
Suasana pantai sangat menyegarkan, angin yang bertiup pelan. Terlihat Ravi yang berlari bahagia, bermain kejar-kejaran bersama Jum dan Bisma.
Viana melihat pasangan lainnya yang juga terlihat bahagia, Tya yang dulunya membuat Viana dan Rama berpisah juga di berikan kebahagiaan, Ivan bocah ABG yang tengil bisa menjadi pria penuh kasih sayang. Tangan Rama memeluk erat tubuh Vi yang memperhatikan Chintya dan Ivan yang sedang bercanda.
"Vi, melihat mereka semua bahagia menjadi hadiah terindah tahun ini ya sayang." Rama mencium leher Viana yang membuatnya kegelian.
"Hubby lihat Reva," Viana menutup mulutnya menahan tawa melihat gadis ABG yang dulu dia cakar.
"Reva masih sama seperti 5tahun yang lalu Viana, dia mengejar cinta kak Bim, dan juga harus sekolah dan memimpin VCLO. Waktu liburnya dia hanya menjadi buntut kak Bim."
"Mas Bram beruntung memiliki gadis pekerja keras dan tulus seperti Reva hubby, jangan satu kali saja di sakiti. Dia akan pergi tanpa menoleh."
"Kita berdua sangat mengenal kak Bima, dia bukan orang yang punya banyak waktu. Semua waktunya tercurahkan untuk Windy, dan sekarang juga ada Reva."
Viana dan Rama saling pandang dan tersenyum, Rama saksi cinta Reva dan Bima. Pasangan lainnya Jum dan Bisma yang asik bermain air, Rama sangat berhutang ke Bisma akan kesetiaannya ke Viana dan kasih sayangnya ke Ravi.
Dari kejauhan Bisma mengendong Ravi tinggi ke atas yang terus tertawa,Jum melompat ingin menggapai Ravi. Gelak tawa Ravi sangat besar mengalahkan bunyi ombak.
Tidak jauh dari Bisma, Septi sibuk berfoto bersama Ammar yang siap mengikuti tingkat Septi yang super manja.
Pasangan yang baru jatuh cinta, Sisi dan Verrel yang asik bermain gitar dan bernyanyi berdua. Mereka berdua mempunyai hobi yang sama.
Rama mengelus perut Viana yang semakin terlihat, Vi juga menyentuh tangan Rama.
"Mau cewek atau cowok hubby?"
"Cowok atau cewek kita akan menyambut kehadirannya, tapi kalau bisa cewek, Mom."
"Sayang nanti lahirnya mirip mommy ya, lihat kakak kamu tidak meniru mommy sama sekali. Dia jiplakan Daddy kamu."
"Siap mommy!" Viana dan Rama tertawa bersama.
***
Semuanya makan siang bersama setelah menyempatkan sholat, Ravi juga tertidur dalam pelukan Viana.
"Kak Vi, sini Ravi sama Jum."
__ADS_1
"Biarkan saja Jum, dia kangen mommy nya. Ravi sering ngambek bilangnya tidak sayang dia lagi, sayang adek terus."
"Emmhhh, dasar Ravi kamu mutiara yang tidak bisa tergantikan. Bocah lucu!" Jum mencium Ravi yang masih terlelap.
"Bagaimana rencana pernikahan kalian Jum? jika butuh sesuatu jangan sungkan."
"Pernikahan di kampung, dan masih menunggu keputusan Bisma."
"Selamat ya kak Jum, Reva ikut senang!" Reva memeluk Jum erat dan mencium pipinya.
***
Bisma sedang bersantai seorang diri sambil memainkan ponselnya, Bima datang mendekatinya tapi masih Bisma abaikan.
Bisma sengaja selalu membuat Bima menunggu, rasa kesal Bisma yang pernah di tinggalkan Bima demi mendampingi Rama sebagai amanah dari ayah mereka.
Hati Bisma sudah memaafkan kakak nya, dia pernah merasakan yang namanya tanggung jawab saat mendampingi viana. Tapi masih terasa canggung karena mereka berdua kembar identik tapi sifat berbeda jauh.
"Berapa persen persiapan pernikahan?"
"50% acaranya juga tidak bisa besar karena diadakan di desa."
"Repot kak! persiapkan saja pernikahan kalian, jangan terlalu banyak menundanya. Reva banyak penggemarnya, tapi sayang bodohnya mencintai seorang duda."
"Bicara kamu sering benar Bisma, tapi setidaknya aku pernah merasakan menikah."
"Hahahaha..., Lo terlalu polos soal hubungan, nyentuh Reva juga gak berani, paling Reva yang nyosorr duluan. Kemungkinan juga Brit dulu jarang dapat servis." Bisma berlari sambil tertawa meninggalkan Bisma yang wajahnya sudah keras menahan kesal.
Bisma sampai di tempat kumpul, dia duduk sambil menahan tawa. Mengejek kakaknya memang paling menyenangkan.
"Kenapa lari-lari?"
"Calon suami Lo lagi marah Reva, dia membahas pernikahannya dengan Brit, dan masalah ranjang mereka."
"Bohong!" teriak Bima di belakangnya Bisma yang langsung menutup mulutnya.
Tatapan mata Reva sudah tajam siap membunuh Bima, Bisma yang melihatnya menahan tawa yang membuat Jum geleng-geleng.
__ADS_1
***
Liburan selesai, semuanya sibuk aktivitas masing-masing. Terutama Jum dan Bisma yang sedang repot menyiapkan pernikahan mereka.
Jum juga sudah meninggal kediaman Prasetya, meninggalkan tangisan karena akan kembali ke desa.
Viana dengan berat hati melepaskan kepergian Jum untuk memulai kehidupan yang baru, Viana meneteskan air matanya saat mobil Bisma membawa Jum pergi dari rumahnya. Tidak ada lagi teman berantem Vi, teman berdebat, teman berbagi cerita, teman ngibah. Viana melepaskan adik perempuan.
Rama memperhatikan dari dalam rumah bersama Ravi, Viana membalikkan badannya melihat kedua lelakinya yang termenung memandanginya.
Ravi turun dari gendongan dan memeluk Viana, menghapus air mata Vi. Rama juga memeluk Vi dan Ravi bersamaan.
"Viana tidak suka perpisahan! hati Viana sakit." Viana menangis meluapkan kesedihan kehilangan Jum yang tidak akan pernah balik lagi ke kediaman Prasetya."
"Sayang! kita masih bisa bertemu mereka, Jum dan Bisma akan balik ke kota, hanya saja status Jum berubah menjadi seorang istri waktu kalian ngibah juga berkurang. Tapi tidak akan mengurangi kebersamaan kalian." Rama menenangkan Viana yang semakin hari semakin cengeng.
***
Sesekali air mata Jum mengalir, Jum juga sering melihat ke belakang. Bisma menggenggam tangan Jum dan menciumnya.
"Kita menikah dulu ya Jum, nanti kita balik lagi. Walaupun akan berbeda rumah. Kalian akan tetap bertemu tidak perlu bersedih."
Jum mengangguk kepalanya, Jum juga memperhatikan foto kebersamaannya dengan Viana dan Reva, Jum tersenyum mengingat masa di mana pertama kali bertemu Viana saat dia baru menikah dengan Rama.
Jum juga mengigat masa di mana dia harus bekerja sama dengan Reva, menyingkirkan wanita yang ingin mendekati Rama.
"Mas Bisma, Jum menjadi salah satu orang yang beruntung bertemu kak Vi dan mbak Reva."
"Iya sayang, Viana wanita baik, dan Reva juga wanita yang tulus. Rama dan kak Bima beruntung memiliki pendamping seperti mereka. Aku juga beruntung memiliki kamu Jum.".
Sepanjang perjalanan Jum dan Bisma bercerita masa banyak hal, dari banyaknya pacar Bisma yang membuat Jum ngambek. Sampai menceritakan kisah Bisma yang menjadi orang jahat. Bisma menceritakan semuanya tanpa ada yang di tutupi.
Perasaan Jum saat ini sangat bahagia, dia akan segera menikah dengan pemuda tampan pilihannya. Lelaki yang tanpa persetujuannya menemui kedua orangtuanya. Bisma yang mengakui semua keburukannya.
Tidak terasa mereka telah sampai di desa Jum yang menghabiskan waktu 8jam perjalanan. mobil memasuki kawasan perumahan sederhana, banyak anak-anak yang berlarian mendekati mobil.
***
__ADS_1
DUA SAMPAI TIGA EPISODE AKAN AUTHOR BUAT KHUSUS BISMA DAN JUM YA, MENGINTIP SEKILAS PERNIKAHAN BIMA DAN REVA LALU FOKUS LAGI KE VIANA RAMA DAN LANGSUNG TAMAT YA.