
Mobil terparkir di parkiran villa, disana terdapat banyak mobil dan bus mini.
" ramai sekali " ucap Clara
" seperti anak-anak sekolah liburan disini" jawab Sisi.
mereka bertiga keluar mobil berjalan ke arah sebuah villa untuk menyewa kamar, karena malam ini mereka akan tidur di villa, besok sore baru kembali.
Setelah mendapatkan kunci kamar Viana menggunakan kamar sendiri, sedangkan Clara bersama Sisi satu kamar, kamar mereka tidak jauh, hanya bersebelahan saja.
Clara mengetuk kamar Vi...
" Vi, keluar bentar yuk, cari makanan untuk malam, sekalian jalan-jalan sore" ucap Clara.
" malas ahhh.. kalian aja, gue pengen istirahat, capek otak gue" Vi membuka dompetnya memberikan uang seratus ribu 5 lembar.
" Gak usah Vi, uang gue aja," ucap Cla.
" rezeki jangan ditolak, lagian tugas gue sebagai atasan ngeluarin dana" balas Vi memberikan uangnya.
Clara masih diam termenung, kemana pun mereka pergi, Vi yang selalu bayar, ada perasaan tidak enak karena dia tidak menganggap Vi sebagai ATM berjalan, dia tulus Anggap Vi sahabat.
" Cla, mau sampai kapan Lo bengong, tangan gue bentar lagi copot ini karena menyodorkan uang kayak gini." teriak Vi.
" kalau tau tangan Lo mau copot, ya turunin itu tangan, ngapain juga berlama-lama tangan dijulurkan gitu, salahh siapa coba" jawab Cla mengambil uang, menjulurkan lidah kesal dan cepat pergi.
Viana hanya tersenyum melihat tingkah temannya, kalau diluar pekerjaan berani sekali padanya.
itu lah mengapa mereka bisa menjadi sahabat, karena hanya Sisi dan Clara yang berani membantah nya.
....
Clara akhirnya keluar bersama sisi, pergi ke toko yang tidak jauh dari tempat villa, Mereka menikmati udara puncak yang segar tanpa polusi.
Di toko mereka membeli Snack, roti, susu,permen, kacang, sosis, mie instan, dan cemilan lainnya.
" Lo mau nambahin berat bada ya, satu hari libur naik 10kg, " tatap sisi kesel melihat belanjaan Cla.
" haduhhh, selama masih hidup nikmati aja, pusing sama berat badan" jawab Cla santai.
" iissshhh, kalau belum gemuk, ya memang ngomong gitu, nanti Lo setelah gemuk, nyesel idup Lo " balas Sisi.
" berisik Lo, kayak emak-emak rempong, " ucap Clara.
__ADS_1
Dijalan mereka melihat segerombolan anak-anak muda yang sedang kembali menuju villa dari perkebunan teh.
Langkah Sisi dan Clara terhenti karena mata mereka menangkap sosok yang mereka kenal, Sisi memandang Clara begitupun Clara. mereka saling pandang dan melihat ke depannya lagi dan saling pandang lagi.. RRRAAAMAAAA... teriak mereka bersamaan.
" jadi suami Vi, liburan disini" tanya Clara.
" gilaaa ganteng banget si Rama, "' ucap Sisi sambil tersenyum.
" woyy sadar, Lo mau dibuat Vi jadi tempe" ucap Clara.
Sisi langsung tersadar, kalau dia mengagumi suami sahabat nya, Sisi langsung geleng-geleng kepala menepuk-nepuk kedua pipinya agar tersadar.
" kira-kira Vi tau gak ya" tanya Sisi.
" ya udah telpon aja " jawab Clara.
" telpon pakai. kenceng.... handphone Vi sudah jadi butiran debu" balas Sisi nyolot.
" ohhhh iya gue lupa, ya udah cepat balik" ucapan Clara melangkah pergi.
" tapi Cla, wanita disamping Rama, pegang-pegang Rama, jangan-jangan mereka" ucap Sisi yang kini pandangan nya pada wanita di samping Rama, danmata Clara pun ikut terarah ke perempuan di samping Rama.
....
mata Vi fokus ke satu mobil yang sangat iya kenali.
" Rama, itu mobil Rama, jadi Rama ada disini... ya ampun kenapa aku gak tanya dia liburan dipuncak mana" gumam Vi.
Viana yang menyadari Rama ada di puncak yang sama dengannya cepat memoles sedikit wajah cantiknya, mengganti baju santai dan celana kaos panjang dan menggunakan sebuah sepatu lalu memakai sebuah topi.
rambutnya diikat satu dimasukkan kedalam lubang belakang topinya.
penampilan Viana sudah sangat mirip seperti ABG, dia ingin mengejutkan Rama karena kehadiran nya.
....
Rombongan Rama selesai memutari perkebunan teh, matahari pun sudah merah jingga di sebelah barat, mereka memutuskan untuk kembali ke villa, bersih-bersih lalu makan malam dan melakukan kegiatan api unggun.
Mereka berjalan dan hampir keluar dari perkebunan teh, Dijalan yang sedikit terjang dan sedikit licin, Chintya yang ada disamping Rama, kakinya menyentuh sebuah batu dan braaaakk dia tergelincir, Rama yang disampingnya langsung cepat menangkap Chintya dan menariknya yang melihat kejadian itu pun terkejut ada yang teriak, mereka mendekati Rama dan Chintya.
" Lo gpp Tya" tanya Rama.
" emmhhh annuuu Ram, kaki gue sakit banget" Chintya memegang kakinya dengan wajah yang meringis menahan sakit.
__ADS_1
" ya udah Lo tahan, bentar lagi kita sampai villa, gue gendong Lo " jawab Rama.
Chintya yang mendengar langsung tersenyum, dihatinya seperti sedang menari-nari bahagia, kalau tau dengan terluka mendapatkan perhatian Rama, dari tadi saja dia menyakiti dirinya.
Rama mengangkat tubuh Chintya ala bridal style, Tya mengalungkan tangannya di leher Rama, dan kelapa di baringkan di dada Rama.
" Ram, minta bantu aja sama Ivan, badan nya lebih besar dari lo. biar gajah gendong ****" ucap Reva tegas dan sinis, dia tau pikiran busuk Chintya.
Chintya yang mendengar menahan emosi, ingin dirobeknya mulut Reva yang seperti percon.
" ogahh," balas Ivan yang langsung melangkah pergi.
" udah Rev, mendingan minta bantuan orang yang bisa mengurutkan kaki Tya," balas Rama.
Chintya yang mendengar tersenyum penuh kemenangan...
....
Viana yang berkeliling mencari-cari Rama belum juga terlihat, kakinya sudah sangat lelah, akhirnya Viana memutuskan kembali ke villa dengan berjalannya malas karena capek.
Saat mata Vi melihat ke depan, Betapa terkejutnya dia melihat adegan di depannya, Rama mengendong seorang wanita, Rama bahkan tidak menyadari kehadirannya yang sangat dekat dengannya.
Vi langsung memegang dadanya, dan perlahan mundur perlahan...
" kenapa ini, mengapa dadaku, mengapa rasa ini, sakitt ini terulang lagi, Rasa yang sama, sakit yang sama, mengapa hadir lagi, aku membenci rasa ini, terlalu menyakitkan, sesak, perih, sakit tapi tidak berdarah.." batin Vi di hati... ttess tesss mutiara bening keluar dari mata Viana.
Viana Langsung memutar badannya dan berlari kencang, menjauh dari villa, Vi berlari tanpa tau arah, dia tidak merasakan lagi lelah kakinya, sakitnya goresan ilalang dan kayu ditubuhnya.
Langkah Viana terhenti, dan terduduk berlutut , air matanya semakin deras, Vi memukul dadanya.
" kakak... saakkiitt... tolong Vi kak, ini sakit" teriak Viana...
....
Insyaallah lanjut malam ya..
demi permintaan kalian yang minta up
biasanya sehari 1x di usahakan 2x ya..
Terimakasih yang sudah baca yaaa..
Sebagai balasannya boleh dong minta like coment serta VOTE nya...
__ADS_1
biar author lebih semangat lagi.