SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 DOKTER CANTIK


__ADS_3

Beberapa mobil tiba di rumah sakit, tiga wanita rempong datang. Viana membawa koper besar, Reva juga hanya Jum yang membawakan tas makanan.


Tama yang berjaga di luar kamar binggung melihat Mommy, Mami dan Bunda. Langsung melangkah masuk melihat Tian yang sedang tertunduk sedih.


"Assalamualaikum."


"Bunda, maafkan Tian tidak menjemput di bawah."


"Bagaimana keadaan Binar Tian?


"Alhamdulillah Mom, kesembuhan sangat cepat, Binar sudah bisa makan, bahkan duduk dengan baik."


"Alhamdulillah,"


Viana melihat wajah Binar yang masih banjir air mata, wajah Binar memang cantik, ucapan Jum benar, Binar terlihat indah dari fisiknya.


Reva sibuk sendiri, menyusun baju, bersama Viana, Jum menyuapi Tian makan, Binar membuka matanya, melihat kehebohan.


"Bunda, bagaimana keadaan Billa Bella?" Tian menerima setiap suapan di mulutnya.


"Mereka sudah pergi menenangkan diri Tian, jangan khawatirkan adik-adik kamu." Jum menatap Tian yang sudah menjatuhkan air minumnya.


"Pernikahan bagaimana Bun?" mata Tian langsung berkaca-kaca.


"Pernikahan batal, Billa memutuskan sepihak. Dia sudah pergi tanpa izin Erik."


"Astaghfirullah Bunda, kenapa keadaan semakin kacau, sekarang saja Erik seperti orang gila, jika tidak ada kecelakaan mungkin Erik sudah menemui Billa. Erik pernah ditinggalkan Bun, sekarang dia juga ditinggalkan wanita yang dia cintai."


"Billa tidak sanggup bertahan, menikah dalam keadaan memaksa, tidak akan membuat mereka bahagia."


"Ini salah Tian Bun, seandainya Tian tidak berusaha untuk menolong adik kandung Tian, tidak mungkin mereka tahu semuanya. Mungkin sekarang undangan sudah disebar." Tian meneteskan air matanya, Jum memeluk Tian, mengusap kepalanya.


Viana melihat Binar gemetaran mendengar ucapan Tian, Vi pura-pura tidak melihat, Reva juga menyadari langsung memalingkan wajahnya. Binar mengetahui jika dia adik kandung Tian.


"Sudahlah, jangan bahas mereka lagi. Biarkan Erik dan Billa yang mengurus masalah mereka." Reva menatap Tian, memintanya untuk diam, jangan sampai Binar tahu.


Tian langsung pamit keluar setelah menyelesaikan makannya. Jum mendekati Binar meneteskan air matanya, mengusap kepala Binar, mencium keningnya.


"Kamu pasti sudah banyak menderita, jangan dipikirkan apapun luka kamu Binar, Bunda yakin anak-anak semuanya kuat, akan berdiri tegak saling merangkul."

__ADS_1


"Mereka semua kuat, karena memiliki Bunda yang hebat, kuat, bijaksana." Viana memeluk Jum.


"Kapan Binar bangun, aku sudah lapar ingin memakan masakan Jum." Reva mengambil buah langsung mengunyahnya.


"Kamu bisa makan di rumah kamu Va, masakan menantu kamu enak."


"Iya memang enak, tapi dia bukan Ibu rumah tangga, di sini juga sementara karena ada bisnis bersama Papinya."


"Kenapa kalian debat di sisi?!" Binar membuka matanya.


"Akhirnya Binar bangun, ayo kita makan. Binar kamu juga harus makan masakan Bunda kamu, sungguh luar biasa enaknya." Reva langsung duduk di sofa membongkar makanan.


"Bagaimana keadaan kamu Binar, masih sakit sayang?" Jum mengusap wajah Binar, mencium tangan Binar.


Jum melangkah mengambil makanan untuk Binar, sedangkan Binar berusaha untuk duduk. Jum juga duduk menyuapi Binar.


Viana dan Reva tersenyum kagum melihat Jum, wanita polos kampungan menjadi ibu yang sangat luar biasa.


Binar tersenyum merasakan masakan Jum, memakannya sampai habis, air mata Binar menetes merindukan Ibunya.


"Jangan menangis, nanti lama sembuhnya. Bunda akan setiap hari menjenguk kamu. Nanti jika sudah boleh pulang tinggal bersama Bunda, ada kamar pribadi untuk kamu, sudah Bunda siapakah, warnanya Yellow karena kamu sangat cantik dan mengemaskan, tapi jangan di dengar Bella, nanti dia ngambek jika ada yang lebih cantik dari dia." Jum tersenyum mengusap rambut Binar.


"Tante tidak takut, Laura akan membunuh Tante?"


