
Katakan lah mas Vi mau tau, mengapa orang kepercayaan Vi meninggalkan Viana disaat terpuruk nya diriku.
" maaf Vi untuk itu" ucap Bima.
" Viana maafkan mas, tapi alasannya" ucap Vi.
" Orangtuamu yang meminta diriku pergi, aku terpaksa menikah dengan sahabat satu-satunya kamu, karena Sinta hamil, aku tidak tega melihatnya ingin mengugurkan kandungan nya, makanya kami menikah" jawab Bima.
" mana Sinta sekarang?" tanya Vi.
" Sudah meninggal" jawab Bima.
Viana terkejut mendengarnya tidak berapa lama ada keributan di belakang rumah, Rama langsung bangkit melihat kesana, Vi juga binggung apa yang ribut.
" ayo mas Bram, temenin Rama, Vi takut" ucap Viana.
Bima cepat mengejar Rama, Vi mengambil berkas yang ditandatangani Rama, dan menukarnya dengan berkas palsu.
Tidak lama mereka kembali, Vi berdiri dengan wajah cemas..
" Ada apa hubby" tanya Vi.
" Tidak ada apa-apa, hanya ada Teriakan dari luar pagar, seperti orang bertengkar" jawab Rama.
" ya sudah Vi, tuan saya pamit undur diri" ucap Bima.
Tatapan mata Viana sinis memandangi Bima dari belakang.
" Viana, kamu kenapa" tanya Rama.
" tidak ada apa-apa hubby," Vi memeluk tubuh Rama.
" aduhh, Nona liat tempat dong" ucap Jum.
" kenapa, syirik saja" jawab Vi.
Vi menciumi seluruh wajah Rama di depan jumintean, Jum melihat dengan heran, karena Nona nya tidak tau malu.
Rama hanya geleng-geleng melihat tingkah kekanakan Vi.
Mereka naik ke atas untuk beristirahat, Viana tidur dengan memeluk Rama seakan tidak ingin melepaskan nya.
" Viana, kita mau tidur, aku tidak akan lari, jadi tidurlah" ucap Rama.
" hubby, mengapa perasaan Vi, tidak enak ya" ucap Vi.
Rama menghadap wajah Vi, diciumnya jidat Vi, dielus-elus nya pipi Viana.
" tidak ada yang perlu kamu khawatirkan, semuanya akan baik-baik saja Vi," ucap Rama.
Vi menciumi bibir Rama dan Rama membalasnya.
" kau membangun kan yang di bawah Viana" ucap Rama.
__ADS_1
" aisshhh, Seperti aku harus lebih tenang, karena dia tidak akan berhenti hanya 1 atau 2 ronde" ucap Vi manyun.
" kau harus bertanggung jawab Vi.." ucap Rama yang sudah menyerang Viana.
...
Rama akan bersiap pergi ke kampusnya, namun Viana menahannya, seperti tidak ingin Rama pergi.
" hubby untuk hari ini bisa tidak hubby jangan pergi, temani Vi" ucap Viana memohon.
" aku ke kampus sebentar saja Vi, setelah itu kamu bisa menyusul aku ke kantor ya" jawab Rama.
" Tapi hubby" ucap Viana meneteskan air matanya.
" Kenapa menagis?" tanya Rama.
" Masih mau bersama hubby" ucap Vi memeluk Rama
" Vi, hanya beberapa jam saja ya, nanti kita bertemu lagi" ucap Rama yang mencium kening Vi dan melangkah Pergi.
....
Viana masuk ke kamarnya untuk bersiap-siap ke kantor, hatinya masih tidak tenang, jantungnya masih berdegup kencang. Tapi dia tetap pergi ke kantor.
Sampai di kantor, Viana langsung keruangan nya menyelesaikan pekerjaannya secepat mungkin karena ingin segera menemui Rama.
Dreettt dreettt dreettt...
Beberapa kali panggilan di handphone Viana tapi dia abaikan, karena nomor yang menghubunginya yang tidak di kenal.
" Ada apa brengsek.." teriak Viana.
" Selamat siang Nona," ucap suara di seberang telpon.
Selesai panggilan wajah Viana berubah merah padam, di genggam nya handphone dengan kuat dengan mata melotot penuh amarah.
....
Brengsek....Teriak seseorang dan sambil melemparkan handphone nya ke dinding.
