
SEMINGGU TELAH BERLALU....
Rama baru tiba dari luar kota menyelesaikan pembuka cabang di 5 kota, Ravi yang mendengar kepulangan Daddy nya langsung berlari kencang berdiri di depan pintu siap memeluk daddy nya.
Langkah kaki Rama terdengar, senyuman Ravi Semakin lebar pria yang paling dia kagumi akan tiba tidak terbayangkan senangnya dirinya.
Tapi wajah Ravi langsung manyun Karena yang muncul Bisma, tangannya langsung dilipatkan.
"Kenapa wajah kecewa kamu Ravi, tidak berharap paman datang ya."
"Daddy Ravi mana?"
"Tidak jadi pulang, jadwal nya berubah sekitar 3 hari lagi,"
Mata Ravi langsung berkaca-kaca, Viana mendekati Ravi dan mengendong nya.
"Memangnya ada masalah, tapi Rama tidak memberikan kabar,"
"Aku tidak tahu Vi, jika tidak percaya kamu hubungi saja Rama."
Ravi dan Viana sama kecewanya, mereka baru berkumpul seharusnya Rama mementingkan Keluarga daripada pekerjaan.
Bisma mengambil Ravi yang sudah manyun, membawanya keluar rumah sedangkan Viana dengan wajah sedih pergi kearah taman.
Melihat pemandangan taman yang tidak berubah membuat Viana merasakan tenang, Vi duduk di kursi taman dan melihat gitar Rama yang pernah digunakan saat mereka liburan ke pantai.
Vi mengambil gitar sambil memainkannya.
Viana pernah belajar main gitar saat bersama Ravi yang suka bermain alat musik, apapun akan Viana lakukan dan pelajari demi buah hatinya.
Petikan senar gitar terdengar, Viana memainkan gitar dengan nada mellow..
Tidak pernah ku duga ini semua terjadi.. hohoho...
Jangan lah engkau menghancurkan segala...
Setelah lama kita mengarungi bersama...
usah biarkan cinta kita yang suci..
Di lambung membar karang dilautan berduri...
Telah banyak yang ku beri sejak dulu lagi...
__ADS_1
pengorbanan tiada pernah jemu...
hanyalah Tuhan saja yang bisa bisa menentukan semua kesabaran daku menantimu... ohoh
Ku tetap memaafkan dan berdoa kau kembali sebelum diri melangkah pergi...
TERRY~ DI PERSIMPANGAN DILEMA
Selesai memainkan satu lagu Viana melangkah ingin pergi, tapi matanya terfokus keatas langit banyak sekali balon berterbangan di udara.
muncul lagi balon yang ukurannya lebih besar membawa tulisan.
V I A N A Will you marry me....
Vi langsung menutup mulutnya, matanya berkaca-kaca, balon love semakin banyak berterbangan di langit biru, air mata Vi mengalir. pernikahan yang Rama dan Viana dulu jalani tanpa dasar cinta, tapi perpisahan membuat mereka mengerti arti yang nama perjuangan dan luka karena cinta.
Rama muncul membawa mawar putih dengan senyum malu-malu, semua ini rencana teman-teman dia tidak pernah membayangkan akan melakukan hal seperti ini, tapi melakukan sekali seumur hidup tidak masalah juga kan. Walaupun dia sadar menjadi kejahilan teman-temannya.
Viana menundukkan kepalanya, ini kekanak-kanakan tapi wajah tampan dihadapannya membuat Viana merasakan malu, sangat berbeda seperti dulu yang harus bicara mengencangkan urat tapi sekarang Vi punya urat malu.
"Vi, maaf ya ini kekanak-kanakan, aku hanya ingin kamu tahu, aku sangat mencintai kamu, aku ingin memulai lagi rumah tangga kita aku berjanji akan menjaga kalian, aku tidak akan membiarkan perpisahan terjadi kecuali maut. Vi pernikahan kita dulu tanpa cinta tapi berpisah dari kamu hidup aku hampa Vi, aku hanya ingin waktu terus kembali dimana ada kamu, mendengar omelan kamu, aku rindu kebersamaan kita Viana."
Viana menggakat kepalanya, wajahnya yang merah karena malu hidungnya yang merah karena menangis, Vi tersenyum kearah Rama.
