
Pesta pernikahan yang sangat mewah juga sangat singkat akhirnya selesai dengan penuh kebahagiaan, bukan hanya haru dan bahagia, tapi banyak hal yang dipetik dari cinta Tian dan Bella.
Secara cepat kilat pihak Wedding organizer mengubah kembali dekorasi sesuai tema pertunangan untuk malam, segala perlengkapan juga sudah disediakan.
Seserahan Reva sudah siap untuk Vira, sedangkan pihak Viana menyiapkan seserahan untuk Winda. Rama yang akan mewakili pihak Yusuf untuk menikahi Winda.
"Pertunangan kita bisa masuk sejarah dunia, saling memberikan seserahan. Dasar keluarga aneh." Winda melangkah pergi ingin ke kamar pengantin.
"Winda, awas saja kamu membuat masalah lagi." Reva berteriak kuat.
"Va umur kamu sudah tua, tapi suara kamu masih melengking." Jum menggelengkan kepalanya.
Di dalam kamar pengantin, Vira sudah berdiri bersama Bening dan Asih menatap pengantin yang masih berfoto.
"Gila, sekarang sudah meninggalkan Winda." Mata Winda tajam melihat Vira yang tidak tahan menunggu Winda di kamar mandi terlalu lama.
"Bersiaplah Win, kita punya saingan dua bocah yang juga ingin tidur di atas bunga mawar." Vira menatap Rasih dan Bening.
Suara tertawa terdengar, bocah kecil mendahului Vira Winda, Asih Ning untuk naik ke atas tempat tidur.
"Embun." Teriakkan Vira, Winda, Asih dan Ning melengking membuat Embun terkejut.
"Cepat turun, kita masih ingin foto. Aku masukin lagi kamu ke dalam rahim Billa." Vira menatap gemes.
"Wow kolam penuh bunga, siapa yang melakukannya?" Tian melihat ke kaca, diikuti oleh yang lainnya.
"Pasti Wira, dia dulu ingin mengotori laut sekarang mengotori kolam." Bella tersenyum melihat semuanya sudah pergi.
Tian tertawa menyudahi foto-foto mereka, meminta tim fotografer keluar. Bella tersenyum melihat Embun yang sangat cantik.
"Kak, Embun mirip Bella." Suara Bella tertawa terdengar lembut.
"Pastinya sayang, kamu kembar dengan ibunya. " Tian langsung menggendong Embun, mencium pipi gemesnya.
Di kolam berenang Wira sudah membuat ulah, dia mengambil bunga sisa untuk menghias kamar ditaburkan di kolam.
Kehebohan terjadi anak-anak mandi bunga, Vira dan Winda juga duduk di pinggir kolam bersama Wira.
"Aunty Win, kenapa memilih menjadi pengacara?" Wira mengambil minumannya menatap Winda yang sedang berpikir.
"Mengikuti jejak kak Stev, dia pengacara yang spesial."
"Daddy memiliki banyak kasus, selalu menolong banyak orang lemah. Aunty tidak pernah menangani kasus apapun? bagaimana bisa belajar menjadi pengacara yang baik? jika tidak pernah menerima kasus." Kepala Wira menggeleng aneh melihat Winda yang terlalu bebas.
Winda tersenyum melihat ke arah Vira yang sedang asik tertawa melihat anak-anak berenang. Winda menunjukkan foto seseorang dari file foto yang tersembunyi.
"Aunty tidak akan pernah menjadi pengacara yang baik jika kasus ini belum selesai." Winda tersenyum mengusap kepala Wira.
"Aunty mencari keberadaan Tante ini, dia menghilang." Wira memperhatikan foto dengan seksama.
"Iya, Aunty harus menemukan dia bagaimanapun caranya sekalipun kuburannya." Rekaman video Winda tunjukkan.
"Video ini sudah terjadi sekitar lima tahun yang lalu, terlihat dari warnanya. Wira hanya memberikan saran saja Aunty, tidak ada identitas manusia yang tidak bisa ditemukan di dunia ini, teknologi sekarang canggih. Mungkin ada, tapi kemungkinannya kecil." Tatapan mata Wira melihat ke lantai atas, Winda juga melihat ke atas.
__ADS_1
"Apa Wir kemungkinannya?"
"Satu dia sudah mati, dua dia operasi dan berganti identitas. Kedua hal ini cukup sulit kita temukan, kata Daddy mungkin ada kemungkinan untuk nomor dua asalkan kita tahu tempat terakhir keberadaannya." Wira mengembalikan ponsel Winda.
***
Wajah Vira sudah dipoles sederhana, tapi menunjukkan kecantikannya. Senyumannya terlihat menatap dirinya menggunakan baju biru langit.
Vira mendandani dirinya sendiri, berbeda dengan Winda yang ada di sebelah Vira, dia lebih banyak melamun bahkan lipstik saja belum digunakan.
"Butuh bantuan Win?" Vira melangkah ke tempat meja rias Winda.
"Tidak, aku hanya sedang memikirkan sesuatu." Winda tersenyum melanjutkan make up-nya yang terlihat sederhana, tapi tetap cantik dan elegan.
"Kenapa kalian berdua tidak menggunakan tata rias saja?" Kasih membantu Winda memakai baju warna gold.
