
Didalam kamar Viana tidak bisa tidur kembali, dia memainkan handphone nya dan melihat beberapa Desain baju yang akan menjadi trend terbaru perusahaan untuk tahun depan.
sedangkan Rama mulai terjaga dari tidurnya, Rama merasakan sakit di pinggang nya karena terlalu lama duduk, dia baru sadar jika tertidur di ruang kerja, tapi kemana berkas-berkas nya.
" kenapa bisa ada di meja sofa, " ucap Rama bangkit mendekati sofa dan melihat berkas nya.
Rama tersenyum karena semuanya sudah dicek, banyak kertas tempel yang minta di revisi ulang dan tulisan di kertas tempel itu membuat Rama tertawa kecil.
" untuk bagian keuangan, hei bapak tua, mungkin sudah saatnya bapak pensiun, mata mu sudah rabun, dana yang harusnya 1milyar bisa jadi 10milyar , ingat ya pak, satu saja tulisan nol yang salah pada angka, bisa menyebabkan kebangkrutan serta kerugian pada perusahaan, jika masih ingin bekerja lebih teliti lagi, sebelum menyerahkan cek kembali laporan nya, jangan asal-asalan." Rama menahan tawa melihat setiap isi kertas.
" Vi Vi kau wanita unik, tapi aku akui kau pebisnis hebat." batin Rama.
Dirapikan semua berkas, karena besok pagi akan diserahkan kepada asisten nya karena Rama akan meninggalkan perusahaan selama 3hari untuk liburan merayakan kelulusan nya.
Jam dinding menunjukkan pukul 04.15 subuh, Rama keluar dan melihat Viana sudah bangun sambil duduk di ranjang memainkan handphone nya.
" Vi bersiap lah sebentar lagi kita sholat subuh" ucap Rama.
Viana hanya mengaguk mengerti...
Rama masuk kamar mandi dan Viana bangkit, menyiapkan sajadah untuk sholat.
mereka melaksanakan sholat berjamaah, selesai berdoa Rama menghadap Vi, dan Viana menyalami tangan Rama.
" Terimakasih untuk bantuannya" ucap Rama.
" ya, terimakasih juga untuk baju kampungan nya" mata Vi melotot kearah Rama.
" Vi tidak boleh bicara seperti itu" balas Rama.
" Kenapa? itu fakta selera kamu kampungan" jawab Vi.
Perdebatan panjang pun terjadi, bahkan sebelum matahari terbit, Viana yang bicara menggunakan nada tinggi, dan Rama yang harus mengatur nafasnya agar tidak terbawa emosi.
" Vi, tanpa kamu sadari, ucapan kamu itu bisa menyakiti perasaan orang lain, baju yang kamu bilang itu dibuat oleh orang yang coba menuangkan idenya"
" untuk orang yang memiliki uang, baju itu tidak ada harganya, tapi untuk orang lain mereka hanya bermimpi bisa memiliki baju itu"
" dan juga Vi, jika kamu tidak menyukai sesuatu, jangan berkata sesuatu yang kasar, cukup diam saja, jika tidak suka jangan dipakai kasih kepada orang yang membutuhkan."
Viana mendengarkan Rama dengan wajah cemberut, dan menopang kedua dagunya, seperti mendengar ibu-ibu arisan.
" kau sangat cerewet Rama, seperti nenek-nenek" ucap Vi .
" baiklah, aku mau olahraga, siang aku akan berangkat ke puncak, pulanglah tepat waktu dan berhati-hati lah" Rama bicara dan langsung melangkah keruangan nge-gym.
....
Dikantor VCLO, Viana dan beberapa devisi sedang mengadakan rapat, terjadi ketegangan disana, karena disalah satu cabang perusahaan mengalami korupsi sampai ratusan milyar, Vi yang memimpin rapat melempar semua berkas yang ada dihadapan nya, semua yang disana tertunduk diam.
" Kasih usulan kalian, aku tidak rela uang ku dimakan oleh para benalu, " bentak Viana.
__ADS_1
beberapa tim sudah berpencar, dari mengecek keluar masuknya dana, melaporkan pada pihak berwajib, dan penyelidikan kemungkinan keterlibatan orang dalam perusahaan utama.
Di koridor Viana berjalan bersama Clara dan Sisi kedua temannya tersebut hanya diam, Viana tiba-tiba berhenti dan berbalik badan.
