
Rama sudah keluar dari kamar mandi, dia mengenakan baju Koko, sarung dan kopiah. membentang kan sajadah nya dan sajadah Viana.
Vi keluar dengan wajah masam dan kesal.
" cepatlah, gunakan baju yang sopan, dan itu mukenah kamu" perintah Rama.
Viana mengikutinya, melihat penampilan Rama membuatnya kehilangan mut berdebat.
mereka sudah siap melaksanakan sholat subuh berjamaah. Rama mengimani Viana
Vi sangat terharu, karena dia sudah lama meninggalkan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Bahkan hampir tidak pernah menjalankan nya.
Selesai sholat mereka berdoa, Vi bukannya berdoa tapi menundukkan kepala memejamkan mata menahan kantuknya.
saat Rama menoleh kebelakang memberikan tangan nya bukan nya di Salim tapi melihat adegan unik, karena masih sempat-sempatnya Viana tidur.
Rama tidak tega membangun kan Viana dibukanya mukenah dan dan digendongnya Viana keatas tempat tidur, dan membiarkan nya tidur.
" sudah berapa kali aku mengendong nya" Gumam Rama sambil menghitung.
....
pagi-pagi Rama sudah selesai membereskan koper-koper mereka, karena mereka akan kembali ke rumah utama Rama.
Lagi dan lagi Rama kesulitan membangun Viana.
lama sekali Rama berpikir, kemungkinan jika diculik saat tidurpun Viana tidak akan terbangun, tidurnya sudah seperti mayat hidup.
" viiiii, ini terakhir kali aku membangunkan secara halus, jika tidak bukan hanya aku Tarok di bathtub, tapi kepala mu aku tenggelam didalem bak." Rama bicara dengan nada Teriak.
Viana langsung membuka matanya dengan lebar, gila pikir nya bukan kaleng-kaleng.
" kenapa, tidak percaya ingin mencobanya" tatap Rama ke mata Viana.
Vi langsung menggelengkan kepalanya dengan wajah yang sangat mengemaskan.
bangun lah aku menunggu di depan kita sarapan terlebih dahulu baru kita kembali kerumah, banyak pekerjaan yang harus aku urus, waktu mu hanya 15menit. Rama melangkahkan kakinya keluar kamar.
Vi yang dari tadi diam mencoba mengumpulkan nyawanya yang masih di alam mimpi saat tersadar dengan sempurna.
" aaapppaaaaa... beraninya kau bocah ingusan, ingin memasukan kepalak ku didalam bak mandi, awass saja, aku buat hidupmu tidak pernah tenang" teriak Vi yang langsung turun dari tempat tidur.
ceklekk... pintu terbuka, Viana keluar dengan rok berwarna putih selutut, tapi disamping sebelah kiri terbelah melihat paha putihnya, dan mengunakan baju warna moccha yang gantung melihatkan sedikit perutnya Dan memperlihatkan bahunya dan sedikit belahan dadanya. Rambut panjang diikat satu dengan kaca mata dan high heels putih tinggi.
Dia melangkah menuju pintu lift, Rama yang memperhatikan penampilan Viana yang sangat berlebihan dan memperlihatkan keindahan tubuhnya membuat nya geram.
mereka sampai di sebuah restoran, Viana duduk dengan meminum jus, Rama meminum kopi luwak hangat banyak mata yang memandang mereka dengan pemikiran Masing-masing.
" cantik sekali wanita itu, pasti orang kaya."
" pria itu juga sangat tampan dan muda."
" apa wanita itu suka brondong"
__ADS_1
" apa itu putranya, tapi dia juga sangat cantik"
Rama yang mendengar sedikit risih, tapi tidak degan Vi, dia menikmati sarapannya tanpa terganggu dan selesai.
Selesai sarapan mereka siap kembali kerumah orangtua Rama, mobil melaju dengan kecepatan sedang.
" kita mau kemana" tanya Viana.
" kerumah ku" jawab Rama.
Vi menatap serius, pikirannya soal apartemen.
" tidak mau, apartemen itu butut sekali," ucap Vi .
Rama tidak menjawab tetap fokus melihat kedepan.
" kenapa kita tidak membeli rumah saja, atau apartemen mewah, aku yang akan membayarnya." ucap Viana sambil fokus di handphone nya.
" simpan lah uangmu, aku akan membiayai rumah tangga kita" jawab Rama.
Sekarang mobil memasuki pekarangan rumah, Viana melihat keluar. Rumah yang sangat luas, pemandangan sangat asri ada pondok santai, perpohonan rindang. tempat yang sangat tenang.
Viana dan Rama masuk kedalam rumah disambut oleh para asisten rumah. Vi masih kamu dengan rumah ini, rumahnya lebih besar dengan peralatan modern, tapi rumah Rama sangat tenang, dengan perabotan serta hiasan rumah yang masih klasik sangat unik....
Vi mengikuti Rama menaiki tangga menuju kamar mereka, sesampainya didalem Vi melihat kamar Rama sangat simpel, tempat tidur king size meja hias, sofa meja lampu tidur dan beberapa ruangan yang dibatasi pintu.
" kamar yang simpel tapi nyaman dipandang" batin Viana dalam hati.
" ini ruangan ku, " Rama menuju sebuah pintu.
" itu kamar mandi, ruang pakaian dan lainnya ada disebelah kamar mandi." ucap Rama .
" aku akan pergi untuk mengurus berkas-berkas masuk kuliah, nanti kita bicara lagi, jika kamu butuh sesuatu minta lah pada maid dibawah. jelas Rama
" aku hanya ingin tidur, karena besok aku akan mulai bekerja" jawab Viana yang langsung membaringkan tubuhnya di ranjang.
....
Viana terbangun dari tidurnya, perutnya lapar dia melewatkan waktu makan siang.
perlahan Viana menuruni tangga menuju dapur.
" selamat siang nona" sapa beberapa maid, Vi hanya tersenyum, dia langsung makan mengisi perutnya yang sudah mengamuk.
Selesai makan Vi melihat-lihat seisi rumah, dia sangat suka dengan rumah ini.
" siang non" sapa seseorang.
" ya, apakah Rama belum kembali" tanya Vi.
" seperti tuan muda belum pulang" jawab nya.
" siapa namamu" tanya Viana.
" jumintean non" jawabnya dengan tersenyum bangga.
__ADS_1
Vi langsung menoleh dan hhhaaaahhhaaha hahaha...
" siapa, juu mmi ntean," tawa Viana sangat lepas membuat jumintean heran.
" Kenapa nama mu unik sekali, Vi bicara menahan perutnya yang sakit karena banyak tertawa.
" iya non , nama saya memang unik, nama non Viana ya, cantik sekali seperti orangnya." pujinya yang kagum dengan kecantikan Viana.
" yayayya, kau pintar menjilat" ucap Viana
Jumi menatap Viana heran ..
" maaf non. saya tidak menjilati apapun, ne liat" Jumi menunjukkan lidahnya.
" hahahaha.. Viana kembali tertawa Sampai duduk dilantai , Jumi heran melihatnya dan ikut duduk.
" menjilat itu artinya orang yang suka mencari muka," jawab Vi menatap Jumi. tapi wajah Jumi lebih terkejut lagi..
" maaf non, saya tidak mencari muka, dengan muka ini pun saya sudah bersyukur" Jumi memelas dan memegangi wajahnya.
Viana menepuk jidatnya....
" berapa usiamu" tanya Vi
" 25 tahun non" jawabnya
" wwooww masih muda sekali" ucap Vi
" memang non berapa" tanya Jumi balik
" 31tahun" Vi menjawab dengan tersenyum.
mata Jumi terbelalak kaget, Viana 31 menikah dengan tuan muda nya yang masih 18tahun.
" tapi kenapa wajah non Muda sekali, dan sangat cantik" Tanya Jumi
" perawatan saya mahal, 1bulan ratusan juta" jawab Vi.
" tapi suami non kaya, jadi itu wajar" ucap Jumi
" itu gak penting, saya juga kaya, tapii kamu tau gak Jum, tubuhnya Rama walaupun dia masih kecil Lo gila Vi" ucapan Viana dipotong langsung oleh Jumi.
" ya Allah non, tidak baik membicarakan hubungan suami-istri didepan seorang wanita yang belum menikah, non tidak kasihan Sama saya," Jumi berdiri dari duduknya dengan wajah melow.
" dasar otak mesum," jawab Vi.
tiba-tiba ada suara.. salam yang dijawab langsung oleh Viana dan jumintean.
" ngapain kamu duduk dilantai" tanya Rama.
....
lanjutt besok lagiii yaa
jangan lupa like coment dan vote..
__ADS_1