
Ditengah kebahagiaan Viana dan Rama hadirlah tamu yang tak di undang, semua mata tertuju kearah Ririn yang tersenyum datang bersama Abi nya, Rama hanya tersenyum menyambut kedatangan mereka.
Ririn juga memeluk Oma Irma yang mengucapkan selamat atas kembalinya Viana dan pernikahan mereka, Ririn juga menyapa Vi sambil mengulurkan tangan. Viana tersenyum menyambut uluran tangan Ririn.
Rama juga menyapa Abi dan mengucapkan terimakasih karena bersedia hadir, Abi juga memandangi Viana yang terbalut kebaya putih memperlihatkan wajah cantik dan tubuh indahnya. Abi ingin menyalami Viana dan mengucapkan selamat tapi Viana langsung tersenyum dan merapatkan kedua tangannya sambil sedikit menunduk memberi hormat.
Dari kejauhan Reva memandangi Ririn dengan tatapan sinis, dia meremas kuat gelasnya membuat Bima langsung mendekat dan melepaskan gelas dari tangan Reva. Belum sempat Bima bicara Reva sudah melangkah pergi dengan penuh amarah, Bima tidak mengerti dengan sifat Reva yang sepertinya sangat membenci Ririn.
Jum juga sama menatap Ririn tajam, candaan dari sebelah sudah tidak terdengar lagi, rasa kesal sedang mengebu-gebu di kepalanya melihat Ririn sok ramah. Bisma mengikuti arah pandang Jum dan tersenyum melihat gadis berhijab yang sangat cantik.
"Lo iri sama kecantikan wanita berhijab itu ya Jum," bukannya menjawab Bisma Jum melangkah pergi sambil menabrak legan Bisma yang membuatnya kaget juga binggung.
Semua orang sedang makan bersama, Ririn dan Abi nya juga ikut bergabung pandangan Abi Ririn tidak pernah lepas dari Viana membuat Rama risih dan terganggu.
"Dimana Reva sama Jum?" tanya Septi.
Semuanya celingak-celinguk mencari dua wanita yang tidak muncul lagi, Bima merasa aneh mengapa Reva tidak menyukai Ririn padahal Ririn sosok wanita baik dan sopan.
Reva sedang berada di kolam sambil menatap langit yang gelap, Jum datang mendekatinya dengan wajah kesal.
"Mbak Reva, mengapa wanita tidak tahu malu itu datang,"
"Dia bukan cuman tidak tahu malu, harga dirinya sama hilangnya."
"Mbak Reva kenal dia, Jum juga sampai batal nikah demi balik lagi saat dapat kabar ada cacing coba mendekati tuan, tidak ada wanita terhormat yang mau bertahan menunggu laki-laki yang masih menanti istrinya. Dia selalu datang kesini hanya ingin menarik perhatian Oma."
"Dia bukan wanita terhormat Jum, dia cacing yang ingin berubah menjadi ular, dia jahat. Aku melawannya dalam dunia bisnis dia berjuang ingin menghancurkan VCLO, tapi aku masih bisa bertahan dan membuktikan biarpun aku masih muda tidak mudah menyingkirkan ku, bahkan dia menantang aku secara terang-terangan untuk menghilangkan aku dari deretan desainer hebat."
"Ya Allah apa ini ujian lagi untuk kak Vi, mbak Reva juga harus kuat, Jum tahu mbak Reva wanita baik, pekerja keras, dan orang seperti mbak Reva akan tetap menjadi desainer terbaik."
"Aku tidak akan membiarkan kak Vi melawan dia sendirian akan aku buktikan dia wanita ular,"
__ADS_1
"Iya Jum juga tidak akan membiarkan dia merusak kebahagiaan kak Vi lagi."
***
BEBERAPA JAM SEBELUM IJAB QOBUL...
Viana keluar dari kamarnya dan masuk kedalam mobilnya, Ammar sudah ada di dalam mobil tersenyum memberi salam ke Vi.
"Bagaimana Ammar, siapa wanita yang berani mengantikan posisiku."
"Bos Vi belum berubah masih sehebat dulu, hanya satu kali lihat bos Vi langsung tahu siapa dia."
"Jadi kecurigaan aku sejak awal benar, dia belum berubah kesempatan yang pernah aku berikan tidak digunakan dengan baik."
