung beo tinggalnya di pohon, ada burung bangau tinggalnya di sungai, ada burung elang tinggalnya di langit." Vio berjanji menggunakan mix menciptakan lagunya sendiri.


"Burung bangau makanannya ikan, burung Elang makannya ayam, burung beo makan ... apa ya?" Bulan mencoba berpikir, langsung menatap Elang yang menatapnya tajam.


"Kakak Elang makannya ayam, tapi ada nasinya." Vani tersenyum melihat ke arah Elang yang geleng-geleng kepala.


Arum duduk diam, sedang berpikir nasib burung. Mereka memiliki nama yang sama, tapi kenapa makanan dan tempat tinggal mereka b berbeda.


"Kak, kenapa burung Elang makan ayam sedangkan bagai makan ikan?" Arum menatap Virdan yang tersenyum.


"Hal yang paling penting kenapa nama mereka burung?" Vio menatap kakaknya juga.


Erwin menurunkan semua anak-anak untuk kumpul berfoto, berhenti membahas soal burung.


"Kamu saat besar nanti akan melihat satu jenis burung yang tidak memiliki sayap, tapi dipanggil burung." Satu tangan Erwin menutup mulutnya.


"Wow, Vani mau."


Erwin sekuat tenaga menahan tawanya, Vani mengoceh di samping Wildan soal burung yang tidak bersayap.


Vira langsung melihat suaminya yang wajahnya memerah, tidak bisa menjawab putrinya. Tangan Vira menutup mulut Vani agar diam.


"Kakek, Vani mau burung." Selesai berfoto Vani berlari mendekati Rama dan Bima yang ingin menyambut tamu.


"Iya sayang, nanti kita beli. Vani ingin memelihara burung apa?" suara Rama sangat lembut mengusap kepala cucunya.


Vani menggelengkan kepalanya, dia tidak tahu namanya. Burung yang dia inginkan tidak memiliki sayap.


Rama kebingungan, langsung menatap Bima yang mengangkat kedua bahunya. Tidak ada yang mengerti ucapan Vani.


"Ada apa hubby?" Vi memeluk lengan suaminya melihat Vani yang sedang memelas.


"Tidak tahu Vi, Vani ingin burung, tapi tidak ada sayapnya. Burung apa yang tidak ada sayap?" Rama melihat istrinya yang terkejut.


"Vani, burung itu punya Nenek." Vi melotot.

__ADS_1


Reva langsung memukul punggung Viana, dia lupa siapa Vani yang punya tingkat penasaran yang tinggi.


"Nenek punya burung tidak bersayap? Vani juga mau."


"Vio juga mau Nenek, dua ya."


Arum dan Bulan juga ingin melihat burung yang Vani dan Vio inginkan, mereka menyukai jenis ikan tapi penasaran sama burung tanpa sayap.


Bima tersenyum meminta cucunya berkumpul, pada zaman dulu memang ada burung tanpa sayap. Dia hewan predator darat yang mengancam populasi kiwi, jadi namanya burung kiwi.


"Oh burung kiwi, Vani ingin memeliharanya."


Kepala Bima menggeleng, populasi mereka sangat jarang ditemukan, jika ada tidak bisa hidup di negara mereka.


Selesai menjelaskan Bima langsung pergi bersama Rama untuk bergabung menyambut tamu, pengantin sedang berganti baju untuk lanjut ke acara pesta.


"Nenek bohong, katanya punya burung tanpa sayap." Vani melotot melihat neneknya langsung melangkah pergi untuk mencari makan.


Viana menahan tawa melihat Bima yang bodoh, sikap polosnya masih dia pelihara sampai tua. Reva hanya cekikikan tertawa, merasa konyol melihat suaminya.


"Otak kita sudah liar ya kak Vi, Ay Bim langsung mengatakan burung kiwi." Reva tertawa, mengejek Rama yang sama bodohnya.


"Bisma, kamu tahu burung tanpa sayap?" Viana menghentikan Bisma yang ingin bergabung dengan yang lainnya.


"Kamu tahu tidak sayang?" senyuman Bima menatap istrinya yang binggung.


"Burung semuanya punya sayap? mungkin sayap burungnya patah." Jum tersenyum melihat suaminya.


"Istriku sayang, kehadiran Billa dan Bella karena burung tanpa sayap." Bisma langsung tertawa melangkah pergi meninggalkan istrinya yang langsung teriak.


Viana dan Reva menepuk jidat, langsung mengikuti Bisma yang masih tertawa konyol, terkadang hubungan mereka sangat balance.


"Bisma, kamu menodai otak Jum." Vi melihat Jum yang berjalan mengejar mereka.


"Istriku yang polos."


"Suamiku yang polos." Reva dan Vi tertawa bersama.


***


DUA EPISODE LAGI.


FOLLOW IG VHIAAZAIRA


GABUNG BACA ISTRI MUDA PAK POLISI

__ADS_1


__ADS_2