SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
LIBURAN


__ADS_3

Di kamar Rama sibuk bercerita dengan Ravi, perlahan mata Ravi mulai sayup dan akhirnya tertidur. Rama selalu menyempatkan waktu menemani putranya, bercerita banyak hal mendengar ocehan Ravi. Rama sangat memantau perkembangan Ravi.


"Hubby!" Viana membuka pintu dan tersenyum melangkah mendekat melihat Ravi yang sudah terlelap.


"Iya sayang, duduk sini." Rama menyambut tangan Viana duduk diatas pangkuannya.


"Terimakasih hubby, sudah memberikan kebahagiaan untuk Ravi." Viana menangkup wajah Rama.


"Hubby akan memberikan yang terbaik untuk kebahagiaan, Mommy, Ravi juga si kecil di sini." Rama mengelus perut Viana yang sedikit membuncit.


Rama mencium kening Ravi, kedua pipinya Viana melakukan hal yang sama. Rama menggendong Viana keluar kamar memasuki kamar mereka.


Perlahan Rama menidurkan Viana di atas ranjang, Rama mencium pipi, kening, mata dan juga bibir Vi.


"Hubby! Vi pengen liburan." Viana memainkan alis Rama yang tebal.


"Kita liburan ke villa, mau?" Rama mencium tangan Viana.


"Pengen ke pantai, pakai motor seperti dulu."


"Tidak Vi, sangat berbahaya kamu sedang mengandung. Hubby tidak setuju!" Rama bicara tegas sambil bangkit dari berbaring, duduk di sandaran ranjang.


Viana langsung membalikkan badannya membelakangi Rama, menarik selimut menahan air matanya karena penolakan Rama.


***


Rama, Viana dan Ravi melaksanakan sholat subuh berjamaah, Viana banyak diam tidak merespon candaan Ravi. Vi langsung lanjut tidur lagi, Rama dan Ravi lanjut mengaji menghafal ayat pendek.


Sudah pukul 9 pagi Viana masih belum bangun, susu ibu hamil yang Rama siapkan sudah dingin, Rama menghela nafas bersiap ke kantor.


Rama bersiap untuk pergi ke kantor, sebelum keluar Rama menyempatkan mencium kening Viana. Sebelum pergi kerja Rama berpesan ke Jum untuk mengawasi Viana yang sedang ngambek.


***


Di kantor Rama tidak bisa konsentrasi Viana mogok makan, panggilan Rama juga diabadikan. Dengan berat hati Rama menghubungi dokter kandungan Viana, mengumpulkan para boys untuk rencana ke pantai besok pagi.


Karena besok rencananya liburan, Rama menyelesaikan pekerjaannya agar tidak terlalu menumpuk.


Hari sudah malam, Rama belum juga kembali. Viana menunggu di pintu dengan tatapan marah, suara mobil Rama tiba dan Rama langsung masuk.


"Lupa pulang kamu ya?!" Viana berteriak.


Rama melangkah masuk melewati Viana langsung masuk kamar mandi membersihkan dirinya. Viana menunggu dengan hati yang kesal karena diabaikan.

__ADS_1


Pintu kamar mandi terbuka, Rama keluar melihat Viana yang cemberut dan tatapan matanya menakutkan. Rama hanya santai saja melihat kekesalan Viana.


"Diri mana kamu? kenapa baru pulang?"


"Kerja!" jawaban singkat Rama membuat Viana geram, sedangkan Rama memalingkan wajahnya menahan tawa.


"Sama siapa? dapat perempuan lebih muda, lebih cantik, lebih seksi. Kamu keluar dengan siapa Rama?!" Viana sudah berteriak kencang.


"Kalau iya kenapa?" Rama menatap mata Viana.


"Ohhh, sehebat apa wanita itu? apa kami selevel? jangan berpikir aku akan menangis dan memohon, Rama!" Viana melangkah keluar tapi langsung di tahan Rama.


"Ya! mommy kamu sangat pemarah ya nak, pastikan ancamannya akan membawa kalian pergi dari daddy. Daddy siap kehilangan harta dunia, tapi tidak dengan kehilangan waktu bersama kalian. Daddy mencintai mommy Viana, daddy juga sangat menyayangi kakak Ravi, kalau yang ini cowok apa cewek ya? sehat-sehat ya nak." Rama memeluk pinggang Viana dan bicara dengan perut Vi menciuminya berkali-kali.


Viana menatap Rama sinis, air matanya hampir tumpah tapi langsung di kucek. Rama mengelus pipi Viana membawanya dalam pelukannya.