" Viana, beraninya kamu ikut campur" ucap Brit.
" Ada apa ini?" tanya seorang pria paru baya dengan wajah sanggar.
" Viana mengambil berkas yang sudah ditandatangani Rama" ucap Brit.
parrrrkk... sebuah tamparan mendarat di wajah Brit.
" tidak salah jika kamu selalu kalah dengan Viana, dia memang cerdas." ucap pria tersebut.
" jika aku tidak bisa memiliki perusahaan Rama, maka Rama yang akan aku singkirkan" ucap pria tersebut.
Pria tersebut pergi dari ruangan Brit..
__ADS_1
" pria bodoh, jika kamu hebat, tidak mungkin Rama bisa bertahan sampai sekarang" gumam Brit penuh Amarah.
Beberapa orang berkumpul di ruang tamu, dan mendengarkan instruksi dari bos mereka.
" pergilah, lakukan tugas kalian sebaik mungkin, jika kalian berhasil, kalian akan hidup berkecukupan, tapi jika kalian gagal maka nyawa kalian taruhannya" ucap Pria tersebut.
" Beberapa orang tersebut melangkah pergi Keluar dan menjalankan tugas.
....
Mobil Rama melaju dengan kecepatan sedang menuju kampus.
Agar lebih cepat Sampai mobil Rama melewati jalan yang cukup sepi, tampak beberapa mobil berada dibelakang mobilnya, karena terlalu fokus melihat mobil dibelakang, ternyata ada mobil besar di depannya berjalan menuju mereka dan ingin menabrak dengan cepat mobil menghindar tapi naas, mobil keluar jalur jalan dan masuk ke dalam hutan dan terjun bebas ke sebuah jurang yang tidak terlalu dalam..
Boooommmmm....
Suara ledakan terdengar dari bawah, beberapa orang yang mengiringi mobil berlari masuk hutan dan melihat mobil meledak terbakar semua.
" Turunlah kalian, Periksa apa mereka tewas apa tidak?" ucap ketua yang membawa mobil besar.
Seseorang yang mengawasi Rama sangat terkejut langsung menghubungi bos mereka, dan setelah panggilan terputus dia langsung menghubungi seluruh timnya untuk mengepung orang yang mencelakai Rama.
....
Viana sampai di tempat kejadian bersama bawahannya, terlihat mobil yang terbakar, dan beberapa orang yang terlibat..
" Cari suamiku, pastikan dia masih hidup, jika tidak kalian harus kehilangan nyawa kalian" teriak Viana menggema.
Semua bawahannya ketakutan, bagaimana bisa selamat, bahkan mobil juga terbakar, tapi mereka tetap melaksanakan tugas turun ke jurang mengecek keadaan Rama.
Mata Viana tertuju ke beberapa orang yang terlibat.
" katakan dimana bos kalian" tanya Vi.
Tidak ada yang menjawab semua diam, Bee mengeluarkan sebuah senjata dan menebak dada seseorang sampai tersungkur. Melihat kekejaman Viana mereka semua semakin takut.
" aku tanya sekali lagi, Dimana?" ucap Vi tapi masih belum mendapatkan jawaban.
Dua tembakan menembus dada dua Orang, wajah Vi memerah dengan mata berkaca tapi tidak keluar air.
" aku hanya bertanya sampai 3 kali, maka kalian semua akan mati" ucap Vi
Viana Menembaki mereka semua sampai yang terakhir langsung berteriak..
" Nona Britania" ucapnya.
" Temukan Brit, bawa mayatnya padaku" perintah Vi.
Viana melangkah mendekati jurang, dadanya sesak matanya terasa panas, sampai matahari terbenam Viana menunggu Rama disana..
" Mengapa dunia begitu kejam kepada ku, saat aku menjadi orang baik, aku kehilangan orang yang aku sayangi, tidak cukup sakit yang dahulu, sekarang terulang kembali, aku tidak bisa melindungi hubby, aku tidak siap kehilangan kamu hubby, akan aku bunuh mereka Semua jika kau sampai terluka, ku mohon kembali lah hubby, ya Allah tunjukanlah kepadaku ada yang namanya mukjizat, ku mohon kembalikan suamiku, Kembali dia kumohon" batin Vi di hati sambil meremas kuat tangannya sampai kukunya melukai tubuhnya sampai mengeluarkan darah.
....
__ADS_1
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA..
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE..