SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 GALANG


__ADS_3

Wildan yang tiba di tempat persembunyian Ayah Cinta cukup kaget, seluruh bawahan mereka sudah menghilang, Wildan tidak menemukan siapapun langsung cepat mengambil tabletnya. Memasukan gambar untuk di sambungkan kepada Karan, sebuah pintu terbuka, pengawal langsung masuk, Wildan masih memperhatikan keadaan, pengawal membawa Tama yang terluka.


"Kak Tama." Wildan menyentuh nadi Tama yang ternyata hanya pingsan.


"Wil, kediaman kita dalam bahaya." Tama bersuara pelan, dia hampir kehabisan nafas karena di kurung dalam peti.


"Karan kamu keluar dan bantu Ravi, Erik juga kembali bantu Ravi."


"Kak Tian, kirimkan seluruh bukti kita kepada kepolisian baik dalam dan luar Negeri untuk menghancurkan semua orang yang terlibat, setelahnya langsung kembali, masalah sedang terjadi di kediaman keluarga."


Semuanya langsung bergerak, Ravi yang mendapatkan kabar kediaman keluarga di serang, pikirkan Ravi langsung kepada Kasih.


"Kasih aku mohon tunggu aku pulang, jangan melakukan apapun."


Tama yang belum pulih tetap menolak ke rumah sakit, dia memilih menemui adik-adiknya yang mungkin dalam bahaya.


Wildan menghubungi Bella melalui server rahasia, Bella menunjukkan kedatangan Cinta, tapi Winda dan Vira tidak bisa melakukan apapun karena Cinta datang untuk ibunya.


Wildan juga menerima laporan soal Ayah Cinta yang membunuh Angga, dia melakukan operasi dan merubah wajahnya mirip Angga sehingga seluruh kekayaan Angga dan Angel jatuh kepadanya. Bella juga menemukan sesuatu yang membuat Wildan menghela nafas, putra Angel yang mengerakan Angga sehingga bisa berbuat sejauh ini.


Wildan melarang Vira geng ikut campur, bahkan meminta Vira untuk mengawasi Mommy dan yang lainnya.


"Aku harap tidak ada korban jiwa dari pihak kita, karena akan ada pertunjukan antara Angga Ayahnya Cinta dan Galang putranya Angel."


Ravi juga sudah mengetahui jika Galang ikut hadir, dia menginginkan nyawa Angga karena menghancurkan bisnis keluarganya, membuatnya kehilangan banyak saham, membuat kepolisian merebut bisnis yang membuatnya menjadi Milioner muda.


***


Kasih berjalan menuruni tangga, menatap Cinta yang sudah tersenyum licik. Kasih masih tersenyum karena melihat ibunya juga Karin.


"Cinta kenapa kamu bisa ada di sini? ingin meminta maaf jangan harap, aku tidak sudi memaafkan kamu." Kasih langsung duduk, Karin memeluk ibu melihat dua putrinya tidak sejalan.


"Seharusnya kamu tidak kembali Kasih, tapi ya sudahlah semuanya sudah terjadi. Ravi sudah menghancurkan seluruh bisnis Ayah, seluruh kejahatan Ayah sudah terbongkar, sekarang juga Ayah menjadi buronan."


"Lalu, kamu juga mengalami kesulitan untuk melarikan diri, tempat teraman kamu bersembunyi hanyalah di tempat ini."

__ADS_1


"Mereka ingin membunuh aku dan Ayah Kasih."


"Siapa?"


"Galang."


Kasih mengetahui sedikit soal Galang, dia putra semata wayang Angga dan Angel. Kasih juga cukup kaget mendapatkan kabar jika Angga sudah meninggal, Ayah Cinta masih hidup dan menggantin posisi Angga.


"Kapan Angga terbunuh?" Kasih mengigat kembali kejadian lima tahun yang lalu, saat dirinya di angkat menjadi punya hak untuk melawan putra dan istri Angga.


"Aku juga baru mengetahuinya makanya aku kembali, aku membenci kamu karena membunuh Ayah tapi ternyata Ayah masih hidup, tapi dia menyayangi kamu, memberikan kamu hak untuk berkuasa. Aku membenci kamu Kasih."


"Ohhh, jadi alasannya dulu aku selalu disiksa dan sekarang aku bisa mendapatkan kebebasan karena Angga yang asli sudah tidak ada." Kasih menggagukan kepalanya sambil tersenyum.


