SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 QUEEN BUTTERFLY


__ADS_3

Sarapan pagi sudah siap, Ravi sengaja menunggu Kasih untuk sarapan bersama. Kasih mendekat sambil tersenyum memainkan ponselnya, duduk berjauhan dari Ravi.


Kasih makan dengan lahap, tidak mengurangi sedikitpun porsi makanannya. Ravi merasa lega melihatnya, walaupun tidak sedikitpun ada pembicaraan Kasih melahap semua makanannya, sesekali tertawa memainkan ponselnya.


Ravi tahu semuanya palsu, tapi tidak ada yang bisa Ravi janjikan. Ravi hanya bisa berharap bisa kembali seperti awal, usia pernikahan masih terlalu muda, lebih banyak masalah daripada kebersamaan.


Bahkan Kasih dan Ravi belum pernah merayakan anniversary mereka, sudah bertahun menikah belum ada hari spesial yang bisa mereka lewati bersama.


Pernikahan tanpa cinta, Kasih di rawat berbulan-bulan, pertengkaran tidak berujung, sekarang Ravi Kasih sedang berada dipuncak akhir hubungan keduanya, tidak ada lagi perdebatan, tidak ada saling ngambek, hanya ada diam, diam seribu bahasa, keduanya ada, tapi seakan tidak saling melihat.


"Tuan, Ibu Tuan sedang marah besar di kediaman bapak, anu tuan Ravi, seorang wanita datang meminta pertanggungjawaban." Satpam rumah Viana datang dengan nafas ngos-ngosan.


Ravi langsung berlari ke luar rumah, Kasih berjalan pelan ingin melihat. Jika yang lain menggunakan motor, Kasih melangkah santai berjalan kaki, melewati setiap rumah sambil tersenyum.


Dari jauh Kasih melihat Mami, Bunda, Uncle sudah lari-larian, teriakan dari dalam rumah sudah terdengar, tangisan juga sudah terdengar kuat.


Bahkan Erik berlari masih menggunakan bokser melihat keributan, Kasih menutup mulutnya menahan tawa. Langkah kaki Kasih mendekat.


"Aku tidak sudi menikahkan kalian, lebih baik aku memutuskan hubungan Ibu dan anak dengan Ravi, daripada aku menerima kalian. Menantu kami hanya Kasih, cucuku hanya anak dari Kasih, aku Viana tidak akan membiarkan kamu masuk dalam keluarga kami." Viana mengamuk, bahkan Rama harus memeluk kuat untuk menahan Viana.


"Siapa dia kak Vi?" Reva menatap tajam, melihat Ravi melindunginya.


"Istri Ravi." Kasih berdiri santai sambil tersenyum.


"Ravi apa-apa ini?"


"Ravi akan menjelaskan Mami ...." Ravi langsung diam.


Reva menampar kuat Ravi, Bima langsung menarik Reva, air mata Reva langsung menetes tidak bisa terima perbuatan Ravi.


"Mami biar Tian yang menjelaskan, ini semuanya tidak sepenuhnya salah Ravi ...." Tian juga terdiam.


Jum menampar kuat, Tian langsung tertunduk, Erik langsung mundur tidak berani bicara lagi, seorang Bunda yang sangat lembut akhirnya main tangan.

__ADS_1


"Jahatnya kalian merusak nama baik keluarga ini, anak siapa yang dia kandung. Anak kamu Ravi? siapa kamu dia Tian? kalian sangat mengecewakan." Jum menangis, Bisma memeluk Jum, menunggu penjelasan Ravi dan Tian.


"Maafkan Tian Bunda, dia mantan pacar Tian sekaligus sekretaris Tian."


Tangan Jum langsung meminta Tian berhenti bicara, melihat wanita yang menangis di belakang Ravi. Melihat wajah Ravi yang mengeluarkan air mata, tapi tangannya melindungi.


"Kamu pilih Kasih atau wanita ini?"


"Kasih, Ravi sangat mencintai Kasih Bunda. Masalahnya bukan soal wanita ..."


"Masalahnya anak yang sedang dia kandung anak Ravi, seharusnya Bunda pertanyakan pilih anak dia atau anak Kasih. Biarkan Kasih yang menjawab, Ravi memilih anaknya, Ravi akan meninggalkan Kasih dan twins." Kasih mengelus perutnya, memeluknya erat.


