SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
GARA-GARA ULAR


__ADS_3

Suasana rumah ramai semuanya mulai bermunculan, Ravi memandangi semuanya, mata Ravi berhenti tepat di depan Rama yang juga memandanginya. Mata Ravi berkaca-kaca menahan tangis, Rama langsung berjongkok merentangkan tangannya, Ravi berjalan perlahan dia tidak memeluk Rama tapi menyentuh seluruh wajah Rama.


"Ravi tidak mimpi kan, wajah daddy mirip sama di dompet mommy."


Rama menarik Ravi ke dalam pelukannya, ciuman bertubi-tubi di seluruh wajah Ravi.


"Ini bukan mimpi sayang, ini nyata kamu sekarang sudah bersama daddy. Daddy mommy dan Ravi kita sekarang bersatu tidak boleh berpisah lagi."


"Udah jangan drama bapak sama anak, kalian semua jangan nangis sebelum Ravi berulah."


"Mommy ikut suasana, Ravi lagi sedih mommy harusnya ikut sedih."


"Ya sudah tidak usah tiup lilin, kamu mau duduk dipojokan sambil menangis, semuanya ayo kita makan kuenya."


"Mommy! tiup lilin dulu baru potong kue," teriak Ravi membuat Viana tertawa.


Rama mengendong Ravi mendekati kue coklat yang berukuran besar, semua lilin dinyalakan. Seluruh keluarga berkumpul, Ravi tersenyum melihat grandpa, halmeoni, kedua Omanya.


Nyanyian selamat ulangtahun terdengar, wajah bahagia Ravi terlihat.


"Ayo tiup lilin,"


"Tunggu mommy, Ravi ingin berdoa."


Ravi memejamkan matanya, kedua tangannya di tadahkan, dengan khusyuk Ravi mulai berdoa didengar semua orang.


"Ya Allah terimakasih, semua doa Ravi dikabulkan di tahun ini, bisa bertemu daddy, menyatu daddy dan mommy, punya keluarga, banyak yang sayang Ravi, Ravi senang akhirnya bisa tiup lilin bareng daddy. Ravi tidak minta apapun lagi, Ravi bersyukur dengan semua yang Ravi miliki. Tapi kalau boleh semoga mommy tidak marah Ravi minta motor gede amin.


Semuanya yang awalnya menundukkan kepala langsung terkejut dengan doa terakhir Ravi, mereka menyesal ikut fokus yang akhirnya bikin kesel. hanya Bisma yang tertawa. Ravi memeluk erat Rama takut dengan mata Viana yang pasti akan melotot.


"Tunggu Ravi usia 18tahun ya sayang, daddy pasti belikan."


"Jadi boleh daddy, Ravi bisa seperti uncle Bisma." Ravi bicara dengan mata yang bersinar.


"Uncle Bisma memangnya ada motor gede." Tanya Viana.


"Ada mommy, tapi diam-diam dari mommy. Ravi diajak pakai motor terus jemput cewek, pacar uncle Bisma cantik mom, semua perempuan yang lihat uncle dengan gayanya yang keren banyak yang tersenyum, uncle sering main mata."


Viana memijat pelipisnya, Bisma sudah berlari keluar, Ravi tersenyum senang yang lainnya hanya geleng-geleng.


"Bisma! aku akan membunuh Lo, beraninya Lo menodai otak Ravi yang memang sudah over lebay."

__ADS_1


Tiup lilin bersama mommy dan daddy dilakukan, Rama dan Viana mencium Ravi bersamaan, Ravi juga mencium kedua orang tuanya dan juga nenek kakek serta Omanya.


Semuanya bergiliran memberikan Ravi hadiah, tapi Ravi berlari ke Reva sambil cengengesan.


"Mau apa? pasti punya niat jahil, sekarang mau ngeluarin apa lagi. ular hidup." Ucap kesal Reva sambil masih memakan kue.


"Kok aunty tahu!"


Reva langsung melemparkan kuenya dan berlari ke Bima, memeluk erat Bima. Sambil menangis, semua orang panik melihat Reva.


"Ada apa? jangan menangis, ngomonng dulu."


"Ravi! Ravi bawa ular....!" ucap Reva masih memeluk Bima.


Semua orang panik, berlari mencari aman. Rama langsung mengendong Ravi dan memanggil seluruh keamanan rumah mencari ular dirumah.


