SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 KARAN


__ADS_3

Dari pagi Ravi sudah pergi, Kasih hanya menatap punggung Ravi yang menghilang menggunakan motornya. Kasih mengganti bajunya untuk pergi, melacak Cinta dan siap mengambil resiko.


Ponsel Kasih berbunyi, langsung cepat Kasih menjawabnya dan mendengarkan suara Billa yang sedang bersama Karin. Tanpa mematikan telepon, Kasih langsung berlari menghidupkan mobil Ravi, pergi menuju alamat yang Billa kirimkan.


[Billa minta Bella mematikan semua komunikasi di apartemen, matikan juga ponsel kalian, tidak ada yang boleh hidup, minta Bella juga mengalihkan lokasi mereka.] Kasih memberikan perintah, Billa mengatakan kepada Bella yang ternyata sudah bergerak.


Kasih pergi dengan kecepatan tinggi, Bella cukup kagum mendengar cara kerja Kasih yang mengerti soal teknologi, cepat Bella mengacaukan lokasi, barulah semuanya di matikan.


"Ya Allah lindungi keempat bocah agar tidak terlibat, aku takut ada yang terluka, biarkan aku saja, jangan adik-adikku."


Kasih mengumpat karena mengalami kemacetan, perasaan Kasih semakin khawatir, membayangkan kekejaman Cinta. Bahkan Cinta pernah membunuh wanita yang mengejar cinta seorang lelaki, membayar orang untuk menabraknya. Cinta juga yang membunuh pelakunya sehingga dia aman, sikap gila Cinta tumbuh saat dia bertemu Ayah kandungnya.


Akhirnya kesabaran Kasih habis, dia membunyikan alarm ponselnya, mengambil jalur berlawanan memaksa untuk menerobos jalan, Keluar dari macet, polisi mengejar mobil Kasih yang berjalan dengan kecepatan tinggi, bahkan polisi tidak mampu mengejarnya. Kasih tidak peduli dengan BN mobil yang akan membuat polisi menemui Ravi karena Kasih kebut-kebutan dengan mobilnya.


Sampai di sebuah supermarket kasih meninggalkan mobilnya, masuk sebentar mengubah penampilannya dan bejalan santai di dekat keramaian. Kasih terus berjalan sampai akhirnya tiba di apartemen, masuk dengan password yang Billa katakan.


"Assalamualaikum,"


"Waalaikum salam kak, ayo masuk."


Kasih terdiam melihat Karin yang sudah tidak sadarkan diri, masih dalam pemulihan, keadaan keempat bocah juga baik, tapi semuanya masih diam coba mencari perbedaan keduanya.


"Terima kasih Vira geng, aku berhutang kepada kalian karena menyelamatkan adikku." Kasih mendekati Karin yang perlahan membuka matanya.


"Kak Kasih, maafkan Karin yang membuat kakak dalam masalah."


"Sudah tugas seorang kakak melindungi adiknya, jika kak Tama tahu, dia juga pasti akan melakukan hal yang sama, tapi dia mengalami kesulitan karena Cinta juga adik bagi kak Tama."


"Apa tempat ini aman kak Kasih?" Bella duduk mendekat, memperlihatkan layarnya.


Kasih memperhatikan layar Bella yang tidak jalan, berarti Bella tidak mengetahui jika keamanan yang dia buat sudah di bobol.


"Kalian tahu siapa pelakunya?" Kasih menatap Vira dan Winda."


Keduanya hanya menggeleng, Bella dan Billa juga menggeleng. Kasih mengatakan jika Cinta yang melakukannya di bantu oleh seorang hacker yang sampai detik ini masih terus di cari oleh Wildan.


"Jika Wildan saja butuh waktu, dengan mudah dia bisa menemukan kita."


"Kamu benar Bella, makanya sekolah agar kamu bisa mengendalikan keadaan, ilmu butuh pengalaman juga butuh."

__ADS_1


"Bella mau menikah muda kak, tapi kak Tian melarangnya."


"Bagaimana keadaan kamu Karin?"


"Sangat baik kak, Billa peneliti terbaik." Karin tersenyum menyentuh tangan Billa.


Winda diam menatap Kasih yang sedang mencairkan suasana, tapi Winda yakin mereka sedang dalam bahaya, Kasih memiliki pengalaman untuk tenang di tengah kegelisahan.


***


Ravi tiba di depan markas langsung berpindah mobil bersama Wildan, Tian yang menunggu di markas sedangkan Erik yang tidak tahu apapun masih di ruang operasi belum sempat membaca ponselnya.


"Kita pergi sekarang kak?"


"Erik belum bisa di hubungi, kita pergi berdua, bagaimana dengan tim kita Wildan?"


