
Rutinitas kembali seperti semula, Rama dengan aktivitas kuliah dan bekerja di perusahaan. Viana dengan aktivitas nya bekerja dan menjaga ketat suaminya dari para cacing.
"Hubby hati-hati dijalan," ucap Vi sambil mencium tangan Rama dan kedua pipi Rama.
"Kamu juga hati-hati, ingat! pulang kerja tepat waktu, kalau mau keluar kasih kabar ya." Ucap Rama menegaskan ucapannya.
Rama pergi lebih dulu ke kantornya, baru Viana bersiap untuk pergi ke kantornya. Karena kantor VCLO dan LOVER berlawanan arah tidak memungkinkan mereka pergi bersama.
Viana masuk ke kamarnya menyiapkan tasnya dan beberapa berkasnya, Vi melihat sebuah berkas berwarna putih. Dia tidak pernah menggunakan MAP putih, Viana langsung membuka isi di dalam MAP. Viana hanya tersenyum dan melangkah pergi ke luar dan masuk ke mobilnya yang di supir oleh Bisma.
"Bis, coba kamu selidik berkas ini!"
"Kenapa harus aku bos Vi? kau banyak memiliki anak buah, suruh saja Ammar dia hebat dalam menyelidiki."
"Ini masalah kecil, lagian aku tidak bisa keluar sekarang, karena kematian Laura masih menjadi tanda tanya."
"Bisma kamu baru mengenal aku, jadi kamu tidak akan mengerti cara kerja diriku. Hanya Bima yang kemungkinan tahu."
"Mengapa menikahnya dengan Rama bukan Bima saja, kalian saling mencintai."
"Jodohnya aku Hubby, Bima masalalu. Perjuangkan Bima dan kesetiaan ke Rama juga cukup luar biasa."
"Bedanya Rama rasa berondong, sedangkan Bima rasa duda." Jawab Bisma tertawa yang diikuti Viana.
Viana sampai di VCLO diikuti oleh Bisma, semua memberi hormat, gaya Bisma yang cengengesan sok tebar pesona membuat banyak wanita meliriknya tapi tidak berani merespon karena ada Viana.
"Berhentilah tebar pesona, sebelum aku patahkan lehermu." Tatap Vi sinis.
"Kalau sudah masuk kantor, bos Vi mirip Monster, seram!" batin Bisma.
***
"Ayah! hancurkan VCLO, milik Viana."
"Tya, Viana bukan orang sembarangan tidak mudah menghancurkan nya."
"Ayah, Viana merebut kekasih Chintya, Tya cinta Rama, tiap hanya ingin bersama Rama." Tangisan Tya terdengar sendu.
Tidak ada seorang ayah yang tega melihat putri kesayangan nya terluka, kebahagiaan Chintya paling penting bagi ayahnya, mencari kelemahan Viana bukan lah soal sulit, banyak sekali orang yang ingin menjatuhkannya, termasuk perusahaan ayah Chintya. Sifat sombong, angkuh, dan arogannya Viana menjadi Boomerang baginya.
Viana diam memikirkan berkas putih yang dia serahkan ke Bisma.
"Siapa lagi musuhku?!" Batin Viana yang sangat lelah dengan yang namanya masalah.
__ADS_1
Bisma mengetuk pintu dan masuk menghadap Viana menyerang sebuah file, mereka melihat isi file yang di bawa Bisma, Viana menghembuskan nafas kasar melihat bahwa orang yang mengancam nya keluarga Chintya.
"Hancurkan saja mereka bos Vi!"
"Tidak bisa, mereka sengaja memancing aku keluar dari sarang, sekarang aku memiliki Rama ada orang yang aku rindukan, aku tidak akan bergerak sesuka hatiku seperti dulu."
"Baiklah, terserah bos Vi, memangnya usulan saya penting."
"Reva! sudah datang dari kampusnya." Tanya Vi.
"Iya, dia tadi rapat bersama Clara dan Sisi."
"Keluar lah, minta Reva menemui ku."
tokkk! tokkk! ....
Reva masuk menghadap ke Viana, dia memberi hormat seperti karyawan lainnya. Viana melemparkan sebuah berkas kehadapan Reva.
"Baca!" tatapan mata Viana tajam kearah Reva yang sedang fokus membaca beberapa berkas dari Viana, keningnya kadang mengkerut dan langsung menatap Viana.