"Ravi bercanda kamu tidak lucu, ular itu berbahaya." Amarah Viana terdengar, dia sekarang berdiri diatas sofa.


"Tapi ular Ravi lucu mommy," suara pelan Ravi terdengar.


"Vi gendong Ravi, aku coba cek dikamar dia."


"Suruh yang lain saja, nanti hubby terluka."


Di ruang tamu Ravi duduk manyun kesal melihat kehebohan dirumahnya, apalagi mendengar omelan mommy nya yang dari tadi bicara tidak jelas.


Bisma masuk melihat kekacauan yang terjadi.


"Ravi sayang, lain kali jangan main ular lagi." Ucap Jum mengelus kepala Ravi.


"Tapi ularnya Ravi lucu aunty Jum, dia tidak berbahaya."


"Yang namanya ular semuanya berbahaya,"


"Tidak aunty, punya Ravi baik, dia sangat lucu."


"Diam kamu Ravi, kamu mau mommy masukan kandang ular dan tidur dengan ular." Teriak Viana.


"Semalam juga Ravi tidur sama ular mommy."


Deggg jantung Viana rasanya mau copot, semua orang teriak kaget, lutut Vi lemas dan terduduk.

__ADS_1


Rama keluar dari kamar sambil mengendong anak kucing, Ravi langsung berlari tertawa menyambut suara kucing.


"Hai ular, daddy baik kan, Ravi sudah bilang daddy Ravi baik, tapi mommy Ravi cerewet."


ngeowww ngeowww....


Semua orang terdiam melihat ular yang Ravi maksud ternyata seekor kucing, ada rasa ingin tertawa, rasa kesal, marah, karena ulahnya semuanya heboh.


"Aunty Reva ini ular Ravi, lucu kan."


Reva sudah terduduk dilantai dengan wajah kusut.


"Dari pagi gue siap-siap dengan cantik, sampai sini hampir mati jantungan, sungguh luar biasa kamu Ravi. Om Bima Reva tidak mau punya anak model Ravi, bisa mati jantungan dan gantung diri." Teriak Reva kesal, Ravi hanya tertawa sambil mengelus ular.


Semua orang duduk dilantai melihat Ravi yang memang bisa membuat mati muda.


***


Sore harinya Rama mengajak Ravi dan Viana ke panti asuhan untuk menyumbang, dalam rangka hari lahir Ravi. Karena Ravi tidak suka pesta jadi dengan cara berbagi setidaknya mengajari Ravi cara peduli sesama.


Disana Ravi banyak diam tidak seperti biasanya, dia membagikan mainan yang tadi dia beli, memberikan sedikit uang jajannya yang dia simpan selalu didalam tasnya.


Sepulang dari sana Ravi masih melihat kebelakang, dan terlihat sedih.


"Daddy mommy, mereka tidak punya ayah dan ibu ya, kasihan ya mom, dulu Ravi hanya punya mommy, Allah sangat baik ke Ravi sekarang diberikan kesempatan bersama daddy, Ravi salah satu anak yang beruntung ya mom."


"Iya sayang, kamu harus selalu ingat, jangan merendahkan orang lain, tidak boleh sombong dengan apa yang kamu miliki, Allah memberikan rezeki lebih bukan semuanya milik kita, ada rezeki orang lain yang harus kita berikan."


"Iya mommy, Ravi akan tetap menjadi Ravi yang sederhana, Ravi sayang mommy dan daddy. Terimakasih karena mommy sudah menjaga Ravi, terimakasih daddy masih menunggu mommy dan Ravi. I love you."


"I love you too," jawab Rama dan Viana bersamaan.


Mobil Rama berhenti di sebuah supermarket mini, Viana ingin membeli sesuatu, Rama dan Ravi tetap di mobil. Dari kejauhan Ravi melihat seorang supir taksi yang pernah menolongnya.


"Suatu hari Ravi akan membalas Budi uncle, tidak hari ini mungkin besok, atau masa yang akan datang, orang baik pasti akan mendapatkan balasan yang baik." Batin Ravi tersenyum melihat mobil taksi melaju pergi.


***


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE..

__ADS_1


EPISODE SELANJUTNYA....


KEMBALI KE KONFLIK....


__ADS_2