"Apa aku harus bertindak bos Vi."
"Tidak perlu Ammar, terimakasih atas kerja samanya, aku masih Viana yang dulu ini masalah kecil, aku bisa menyingkirkannya."
***
Setelah selesai makan malam, keluarga sudah mulai ingin kembali, Ravi juga sudah dibawa pulang karena tidur, Viana menyempatkan diri mencium putranya begitu juga Rama.
Beberapa sahabat masih setia bercanda bersama yang masih terlihat aneh Ririn dan Abi nya masih asik bercerita tidak niat untuk kembali, apalagi mata Abi yang selalu mencuri pandang ke arah Viana.
"Rama! pantas kamu masih menunggu istrimu kembali dia sangat cantik,"
"Cantik relatif Abi,aku mencintainya karena ketulusan hatinya."
Viana melangkah pergi dari kerumunan menemui Ririn yang baru selesai mengangkat telpon, Vi menyapanya dan mengajak ngobrol di tempat yang tenang.
"Selamat ya Viana, jodoh memang tidak ada yang tahu, selama kamu pergi aku selalu bersama Rama dan hampir saja menikah dengannya, tapi syukurlah kamu segera kembali dan bersatu kembali. Aku ikut senang Vi."
__ADS_1
"Apa kabar Mitha?" Viana tersenyum melihat kedepan, wajah Ririn langsung berubah.
"Maaf Vi, nama aku Ririn! siapa Mitha?"
"Dia orang yang pernah akur selamatkan, aku mendukung dia sampai menjadi seorang dokter, tapi pada akhirnya dia mengkhianati aku, tapi dengan berbaik hati aku memberikannya kesempatan, dan sayangnya dia tidak menggunakan kesempatan yang aku berikan. Dia keluar dari dunia kedokteran dan menjual diri pada Sugar Daddy."
"Mitha aku masih Viana yang sama, hanya bedanya sekarang aku sudah menjadi seorang ibu, tapi aku masih sehebat dulu, kamu bisa menipu banyak orang bahkan Bima juga Rama tapi kamu tidak akan bisa menipu Viana."
"Sekalipun kamu melakukan operasi dari berwajah hantu sampai malaikat maut aku masih akan t
tetap mengenali kamu, aku jauh lebih kuat dari dulu Mitha,"
Ririn berdiri dan melangkahkan kakinya sampai ucapan Viana menghentikan langkahnya.
"Kamu sudah gagal dari awal, masih belum menyerah dengan ingin memiliki Rama, kamu pintar berakting menjadi wanita saleha tapi bau busuknya masih tercium."
"Dan satu hal lagi, cinta kami abadi Mitha, aku pergi membawa cinta demi Rama, Ravi hadir dengan cinta menyatukan kami, dan Rama bertahan dengan cinta menanti aku kembali."
Ririn langsung keluar dari sana menarik tangan Abi nya untuk segera pulang tanpa pamit dengan Rama, Abi Ririn masih sempat mengedipkan matanya kearah Viana membuat Vi meludah.
"Ingin aku copot matanya," batin Vi.
Viana melangkah mendekati Reva dan Jum sambil tersenyum disambut oleh mereka yang sudah paham jika Viana baru saja menyingkirkan cacing.
Rama ikut bergabung sambil merangkul pundak Viana, Bima juga sudah melihat tawa Reva yang konyol.
Semuanya kembali normal dan penuh canda tawa, Karena sudah larut malam si bocah cerewet tidak ikut bergabung karena sekarang dia sedang berada di mimpi terindah. Vi dan Rama masih asik tersenyum.
"Wooyy kalian berdua tidak capek tersenyum, kesal gue liatnya. Hargai dong gue yang masih jomblo." Ucap Ivan kesal.
"Ivan! mas Bima yang paling dewasa juga masih setia jomblo bahkan desainer termuda yang cantik badai masih dia tolak, jadi santai." Ejek Jum kearah Reva.
__ADS_1
"Hei Jum, Lo itu ingat umur sudah tua, jauh dari gue mau jadi perawan tua. Sana balik kampung kamu nikah saja aki-aki lintah darat, atau mau seperti cacing tadi punya sugar daddy." Tawa Reva terdengar, Jum langsung menjambak rambutnya dan berlari pergi.