Suara keributan terdengar, banyak orang kompleks keluar karena teriakan seseorang. Karin langsung melangkah keluar melihat Angga yang marah, melihat Raya keluar langsung Angga memeluk Karin, Kasih hanya melihat melalui jendela, Cinta juga keluar melihat Ayahnya yang marah.


Angga langsung menarik tangan Cinta, ibu langsung berlari menahannya.


"Jangan sentuh putriku."


Keluarga besar Viana juga keluar melihat keributan, Vi cukup kaget melihat Cinta berada di rumah Kasih. Rama coba menghentikan tapi Bisma menahannya.


"Jangan ikut campur Rama, sebaiknya kita masuk ke dalam."


Viana masuk, diikuti oleh Reva Jum, Vira geng juga ikut masuk melihat Kasih yang menagis melihat ibunya membela Cinta.


"Kasih, Ibu kamu mencintai Cinta karena dia yang membesarkannya. Setiap ibu di dunia ini ingin melindungi anaknya, sekalipun anaknya orang jahat." Viana memeluk Kasih.


"Kasih mengerti Mommy, hanya saja masalah ini terlalu bertubi-tubi menimpa Kasih."


"Sabar kak, pasti akan datang bahagianya." Vira mengelus punggung Kasih.


"Pernikahan tanpa Cinta, kematian Angga di gantikan oleh Ayahnya Cinta, penyekapan Karin, kasus hilangnya kak Tama, meninggalnya bapak semuanya berputar-putar dalam keluarga ini. Kasih binggung Mommy, siapa lagi? apa lagi setelahnya, kami orang susah hanya ingin hidup tenang, tapi lihatlah keluarga Kasih yang penuh kebohongan." Kasih menangis sesenggukan.


"Jangan marah dengan takdir Kasih, kalian orang kuat sehingga diuji terus dan terus sampai kalian mengangkat tangan untuk menyerah."

__ADS_1


"Apa yang harus Kasih lakukan Daddy?"


Teriakan di luar rumah terdengar, hanya ada Karin ibu Cinta dan Angga yang terus berdebat. Angga mencekik Cinta karena kebodohannya, dia jatuh cinta kepada Galang orang yang mengendalikan Angga, membuat Angga menjadi boneka.


"Cinta sudah menuruti semua perintah Ayah, bahkan Cinta membunuh bapak demi hormat kepada Ayah. Ayah lebih menyayangi Raya, dia berkuasa dalam banyak bisnis, bahkan Ayah tidak percaya kepada Cinta jika Raya banyak memberikan kebebasan kepada orang."


"Raya bisa diandalkan, dia bisa mengendalikan Galang tapi kamu bahkan tidak bisa membuat Galang mencintai kamu, tapi kamu yang jatuh cinta kepadanya."


"Ayah sebaiknya melarikan diri, karena Galang akan membunuh Ayah."


"Sebelum aku mati lebih baik kamu saja yang mati Cinta."


"Jangan sentuh Cinta, sebaiknya kamu pergi dari sini."


"Kasihan sekali kamu Lara, menyayangi wanita ular seperti Cinta."


Kasih memijit pelipisnya coba mengigat sosok Galang, kenapa Ayahnya mengatakan kalau Kasih mengendalikan Galang.


"Di mana aku bertemu Galang?" Kasih terus mengingatnya.


"Dia Galang kak, putra Angel dan Angga." Bella menyerahkan ponselnya.


Kasih langsung menatapnya, melihat dengan seksama. Ponsel Bella langsung jatuh, Kasih menutup mulutnya.


"Dia Galang, pria cupu yang pernah aku tolong saat ingin di ambil ginjalnya untuk di jual."


Viana langsung memeluk Kasih, Vi menjelaskan beginilah kehidupan yang penuh dengan rahasia. Orang jahat bukan karena mereka ingin menjadi jahat tetapi keadaan memaksa untuk berbuat jahat, tapi bukan tidak mungkin orang baiklah penjahat sesungguhnya.


"Kamu tidak sendiri, ada kami semua yang akan mendukung kamu, juga ada Ravi yang selalu memeluk kamu agar tidak terluka. Kamu bagian keluarga ini." Viana menenangkan Kasih yang gelisah.


"Kak Ravi sudah menuju rumah untuk pulang, katanya jangan ada yang keluar rumah." Bella meminta semuanya masuk ke dalam, pengawal yang akan menjaga Karin dan ibunya.


Kasih hanya diam melihat dari jendela, Winda juga menatap keributan. Cinta juga mendapatkan tamparan.


***

__ADS_1


__ADS_2