
Tiba dirumah Rama meletakkan belanjaan Viana di meja makan, dia meminta para maid memakan nya dan jika tidak habis membagikannya.
Sedangkan Viana sudah naik keatas masuk ke dalam kamar, Rama juga melangkah masuk ke kamar, dilihatnya Viana keluar dari kamar mandi mencari sesuatu, semuanya dia buka laci-laci dibuka semua.
" cari apa Vi, pakai mulut jangan pakai mata kalau sudah tau tidak ada" ucap Rama yang bergegas masuk kamar mandi.
" hubby" teriak Viana yang membuat Rama keluar lagi dari kamar mandi.
" ada apa" tanya Rama.
" beliin pembalut, aku udah bocor ini" ucap Vi.
" suruh mbak aja, aku mana gerti" balas Rama.
" ya ampun hubby susah banget ya beliin buat istri, sudahlah biar aku pergi sendiri" ucap Vi yang memegang perutnya langsung berdirinya ingin keluar.
" ya sudah biar aku yang beli" ucap Rama membuat Viana tersenyum.
" terimakasih kasih hubby, aku mandi dulu, jangan lama ya hubby." teriak Vi.
Rama melangkah turun tangga keluar rumah dia menuju supermarket yang tidak jauh dari rumahnya.
Sebelum pergi Rama mengeluarkan sepeda nya yang sudah lama tidak dia gunakan, dan melaju pergi di gerbang satpam menyapanya.
" mau kemana tuan muda" tanya nya.
" supermarket depan paman" jawab Rama sambil tersenyum.
" hati-hati tuan" ucapnya sambil tersenyum.
Rama hanya mengangkat jempolnya keatas dan dengan cepat mengincang sepeda nya.
Sampai di supermarket Rama masuk, dilihatnya sekeliling supermarket yang mana pikir nya.
" cari apa dek" sapa seorang pria paru baya.
" itu pak, saya cari milik perempuan, saya lupa namanya" ucap Rama.
" milik perempuan, apa ya" tanya penjaga tersebut.
" dia biasanya memakainya setiap bulan pak" ucap Rama sambil garuk-garuk kepala.
" ngapain dia memakai itu setiap bulan dek" tanya bapak itu lagi.
" mana saya tau pak, saya kan tidak memakainya" jawab Rama yang mulai kesal.
Rama mencari handphone nya tapi dia lupa membawa nya.
__ADS_1
Rama bergerak masuk ke dalam mencari-cari berkeliling, sungguh dia tidak mengerti apa yang sedang dia cari.
Rama kembali lagi ke tempat kasir.
" gimana ketemu" tanya Pria tersebut.
Rama hanya menggelengkan kepalanya..
" coba tanya istri bapak" ucap Tama.
" haduyy, saya belum beristri Lo dik" ucap bapak tersebut.
" ohhh pantaslah tidak tahu" ucap Rama.
" kita sama dik belum menikah, hanya bedanya kamu masih muda saya sudah tua" balas bapak tersebut sambil tertawa.
" saya sudah menikah pak" jawab Rama.
" lalu kenapa kamu tidak tahu" tanya bapak tersebut.
Datanglah seorang ibu-ibu yang membawa beberapa Pampers untuk anaknya, Rama memandang ibu tersebut.
" maaf Bu, boleh saya bertanya" tanya Rama.
" iya boleh" ucap ibu tersebut.
" apa wanita menggunakan ini setiap bulan" tanya Rama sambil menunjuk Pampers.
" memangnya kenapa kamu bertanya seperti itu" jawab ibu tersebut.
" istri saya meminta di belikan sesuatu karena dia lagi bocor tapi saya lupa namanya, " jelas Rama.
"hahahaha, istrimu itu meminta pembalut bukan Pampers" ucap ibu tersebut sambil tertawa.
" PEMBALUT" ucap Rama dan bapak tersebut bersamaan..
" ya benar pembalut, dimana letaknya" tanya Rama.
itu tersebut menunjukkan arah tempat pembalut yang tidak jauh dari bagian Pampers.
