SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
VIANA MENGGILA


__ADS_3

Dibawah jurang api masih berkobar, memakan puing-puing mobil yang tersisa, karena jauh dari pemukiman penduduk tidak ada yang mengetahui kecelakaan mobil yang jatuh ke jurang.


Beberapa orang pengawal sampai di dasar jurang, Dilihatnya mobil yang sudah hangus, Mereka sulit mendekat karena api masih berkobar.


Mereka berusaha mematikan api terlebih dahulu, Setelah api mulai padam mereka baru mendekat perlahan, Semua pengawal terdiam dengan tubuh gemetaran.


" Ada jasad yang sudah hangus?" ucap salah satu mereka.


" Apa yang harus kita lakukan," tanya yang lainnya.


Mereka sudah ketakutan karena jika terjadi sesuatu pada Rama, maka nyawa mereka juga akan melayang.


" Apa yang kalian tonton, keluarkan jasad itu" Teriak Ammar pengawal yang dikirim Viana mengawasi Rama.


" Baik tuan" ucap mereka bersamaan berusaha mengeluarkan jasad yang sudah tidak ada bentuknya.


" Bawa ke atas menemui Nona Vi." ucap Ammar.


Semua pengawal saling pandang, Viana sangat menakutkan bagi mereka.


" Cepat!" teriak Ammar.


" Kami takut tuan Ammar, Nona Vi akan membunuh kami" ucap salah satu dengan wajah ketakutan.


" resiko bekerja dengannya, Vi pernah memberikan kalian pilihan pergi jauh dan menghilang atau bekerja dengannya." ucap Ammar yang melangkah naik.


....


Viana berdiri selama berjam-jam menunggu berita dari bawah jurang, tatapan matanya gelap, pikirannya kacau, hatinya hancur. Sungguh kenyataan yang tidak bisa dia terima. Ada rasa menyalahkan dirinya.


" hubby, tadi katanya kita akan bertemu, tapi mengapa hubby ingkar janji, sudah 5jam Vi menunggu Hubby, Kenapa hubby belum juga kembali, kembalilah hubby Vi akan menunggu sampai kapanpun, Vi yakin hubby akan menepati janji." Batin Viana dalam hati.


" VIANA..." ucap seseorang.


" Kau baik-baik saja" tanya Mita dokter pribadi Viana.


" Kau punya mata, kau bisa melihat nya sendiri" ucap Vi dengan tatapan mata tajam dan penuh emosi.


" Kau baru saja normal Vi, sekarang kau Gila lagi, Jiwamu terguncang lagi, kurasa kali ini lebih parah, jika dulu kau menagis, tapi sekarang kau lebih menakutkan" batin Mita prihatin melihat keadaan Viana.


Beberapa orang mulai naik dari bawah jurang.


" Nona Vi," ucap Ammar.


" Dia bukan Rama" jawab Viana


" Maafkan kami Nona, hanya ada satu jenazah yang berhasil ditemukan, dan juga dalam keadaaan mengenaskan, Sebaiknya Nona Melihat nya" ucap Ammar.


" Telusuri semua jurang, cari tau dimana keberadaan Rama" teriak Viana yang membuat orang yang disana Semuanya mundur, tidak ada yang berani menjawab.


" Ammar, bawa SUAMIKU KEMBALI" ucap Vi dengan menatap Ammar tajam dan menekankan perintahnya.


" Baik Nona, Saya akan menemukan tuan Rama, jika saya gagal. Silahkan Nona mengambil nyawa saya." jawab Ammar tegas.

__ADS_1


" Mita, urus jenazah itu" perintah Vi.


....


" Siapa kalian" teriak Brit, yang terikat di dalam gudang dengan di keliling orang-orang berwajah Sangar.


" Diam lah jika masih ingin hidup" jawab seseorang.


" Hallo Nona, Brit sudah bersama kami, dia di sekap di gudang terpencil, saya akan mengirimkan alamatnya.


2jam berlalu Brit menunggu siapa yang beraninya menculiknya.. Masuklah seorang wanita dengan langkah arogannya. Terlihat dari kakinya yang menggunakan high heels merah berhenti di depan Brit.


" Viana" ucap Brit.


" kau memang wanita gila Vi" ucap Brit.


PAAARRRR PARRRKKK... tamparan menghantam kedua pipi Brit sampai keluar sedikit darah dari bibirnya.


" Apa salahku Vi" tanya Brit.


Viana melihat sebuah balok kayu, dan menghantam kepala Brit sampai berdarah.


" Aku akui ingin menguasai perusahaan Rama, tapi aku hanya mengikuti perintah paman Rama Vi, aku mohon ampunilah aku Vi.


Kepala Brit kembali dipukul sampai penglihatannya mulai gelap.


" Kau tidak ingin menjelaskan soal kecelakaan," tanya Vi dengan tawanya.


" Kecelakaan apa Vi," tanya Brit.


" Aku tidak mau mati Viana, apapun yang kamu inginkan akan aku turuti" ucap Brit ketakutan, karena benar kata orang-orang Viana wanita gila.


" Aku mau kamu mati" ucap Vi kembali tertawa.


Seorang pengawal Vi menjelaskan tentang kecelakaan Rama dan jasad yang mereka temukan.


" Aku berani bersumpah Vi, aku tidak tau soal ini, percaya padaku Vi." ucap Brit.


" Sirheo" jawab Vi dengan tatapan mata kosong.


" Aku mengiginkan suamiku kembali" ucap Vi.


" Aku yakin yang kecelakaan bukan Rama, aku akan mencari tau kebenarannya Vi, aku tidak akan mengkhianati mu" ucap Brit menyakinkan.


Viana diam dia sedang memikirkan sesuatu dan melangkah pergi. .Bram


....


Viana melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak Memperdulikan keramaian jalan, dan hujan turun dengan lebatnya mewakili perasaan Viana yang sedang hancur.


" ternyata aku memang gila." teriak Vi


Air mata Viana keluar, air yang dia tahan sedari tau kabar kecelakaan Rama, semakin derasnya hujan, semakin deras juga air mata Vi keluar.

__ADS_1


" jasad itu bukan kamu kan hubby, hubby ada ditempat lain, itu tidak Mungkin hubby" Gumam Viana sambil memukuli setir mobil nya.


aaarrrrrggggg.... teriak Vi diiringi hujan lebat.


" Mas Bram... kau pasti tau Dimana Rama" ucap Vi.


Viana menghubungi Bram tapi tidak dijawab bahkan dimatikan..


" Brengsek kamu Bram." teriak Vi.


" jika Rama tidak ada padamu, aku akan membunuh adikmu" ucap Vi.


Mobil Viana masuk kedalam kawasan apartemen yang terbilang sederhana..


Viana berjalan dibawah rintikan hujan yang sangat lebat, orang melihatnya dengan tatapan yang sangat aneh, Vi tidak memperdulikan siapapun dia melangkah menaiki tangga perlahan hingga sampai di depan sebuah kamar..


Viana hanya diam menatap pintu tersebut, dia tersenyum menghadap pintu. Seakan dia tahu jika sedang diawasi dari dalam.


Bram melihat Vi tertawa seakan-akan melihat Viana yang dulu, tapi kali ini sangat menakutkan, ada tatapan sedih melihat Vi seperti itu apalagi dengan keadaan baju basah, rambut basah dan senyuman menyeringai.


ceklekk.. pintu terbuka...


Viana langsung masuk kedalam apartemen yang sangat sederhana, Bram mengambil sebuah handuk dan memberikannya pada Viana tapi Vi membuangnya.


" Mana Rama" tanya Vi.


" Aku baru kembali dari rumah sakit Vi, jasad sedang di otopsi." jawab Bram.


" Dimana Rama?" tanya Vi lagi.


" Vi, aku sudah cukup stres, belum lagi perusahaan yang menunggu pimpinan nya kembali, kecelakaan Rama sebentar lagi akan terekspos ke media, bisa dibayangkan keributan para pemegang saham" ucap Bram nada tinggi.


" Hubby ku dimana" ucap Vi pelan.


" Sepertinya kau membutuhkan rumah sakit jiwa Viana, cobalah lebih berpikir dewasa!" ucap Bram mengacak rambutnya.


" Aku akan membunuh Bisma!" ucap Vi santai.


" Sejak kapan kau jadi pembunuh" tanya Bram.


" Sejak semua orang meninggalkan aku," ucap Vi.


" Aku berterimakasih kepada mu karena berhasil menghentikan Bisma, sehingga perusahaan Rama aman, terimakasih juga kau menyelamatkan aku hari itu, tapi kali ini saja Vi, ambil alih perusahaan Rama di rapat pemegang saham" ucap Bram.


" Akan aku lakukan, tapi dimana hubby" tanya Vi.


" astaghfirullah Al azim Viana," ucap Bram geleng-geleng kepala melihat Vi yang kadang tersadar kadang mengulang Kembali ucapannya seperti orang yang sedang mengigau.


....


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA..


JANGAN LUPA LIKE COMENT YYAA..

__ADS_1


KALAU BOLEH MINTA VOTE NYA DONG


__ADS_2