
Langkah kaki wanita cantik dan juga masih muda keluar dari VCLO, Reva masuk ke mobilnya dan melajukan kearah restoran berbintang untuk bertemu rekan kerjanya, dan membahas beberapa proyek kerja sama.
Reva masuk restoran dan menuju ruang yang sudah di booking, disana sudah ada beberapa orang yang menunggu Reva, Reva tersenyum dan menyapa sambil meminta maaf karena terlambat.
Setelah 1 jam membahas pekerjaan, dan juga makan siang, semuanya kembali ke kantor Masing-masing, hanya Reva yang masih sibuk menyusun beberapa laporan juga merapikan desain bajunya.
Saat keluar dari ruangannya, Reva melihat Bima masuk ke dalam ruangan lain, jiwa kepo Reva bangkit dia langsung melangkah mendekati pintu dan membuka sedikit tirai dan melihat Bima bersama seorang wanita cantik dan juga anak kecil berusia 10tahun.
"Bima! aku minta maaf soal masa lalu, tapi maukah kamu memberikan kesempatan kedua, kasihan putri kita dia butuh kamu juga aku. Kita kembali lagi dan memulai dari nol." Ucap Britania sambil menangis.
Reva langsung membuka pintu terkejut dan melihat mereka langsung memasang wajah kaget dan meminta maaf, dia pikir ruangan teman-temannya dan langsung menutup kembali melangkah pergi.
Bima yang melihat Reva langsung menghela nafas tapi tetap tidak mengejarnya. Reva berlari keluar dengan berlinang air mata dan cepat membawa mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju kantor Ivan yang menjalankan cabang dari LOVER.
Reva berlari menggunakan kacamata hitam, dan langsung mengejutkan Ivan yang sedang bersama wanita lagi enak-enak, kekasih Ivan sama kagetnya melihat wanita mendobrak pintu.
"Ivan! om Bima mau rujuk sama mantan istrinya." Reva menangis histeris dan langsung berlari memeluk Ivan tanpa perduli dengan kekasih Ivan yang sudah cemberut.
"Udah diam, Lo menangis lelaki yang memang belum jadi milik Lo, berhentilah mengejar cinta Om Bima kalian berbeda jauh."
Ivan membiarkan Reva menangis di dadanya, sedangkan tangan Ivan menepuk punggung Reva yang masih menangis, satunya lagi menggenggam tangan kekasihnya yang matanya sudah berkaca-kaca menahan cemburu.
"Udah! kalian lanjut pacaran, gue mau cari kak Vi."
Reva melangkah keluar meninggalkan Ivan yang langsung berperang, dengan kekasihnya yang berakhir dengan kandas.
"Aisshhh... kemarin Septi menangis patah hati gue yang menderita, sekarang Reva gue diputusin, memang punya sahabat perempuan ribetnya masa Allah jadi jomblo abadi gue."
***
Viana mendapatkan panggilan dari Reva dan mendengarkan semua curhatan, Viana memberikan solusi agar Reva bisa menenangkan diri dan menyakinkan hati.
"Hubby, besok mulai masuk kerja."
"Iya sayang, kasihan kak Bima mengurus sendiri."
"Makan siang diluar ya hubby, mommy sama Ravi tunggu disana."
"Oke sayang, kamu kabarin tempatnya."
***
Viana dan Ravi sudah tiba lebih dulu di restoran, Vi memesan beberapa makanan.
"Ravi kamu makanan duluan ya, daddy sedikit terlambat."
__ADS_1
"Nanti saja mommy tunggu daddy." Tapi tangan Ravi sudah sibuk memakan kentang goreng.
Viana hanya mengerutkan keningnya, ngomongnya menunggu daddy, tapi mulutnya mengunyah.
Rama tiba di restoran bersama Bima, dan langsung mengucapkan salam sambil mencium kening Viana dan Ravi.
"Sudah lama menunggu nya sayang,"
"Baru hubby."
"Sudah daddy, Ravi sudah jamuran. Mana laper lagi."
Rama tertawa mendengar ucapan Ravi, baru kemarin dia karatan sekarang sudah jamuran besok entah apalagi.
"Hai uncle, sini duduk uncle Bima atau Bisma ya mom, Ravi masih binggung."
"Kalau wajahnya kalem tapi menghanyutkan uncle Bima, tapi kalau wajahnya cengengesan tapi menghancurkan uncle Bisma."
"Tidak ada yang lebih lembut mom,"
Mereka semua mengobrol dan makan siang bersama, sambil mendengarkan kicauan burung beo dan burung Nuri.
Suara panggilan hp Vi mengentikan perdebatannya dengan Ravi.
[Ya Rev, aku di restoran sekarang,]
[Ya sudah kebetulan lokasi kita dekat, kamu kesini.]
Viana mematikan panggilannya dan menatap Rama binggung.
"Reva kenapa Vi? tadi pagi Ivan telpon kemarin Reva menangis,"
"Tidak tahu hubby, dia bilang mau bahas soal VCLO."
Tidak lama terdengar suara high heels mendekati meja makan keluarga Rama, Reva tersenyum menyapa semuanya dan mendaratkan ciuman ke pipi Ravi.
Reva mengeluarkan banyak berkas, dan menyerahkan nya ke Viana.
"Kak Vi, tugas Reva selesai menjaga VCLO, ini semua berkas yang pernah kak Vi serahkan ke Reva 5 tahun yang lalu, ini kunci apartemen, ini ATM keuangan kantor, dan beberapa kartu penting lainnya."
"Apa maksud kamu Reva,"
"Reva akan pergi keluar negeri kak, Reva ingin hidup bebas dan bersenang-senang, Reva masih muda perjalanan Reva panjang."
"Kamu yakin Reva, sudah membahasnya dengan ibu," tanya Rama.
__ADS_1
"Ibu terserah Reva, malam ini datang ke rumah Ram, yang lainnya juga gue undang sebagai makan malam perpisahan kita."
"Reva! kalau ada masalah kamu punya kita, kita cari solusinya, tapi jangan melarikan diri. Setiap masalah ada jalan keluarnya. Kita bahas lagi nanti malam, aku tidak setuju kamu hidup bebas apalagi luar negeri bahaya Reva"
Viana yang mendengarkan ceramah Rama merasa tersindir, dia juga dulu memutuskan untuk pergi.
"Tapi Rama,"
"Sudahlah kita bahas nanti malam bersama yang lainnya juga ayah dan ibu."
"Baiklah aku pergi sekarang," Reva melangkah pergi tanpa menyapa siapapun karena dia kesal dengan Rama yang selalu menentang keputusan dan pasti ujungnya musyawarah.
Bima juga ikut berdiri mengejar Reva yang sudah lebih dulu keluar berlari ke mobilnya.
"Vi kamu coba bicara dengan Reva, dia pasti sedang ada masalah dengan kak Bima."
"Biarkan saja hubby, hukuman untuk Bima karena tidak peka."
***
Pintu mobil terbuka Reva ingin masuk tapi lengannya ditarik oleh Bima.
"Om Bima! Ada apa? Reva tidak akan ganggu om lagi, Reva juga akan membuang rasa cinta Reva, mungkin om benar Reva harus membuka hati untuk orang lain, tapi sebelumnya Reva ingin menenangkan diri siapa tahu ketemu jodoh di LN." Reva bicara sambil menghayal.
"Kamu tidak boleh pergi!"
"Apaan si om, Reva sudah besar tahu mana baik dan buruk, seharusnya om seneng Reva pergi biar om hidupnya tenang."
"Saya bilang kamu tidak boleh pergi, maka kamu tidak akan pernah pergi."
Bima menarik tangan Reva ke pintu sebelah kemudi dan memasukannya, lalu mengunci Reva di dalam sendirian, Bima berlari masukan ke restoran, sedangkan Reva hanya menganga dikurung di mobilnya sendiri.
"Rama ini kunci mobil, kamu bawa sendiri, kak Bima pergi dulu."
Rama hanya mengaguk, sedangkan Viana teriak bertanya Bima mau kemana tapi tidak di respon, Bima langsung masuk mobil Reva dan melajukan nya.
Mobil sampai di sebuah sekolah, Bima keluar menyapa seorang gadis kecil yang baru berusia 10tahun.
Bima membawanya masuk ke mobil, Reva masih kebingungan.
"Hai Tante, perkenalkan aku Windy, Tante Reva ya, Tante cantik sekali." Sapa Windy ceria.
Reva hanya diam saja menatap Bima heran....
***
__ADS_1
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE