
Langkah kaki Viana mendekati seorang wanita tua yang matanya sudah sembab. Viana berlutut dan meletakan kepalanya di pangkuan Oma Flo, Oma mengelus kepala Viana. Cucu kesayangannya yang keras kepala, egois tapi sangat baik.
"Maafkan Viana Oma, Vi sayang Oma, Vi hanya takut kalian tersakiti karena Vi."
"Vi tidak pernah menyakiti siapapun, Oma yang salah tidak bisa menemani Vi, kamu harus bertahan sendiri bangkit sendiri. maafkan kami Viana. Oma sayang sekali dengan Vi."
"Vi tidak akan pergi lagi, bolehkah Oma Viana dan Ravi merepotkan kalian."
"Tidak ada yang direpotkan, Oma bahagia dengan Ravi disini kalian mengembalikan kebahagiaan keluarga ini."
Oma mencium wajah Viana, ayah Vi juga kembali meneteskan air matanya, Vi mendekati daddy nya.
"Boleh Vi minta peluk dad, Viana kangen Daddy."
Daddy langsung memeluk putrinya sambil menagis, begitu juga dengan mommy yang langsung memeluk Viana dan daddy.
"Putriku sangat menderita, dari kecil kamu sudah terabaikan, sekarang kamu harus lari demi kami yang tidak pernah bisa melindungi kamu bahkan kamu harus membesarkan anakmu sendiri, kami orang tua yang jahat Viana."
"Tidak daddy, dari dulu Vi tidak membenci mommy dan daddy, Viana sayang kalian. Viana sadar sangat sulit bagi mommy menerima Vi yang hanya putri seorang pembantu."
"Mommy! maafkan Viana juga maafkan ibu Vi, sebenarnya Viana bukan anak daddy. Vi hanya putri ibu yang meninggalkan Vi demi lari dengan laki-laki lain sampai kecelakaan, daddy hanya kasihan dengan Vi."
"Apa yang kamu bicarakan Vi, mommy sebenarnya menyayangi kamu tapi mommy takut rasa kecewa mommy akan lebih menyakiti kamu, kita lupakan semuanya kita mulai lagi dari awal. Vi selalu bangga menggunakan nama Arsen dan terus lah seperti itu, kamu putri semata wayang keluarga Arsen."
"Tapi apa yang dikatakan Viana benar ya daddy, mengapa Daddy menyembunyikannya."
"Karena permintaan Andri, dia ingin kamu menjadi adiknya, Daddy menutup rapat sekali pun mommy meminta berpisah daddy akan melindungi kamu, tapi daddy tidak menyangka kamu sudah tahu."
"Ya Vi sudah lama tahu dad, walaupun mommy sibuk setiap pulang mommy pasti mengecek Vi begitu juga daddy. Viana tahu kalian menyayangi Viana dalam diam."
Viana memeluk kedua orang tuanya, syukurnya sekarang si kecil sudah tertidur jika tidak drama air mata akan berubah lagi menjadi heboh.
Semua keluarga makan siang bersama, disana ada canda dan tawa yang Viana rindukan. Rama juga sama bahagianya akhirnya kembali ada tawa dirumah ini, selesai makan Viana ke dapur menyapa para Maid. Mereka langsung berpelukan meluapkan rasa rindu.
"Mengapa Viana lama sekali di dapur," tanya mommy.
__ADS_1
"Biasalah Mom, kebiasaan Viana langsung ghibab." Jawab Rama yang sangat hapal kebiasaan Vi.
Semuanya tertawa mendengar ucapan Rama yang membuat semua maid tidak terlihat karena mendengarkan buk boss yang bicaranya hobi ngelantur yang langsung turun ke putranya.
Viana yang dirumah sangat dingin, dikantor apalagi, tapi di rumah Rama dia sangat heboh.
"Hai Jum, kamu sekarang cantik sekali. Otak kamu sudah tidak macet lagi kan."
Jum menangis dan memeluk Viana, Vi mengelus punggung Jum, dia paham Jum yang paling dekat dengannya.
"kak Vi lama sekali, hampir karatan Jum nungguin, seharusnya Jum sudah menikah dikampung tapi saat tahu tuan muda didekati seorang wanita Jum batalin nikah."
"Alasan Lo Jum, gue tahu Lo sengaja kabur dari kampung karena tidak mau dijodohkan, Lo masih setia menunggu Bisma."
"Ishhhh siapa Bisma? maaf ya kak Vi, Jum gak kenal."
"Yakin Lo, Bisma juga sukses diluar negeri bisnisnya oke, kantongnya oke, wajahnya oke. Ubah keturunan Jum."
"Kenapa keturunan Jum, lihat Jum sekarang cantikan, di komplek ini banyak pengemar Jum."
"Kak Viiiii...." teriakan Jum membuat semua orang tertawa, apalagi Viana Jum yang dulu lemot, polos sekarang sudah berani meneriakinya.
Suara teriak Jum yang diiringi tawa terdengar sampai ke meja makan membuat Rama geleng-geleng, Rumah akan hidup kembali bukan hanya Viana tapi ditambah lagi oleh si bocil yang lebih heboh dari emaknya.
***
Viana melihat Reva di taman belakang seperti nya sedang marah-marah ini pasti soal pekerjaan.
"Reva! jangan marah-marah nanti cepat tua,"
"Lo yang udah tua," Reva membuang pandangannya menahan tangisnya karena sangat merindukan sosok Viana.
"Maafkan kak Vi Rev, memberikan kamu beban yang sangat berat, juga terimakasih karena menjaga VCLO dan kamu membuktikan kamu hebat Reva bisa berdiri sebagai desainer termuda."
"Kak Viana jahat, sekali saja tidak mengabari Reva. Reva belajar mati-matian biar bisa menjadi desainer biar bisa menemukan kak Vi, tapi 5 tahun kak, Reva berkeliling negara mencari kakak tapi hasilnya nihil. Kakak melihat Reva tapi tidak menyapa Reva."
__ADS_1
"Kamu marah sebenarnya karena tidak punya banyak waktu untuk menggoda Bima kan."
"Itu kak Vi tahu, Reva sudah jadi jomblo akut kak, cinta Reva ditolak. karena status dia duda, padahal biarpun kau duda tapi aku tetap cinta."
"Cihhh jijik Rev, kamu jadi perempuan malu-maluin."
***
Ditengah kerumunan para lelaki Rama datang bergabung mengatakan niat hatinya, semuanya menyambut keputusan Rama kecuali Bisma.
Rama duduk disamping Bisma yang hanya diam memainkan game.
"Kak Bisma, Rama minta izin menikahi Viana lagi, mohon dukungannya. Rama berhutang banyak ke Kakak, dengan apapun Rama tidak bisa membayar kebaikan kak Bisma, Rama hanya bisa mengatakan terimakasih."
"Rama! hidup kami keluar dari Indonesia sangat menyedihkan, kami berdua tidak punya uang Viana yang biasanya menggunakan skincare mahal tidak sanggup membeli membuat wajah nya kusam. Vi meninggalkan kemewahannya pergi tanpa tujuan, dia meminta aku pergi tapi aku tidak tega dengan uang yang aku kumpulkan seadanya kami menyewa rumah gubuk, Vi tidur di dalam aku di tenda. keadaan kami terjadi selama berbulan-bulan. Apalagi setelah Viana tahu dia hamil, Vi dipecat dari pekerjaannya aku harus berjuang mencari makan dan membayar tempat tinggal. Sedikit demi sedikit kami bangkit, Viana yang memang cerdas sangat pintar menggunakan peluang, dia menjahit dari rumah dan menjualnya sampai Ravi lahir, kebahagiaan Viana terpenuhi Ravi menjadi prioritas utamanya." Bisma menghentikan ceritanya mematikan handphone nya mengusap matanya.
"Ravi menjadi kebahagiaan kami, juga menjadi bayangan kamu membuat Viana tidak pernah bisa melupakan kamu, saat Ravi pertama bicara bukan mommy yang dia panggil tapi daddy."
"Berjanjilah Rama kalian akan bahagian, jangan sampai terpisah lagi, bersyukurlah atas kehadiran Ravi yang membuat kalian bersatu kembali,"
"Iya kak, Rama tidak akan membiarkan ada perpisahan lagi."
"Kamu tidak niat membayar pengeluaran Viana yang menghabiskan uang hasil kerja kerasku, setidaknya apartemen mewah, mobil mewah dan uang berapa milyar, biar aku istirahat dari bekerja."
Rama tertawa mendengar ucapan terakhir Bisma yang kembali memainkan hpnya.
"Kak Bisma tidak ingin tahu berapa banyak kekayaan kak Bima, bisnisnya juga banyak dan dia juga hampir sesukses Rama."
"Benarkah! dasar kakak pelit ke adik sendiri, setidaknya kasih gue satu mobil mewah." tatap kesal Bisma ke Bima.
***
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA READER..
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE...
__ADS_1