Sampai disana Rama berdiri mematung, karena banyak sekali jenis pembalut, dia tidak tau Vi memakai yang mana. Rama mengacak-acak rambutnya memandang satu persatu, ada beberapa wanita seumuran nya melihatnya memandang pembalut menyadari kalau dia di lihatin dengan cepat Rama mengambil sembarangan dan langsung cepat pergi meninggalkan supermarket.
" tampan sekali pria tadi" ucap salah satu gadis.
" tapi mengapa dia melihati pembalut, apa dia tidak normal" ucap temannya sambil tertawa.
Sampai dirumah Rama langsung memberikan nya ke Vi yang dari tadi menunggu dan langsung masuk kamar mandi.
__ADS_1
" lama banget, di ujung dunia kali belinya" gumam Vi.
Vi membuka pembalut yang dibeli Rama dan betapa terkejutnya dia..
" hubby... kenapa beli yang ini, aku hanya haid bukannya baru sudah melahirkan" teriak Viana kesal.
....
Tiga bulan sudah pernikahan Rama dan Viana berlalu..
Walaupun Rama sibuk kuliah dan bekerja dia masih punya waktu keluar bersama Viana, kadang ke restoran, mall hanya untuk berkeliling, atau mengelilingi kompleks bermain sepeda. saat di kantor Viana sosok wanita arogan dan keras tapi kalau sudah bertemu Rama dia menjadi wanita yang sangat manja.
Vi juga tidak seperti dulu lagi yang pulang kerja langsung ke bar untuk mabuk, atau di ke Discotik hanya untuk menyegarkan pikiran. Dia lebih suka bermanja-manja kepada suaminya.
Viana keluar kantor menuju mobilnya, hari ini rencananya dia akan ke kantor Rama tanpa memberi tahu Rama.
mobil Vi melaju dengan kecepatan sedang, sampai di gedung LOVER banyak karyawan yang menundukkan kepalanya karena mereka mengetahui jika Vi istri dari bos mereka, Vi masuk mengunakan lift khusus CEO. saat mendekati ruangan Rama dia melihat sekertaris Rama dari arah belakang, wanita itu sedang menerima telpon.
" iya bos gue memang tampan banget, mana masih muda lagi, tapi sayangnya dia sudah menikah dengan tante-tante peot" ucapnya membuat Viana dibelakang nya melipat tangan di dadanya.
" apa cantik udah gila yang bilang dia cantik, jauh lah cantikan gue, dia hanya menang kaya doang, mungkin hasil Memoroti Sugar Daddy." ucapnya. Viana yang mendengar nya langsung naik darah dengan cepat bergerak ditariknya rambut Andin dan brakk Vi mendorong kepala Andin menghantam Meja dan mengalir darah.
Andin langsung terkejut melihat Viana yang datang tiba-tiba, badan nya langsung gemetaran melihat mata dan wajah Vi yang penuh amarah.
" kenapa mau teriak, silahkan, Teriak lah, akan aku pastikan kamu membusuk di penjara karena mencemarkan nama baik ku" ucap Vi yang masih menjambak rambut Andin dan mendekatkan wajah mereka.
Andin langsung menangis melihat darah di wajahnya, dan dia tidak berani berteriak karena Viana merekam ucapannya.
Vi melepaskan rambut Andin dan membersihkan tangan dengan tisu basah.
Dan tanpa merasa bersalah Viana melangkah kearah ruangan Rama, dia mengatur nafasnya dan segera mengubah ekspresi nya.
" hubby... " teriak Vi dengan mendorong pintu melangkah masuk mendekati Rama tapi tiba-tiba dia terdiam mematung.
Rama yang sedang berdiskusi dengan asistennya Bima langsung kaget mendengarkan suara Teriakan Vi.
" Mas Bram " ucap Vi yang masih berdiri mematung.
melihat Viana datang, Bima langsung undur diri kepada Rama. dan melangkah keluar.
Melihat Bima keluar Vi langsung membalik badan mengejar Bima.
" mas Bram tunggu" teriak Vi.
Rama memandang dengan binggung, kenapa Vi memanggil Bima Bram, apa mereka saling kenal.
....
__ADS_1
terimakasih yang sudah baca yaaa...
jangan lupa like coment dan vote..tq