SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 AWAS NANTI JATUH CINTA


__ADS_3

"Kasih! Ravi!" Cinta memutuskan pandangan keduanya, dengan tatapan kesal ke arah cinta Kasih langsung melangkah masuk ke rumah.


"Kamu ada masalah ya sama Kasih?" Cinta menatap Ravi yang menatap kearah Kasih yang berjalan masuk.


"Entahlah! dia sepertinya sakit jiwa!" Ravi merasa emosi jika bicara dengan Kasih.


"Kasih wanita yang lembut Ravi, kamu yang playboy mana tahu rasanya berurusan dengan wanita selembut Kasih." Cinta tersenyum melihat Ravi yang kesal ulah adiknya yang memang sangat jahil.


"Cinta! kamu jangan lihat aku dari luarnya tapi dari dalam hati." Ravi juga kesal melihat Cinta.


Setelah berbicara sebentar dengan Cinta, Ravi melangkah pergi dan langsung pulang ke rumahnya. Hari ini Ravi sangat lelah belum lagi pekerjaan yang menumpuk, dan besok dia harus keluar kota ada perjalanan bisnis.


Tiba di rumah Ravi sudah disambut oleh nenek lampir, Vira menatap Ravi tajam yang membuat Ravi tidak mengerti arti tatapan adiknya ini.


"Kak Ravi jangan coba menduakan kak Kasih, tadi aku mendapatkan laporan kakak bersama seorang wanita berhijab."


"Jangan ikut campur urusan asmara orang dewasa, kamu urusin diri kamu sendiri yang tidak jelas." Ravi melangkah menaiki tangga melewati Vira yang masih bete.


Rama memperhatikan kedua anaknya yang dari kecil suka bertengkar, Vira sangat menyayangi Ravi sampai masalah calon istri kakaknya juga harus dia perhitungan. Banyak wanita yang dia buat mundur untuk mendekati kakaknya, karena Ravi seorang pria yang sangat lembut dan penuh kasih sayang, Vira tidak rela jika sifat kakaknya yang baik dimanfaatkan.


Makan malam terasa sangat hening, Rama memperhatikan Ravi yang pikirannya terganggu, sedangkan Vira matanya sibuk melirik kakaknya yang hanya diam saja. Vi menatap Rama tapi hanya mendapatkan senyuman.


Selesai makan malam Ravi langsung masuk kamar untuk beristirahat, masih tersisa Vira yang bibirnya monyong.


"Vira, wanita seperti apa yang sekarang bersama kakak kamu. Sekarang konsentrasi Ravi Mukai terganggu." Rama menatap putrinya yang langsung tersenyum mendengar pertanyaan daddy.


"Kak Ravi pacaran sama kak Kasih, dia wanita baik ayah. Tapi kak Ravi berulah lagi, dia dekat dengan perempuan lain."


"Daddy mendapatkan laporan dari kampung sebelah, Ravi bersama seorang wanita berciuman di depan umum."


Viana yang awalnya diam langsung tersenyum tersedak, matanya langsung melihat ke tangga ingin mengintrogasi Ravi tapi ditahan Rama.


***


Keesokan harinya, pagi sekali Ravi sudah pamitan untuk melakukan perjalanan bisnis selama tiga hari. Rama meminta Ravi berhati-hati, Viana menyindir Ravi jika pulang jangan membawa anak, Ravi hanya mengerutkan keningnya mendengar ucapan Mommy.

__ADS_1


"Ravi ingat, jangan cari cemilan di luar, kamu harus ingat yang di rumah."


"Iya Mommy," Ravi tidak mengerti tapi iya saja.


Kepergian Ravi, Rama dan Viana memutuskan untuk menemui wanita yang bernama Kasih. Sampai di sana Rama sangat kaget jika Kasih putri pak Amir, supir taksi yang dulu sering mengantar jemput Rama.


"Subhanallah! kami sangat senang kedatangan kamu nak Ravi." Bapak bersalaman dengan pak Amir yang sedang bersiap untuk bekerja.


"Perkenalkan pak dia istri saya Viana, dan putra kami bernama Ravi sedang pergi dan ini putri kami namanya Vira." Rama memperkenalkan Keluarganya.


"Saya mengenal keluarga Prasetya, perkenalkan istri saya, tapi kedua putri saya sedang keluar. Satunya bekerja dan satunya pergi ke pasar."


