
Keluarga Viana sampai dirumah sakit, Oma Flo langsung menagis melihat keadaan Oma Irma, Rama langsung mencium kedua tangan mertuanya dan juga Oma Flo.
"Mana Viana?" tanya Daddy.
"Belum datang Daddy," perasaan Rama tidak enak memikirkan Viana.
Viana sudah tiba dirumah sakit sejak 2jam yang lalu, tapi tubuh Vi gemeter dia mondar-mandir didekat parkiran mobilnya. Kedua tangan Viana disatukan sesekali dia meremas kuat rambutnya, kadang Vi juga menjambak memukuli kepalanya.
"Hubby tidak akan meninggalkan aku, Hubby mencintai aku, tapi ...., bagaimana jika Hubby benci Vi?, hubby tidak mencintai Vi lagi!, Hubby menceraikan Vi, Hubby maafkan Viana."
Dari kejauhan Bisma memandangi Viana yang mulai depresi, rasa iba muncul dihati Bisma. Melihat Viana rasanya seperti dirinya dulu, perlahan Bisma mendekati Viana yang masih panik, rambut berantakan, wajah pucat dan juga gemetaran.
"Mau sampai kapan mondar-mandir bos Vi, aku tahu kamu gila tapi bisa tidak kamu pura-pura waras."
"Malu diliatin orang, lagian pergilah temui Rama, menggila disini tidak akan mengubah keadaan, Rama akan mendengarkan kamu Rama pasti memilih kamu."
"Rama tidak akan benci Vi, Rama mencintai Viana."
"Ya Viana gila sana temui suami Lo, lama banget mikirnya, sebelum kesana rapikan rambut nanti Rama mikir kamu kesetrum."
"Iya" Vi melangkah pergi merapikan penampilannya, melihat make up diwajahnya, mengatur nafasnya agar lebih teratur dan melangkah pergi ke ruangan Oma Irma."
Dikamar Oma Rama sudah mulai sadar, Oma langsung menangis melihat Rama juga Oma Flo yang berdiri disampingnya, Oma Flo menghapus air yang mengalir.
"Flo! Viana pembunuh," Ucap Oma langsung menangis histeris.
"Bicara apa kamu Irma!" tatap Oma Flo geleng kepala.
Rama langsung mendekat menenangkan Oma nya, Rama sama terkejutnya dengan Oma Flo dan kedua orangtua Vi.
"Rama Viana menembak Tya teman kamu, mungkin sekarang dia sudah tewas, kamu bisa melihat rekaman di dalam rumah kita termasuk kamar kamu, Vi bermandian darah, Oma juga menerima berkas yang dikirim atas nama Viana, hasil laporan Viana mengalami gangguan jiwa, juga beberapa bisnis ilegal, Vi juga bekerja sama dengan pasar gelap, dan lebih mengerikan lagi Viana membunuh bawahannya secara membabi buta bukan hanya satu orang. Viana tidak memandang mereka seperti manusia tapi binatang." Ucap Oma Irma panjang lebar menjelaskan pada mereka semua sambil menangis.
__ADS_1
Tubuh Mommy Viana langsung terduduk dilantai, Oma Flo terduduk di kursi samping Oma Irma.
"Tidak mungkin Viana membunuh, Vi memang gila tapi dia tidak mungkin berbuat sejauh ini."
Ibu Vi langsung melihat kearah asisten rumah keluarga Rama menggoyangkan tubuhnya meminta penjelasan.
"Iya Bu, semua benar kalian bisa melihat teman tuan muda di kamar sebelah, dia baru selesai operasi tapi keadaan masih kritis, dan kemungkinan besar dia cacat total bahkan lumpuh."
"Tidak mungkin Viana seorang pembunuh, semua ini karena Daddy, andaikan dulu kita tidak mengambil Viana dari selingkuhan Daddy mungkin Andri masih hidup, jangan-jangan Viana juga yang membunuh Andri."
"Mommy! Viana tidak bersalah, Vi kehilangan kasih sayang orang tua karena Mommy mengabaikannya, Mommy tidak menerima kehadiran Vi."