"Perusahaan keluarga Chintya, bukannya ini ancaman Nona."
"Reva! banyak sekali perusahaan yang ingin menghancurkan diriku, salah satunya mereka."
"Nona meminta aku membaca berkas ini bukan hanya untuk membaca, tapi Nona ingin Reva yang membereskan mereka."
"Baiklah! aku akan menyelesaikan tugas ini, satu pertanyaan saya Nona. Apa VCLO perusahaan ilegal, VCLO bukan pasar gelap kan?"
hahahaha ..., tawa Viana terdengar dia bangkit dari duduknya memutari kursi menuju keluar jendela sambil terus tertawa.
"VCLO perusahaan resmi, dan sangat bersih. Tapi yang bekerja dengan perusahaan ini ada sangkut pautnya dengan pasar gelap, mereka kerja sama dengan pasar gelap untuk menjatuhkan Viana tapi bukan VCLO, Aku akan menghancurkan mereka tanpa bisa menyentuh VCLO." ucap Reva.
Reva langsung pamit undur diri, tanpa mendapatkan penjelasan dari Viana karena tatapan Vi sudah menjadi jawaban.
"Reva! kamu cerdas, tapi jangan menjadi diriku yang serakah, dan akhirnya aku menikmatinya kesalahan ku, sampai aku tidak tahu cara berhenti."
"Hubby! Viana takut jika Hubby tahu perjalanan Vi, apa Hubby akan tetap mencintai Vi." gumam Viana sambil menunduk sedih.
****
Rama dan Viana menyelesaikan makan malam mereka sambil bercerita kegiatan setiap harinya.
"Bahagia banget tuan muda dan Nona Vi." Ucap Jum.
__ADS_1
"Jangan syirik Jum, cepat menikah sana biar tahu rasanya indahnya menikah." Jawab bibik sambil tersenyum.
"Tidak ada yang mau sama Jum."
"Tidak akan ada yang mau, Kalau otak kamu juga macet." Ucap Viana yang baru masuk dapur membawa piring kotor.
"Non, biarkan saja dimeja nanti bibi yang membersihkan meja makan."
"tidak apa bibi."
"Jum, kamu aslinya cantik, tapi sayang kamu tidak punya niat berubah."
"Non, mau berubah jadi seperti apa?"
"Spiderman! ya harus berubah jadi wanita elegan."
"Non, Jum ini orang miskin, gaji Jum juga harus Jum kirim ke kampung untuk sekolah adik Jum, gimana bisa Jum elegan."
"Aku harus meralat ucapan ya Jum, gini aja Jum kita buat kesepakatan, yang saling menguntungkan."
"Bener ya Non, cari tempat duduk Non, Jum tidak mau terlihat bodoh yang selalu diejek oleh Non Vi."
Bibi yang melihat perdebatan Jumi dan Viana hanya tersenyum lucu, ada ya majikan arogan yang setiap hari bertengkar dengan asisten rumah nya. Semua asisten dirumah Vi ikut berkumpul mendengarkan kesepakatan Jum dan Vi. Dua orang yang otaknya Lola bedanya satu kampungan satunya norak.
"Bibi, Diaman Viana? tadi ke dapur kenapa belum kembali juga " tanya Rama..
"Biasalah, perdebatan Nona Vi dengan para asisten seperti kucing dan tikus."
"Viana! Viana" ucap Rama.
"Tuan pasti bahagia, memiliki istri seperti Nona Vi selain dia baik juga sangat perhatian dan pengertian ke kita semua, bahkan tidak pernah membedakan, gaji kita juga selalu di naikkan, katanya uang susu anak, uang jajan, uang makan, dan banyak lagi alasannya."
"Syukurlah, jika semua orang dirumah ini menyukai Vi, mereka juga lebih memilih mencari Viana daripada Rama bi."
"Tuan benar, masalah cinta, pacar, baju, alat kosmetik semuanya mereka lapor ke Nona Vi, walaupun ucapan Nona Vi terkadang pedas tapi niatnya dia baik."
"Saya tahu bibi, Viana pulang kerja bukannya masuk kamar tapi lanjut ngibah dibelakang."
"Iya tuan benar," tawa bibi dan Rama bersamaan, terdengar juga teriakan Viana dari dapur membuat Rama geleng kepala.
****
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE...
"