" Apa sebaiknya kita pergi ke kota xxxx, aku akan menyelidiki nya sendiri, karena itu perusahaan kedua , aku merintis nya dari nol." ucap Vi
" aku setuju Vi, kantor utama tidak mudah mereka masuki, sehingga mencari cela di cabang" ucap Clara.
" tapi, apa suamimu mengizinkan" tanya Sisi yang memandang Vi dan Cla bergantian.
" aku akan menelpon nya dijalan, lagian dia juga akan pergi bersama temannya dalam rangka perpisahan sekolah" balas Vi yang melangkah meninggalkan Sisi dan Clara.
....
Disekolah Rama sudah berkumpul dengan teman-teman nya.
Sekitar 18 orang yang pergi ke puncak.
Ivan, Romi, Rama, Satya, Septi dan Reva sudah berkumpul.
" Ram, istri Lo gak ikut" tanya Ivan
" menurut Lo" jawab Rama.
" ya, kiraiin dia posesif, takut Lo macem-macem" tawa Ivan dan Romi menggema.
" udahlah gak usah bahas itu, kita kan mau happy," ucap Septi membuat para pria diam.
Datanglah seorang gadis cantik, badan putih rambut ikal bawah mendekati Rama the gang.
" apa lagi, kalau bukan caper ke Rama, dia lupa kalau Rama sudah beristri" balas Septi.
" biarkan saja, dia belum tau gila nya istri Rama, gua juga sampai babak belur" rintih Reva teringat adegan nya dan Viana yang cakar-cakaran.
" hai Ram, gue bawa mobil sendiri, ikut gue aja" tawar Chintya.
" gue juga bawa mobil sendiri" balas Rama tersenyum.
" boleh enggak gue ikut mobil elo" nada Chintya sangat lembut.
" penuh, " jawab Rama singkat.
" ya udah sampai jumpai di puncak" senyum Chintya melangkah pergi.
Chintya sosok perempuan yang pernah Rama sukai sejak pertama dia masuk sekolah ini, Tya sosok gadis yang baik, lembut,ramah, memiliki banyak teman dan banyak pengemar.
....
Didalam ruangan nya, Viana ragu untuk menghubungi Rama, dia mengetuk meja dengan telunjuknya sambil melihat layar hp.
" Sudahlah telpon aja, dari pada buat masalah, terus itu bocah ceramahin gue lagi" batin Vi.
__ADS_1
lama panggilan masuk tidak diangkat..
" hallo, " suara seseorang dari seberang telpon.
Viana mematikan handphone nya, dan mengerutkan keningnya, aneh seperti bukan suara Rama.
....
Dijalan Rama melihat handphone ada panggilan dia sedang menyetir jadi tidak mungkin menerima panggilan, ada Ivan disampingnya langsung menyambar hp tersebut dan langsung dimatikan, Rama melirik kesal.
Rama memasang handphone di mobil dan langsung menghubungi Viana balik.
" hallo," jawab Viana.
" hallo Vi, assalamualaikum" ucap Rama.
" waalaikum salam, kamu lagi dijalan" tanya Vi.
" iya, ini lagi nyetir, " balas Rama.
" aku mau pergi ke kota, ada masalah disalah satu cabang perusahaan ku, ada yang melakukan korupsi milyaran," ucap Vi.
Rama memelankan laju mobilnya...
" kamu baik-baik saja" tanya Rama.
" ya, aku baik, lagian aku tidak akan jatuh miskin, hanya saja aku tidak rela menyumbang pada sampah, sudah ya, kamu hati-hati dijalan, assalamualaikum" Vi langsung memutuskan panggilan.
....
" Ram, istri Lo seorang bos ya, " tanya Romi.
Rama hanya menjawab dengan emmmhh..
" waahhh, gue juga mau, tante-tante cantik, seksi, kaya lagi.. hhuuuuuu mantappp" ucap Ivan sambil menghayal.
plaaakkk Rama memukul kepala Ivan yang ada disampingnya...
" kenapa? aku tidak membayangkan istrimu kenapa harus marah" ucap Ivan tidak terima, padahal dia memang sedang membayangkan Viana.
" wooyy, cukup.. fokus lah pada jalan" teriak Septi.
....
Selesai lanjuuttt besokk lagiii yaaa..
Apa yang terjadi dipuncak....
....
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...
__ADS_1
BOLEH MINTA LIKE COMENT DAN VOTE...
BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT...TQ....