"Hentikan, kalian bisa sekarang saling menyalahkan. Viana haus kasih sayang kalian pisahkan dia dari ibunya sampai ibunya meninggal, dia hanya mempunyai Andri tapi juga karena ego kalian Andri juga pergi, sekarang kalian salahkan semuanya ke Vi."
"Viana cucuku, dia pasti memiliki alasan melakukan ini, Rama lakukan sesuatu. Dia istrimu."
"Flo, aku tahu kamu menyayangi Viana, jika Vi hanya gila aku tulus menerimanya tapi kenyataan tentang kejahatan Viana, dia bukan hanya membahayakan dirinya tapi juga keluarganya termasuk keturunannya."
Viana hanya berdiam diri mendengarkan semuanya dari luar kamar, air mata Vi mengalir membasahi pipinya, Vi langsung melangkah pergi keluar rumah sakit mencari Bisma dan meminta Bisma membawa mobil dan pergi dari sana.
Di mobil Viana terdiam sambil meneteskan air matanya, Bisma tidak berani bertanya mobil melaju tanpa tujuan sampai Viana memberikan perintah ke gedung pertemuan, beri kabar semuanya untuk berkumpul karena Viana akan datang, Bisma melaksanakan perintah Vi dan langsung menunju gedung.
Vi sampai di gedung dan langsung melangkah masuk dengan tatapan tajam, Bisma berjalan dibelakangnya. Vi berhenti ditengah mereka semua dan seperti biasa dia meminta semua orang mengambil keputusan untuk pergi atau bertahan.
Semua masih diam, tidak ada yang bisa melihat wajah jelas Viana sampai lampu hidup semua, Mereka semua sangat terkejut melihat wajah asli Viana yang mereka kenal sebagai pembisnis hebat yang mengerakkan VCLO. Jadi orang yang selama ini memberikan perintah bukanlah pemimpin sesungguhnya.
"Kalian mengenal aku! Viana Cloria Arsen yang kalian kenal sebagai seorang pebisnis di bidang kecantikan dan juga fashion."
Mereka semua masih tidak percaya Viana satu wanita paling kejam dalam bisnis, tapi tidak ada yang bisa menemukan kelemahannya, banyak orang yang ingin menghancurkannya bahkan mereka juga pernah berapa kali mendapatkan perintah untuk menghancurkan Viana, tapi ternyata Viana orang yang telah menyelamatkan mereka juga keluarga mereka.
"Tujuan aku datang dan memperlihatkan wajahku karena aku ingin kalian bubar dan hidup dalam bebas, kalian harus hidup layak, tapi sebelum kalian pergi hancurkan semua barang bukti juga identitas kalian, hiduplah dengan identitas baru."
__ADS_1
"Viana!" panggil Ammar dengan tatapan tidak setuju.
"Ammar aku pernah mengatakan suatu hari akan ada yang berkhianat, dan saat itu juga aku akan menghancurkan semuanya, aku membangun dunia gelap bukan untuk kejahatan tapi untuk melindungi diri kita agar terlihat tetap kuat, tapi aku lupa satu hal Ammar, aku memiliki banyak musuh."
"Ini perintah terakhirku padamu, hancurkan bisnis ini, jangan sampai asa sisa kirim semua orang kita dengan kehidupan layak."
"Siapa pengkhianatan diantara kita Nona?"
"Mita! Dia membenci diriku semenjak kekasihnya jatuh cinta kepadaku, karena penolakan dia memutuskan bunuh diri, dan Mita mengumpulkan tenaga untuk balas dendam."
"Saya akan menyingkirkan Mita,"
"Jangan! biarkan dia melihat Kehancuran ku, agar dirinya merasa puas."
"Apa kamu akan menghilang Nona," tatap Ammar sendu begitu juga yang lainnya. Mereka tahu jika Viana membubarkan mereka berarti Viana akan pergi jauh.
"Lakukan tugasmu Ammar, aku percayakan semuanya padamu, bersihkan namaku."
Viana melangkah pergi meninggalkan mereka semua sambil tersenyum, semua orang menunduk memberi hormat.
"Kita akan kemana Nona,"
"Pergi sejuah mungkin,"
"Bos Vi yakin, cinta kalian."
"Oma benar! aku hanya akan membuat Rama dalam bahaya bahkan keturunannya, aku tidak boleh egois."
***
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE..