SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
TANGIS BAHAGIA


__ADS_3

Dikediaman Prasetya sedang ramai, Oma Flo, Daddy mommy Viana sudah dari pagi disana ingin bertemu Viana dan si kecil Ravi.


Seluruh keluarga berkumpul, para maid sibuk makanan, banyak tamu tidak di undang datang.


Ivan dan geng tidak kalah mereka juga sudah stand by menyambut kedatangan Viana yang kabarnya sudah mempunyai anak.


Mobil mewah masuk kawasan rumah, Reva turun dengan tergesa-gesa seperti baru bangun tidur. Bima yang disana tersenyum melihat penampilan Reva yang menggunakan baju hello Kitty, penutup mata masih dikepalainya, sendal karakter Doraemon. Semua orang tertawa melihat Reva yang masih muka bantal.


"Dimana kak Vi, katanya dia pulang bawa anak, mana?"


"Mendingan Lo berkaca dulu Reva, Iler sama ATM masih nempel." Ucap Ivan kesal.


"ATM itu apa?" tanya Septi.


"Ada tahi mata!" jawab Romi yang disambut gelak tawa semuanya.


Reva langsung melihat wajahnya dibalik mobil yang sudah kacau langsung cepat masuk kedalam rumah mencari Jum untuk numpang mandi, dia malu jika sampai di lihat Bima.


"Mbak Reva, jangan dipakai skincare Jum. Mahal tahu!"


"Pelit banget Jum, Lo lupa gue sekarang tajir melintir di pelintir lintir."


"Sombong mbak Rev, harta kak Vi semua itu."


"Hahah... jujur banget Jum, gue tahu jangan diperjelas jelek image gue sebagai seorang desainer."


"Berarti Jum lebih kaya dari mbak Reva, Jum sekarang juga sudah buka usaha dikampung dan sekarang kerja sebagai senior."


"Sombong! udah sana balik ke kampung, mempersempit alam Jum."


"Jum Bisma ganteng gak, kalau Bima dari badannya. Wooww pengen dipeluk rela gue Jum tidur bareng dia."


"Astaghfirullah Al azim mbak Reva, gatel banget jadi perawan."


"Bodoh amat Jum, setidaknya Bima berpengalaman, wahh kapan ya." Reva mengangkat kepalanya sambil membayangkan.


Jumi melempar Reva dengan bantal membuyarkan lamunan Omesh Reva.


***


Rama dan Ravi sudah berdandan rapi menunggu Viana keluar kamar, mereka asik bercanda dan tertawa girang. Rama menyentuh kening Ravi yang semalam demam tinggi syukurnya sekarang sudah jauh lebih baik.


"Mommy lama ya dad, Ravi laper menunggu mommy."


"Ravi laper, daddy keluar sebentar cari makan ya,"


"Tidak mau daddy, Ravi masih ingin bersama daddy." Ravi memeluk erat Rama sambil duduk dipangkuan Rama.


Suara pintu terbuka membuat Rama dan Ravi melihat kearah suara dan terpesona dengan kecantikan wanita yang membuat dua pria jatuh cinta lagi dan lagi.

__ADS_1


"Mommy cantik ya daddy."


"Iya sayang, mommy kamu wanita paling cantik."


"Mengapa kalian berdua memperhatikan aku seperti melihat hantu."


"Tidak mommy, Ravi hanya bilang mommy jelek tapi daddy bilang mommy manusia paling cantik, paling sempurna, tidak ada duanya, dari ujung kaki sampai rambut semuanya membuat daddy semakin cinta mommy." Ravi menunjukkan ekspresi mengagumi membuat Vi mengerutkan dahinya.


"Ravi kamu berlebihan." Bisik Rama.


"Ravi kamu lebai sekali, daddy kamu bukan tipe pria yang berbicara seperti itu, semuanya bualan dari mulut kamu."


"Mommy tahu saja, Ravi seperti ini dapatnya dari mommy."


"Mana ada? mommy tidak pernah bicara seperti itu. "


"Tapi saat tidur mommy selalu mengigau, hubby rindu."


"Daddy hubby itu siapa?"


Rama tersenyum mendengar pertanyaan Ravi, Viana menahan malu dengan ucapan Ravi yang mengatakan dia selalu mengigau hubby, padahal dia juga tidak ingat.


"Hubby itu Daddy."


"Kembaran Daddy ya," jidat Ravi mengkerut memikirkan Pertanyaannya.


"Bukan Ravi, hanya nama panggilan sayang antara Mommy dan Daddy."


***


Lampu merah dijalan membuat mobil Rama terhenti, banyak anak-anak menjual minuman juga makanan ringan, Ravi langsung mengambil tas ranselnya mencari uang simpanannya dan membuka jendela mobil memanggil anak laki-laki yang sedang membawa beberapa makanan.