"Terimakasih Vi, pakai cincin pernikahan kita kembali," Rama memasang cincin pernikahan mereka yang pernah terlepas dan Rama juga memberikan bunga mawar putih kesukaan Viana.
"Terimakasih juga hubby,"
"Cincin nya jangan pernah dilepas lagi,Aku sayang kamu Viana."
"Aku juga sayang hubby,"
"Tidak ada yang sayang Ravi ya!" teriakan Ravi membuyarkan keromantisan Rama dan Vi, bocah kecil sudah menatap sinis dengan bibir manyun dan tangan dilipatkan di dada nya.
Bisma yang menjaga Ravi baru sadar jika tuyul sudah melarikan diri dan mengacau, Reva datang mendekati Viana dan Rama langsung mengendong Ravi berlari dari taman membuat Viana dan Rama tertawa.
"wooyy bocah! Lo bisa tidak diam sebentar dan tidak cerewet, bikin kacau saja."
"Aunty aneh sekali, salah Ravi dimana?" Ravi melangkah pergi masuk Reva bergerak menendang angin melihat bocil berjalan santai.
"Oma! lihat daddy sama mommy, mereka bilang saling sayang tapi tidak ada yang sayang Ravi,"
"Ravi! rasa sayang tidak semuanya harus diungkapkan."
__ADS_1
"Jika tidak diungkapkan mana tahu jika sayang,"
Bicara dengan Ravi membuat kita terlihat bodoh, dia yang paling maha benar.
***
Semuanya masuk kedalam mencari Ravi yang dari tadi ngomel-ngomel semua orang dia ceramahin membuat para maid tertawa.
"Ravi! kamu seperti nenek-nenek hobi ngomel," ucap Vi.
"Nenek tidak bisa ngomel mommy, giginya saja sudah ompong."
"Ravi kamu lupa ya, gigi siapa yang tadi pagi copot." Sindir Bisma.
"Daddy! gigi Ravi copot, berarti Ravi akan jadi nenek ya daddy."
Rama langsung mengendong Ravi dan menciumnya.
"Coba lihat gigi Ravi, nanti kita ke dokter gigi ya sayang."
"Iya daddy, tapi Ravi ompong ya daddy,"
"Tidak apa sayang, kamu hanya berganti gigi nanti juga tumbuh lagi."
"Benar ya daddy,"
***
Acara pernikahan Rama dan Viana diadakan dirumah yang hanya dihadiri keluarga dekat dan para sahabat, Rama mengucapkan ijab qobul dengan lancar. mereka hanya menikah secara agama karena dalam hukum mereka masih sah suami istri.
Viana mendengarkan Rama melantunkan ayat sebagai doanya untuk rumah tangganya, Dulu menikah karena terpaksa dan Vi sangat membenci bocah ABG yang harus menjadi suaminya tanpa Viana sadari bahwa Allah bisa membolak-balik hati manusia, cinta bisa mengubah rasa benci, cinta juga bisa pergi dan datang tanpa kita duga. Seperti apapun kita coba bertahan jika tidak berjodoh pasti akan berpisah, tapi sebaliknya sejauh mana kamu pergi dan menghindar jika sudah jodoh pasti akan disatukan.
Viana mencium tangan Rama, Rama juga mencium kening Vi, mereka sekarang kembali menjadi suami istri yang sah, kini kebahagiaan Rama dan Viana lengkap ditambah lagi dengan kehadiran Ravi.
Dari balik tirai Ravi melihat kedua orangtuanya tersenyum bahagia, dia tidak pernah melihat mommy nya tersenyum seperti itu, Ravi juga tersenyum karena dia berhasil mengembalikan keutuhan keluarga.
"Terimakasih ya Allah, doa Ravi dikabulkan, Ravi memiliki mommy dan daddy, mommy sekarang tersenyum bahagia, mommy tidak akan menangis lagi karena merindukan Daddy, Ravi tidak menginginkan apapun lagi, Ravi telah mendapatkan kado terindah di ulang tahun k-5"
"Mommy Daddy I LOVE YOU, peluk cium cinta dan sayang dari Ravi."
***
Terimakasih yang sudah baca yaaa reader..
__ADS_1
jangan lupa like coment dan vote ya...