SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 AKHIRNYA TERBUKA


__ADS_3

Keadaan Kasih sudah pulih total, Viana melarang Kasih untuk kembali ke rumah. Karin tinggal bersama Tama, Kasih merasakan takut saat Tama menginginkan Kasih dan Karin bertemu ibu.


"Kak Kasih lagi mikirin apa?" Vira masuk ke dalam kamar.


"Kakak takut, karena kemungkinan keluarga angkat kakak pasti sudah mengetahui identitas aku dan Karin."


"Mereka tidak akan berani menyentuh kak Kasih."


"Kamu tidak tahu Vira, mereka orang yang kejam, membunuh bukan sesuatu yang menakutkan."


Vira tertawa, Kasih tidak mengenal siapa keluarganya. Vira menceritakan jika Mommy Viana dulunya seorang pemimpin dunia hitam. Kasih langsung berdiri dari duduknya, menatap Vira dengan wajah kaget.


"Siapa Mommy?"


"Pemimpin rahasia dunia hitam." Vira tersenyum.


"Tapi Mommy bukannya pemilik dari VCLO?"


"Iya tapi Mommy yang menggerakkan, Mommy bertindak tapi tidak pernah menyentuh. Cerita kehidupan Mommy panjang, kak Ravi yang paling tahu, karena dulu Mommy dan Daddy pernah berpisah, kak Ravi lahir dan besar tanpa Daddy."


Kasih langsung terdiam, keluar kamar mencari Mommy yang asik tertawa bersama beberapa maid.


"Mommy, Mom."


"Iya sayang, ada apa?"


"Mom, Kasih ingin bicara dengan Mommy."


Viana menggagukan kepalanya, mengikuti Kasih masuk ke dalam kamarnya. Vi sudah mengerti sesuatu yang Kasih ingin bicarakan.


"Mommy mengenal seorang pengusaha muda yang dulunya menikahi seorang janda tua kaya raya, wanita ini menjalankan bisnis terlarang."


"Madam Angel, dia janda kaya yang menjual banyak wanita."


"Mommy tahu." Air mata Kasih langsung menetes.


"Mommy tahu segalanya Kasih, tapi kamu harus percaya Ravi bisa melakukan yang terbaik untuk kamu, Mommy sangat mempercayai putra Mommy."


"Tapi Kasih takut Ravi terluka."


"kelemahan Ravi kamu, jadi jangan melemah dan membuat Ravi ragu, biarkan Ravi yang bertindak. Dia mirip Mommy marah karena orang yang berarti terluka."


"Apa yang harus Kasih lakukan untuk mendukung Ravi?"


"Tidak ada, kita semua diam saja karena di sisi Ravi ada Wildan, ada Tian, ada Erik dan Tama. Mommy mempercayai mereka."

__ADS_1


"Vira juga yakin, ayang baby Wildan bisa mengalahkan Cinta dan madam Angel."


"Dia sudah meninggal Vira."


"Astaghfirullah Al azim, jadi siapa musuh kak Kasih."


"Suaminya, dia pasti memiliki banyak istri." Viana mengigat lelaki gila harta puluhan tahun yang lalu.


"Dia memiliki 8 istri Mom, memiliki banyak anak, tidak ada satupun yang menyukai Kasih. Setiap hari Kasih harus melihat mereka mencuci uang, bisnis ilegal, bahkan Kasih harus melawan untuk menolong orang yang tidak bersalah."


"Mereka semua sepertinya sudah lama ingin menyingkirkan kamu Kasih, tapi kamu terlalu cerdik dan tidak memiliki kelemahan, karena kelemahan kamu keluarga yang di sini."


"Apa kak Ravi tahu soal ini?" Vira memeluk Viana dan mencium pipinya.


"Kamu meremehkan Ravi yang otaknya sedikit geser, dia pasti tahu dan akan menghukum mereka dengan berat."


"Biarkan saja, Vira juga ingin sekali menghabisi mereka."


Kasih tersenyum langsung masuk ke dalam pelukan Viana, Vi juga lega akhirnya Kasih terbuka, mulai membutuhkan orang lain, Viana tahu Kasih wanita kejam seperti dirinya dulu, tapi jahatnya Kasih untuk melindungi dan menghentikan, tetapi Kasih bersalah karena tidak membutuhkan bantuan orang lain.


"Kasih sayang apa yang paling kamu takuti, selama kamu di sana?"


"Di khianati Mom, Kasih tidak bisa percaya dengan siapapun."


"Aunty Mitha yang membuat Mommy pergi, awas saja kalau bertemu Vira, dia pasti akan mendapatkan balasan."