"Mom, mengapa tidak pernah berpikir mempertahankannya daddy. Kita suami-istri, alangkah indah jika kita saling mempertahankan dan memperjuangkan."


"Jika daddy memang sangat mencintai mommy, bertahanlah! saat wanita memohon cinta seorang lelaki, dia akan merasakan telah memiliki tidak ada perjuangan lagi. Mommy ingin daddy setiap hari memperjuangkan mommy."


"Siap bos!" Rama memberikan hormat dan mencium bibir Vi.


Rama menjelaskan kepulangannya yang terlambat karena banyaknya pekerjaan, sebelum tidur mereka juga makan dulu. Rama setia mendampingi Viana yang banyak maunya. Setelah banyaknya drama Rama bisa tidur sambil memeluk Viana.


***


"Mau ke mana kamu Ravi?"


'Liburan mom!"


Viana ke luar rumah melihat sudah ramai orang dengan motor yang sudah tersusun Ravi. Rama mengecek motornya dan membersihkan debunya karena terlalu lama dalam sangkar.


Mobil Reva datang dengan gayanya yang santai sangat cantik. Septi juga keluar dari mobil Reva mendekati Viana. Semuanya sangat bersemangat untuk liburan yang sudah lama tidak mereka lakukan karena sibuk mengejar dunia.


Ivan datang bersama Tya, menggunakan motornya yang sangat bagus karena keluaran terbaru.


"Beli motor baru Lo Van." Bisma yang gila motor tertarik dengan motor Ivan.


Viana memeluk Rama dari belakang sambil tertawa bahagia, berkali-kali mencium Rama yang mengabulkan keinginannya.


"Seneng!" Rama mencium kening Viana.


"Hubby! I love you."

__ADS_1


"Ciihhhhh..., jijik gue. Memang kalian berdua tidak punya hati, pikirkan perasaan gue yang belum menikah." Teriak Reva melemparkan tasnya.


Jum keluar menemui semuanya dengan penampilan yang terlihat mempesona, celana panjang, baju kaos putih lengan pendek dengan rambutnya yang panjang di sanggul.


Bisma langsung mendekat melepaskan sanggul Jum, menjuntai kan rambutnya agar menutupi leher Jum yang indah.


Jumi keheranan, Bisma merusak penampilan yang sudah dia persiapkan. Dengan wajah kesal Jum mengikat tinggi rambutnya.


Viana kembali ke dalam mencari tas ranselnya, memasukkan kacamata, masker, sepatunya, vitamin demi menjaga kandungannya. Setelah semuanya selesai mereka berkumpul dan berdoa.


Suara motor memasuki gerbang terdengar, Verrel dan Sisi ikut bergabung dan liburan bersama.


Rama hanya tersenyum menyambut adik iparnya, dan lebih baik semakin banyak orang yang pergi. Tapi Rama juga menyiapkan mobil, agar saat Vi lelah langsung istirahat di mobil.


"Viana Lo gak mau mengincang motor?" semuanya menatap Ivan yang serius bicara ke Viana.


"Memangnya bisa, motor ada giginya sama gas tidak perlu di kincang."


"OHH sudah pintar sekarang, ada kemajuan." Ivan hanya tertawa.


"Viana juga sekarang bisa bawa motor, tanya saja Bisma?"


Bisma langsung melirik Viana dan menggelengkan kepalanya, jangan sampai Viana yang membawa motor, dipastikan akan ada korban tabrak lari.


Ravi berjalan santai memandangi semua orang yang sudah bersiap, untuk pergi liburan.


"Ravi ikut tidak?"


"Ikut dong uncle Bisma, tapi ular Ravi diletakan di mana? Nanti dia bisa masuk angin, dimasukkan dalam tas tidak bisa bernafas." Ravi kebingungan melihat motor yang bersusun.


"Ular tidak bisa ikut Ravi, nanti dia stres."


"Aunty Reva aneh, kita mau liburan menghilangkan stres, bukannya mau membuat stres. Ular harus kawin biar tidak stres, sekarang ular tidak boleh liburan nanti stres. Semuanya membuat ular stres, Ravi pusing!" Ravi menggendong ular mendekati Bisma.


"Kamu ikut uncle, kenapa tidak ikut daddy kamu? bisa tidak Ravi tidak menggangu uncle pacaran."


"Hufffff..., ada adek bersama mommy dan daddy."


Bisma menghela nafas menghadapi bocah yang mulutnya lancar, jika diajak berdebat.


"Rama nasehatin anak Lo, jangan membawa hewan."


***

__ADS_1


__ADS_2