"Semuanya sudah bersiap, Cinta baru saja keluar dan beberapa anggota mengikutinya tapi kita harus menyerang markas karena ada banyak hal penting di sana."


Ravi setuju, hampir dua jam perjalanan, mobil masuk ke area hutan, beberapa pergerakan mulai terlihat. Wildan dan Ravi keluar, berjalan mengerikan tim mereka, serangan terjadi, Ravi terus berjalan dan bergerak maju, orang yang Wildan latih bukan tim sembarang, dengan mudah bisa mematahkan tulang belulang musuh.


Di dalam Ravi bertemu seseorang, tubuhnya memiliki banyak luka, Ravi melihat sekitar yang sudah kacau balau, Wildan melihat darah yang masih amis.


Ravi bergerak mencengkram leher seorang pemuda yang Wildan cari selama ini, seorang hacker yang selalu membantu kejahatan. Wildan menahan Ravi untuk berhenti.


"Kamu menyelamatkan Karin?" Wildan menatap Karan tajam.


"Aku hanya memberikan dia kesempatan bernafas, tapi tidak akan lama, dia akan segera meregang nyawa."


"Kamu punya bakat hebat Karan, tapi sayang kamu berada di jalan yang salah."


"Aku mengakui kehebatan kamu, tapi kalian tetap gagal, mungkin sekarang di sana sedang terjadi pertarungan. Kalian membutuhkan waktu berjam-jam untuk dapat tiba di sana, saat tiba juga mereka tidak mungkin selamat."


Ravi langsung tertawa, dia sudah memperkirakan yang akan terjadi, karena itu Tian dan Erik tidak ikut karena akan menyelamatkan yang di sana. Wildan juga tersenyum menepuk bahu Karan.


"kami tidak bodoh Karan, aku sudah mengetahui tempat ini sejak awal, bahkan aku tahu jika Karin sudah bebas." Wildan tertawa lucu.


"Lalu apa tujuan kalian datang?"


Ravi melangkah mendobrak sebuah pintu Karan coba menghentikan tapi Wildan sudah menahan, lama Ravi di dalam dan keluar dengan seluruh bukti, bukan hanya Cinta yang hancur tapi orang tua angkat Kasih, Ayah kandung Cinta yang berpura-pura mati.

__ADS_1


"Cinta jahat sekali Wildan, dia menyakiti istriku bertahun-tahun, sedangkan dia menjadi ular di dalam keluarga Kasih. Dia juga yang membunuh Ayahnya Kasih."


"Siapa Cinta sebenarnya?"


"Dia hanya wanita biasa, tapi karena Ayahnya dia menjadi wanita gila yang hidup dengan normal, saat marah Cinta bisa melukai siapapun."


"Tapi kenapa dia masih hidup dengan aman?" Ravi menatap Karan.


"Siapa yang menyangka wanita salehah, hidup sederhana penuh kekurangan, dari keluarga biasa. Tidak ada yang bisa mengira jika wanita cantik seorang pembunuh."


"Siapa Ayah Cinta sebenarnya?"


"Aku tidak tahu pasti, tapi dia dulu pernah di kalahkan oleh seorang wanita dengan inisial V tapi tidak ada yang bisa melacak siapa pemimpin mafia itu."


Ravi dan Wildan saling pandang, inisial V milik dari Viana Arsen, Ravi tahu kekejaman Mommy dahulu sebelum menikah dengan Daddy tapi hebatnya Mommy tidak di ketahui identitas aslinya.


Wildan meminta Ravi membawa Karan, dia langsung menghidupkan pemantik api dan melemparkannya.


Ledakan terdengar, mobil Ravi dan anggotanya keluar, gedung rahasia milik Karan hancur, seluruh hasil kerjanya Wildan hancurkan di dalam kobaran api.


Mata Karan berapi-api melihat Wildan yang duduk santai, Ravi melemparkan sebuah air minum untuk Karan yang penuh luka pukulan dan ada beberapa goresan pisau.


"Kami membutuhkan kamu Karan, karena rahasia Cinta kamu mengetahuinya."


"Kalian harus membunuh aku Ravi, karena aku hanya akan bekerja pada satu orang."


"Bodoh, kamu bekerja dengan orang gila seperti Cinta, orang yang membunuh satu-satunya keluarga kamu."


"Apa maksudnya kamu Wildan?"


Wildan melemparkan ponselnya, memberikan rekaman pembicaraan Karin dan Cinta. Karan mencengkram kuat ponsel Wildan, memukul kaca mobil.


"Kamu juga bodoh Karan, otak kamu hanya bekerja dengan mesin tapi tidak bisa berpikir."


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP

__ADS_1


***


__ADS_2