"Karena kita tidak punya duit." Vira dan Winda menjawab bersamaan lalu tertawa.
"Dasar anak nakal, malam ini akan menjadi penentuan kapan kalian menikah, bersiaplah. Meskipun ini hanya acara keluarga, tapi tetap saja harus serius." Kasih juga merapikan baju Vira.
"Menurut kamu Win, kapan kita menikah?" Vira menatap Winda yang melamun.
"Winda, kenapa?"
"Apanya, Winda tidak mendengar." Winda menundukkan kepalanya.
"Kapan kita menikah?"
"Secepatnya Vir, Winda banyak hal yang harus dilakukan jika bisa besok menikah juga tidak masalah."
Seluruh keluarga sudah siap, Yusuf dan Wildan juga sudah ada di tempat acara lamaran. Vira melangkah mendekati mommynya.
"Di mana Winda Vir?"
"Lagi melamun, biarkan saja Mom."
Susunan acara sudah dimulai, pihak Bima sudah berdiri di depan bersama keluarga Rama.
Vira juga sudah berdiri di samping Wildan, keduanya terlihat santai saja tidak terlihat deg-degan ataupun tegang.
Reva tersenyum melihat Vira, langsung memasukkan cincin lamaran ke jari manis Vira. Suara tepuk tangan terdengar, Viana juga bersiap memasang cincin ke jari manis Wildan.
Secara dadakan cincin jatuh, berhenti tetap di depan Winda yang langsung mengambil cincin, melangkah ke arah Vi dan menyerahkan kembali.
"Terima kasih Winda." Vi memasukkan cincin ke jari manis Wildan.
"Kapan kami menikah?" Winda menatap kedua orangtuanya.
Vira langsung memukul kepala Winda, dia juga belum pasang cincin, tapi sudah bahas tanggal nikah.
"Sabar Winda." Viana menggelengkan kepalanya.
Seserahan juga Viana berikan untuk Winda, mengatasnamakan keluarga Yusuf.
__ADS_1
Mata Yusuf menatap mata indah Winda yang menatapnya tajam, Viana mengusap wajah Winda agar santai saja, takutnya Yusuf lari.
Viana memasangkan cincin ke jari manis Winda, Reva juga memasang cincin ke jari manis Yusuf.
Suara tepuk tangan terdengar, Vira dan Wildan tersenyum berfoto menunjukkan foto cincin pernikahan, Winda dan Yusuf juga melakukan hal yang sama.
"Kenapa lamaran kita tidak seru sekali, seharusnya ada acara berlutut." Vira meminta Wildan berlutut, tapi ditinggal pergi.
Keluarga langsung diskusi mengenai tanggal pernikahan, sebenarnya ada tanggal cantik, hari cantik untuk penikahan bertepatan di saat ulang tahun Vira yang ke 22, Wildan, Winda, Bella dan Billa yang ke 21.
Kedua belah pihak menyetujuinya, Vira dan Wildan juga setuju.
"Ulang tahun kami tiga bulan lagi, terlalu lama." Winda mengerutkan keningnya.
"Winda, kita baru saja menyambut hari bahagia pengantin baru. Berikan Bella dan Tian waktu membuat adonan dulu, apa kalian para twin ingin membuat adonan berjamaah, berarti sayang kamu harus hamil lagi." Erik langsung menghindar saat Billa ingin memukulnya.
"Adonan apa uncle? Asih boleh bantu membuat adonan?"
"Ning juga mau bantu uncle membuat adonan."
Billa mencubit Erik yang mulutnya sembarangan.
***
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN TAMBAH FAVORIT
FOLLOW IG VHIAAZAIRA.
***
Ada yang tanya dikomentari kenapa tidak fokus ke pemain utama?
Sebenarnya pemain utama Viana dan Rama, tapi sudah tamat.
Eh salah maksudnya pemain utamanya Vira dan Wildan.
Begini Kaka, kenapa masih aku campur karena ada sangkut pautkan dengan yang lain.
Jika sudut pandang hanya fokus di Vira dan Wildan, nantinya banyak pertanyaan mana Bella, mana Winda, kenapa ini itu anu Ono dll.
Akan ada waktunya fokus ke mereka berdua, tapi untuk sekarang sebenarnya menyelesaikan kisah Tian yang belum kelar di season 2.
Winda juga hanya numpang sampai pernikahan, nanti dia pindah setelah Windy TAMAT.
kenapa tayangan Winda tertunda, kalian juga tahu alasan novel mengejar cinta Om duren s2 tidak update, karena terjadi eror dari NT.
Rencana tamat akhir bulan, langsung tertunda.
Sudah dijawab kenapa tidak fokus ke pemain utama, nanti setelah mereka menikah baru fokus, agar pembaca tidak bertanya-tanya Kisah Bella dll.
Jadi sabar ya, ini juga update banyak mengejar waktu agar cepat kelar kisah Bella, mau dipercepat takutnya gak nyambung.
Eehh kenapa jadi curhat, intinya semua pemain pasti ada cerita masing-masing. Bahkan author juga menceritakan kisah Karan Karin agar kalian tidak bertanya kapan mereka menikah.
__ADS_1
hari ini up empat ðŸ¤
***