Rama langsung ke inti, kedatangannya bersama keluarga untuk berkenalan dengan Kasih yang kabarnya dekat dengan Ravi. Wajah Vira langsung tersenyum manis dan menyenggol lengan mommy.


"Mom! kak Ravi ke mana?"


"Ke luar kota, ada pekerjaan." Viana menjawab sambil tersenyum.


"Tapi mengapa perginya bersama kak Kasih?" Vira memandangi semua orang.


Viana langsung melihat ke ponsel Vira, dan benar saja ada Ravi dan wanita cantik sedang berpelukan. Keluarga pak Amir juga mengatakan jika wanita yang bersama Ravi memang Kasih putrinya.


"Kita tahu Bu, dan kami dari pihak laki-laki, bersedia menerima Kasih sebagai menantu kami." Viana yang mengambil keputusan.


"Tapi sebelumnya, kita pastikan ke anak-anak dulu. Jangan sampai melukai mereka." Rama menimpali.


"Apa yang mau kita tanya Daddy, mau menunggu sampai mereka berpisah, terus Ravie mencari pacar baru lagi."


"Bukan begitu Mam, bagaimana jika mereka sahabatan."


Keluarga setuju dengan keputusan Rama, Keluarga Kasih juga menerima baik jika keluarga Prasetya meminang putrinya. Sudah saatnya Kasih menikah daripada dia kelayapan.


***


Ravi melajukan mobil melewati area pasar pagi yang cukup ramai, mobilnya terhenti melihat pertarungan di jalanan. Ravi melongok melihat Kasih bertarung dengan beberapa preman pasar yang sedang mencopet. Ravi keluar dari mobil dan membantu Kasih, mata Ravi terpesona melihat kelincahan Kasih dan kecantikan tanpa make-up. Ravi bukannya tidak bisa berkelahi tapi dia tidak suka dengan bertarung, selama masih bisa dibicarakan maka tidak perlu menggunakan otot.

__ADS_1


Kasih menendang seseorang yang hampir menusuk Ravi, perut Kasih tergores membuat Ravi marah dan memukuli semua preman sampai babak belur, dan polisi akhirnya datang. Kasih menutupi lukanya dengan tangan dan Ravi langsung mendekat menutup luka Kasih dengan sarung tangan, seakan mereka berdua sedang berpelukan.


Ravi menuntut Kasih ke mobilnya dan membuka luka Kasih yang hanya goresan, Kasih hanya terdiam menatap Ravi yang khawatir.


"Syukurlah lukanya tidak dalam, apa perlu kita ke rumah sakit." Ravi menatap wajah Kasih yang terlihat santai.


"Tidak perlu, hanya lecet saja. Lain kali jangan melamun saat sedang bertarung, mau mati konyol kamu." Sekar membuka pintu mobil dan keluar, mengambil kantong plastik dan melangkah pergi.


Ravi menghela nafas, mengikuti Kasih dengan mobilnya yang berjalan pelan, dia mengirim Cinta dan Erik menggantikannya untuk ke luar kota.


Kasih pergi ke apotik terdekat, dan melangkah pergi ke taman untuk mengobati lukanya. Ravi hanya tersenyum melihat Kasih yang keras kepala, sok kuat, dan ingin mandiri. Tapi Ravi menyadari Kasih wanita manja dan haus kasih sayang.


Seseorang duduk di samping Kasih membuatnya mengerutkan kening, Ravi memberikan air mineral yang langsung diminum.


"Jangan sok baik, atau coba mendekati aku. Kamu playboy kelas bawah." Kasih menatap Ravi dingin.


"Kamu ada masalah apa? seakan-akan kita musuh bebuyutan. Kata orang jangan terlalu benci, nanti seperti lagu. Awas nanti jatuh cinta!" Ravi tertawa melihat wajah Kasih yang manyun.


"Amit-amit!" Kasih merinding.


"Kita tidak pernah tahu yang namanya jodoh, ingat Allah bisa membolak-balik hati manusia. Bilang benci tapi menutupi rasa suka,"


"Sok tahu!" Kasih beranjak ingin pergi tapi ditahan Ravi.


"Aku ada salah apa? Kenapa kamu marah dan terlihat tidak suka denganku."


"Entahlah! kamu hanya terlihat menjengkelkan, bukannya kamu sendiri tidak menyukai aku." Kasih balik bertanya.


"Bukan tidak suka, tapi kamu wanita pertama yang mengabaikan aku." Ravi tersenyum manis.


***


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA READER


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE

__ADS_1


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


***


__ADS_2