SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 BISMILLAH MENUJU HALAL


__ADS_3

Tangisan haru mulai terasa, semuanya meneteskan air mata karena bahagia, setelah sekian lama semuanya bisa berkumpul.


"Papi, Via ingin tinggal di Indonesia saja." Via mengedipkan matanya melihat Wildan.


Verrel hanya bisa menggagukan kepalanya, untuk sementara Verrel akan menetap karena perusahaan di Indonesia juga membutuhkannya.


"Pengen aku congkel matanya Via, beraninya kamu menatap suami Vira." Batin Vira emosi.


"Astaga sial banget nasibku, punya wajah tampan menjadi petaka. Vira masih mending hanya mengikuti, tapi Via main nyosor, secepatnya aku harus pergi ke Roma, bisa gila lama-lama di sini." Batin Wildan menggeleng kepalanya.


Suara salam terdengar, Ravi sampai di rumah bersama Kasih. Cepat Ravi melangkah memeluk Halmeoni dan Harabeoji yang sangat dia sayangi.


"Halmeoni, Ravi dengar Halmeoni sakit." Ravi langsung berlutut, menyentuh tangan Halmeoni.


"Halmeoni sehat sayang, keinginan Halmeoni hanya ingin melihat Ravi menikah.


"Harabeoji sehat?"


"Alhamdulillah sayang, Harabeoji sehat."


Kasih langsung mendekat, memberikan hormat mencium tangan Halmeoni dan Harabeoji. Orang tertua dari seluruh keluarga.


"Apa kabar Nenek Kakek, perkenalkan aku Kasih."


"Panggil Halmeoni, Harabeoji."


"OHH, pakai bahasa Korea ya."


"Ravi dan Vira memaksa untuk menggunakan nama Korea, tapi semua cucu memanggil Halmeoni."


"Baiklah Halmeoni."


"Kamu cantik, semoga hati kamu juga secantik wajah kamu nak. Selamat datang di keluarga Prasetya, Arsen dan Bramasta. Jika kamu menikah dengan Ravi, kamu harus tahu seluruh keluarga Arsen dan Bramasta, mereka keluarga yang tidak terpisahkan sejak dulu."


'Iya Halmeoni, terima kasih sudah menerima Kasih dengan tangan terbuka, tegur Kasih jika salah."


"Nak, dulu Ayah Bima dan Harabeoji bersahabat bersama Ayahnya Rama. Kami makan sepiring bertiga, minum segelas bertiga, tapi mereka pergi lebih cepat meninggalkan Harabeoji untuk melihat kebahagiaan putra mereka."


Kasih duduk di lantai, mendengar cerita masa muda Harabeoji tentang persahabatan. Walaupun mereka bertiga dari keluarga terpandang tapi turun langsung menjadi orang biasa dan berjuang dari nol, mendengar cerita cinta tiga keluarga, sampai akhirnya persahabatan mereka turun ke anak cucu yang masih bertahan sampai detik ini. Kasih meneteskan air matanya karena terharu, persahabatan sudah di ukir sejak lama, dari generasi ke generasi.


"Harabeoji senang akhirnya semuanya bahagia, punya putra dan putri yang luar biasa baiknya. Sekarang mereka satu persatu akan mulai menikah memperluas lagi keluarga ini. Pesan Harabeoji hanya satu kalian semua harus kompak."

__ADS_1


Semuanya diam mendengarkan, mata Harabeoji menatap seluruh anak-anak yang duduk di depannya.


"Di mana Erik, dia juga cucu kakek, karena Ammar juga putra Keluarga Arsen."


"Assalamualaikum Harabeoji," Erik berlari masih menggunakan baju kerjanya, bajunya di buka langsung memeluk Halmeoni."


"Kamu dari mana sayang?"


"Biasa Halmeoni,"


"Erik tolong periksa Harabeoji, kamu menjadi Dokter tidak mengabari Harabeoji?"


"Jangankan Ayah, Ammar juga telat tahu."


"Kalian berdua ini masih saja seperti kucing sama tikus, Septi wanita hebat bisa mengendalikan dua lelaki berbeda jalur."


"Halmeoni lihat Harabeoji." Erik langsung memeluk sambil bibirnya manyun.


"Berhentilah untuk manja, cepatlah menikah. Bastian juga cepatlah melamar Billa, Halmeoni ingin melihat kalian menikah."


"Halmeoni, kak Tian punya Bella bukan Billa!" teriak Bella marah, matanya melotot."


"Iya maaf sayang Halmeoni salah,"


"Wildan dengan Via Halmeoni!" Via langsung berdiri melipat tangannya.


