SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 BENING


__ADS_3

Maria menatap Wildan tajam, satu-satunya orang yang bisa membaca pikirannya, bahkan seorang Noval saja bisa dia manfaatkan. Maria menatap Wildan langsung mendekatinya, mencekik erat leher Wildan.


Maria melihat Wildan seperti dirinya, kepintaran yang dia milik, menjadi petaka dalam hidupnya. Kekuasaan membuat hidupnya hancur, mengikuti keinginan keluarga untuk menjadi seorang Dokter sudah Maria ikuti, meminta Maria membunuh sudah dia lakukan, tapi masih kurang bagi keluarganya.


Kehadiran Maria tidak diinginkan di dunia ini, sama seperti Laura, dia tidak diinginkan. Maria membeli Laura hidup dan matinya ada di tangan Maria, dia hanya membantu meringankan beban Laura, bahkan bisa membantunya tidak merasakan sakitnya kehidupan.


"Lalu apa urusan kamu dengan Erik?" Wildan mendorong Maria untuk menjauhinya.


"Dia juga tidak diinginkan, sejak kecil Erik hidup dalam kesedihan, Papanya tidak menginginkan, Mamanya hanya terpaksa menerimanya."


"Kamu salah Maria, kak Erik sangat dicintai oleh Mama, bahkan Mami tidak membedakan antara aku dan kak Erik, jika Mami membeli satu untuk aku, kak Erik, kak Ravi, kak Tian juga mendapatkannya. Orang tua kami tidak pernah membelikan mobil, kami membeli sendiri, karena kami diajarkan cara menghasilkan uang, memanfaatkan juga menghargai kerja keras." Wildan menatap tajam.


"Itu namanya kasihan adik kecil, Mami kamu kasian terhadap Erik." Maria tertawa kuat.


"Bodoh, jika kamu memandang dari sisi yang salah, akan selalu terlihat salah, tapi coba kamu berpikir jika keadilan. Kami bukan kasian tapi adil dalam segala hal, tidak membedakan satu anak. Penderitaan kamu tidak sama dengan kami, mungkin banyak anak di dunia ini yang tidak diinginkan, tapi mereka punya kesempatan untuk bahagia." Wildan menghela nafas, dia sudah terlalu banyak berbicara.


Maria langsung menatap tajam Wildan, mengeluarkan sesuatu, tapi Wildan lebih cepat dalam bergerak, langsung memutar tangan Maria menyuntikkan ke tubuh Maria.


"Wildan, kamu sibuk mengurus aku, tapi kamu melupakan adik-adik sudah terkurung oleh puluhan laser, jika ada yang bebas, salah satu dari mereka akan meninggal." Maria tertawa langsung jatuh pingsan.


Wildan langsung berlari meninggalkan Maria, melayang pukulan kepada beberapa orang yang coba menyerangnya, suara tembakan terdengar.


Yusuf langsung mundur melihat darah di lengannya, suara tembakan kembali terdengar, tapi berada di kaki Noval, Karan mengarahkan senjatanya di kepala Noval.


"Ayo tembak lagi." Karan tertawa melihat Noval menjatuhkan senjatanya.


Wildan memukul kuat, melihat empat wanita muncul, Vira langsung melayangkan pukulan, mendekati Wildan yang tersenyum, Bella juga menendang kuat sampai jatuh pingsan, hampir dua puluh orang tergeletak.


Karan tersenyum, Winda langsung ingin mendekati Wildan untuk mengadu pada kakaknya, pukulan menghantam perut Winda sampai muntah darah, Noval tertawa melihat Winda terlempar, Yusuf langsung menangkap tubuh Winda, keduanya terjatuh bersama.


Winda berada di atas Yusuf, matanya terpejam karena lemas, bukan karena pukulan, tapi nafasnya sesak karena Efek dari laser, Yusuf langsung menyingkirkan Winda, berdiri menatap Winda yang masih terbaring.


Wildan langsung lari berlari mengangkat kepala Winda, memeluknya dengan erat.


"Win, dengarkan kak Wildan, bagian mana yang sakit?" Wildan sampai gemetaran takut adiknya terluka, ucapan orang benar, keluarga kelemahan terbesar.

__ADS_1


"Sesak kak, sakit. Winda susah bernafas."


Wildan langsung menggendong Winda masuk, meminta Billa memberikan bantuan pernapasan. Winda menggenggam erat tangan kakaknya tersenyum menatap Wildan.


"kakak, sedih tidak jika Winda terluka?" Winda menatap mata Wildan.


"Kenapa pertanyaan kamu bodoh sekali, kamu adik kak Wil satu-satunya. Kasih sayang kak Wildan tidak perlu dipertanyakan, tugas kakak menjaga kamu, Vira, Bella dan Billa sampai kalian mendapatkan pasangan hidup."


"Maafkan Winda membunuh ikan kakak."


"Ikan yang kamu bunuh punya Yusuf, minta maaf kepada dia."


Vira mengusap tangan Winda, berharap bisa mengurangi rasa sakit Winda. Kesedihan juga terlihat di mata Bella dan Billa.


"Maafkan Winda yang membuat susah, membuat kalian lama bertindak."


"Jangan bicara seakan kamu beban, hari ini kamu hebat Win, bisa melepaskan diri dari laser sialan, Vira tidak ingin kalian ada yang terluka."


"Sudah, Winda baik-baik saja hanya terkena efeknya. Maafkan aku yang lalai menjaga kalian." Wildan mengusap kepala Winda.


"Lucu, itu namanya miris Winda." Bella tersenyum melihat Winda yang mudah mengeluh, mudah juga bahagia.


"Winda gadis nakal sudah sembuh, dulu kamu selalu membuat Mami pusing, sampai banyak tempelan di kepalanya." Vira tertawa, diikuti oleh Bella dan Winda.


Wildan melangkah keluar membawa Noval dan Maria ke dalam. Wildan melayangkan pukulan kuat ke arah perut Noval, membalaskan pukulan untuk adiknya.


Wildan melihat beberapa tempat meneliti, mengambil suntikan untuk membangunkan Maria. Sebelum polisi datang Wildan ingin Maria dan Noval merasakan laser yang mereka ciptakan.


Mata Karan dan Yusuf masih fokus melihat bayi mungil yang berada di dalam boks bayi, Billa sedang melakukan perawatan.


"Bayi siapa ini?" Karan menatap Billa.


"Keponakan Bella Billa." Vira yang menjawab sambil nyengir.


"Anak siapa?" Karan masih penasaran.

__ADS_1


"Anaknya kak Binar, namanya Bening." Winda juga tersenyum.


Wildan meminta Karan menyuntikkan cairan kepada Maria agar tetap sadar, Karan langsung melakukan. Wildan menatap bayi mungil yang kelaparan.


"Usia dia di atas twins R?" Wildan menatap Billa.


"Iya, aku juga meminta Karin datang membawa ASI."


Wildan mengagukan kepalanya, kedatangan Tama sengaja Wildan tunda, untuk menghukum keduanya.


Karin datang langsung memeluk Karan, memberikan ASI kepada Billa. Menatap bayi yang ternyata anaknya Laura, melihatnya sangat memprihatinkan.


Maria sudah bangun, saat sadar melihat dirinya dan Noval berada di tengah laser yang sudah aktif. Wildan hanya tersenyum sinis melihat Noval yang ahli komputer.


Noval seorang pengusaha yang bangkrut, karena ingin cepat bangkit dia melakukan banyak pencucian uang. Dia melakukan hal yang tidak pantas kepada banyak wanita, Maria salah satu orang yang menikmati hasil uang kotor.


Noval banyak menghasut hati yang tersakiti memberikan jaminan hidup mewah, Wildan tersenyum melihat Noval yang menyalagunakan kekuasaan juga kemapuan.


Darah mulai keluar dari hidung Noval dan Maria, batuk darah melebihi Winda, lebih dari satu jam seluruh tenaga sudah habis, darah sudah keluar dari hidung mulut bahkan telinga.


Karan sudah kembali lebih dulu bersama Karin membawa baby Bening, Bella Billa Winda dan Vira pergi bersama Wildan.


Hanya ada Yusuf yang duduk menunggu Tama datang, Yusuf melihat luka tembak di lengannya, tidak ada yang mengetahui jika dirinya terluka.


"Kamu budak Bima, untuk menjaga putra putrinya." Maria tertawa sinis.


"Om Bima orang baik, putra putrinya juga baik, Mami mereka juga baik. Bahkan Mami selalu datang menyempatkan waktu untuk menyapa aku yang tidak memiliki keluarga, membuat aku merasa ada Keluarga lain." Yusuf tersenyum.


***


BELUM REVISI MAAFKAN KESALAHAN TULISAN, AUTHOR KURANG SEHAT, KERJAAN DUNIA NYATA JUGA MENUMPUK.


UP AKAN AKU tunda, TERUTAMA BIANKA DAN MAFIA KEJAM.


SUAMIKU MASIH ABG DAN MENGEJAR CINTA OM DUREN AKAN SERING TERLAMBAT, TAPI DIUSAHAKAN UP.

__ADS_1


MOHON PENGERTIANNYA, TERKADANG BADAN MEMBUTUHKAN ISTIRAHAT.


__ADS_2