Hati Rama rasanya teriris, jika Ravi diberikan pilihan, dia juga tidak ingin, walaupun dia dijebak meminum obat, dengan terpaksa, Ravi tidak ingin bayi yang tidak berdosa menjadi korbannya. Rama juga tidak tega melihat posisi Kasih yang sudah dikhianati, dia pasti sangat hancur, sakit, marah dan terluka.


"Jangan sedih sayang, kalian punya Mommy. Nanti Mommy carikan Daddy baru untuk kita, Daddy yang menyayangi kalian, mencintai kalian, Mommy akan melindungi kalian. Sebaiknya kita pulang." Kasih langsung melangkah pergi, tapi suara Viana menghentikannya.


"Kasih kamu masuk ke dalam, mulai saat ini kamu tinggal bersama Mommy sampai lahiran. Sedangkan kamu silahkan pergi bawa wanita kotor juga anak kamu, jangan pernah kamu tunjukkan lagi wajah kamu di rumah ini, jika perlu jangan pernah kamu menginjakkan kaki di perumahan ini lagi." Viana menatap Ravi tajam, meminta Satpam mengusir Ravi.


"Tidak bisa Viana, aku kepala rumah tangga, aku tidak memberikan izin kamu mengusir Ravi, apalagi memutuskan hubungan." Rama menatap tajam.


Viana mengambil barang penting, indentitasnya juga paspor untuk meninggalkan Rama yang menolak keinginannya. Viana keluar hanya membawa tas, menggunakan baju di badan.


"Ayo Kasih kita pergi dari sini."


Rama langsung menahan tangan Viana, memegang kedua lengan Vi, memintanya untuk tidak egois.


"Vi, kita sudah tidak muda lagi, hubby akui Ravi salah sayang, tapi sebagai orangtua kita berusaha menyatukan mereka, bukan melepaskan mereka, setiap masalah ada jalan keluarnya sayang." Rama meneteskan air matanya, bicara sangat lembut.


"Viana tahu Rama, tapi aku bukan kamu, terlalu menyakitkan. Anak yang aku kandung, aku pertahankan tanpa seorang suami, harapan terakhir aku, tapi lihatlah dia menyakiti hati istrinya yang sedang hamil. Jika kamu merasa jalan terbaik membiarkan dia bersama istri barunya, maaf aku tidak bisa, aku jijik melihat mereka."


"Mommy jangan pergi, Ravi mohon Mom. Ravi janji akan menyelesaikannya." Ravi memeluk kaki Viana.


"Lepaskan, aku tidak ingin melihat kamu di sini, jika kami tidak membawa wanita sialan, sampah pergi dari sini, sebaiknya aku yang pergi."

__ADS_1


"Iya Mommy Ravi yang pergi, Ravi tidak akan kembali sampai Mommy memberikan izin." Ravi melepaskan Viana.


Tian baru saja ingin meminta maaf, Jum langsung mundur, Viana juga membuang pandangannya, Reva juga tidak ingin menatap Tian.


"Maafkan Tian Bunda."


"Pergilah, kamu juga jangan pernah kembali. Aku tidak memiliki anak laki-laki." Jum langsung melangkah pergi kembali ke rumahnya.


Tangisan Tian langsung pecah, tangannya gemetaran mendengar ucapan Jum. Reva juga melangkah pergi, kembali ke rumahnya.


Erik hanya bisa menundukkan kepalanya, tidak bisa menolong Ravi dan Tian yang harus angkat kaki, karena kecerobohan keduanya masalah sebesar ini terjadi. Erik menatap jijik dengan wanita tidak tahu malu yang menghancurkan hubungan keluarga.


Ravi langsung melangkah pergi, Tian juga pergi bersama dengan wanita yang mengandung anak Ravi. Sedangkan Kasih sudah menghilang, tidak tahu arah perginya.


Viana kembali ke dalam, Rama langsung mengejarnya, Bima dan Bisma juga pulang, hanya tersisa Erik yang langsung terduduk.


Senyum licik Kasih terlihat, seorang wanita berdiri dihadapannya sambil menundukkan kepalanya memberikan hormat.


"Lama tidak bertemu Butterfly, bukannya tugas yang aku berikan terlalu mudah." Kasih tersenyum mengelus perutnya.


"Kamu wanita brengsek Queen, tidak bisa kamu membiarkan aku hidup tenang."


***


Butterfly akan muncul bersama dengan Vira, jangan tanya siapa Butterfly. Tunggu episode Vira Wildan.


KONFLIK TERAKHIR YA


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP

__ADS_1


***


__ADS_2