"Ya Halmeoni salah lagi, terserah kalian yang penting semuanya akur."


Mata Vira menatap Via tajam, Winda, dan Bella juga menatap Via mengintimidasi, melihat yang lainnya menatapnya mematikan Via langsung menangis memeluk Maminya.


"Mami, Vira jahat."


Dengan santai Vira hanya tersenyum tanpa dosa, Via memang sepupunya tapi bukan berarti dalam perebutan cinta Vira akan mengalah.


"Sudah, biarkan Wildan yang memilih. Pilih kakak Vira atau adik Via?" Sisi menatap Wildan yang diam saja.


"Aku tidak menyukai keduanya, Wildan tidak memikirkan cinta."


Vira hanya tersenyum, mulut Wildan dan hatinya tidak pernah satu jalur, bilangnya tidak cinta, tapi seluruh pergerakan Vira selalu di awasi, bahkan Wildan tahu jika Vira tidak pernah dekat dengan siapapun.


***

__ADS_1


Ravi sudah berdiri di depan kaca melihat dirinya yang siap menggunakan baju pengantin, Ravi melihat wanita yang paling dicintainya masuk dengan menggunakan baju kebaya. Mommy membantu Ravi menggunakan bajunya, merapikan rambut Ravi.


"Jangan menangis Mommy, nanti makeup Mommy luntur."


"Maafkan Mommy ya sayang, terima kasih sudah hadir dalam hidup Mommy. Sekarang Ravi sudah besar, rasanya baru saja Ravi berada dalam gendongan Mommy tapi sekarang Ravi sudah menggunakan baju pengantin." Viana bicara tarik nafas dalam agar air matanya tidak menetas.


"Mommy terima kasih sudah melahirkan Ravi, menjaga dan membesarkan. Mommy wanita hebat dan kuat, Ravi beruntung menjadi putra Mommy. Doakan Ravi agar menjadi imam yang baik, menjadi suami yang baik."


Viana akhirnya meneteskan air matanya, masuk ke dalam pelukan Ravi. Rama datang mengusap punggung Ravi sambil tersenyum mengambil Mommy untuk memeluknya.


"Daddy terima kasih sudah menjadi Daddy terbaik dalam hidup Ravi."


"Putra Daddy yang dulu selalu bergantung di kaki sudah tinggi, badannya sudah besar, si kecil yang dulu sekarang sudah menjadi pria dewasa. Waktu cepat berlalu sayang, sekarang kamu akan memisahkan diri membentuk rumah tangga sendiri." Rama memeluk Ravi penuh haru, buah cintanya bersama Viana membawa mereka kembali bersatu.


"Ravi hanya menambah anggota baru dalam keluarga kita Dad, tidak akan ada yang berubah. Ravi masih akan tetap bersama Mommy dan Daddy, kita hanya dipisahkan oleh batasan rumah."


Ravi memeluk kedua orangtuanya, wanita hebat yang melahirkannya, lelaki hebat yang menanamkan ilmu agama, pelajaran hidup. Ravi memiliki banyak bekal dari Daddy untuk menuju jenjang serius.


"Kak, tanamkan rasa sabar lebih ekstra lagi, kamu mendapatkan wanita double bukan hanya kuat fisiknya, tapi lancar juga mulutnya." Rama dan Ravi tertawa, ternyata Daddy-nya juga tahu jika Kasih wanita yang cerewet.


"Apanya yang double?" Viana menatap dua pria yang sangat mirip sedang tertawa.


"Rahasia dapur Mommy, ayo kita keluar." Rama merangkul pinggang Viana.


"Enakkan juga belajar rahasia ranjang Daddy, Ravi tidak mungkin ingin masak, kalau rahasia ranjang kita bisa cepat punya cucu."


"Kenapa bicara Mommy mirip Reva?"


"Sudah cukup, masalah ranjang Ravi sudah mengetahuinya, Mommy tenang saja."


"Dasar Ravi otak mesum," Viana langsung melangkah keluar, Rama juga mengikuti Vi yang berjalan berlenggak lenggok seperti model.


Ravi tersenyum melihat perdebatan kedua orangtuanya, rasa deg-degan Ravi sedikit berkurang karena bisa mendengar suara kedua orangtuanya.


"Bismillah menuju halal, ya Allah lancarkan hari ini, mudahkan niat baik kami untuk membina rumah tangga. Amin." Ravi berdoa di dalam hatinya, mempersiapkan diri untuk segera turun ke bawah memulai akad nikah.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP

__ADS_1


***


__ADS_2