SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S3 BAR


__ADS_3

Suara langkah kaki Vira dan Winda mondar-mandir menunggu di lantai satu, tidak ada satupun yang keluar kamar.


"Apa yang mereka lakukan ya Vir?" Winda menatap tajam.


"Mungkin tertidur." Vira tertawa, membayangkan Bisma, Jum, Tian, Bella, Billa dan Binar tidur satu ranjang.


Winda langsung tertawa mengirim pesan kepada Bella, jika mereka menunggu di luar untuk pergi ke Bar seperti yang mereka janjikan.


Sudah malam Vira dan Winda bermain berdua di jalanan perumahan, menunggu Bella yang mungkin sedang makan malam bersama.


"Bum ... bum ... buuummm." Vira menggunakan mobil-mobilan Asih.


Winda juga mengincang sepeda kecil milik Ning, kekonyolan dilakukan oleh Vira dan Winda yang tertawa.


"Aduh sakit." Winda melihat lututnya luka karena sepedanya sangat kecil.


"Menjadi kecil enak ya Win, hidup tidak memiliki beban, hanya main, makan dan tidur." Vira tersenyum menatap Winda yang masih mengincang sepeda.


"Emh, tidak ada cinta dan luka." Winda tertawa kuat melihat wajah Vira yang cemberut.


"Win, kenapa kamu sangat membenci Amin? dia tampan, baik, Sholeh, cara bicaranya sangat lembut kurangnya dia di mana?" Vira menghentikan laju mobilnya.


"Kenapa tidak kamu saja yang menikahi dia?" Winda menghentikan laju sepedanya.


Vira menatap mata Winda, langsung tersenyum melihat ke atas langit. Bulan dan bintang menghiasi langit, terkadang dalam persahabatan memang akan lada yang disembunyikan.


Winda menyembunyikan hubungan buruknya dengan Yusuf, sedangkan Vira menyembunyikan perjanjiannya dengan Wildan.


"Sebentar lagi, Bella dan kak Tian akan menikah lalu kamu juga menikah. Bagaimana nasib Winda?"


"Sudahlah Win jangan membahas masalah ke depan terlihat melelahkan sekali, terkadang kenyataan tidak seindah ekspetasi." Vira menundukkan kepalanya.


"Bella lama sekali, kita sudah jamuran menunggu dia." Winda menendang sepeda Ning.


Di dalam rumah Bella melihat handphonenya, menatap pesan dari Winda. Senyuman Bella terlihat melihat keluarganya yang sedang menikmati makan malam.


"Bunda, baju di kamar ...." Billa menggaruk kepalanya.


"Semua baju Bunda yang sudah memenuhi lemari akan disumbangkan, besok Tian temani Bunda ke panti." Jum tersenyum.


"Besok Tian harus ke kantor sayang, pergi dengan aku saja." Bisma menatap Jum yang langsung cemberut.


"Nanti Tian temani Bunda, tapi sesudah Tian meeting."


"Bunda pergi bersama Ayah saja, ada Mommy dan Mami juga yang ikut menyumbang."


"Bun, biasanya baju yang disumbangkan tidak harus semua baju." Binar binggung karena baju Jum banyak sekali.


Jum tersenyum, setiap hari dia dan Reva Viana selalu membeli baju, satu bulan sekali bajunya disumbangkan kepada orang lain, tapi bukan dengan jumlah yang besar.


"Billa, kak Binar ayo ikut Bella." Bel langsung pamit.


Billa dan Binar mengikuti Bella ke luar rumah, Winda dan Vira langsung berlari mendekat.

__ADS_1


"Lama sekali, hampir saja Vira mengamuk." Vira kesal melihat Bella.


"Iya maaf lupa."


"Ayo kita pergi." Winda langsung melangkah.


"Tunggu pergi ke mana?" Binar kebingungan.


"Bar." Vira , Winda dan Bella menjawab bersamaan.


"Astaghfirullah Al azim, Binar tidak ikut. Sekarang lagi hamil." Binar menatap aneh menunjukkan perutnya.


"Santai saja, kita hanya minum santai." Vira memaksa Binar ikut.


"Terima kasih, Tama ada di sini tidak berani pergi, kalian saja. Assalamualaikum." Binar langsung melangkah masuk.


"Ayo Bil kita sudah lama tidak berkumpul berempat." Winda menatap Billa yang wajahnya meringis.


Billa langsung meminta maaf, dia sangat ingin berkumpul seperti biasanya hanya saja untuk keluar malam sudah tidak memungkinkan.


Ada dua anak yang harus Billa urus, belum lagi ada suaminya yang juga harus diurus. Untuk pertama kalinya Billa menolak bermain bersama Vira, Winda dan Bella.