"Aku punya niat buruk untuk Billa, mempersiapkan rekaman video yang bisa menghancurkan karir Billa, dia membunuh seorang bayi." Binar tertawa kecil.


"Billa gadis baik, dia tidak mungkin tega menyakiti. Binar juga wanita baik, tidak mungkin tega menghancurkan orang lain, ada orang lain yang memanfaatkan kalian berdua." Jum tersenyum mengelus wajah Binar.


Binar meneteskan air matanya, menatap mata Jum yang sangat tulus.


"Maafkan Laura menghancurkan pernikahan Billa Erik, sejujurnya Laura tidak ingin ikut campur Tante." Binar menghentikan ucapannya menarik nafas.


Viana dan Reva melangkah mendekat, melihat Binar menangis sesenggukan.


"Nama kamu Binar bukan Laura, panggil Bunda bukan Tante." Jum menghapus air mata Binar.


Binar mulai menceritakan pertemuan dengan Erik yang berakhir baik-baik, Binar juga tahu Erik menanti seorang wanita, sejak awal Erik sudah mengatakan dia hanya mencintai satu wanita. Binar berpisah dengan Erik bertemu dengan lelaki pilihan, keluarganya berantakan, Ibunya meninggal, Ayahnya memilih pergi bersama selingkuhannya.


Binar diusir, tinggal bersama pacarnya. Binar mulai melakukan hubungan terlarang, jika dia menolak kekasihnya akan meninggalnya. Binar hamil, akhirnya mereka akan menikah, tapi rencana pernikahan kandas, calon suaminya sudah beristri, meninggalkan Binar dengan anak dalam kandungannya.

__ADS_1


Saat paling terpuruk, seorang Dokter cantik, baik, juga terkenal, dia selalu dipanggil Dokter cantik, karena kebaikannya. Sebenarnya dia seorang wanita jahat, banyak membunuh bayi melalui aborsi, dia psikopat yang sembunyi dalam status Dokternya.


"Dia membunuh anak kamu?" Viana menatap tajam.


"Dia meminta aku balas dendam kepada Ibu tiri, tapi aku tidak punya keberanian, dia murka, meminta aku membalas budi baiknya yang memberikan aku kesempatan hidup, dia memberikan minuman yang membuat pendarahan hebat, dia mengeluarkan janin dengan paksa, tanpa obat pembius, mengunakan tangan ini untuk menghancurkan janin." Binar menunjukkan tangan.


"Lalu apa yang dia lakukan? sehingga bisa mengancam kamu."


"Aku melarikan diri, bertemu dengan Erik yang menyelamatkan aku, keadaan depresi aku memutuskan bunuh diri, dia datang mengancam dengan sebuah video, jika tidak ingin masuk penjara, maka harus menjebak Billa sampai pernikahan dengan Erik batal." Binar menunjukkan video beberapa bayi.


"Jahat sekali perempuan ini, dia terobsesi kepada Erik, menggunakan kamu untuk menghancurkan pernikahan Erik."


"Iya Tante, aku berada di klub malam untuk menemukan barang bukti, berpura-pura menjual diri, mencari video utama, karena klub malam miliknya. Aku memberikan obat ke banyak laki-laki yang berkuasa, mencari tahu tentang dia." Binar menghapus air matanya.


"Sabar Binar, dia tidak akan bisa lari lagi. Kamu kaan aman dalam perlindungan kami." Viana mengusap kepala Binar.


"Kenapa Tante percaya dengan Binar, mungkin Binar sedang berbohong."


"Jika kamu berbohong, kamu pasti akan mati. Pasti sekarang kamu tahu, jika kamu harus disingkirkan, dia tidak membutuhkan kamu lagi Binar."


"Tante Viana benar, sebentar lagi Binar akan mati ditangan dia."


"Sebenarnya ada Untung dan rugi, si jelek mendapatkan keuntungan pernikahan batal, juga mendapatkan kerugian, tidak bisa membunuh Binar karena dalam perlindungan keluarga Bramasta." Reva tersenyum melihat video.


Viana memperhatikan video, berkali-kali diulang. Memperhatikan tempat. Vi mengingat sesuatu.


"Video ini asli, dia tidak memiliki copy-nya. Video direkam menggunakan kamera, sedangkan kamera sudah hancur, kita hanya memerlukan memori."


"Handphone ini tidak memiliki memori?" Binar kaget.


Reva langsung membuka melihat sebuah memori, jadi video tidak dikirim, bukti asli ada pada Binar.


"Si jelek mengancam Binar, mengganggap Binar hanya sebuah lelucon."


Tangisan Binar langsung pecah, memegang kepalanya langsung teriak kuat mengingat anaknya, juga jijiknya pada tubuhnya yang di cium lelaki sampah. Jum coba menenangkan Binar.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA

__ADS_1


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


***


__ADS_2