"Vira jangan sembarang bicara, dia sudah meninggal, siap-siap saja kamu dia hantui."


"Mommy, jangan bicara seperti itu." Kasih tertawa melihat Vira yang ketakutan, Viana mengacak rambut Vira.


***


Suara Ravi pulang bekerja terdengar, sebenarnya Ravi tidak bekerja tapi ke markasnya. Di sana Wildan dan Karan sedang berkolaborasi.


"Hai lagi ngapain?" Ravi mencium pipi Kasih yang sedang duduk di sofa kamar.


"Mandi dulu kamu bau." Kasih langsung mendorong.


"Aku sudah mandi cium ya." Ravi langsung masuk kamar mandi, kebiasaan Ravi belum berubah suka teriak meminta baju, handuk banyak yang dia minta sampai akhirnya selesai mandi.


"Cerewet banget kamu Ravi."


"Cium,"


Kasih mendekati Ravi perlahan, bau wangi dari tubuh Ravi tercium. Kasih mencium pipi Ravi, tapi pinggangnya di tahan, Ravi mencium lama bibir Kasih barulah dia mencium sekilas sambil memainkan matanya.

__ADS_1


"Dasar Ravi mesum," bibir Kasih langsung monyong, mengikuti Ravi keluar kamar.


Terdengar suara Tama datang bersama Karin, Tama memeluk Kasih yang menangis.


"Kita bertemu ibu, kakak akan dampingi kalian berdua untuk menjelaskan semuanya."


"Apa yang harus kita katakan soal kak Cinta?"


"Aku akan membantu kalian bicara dengan ibu." Ravi merangkul Kasih menjauhkan Tama, Karin dan Tama menahan tawa, Kasih menatap wajah Ravi terheran-heran.


Viana meminta pertemuan di rumahnya, Ravi memanggil Tama untuk bicara dengannya terlebih dahulu. Tama menerima semua bukti kejahatan Cinta, hubungan Cinta dengan Ayah kandungnya. Ravi meminta Tama mengatakan semuanya kepada ibu, menjelaskan kejahatan Cinta dari hati ke hati.


Rama melihat putranya yang sangat teliti melakukan sesuatu, agar tidak menyakiti hati istri dan mertuanya.


"Kamu sudah besar Ravi, Daddy bangga menjadi orangtua kamu." Viana memeluk Rama dari belakang, Rama mencium kening Vi untuk menjauhi Ravi.


"Setelah masalah dengan ibu, Ravi ingin minta izin dan minta maaf kepada kak Tama, karena harus bertindak keras untuk Cinta."


"iya Vi, libatkan aku untuk menangkap keluarga Angel. Aku tidak terima dia menyiksa adik-adikku selama ini, aku merasakan gagal Ravi. Seharusnya sejak awal aku tidak membiarkan Cinta."


"Sudahlah Tama, kita berjuang bersama, kamu lindungi adik kamu, sedangkan aku akan melindungi istriku."


Ravi merangkul pundak Tama yang menundukkan kepalanya, air mata Tama menetes tidak bisa membayangkan penderitaan Kasih yang harus menjadi tameng kejahatan orang lain.


"Aku akan menghukum mereka Ravi, aku akan mempertaruhkan pekerjaan aku demi menumpas kejahatan mereka."


"Jika kamu di pecat datanglah padaku, karena perusahaan masih membutuhkan Office Boy." Ravi tertawa, Tama tersenyum sambil memeluk Ravi.


Tama dan Ravi melihat rekaman, Kasih di cambuk tapi tidak mengeluarkan air mata, kasih mendapatkan pukulan dan tendangan. Bukan Kasih namanya jika dia hanya diam saja, Kasih memukul balik sampai lawan KO barulah dia mendapatkan kebebasan.


"Aku akan membalaskan rasa sakit kamu sayang, maafkan aku yang terlambat menemui kamu. Mereka akan hancur, aku lebih kejam dari Viana Arsen yang hanya bekerja di belakang layar, aku akan datang di hadapan kalian, menghancurkan apapun yang kalian miliki." Batin Ravi dalam hati.


Tama sama marahnya, dia hidup enak tertawa sedangkan adiknya menahan sakit juga kebencian banyak orang.


"Kita hancurkan mereka Ravi, selama ini kita hanya mengawasi para adik kamu, sekarang aku meminta bantuan untuk menghancurkan mereka."


"pasti kak, Wildan dan Karan sudah maju, tunggu hari mereka semua hancur."


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


***

__ADS_1


__ADS_2