"Billa masuk dulu, kalian hati-hati." Billa langsung melangkah pergi.


Vira dan Winda langsung menatap tajam Bella, mereka yakin Bella juga akan menolak karena ingin memikirkan pernikahannya.


"Sudahlah Vir, seharusnya dari awal kita menyadari jika hari ini akan datang. Kita sudah punya kehidupan masing-masing." Winda melangkah pergi.


Senyuman Vira dan Winda terlihat, langsung mengeluarkan mobil Vira yang sudah siap di pinggir jalan.


Ketiganya pergi menuju tempat untuk bersenang-senang sebelum mereka semua menikah, menghabiskan masa lajang dengan bersenang-senang.


Sudah larut malam, mobil Vira masih berputar-putar di jalanan kota. Ketiganya masih binggung ingin pergi ke Bar, atau diskotik.


"Bagaimana jika pergi ke Club saja?" Winda menatap Vira dan Bella.


"Memangnya kamu pernah ke sana Win?" Bella menatap ke belakang.


"Pernah satu kali saat memukuli ibunya Amin."


Vira langsung menghentikan mobilnya dadakan, Bella juga langsung melotot kaget jika Winda memukul wanita yang lebih tua.


"Gila kamu Win! kenapa kita bisa tidak tahu?"


"Sudahlah kak Bel tidak penting juga, kejadian sudah lama." Winda menghela nafasnya karena keceplosan.


"Kita ke diskotik saja." Vira menjalankan mobilnya kembali.


***


Jum mondar-mandir menunggu di depan rumahnya, jam sudah menunjukkan pukul satu malam, tapi Bella belum juga pulang.


"Sayang ayo istirahat." Bisma memeluk dari belakang.

__ADS_1


"Bella belum pulang, Jum sudah mengecek rumah kak Vi sama Reva, tapi mereka tidak ada."


"Mereka mungkin pergi main."


"Main apa sampai larut malam, mereka anak gadis. Bella baru saja berencana ingin menikah, Bunda merasakan khawatir Ayah." Jum mulai mengomel.


Bastian keluar dari kamarnya mendengar keributan, langsung mendekati Jum dan Bisma. Tian mencoba menghubungi Bella, tapi tidak ada jawaban.


"Di mana mereka Tian?" Jum memijit pelipisnya.


"Tidak dijawab Bunda." Tian menghubungi Wildan mengatakan jika Vira, Bella dan Winda sedang keluar dan belum juga pulang.


Binar keluar bersama Tama, menatap Bunda yang terlihat sangat khawatir.


"Ada apa Tian?" Tama menatap serius.


Tian menceritakan jika Bella pergi belum juga kembali.


"Oh, mereka pergi ke Bar kak. Bella juga meminta Binar dan Billa ikut, tapi kita berdua menolak."


"Bar!" Jum dan Bisma berteriak bersama.


"Ayah, inilah alasan Bunda ingin mereka bertiga harus segera dinikahkan. Menghilangkan kebiasaan mereka yang bebas." Jum teriak kuat langsung menghubungi Viana dan Reva jika tiga anak nakal pergi ke Bar.


"Sabar Bunda."


"Ngomong-ngomong Bar itu apa Binar?" Jum menatap Binar yang menahan tawa.


"Sayang jika kamu tidak tahu kenapa teriak?" Bisma mengerutkan keningnya.


"Pastinya tempat yang bisa goyang-goyang, banyak wanita seksi, terus minum, pulangnya ke hotel." Jum teriak memukul Bisma.


"Kenapa Ayah yang disalahkan?"


"Tian, kamu yang pergi menjemput atau Bunda." Jum menatap tajam.


Tian sudah mengambil kunci mobilnya, langsung pamitan melangkah pergi menemui Wildan yang sudah menunggu di depan rumah.


Wildan sudah tahu jika Vira, Winda dan Bella pergi ke tempat diskotik.


"Dasar anak nakal, Bunda tidak ingin tahu dalam bulan ini Bella harus menikah. Vira dan Winda juga harus segera dinikahkan, jika tidak bisa bahaya." Jum langsung melangkah pergi.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN TAMBAH FAVORIT


FOLLOW IG VHIAAZAIRA



NOVEL MENGEJAR CINTA OM DUREN S2 ERRO DARI TANGGAL 16 TIDAK BISA UPDATE, MASIH PROSES KOMPLINE ADMIN NOVELTOON.


KEMUNGKINAN UPDATE KEMBALI DI AWAL BULAN DEPAN.

__ADS_1


__ADS_2