Dia meminta semua dagangan dan memberikan 5 lembar uang dolar, yang membuat Viana tersenyum, lalu mengeluarkan rupiah 50an 5lembar memberikan ke Ravi.


"Ravi uang kamu tidak laku disini, pakai uang mommy,"


Mobil berjalan Ravi merapikan cemilannya, dan menyusun di tasnya.


"Terimakasih ya mommy, ohh ya mom kenapa uang Ravi selalu ditolak, disana Ravi bisa menggunakannya?"


"Karena Indonesia menggunakan rupiah, jadi alat pembayaran hanya bisa dilakukan dengan rupiah."


"Berarti uang Ravi tidak bisa digunakan," Ravi menghela nafas.


"Nanti daddy kasih Ravi uang Indonesia ya, Ravi bisa menyimpannya."


"Jika Ravi balik lagi ke LN tidak berlaku juga rupiah,"


"Tidak ada yang boleh kembali, kalian akan hidup bersama daddy,"

__ADS_1


Viana memandangi wajah Rama yang tiba-tiba menjadi tegas, Ravi memeluk leher Rama dari belakang dan mendaratkan ciuman di pipi Rama.


"Rama!"


"Kita bicara nanti saja Viana, disini ada Ravi?"


***


Mobil masuk ke pekarangan rumah, disana sudah banyak mobil bersusun membuat Viana dan Rama kebingungan.


Rama keluar membukakan pintu Viana lalu membuka pintu Ravi dan mengendong nya, melangkah masuk ke dalam disana seluruh keluarga sahabat Rama dan Viana berkumpul.


Viana dan Rama berdiri saling pandang, Ravi memberontak minta turun dia sangat kesenangan melihat banyak orang dan langsung berlari ketengah memandangi semua wajah.


"Hai semuanya," sapa Ravi melambaikan tangan nya yang langsung dibalas serempak oleh semua orang yang masih begong.


"Perkenalkan nama aku Ravi Prasetya putra dari Rama Prasetya dan Viana Cloria Arsen, kalian siapa? emmhhh... tidak perlu memperkenalkan diri kalian banyak sekali," ucap Ravi membuat beberapa orang menudukan kepalanya menahan tawa.


Seseorang datang langsung berlutut memeluk Ravi mencium setiap inci wajah Ravi, di susul oleh seorang lelaki paruh baya yang memeluknya penuh kasih sayang. Tangisan seorang wanita membuat Ravi berubah sedih dan matanya berkaca-kaca, langsung mundur berjalan kearah Rama dan Viana dengan bibirnya yang gemetaran menahan tangis.


"Mommy, Daddy" tangan Ravi meminta disambut tapi dia binggung mau lari kemana memilih Rama apa Viana.


Matanya langsung melihat kesamping dilihatnya wajah yang dia kenali dan langsung berlari memeluk Bima yang langsung menggendong nya. Ravi masih belum bisa membedakan mana Bima dan Bisma.


Tangisan Ravi pecah membuat semua orang kebingungan, yang awalnya dia senang tapi sekarang langsung menangis.


"Mengapa Ravi menangis?"


"Uncle, semuanya menangis tidak suka ya Ravi datang, seharusnya disambut dengan tawa tapi mengapa semuanya menangis. Ravi tidak diharapkan ya uncle, Ravi merusak kebahagiaan daddy ya uncle. Ravi mau pulang..."


Rama langsung mendekati Bima dan mengambil Ravi yang menangis tersedu-sedu, dipeluknya Ravi yang menyandarkan kepalanya di dada Rama.


"Ravi semua orang menyambut Ravi, mereka menangis bahagia melihat Ravi, terkadang tangisan bisa mengalahkan tawa untuk menyambut rasa bahagia,"


"Tapi Ravi lihat mommy melihat dompet ada foto daddy pasti menangis, itu tandanya sedih kan daddy,"


Viana meremas kedua tangannya sambil menunduk meneteskan air matanya, selama ini dia menutupi kesedihannya dari Ravi, tapi ternyata putra semata wayangnya bisa merasakan luka yang dia tutupi.


Mulai sekarang kita hanya akan menangis bahagia, daddy akan membayar waktu yang telah daddy lewati tanpa kalian.


Isak tangisannya Viana tidak tertahankan lagi, Rama merangkul Viana masuk ke pelukannya, Vi langsung memeluk erat Rama meluapkan tangisannya.


Semuanya ikut menangis Bombay sampai teriak Ravi menghentikan mereka semua.


"Mommy," Eyliner maskara mommy nantik rontok, mata mommy bisa hitam," teriak Ravi.


Semua wanita langsung berhenti menangis membayangkan mata mereka menghitam, sedangkan para pria menutup mulutnya menahan tawa.


***

__ADS_1


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA..


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE YA...


__ADS_2