
Di ruangan kerjanya, Rama masih sibuk mengurus beberapa berkas yang harus dia tandatangani. Ketukan suara pintu membuat Rama berhenti dan melihat kearah pintu sambil tersenyum. Masuklah seorang anak kecil yang sangat tampan tertawa dan berlari ke perlukan Rama.
"Anak daddy!" Rama menciumi Ravi yang terus tertawa.
Viana datang membawakan susu Ravi, jus Rama, susu ibu hamil dan cemilan. Vi meletakan di meja dan duduk sambil tersenyum melihat dua prianya tertawa bahagia.
Rama menggendong Ravi tinggi yang masih tertawa, dia berjalan mendekati Viana. Duduk di samping Vi dan mencium pipi Viana.
"Hubby!" Viana memeluk lengan Rama manja.
"Iya sayang." Rama mengelus kepala Viana yang kepalanya diletakan di bajunya.
"Kado buat Bima dan Reva, bagusnya apa?" Viana berhari-hari berpikir kado yang cocok untuk dua pasangan yang 3hari lagi menikah.
"Emhhh, apa yang belum mereka miliki?" Rama juga ikutan binggung.
"Anak!" Viana tertawa yang membuat Rama ikut tersenyum.
Rama sangat mengenal Reva sejak mereka masih muda, dia wanita pintar mencari uang, pintar membaca peluang usaha tidak heran VCLO di tangannya berkembang.
Viana juga sangat mengenal Bima dari masa muda tapi tidak ada hal yang istimewa.
"Apa ya Hubby? Vi binggung! kasih perhiasan." Viana memberikan usulan.
"Kamu pernah lihat Reva menggunakan perhiasan dengan harga fantastis, padahal dia seorang desainer."
Viana hanya menggeleng kepalanya, dia juga binggung Reva yang sombong, banyak bicara tapi tidak pernah menggunakan barang berlebihan atau hura-hura.
"Kasih rumah, tapi rumah mas Bram juga besar, kasih mobil, tapi mobil mereka ada nanti pemborosan ya hubby." Tawa Viana dan Rama terdengar bersamaan.
"Bilang saja mommy tidak mau beli yang mahal." Ravi menyindir Viana membuatnya melotot, Rama hanya tertawa melihat orang tercintanya.
"Kamu kasih usulan Ravi!"
"Gampang mom, aunty Reva sangat menyukai foto, sedangkan uncle Bima sangat menyukai aunty Reva. Buat saja bingka foto besar menggabungkan foto mereka dari masa muda sampai mereka bertemu dan menikah. Selesai!"
"Dapat foto menikahnya dari mana?"
"Mommy kampungan, tidak harus foto menikahnya. Cukup gambar love love atau tulisan marrit atau apalah yang romantis."
"Siapa yang mengajari kamu romantis Ravi, daddy kamu tidak romantis, mommy apalagi." Viana menatap Rabu penasaran.
__ADS_1
Ravi keluar dari ruang kerja Rama, masuk ke kamarnya dan kembali lagi. Memberikan segudang surat cinta yang membuat Rama dan Viana menganga.
"Apa ini?" Viana kaget.
"Para pengemar Ravi, setiap hari kasih surat dan banyak coklat tapi Ravi kasih ke orang lain. Demi menghargai mereka Ravi ambil suratnya.
"Kamu masih kecil Ravi."
"Ravi tahu daddy."
Viana dan Rama hanya terdiam sambil memikirkan kado yang di jelaskan Ravi, Viana dan Rama sepakat memberikan kenangan foto mereka.
Vi mencari foto masa muda Bima dan Rama bertugas mencari foto Reva, mereka menggabungkan keduanya sejak awal pertemuan mereka. Rama yang lebih tahu karena bersama mereka selama Viana pergi.
***
Viana pergi ke apartemennya yang pernah dia berikan ke Reva, Vi masuk ke sana dan melihat ke ruangan khusus yang tidak ada yang mengetahuinya.
Vi tersenyum melihat sesuatu yang membuatnya tersenyum mengingat Bima masa muda.
"Mas Bram, Viana sudah bahagia. Sekarang giliran mas yang bahagia, Reva wanita yang tepat." Vi menutup kembali pintu rahasia.
Mata Viana terpesona dengan beberapa perjalanan Reva berkeliling dunia dengan prestasinya, beberapa tempat dia tandai dengan tulisan mencari kak Vi.
"Vira, lihatlah mommy di kelilingi orang baik. Vira jangan pernah menjadi seperti mommy, agar kamu tidak pernah terpisahkan dari keluarga kecil kamu ya nak. Mommy dan daddy akan memberikan yang terbaik untuk Ravi dan vira." Vi memeluk perutnya.
***
Hari bahagia Reva tiba, acara diadakan di hotel berbintang. Viana masuk ke kamar pengantin melihat Reva yang tertawa bahagia, wajah cantik Reva juga sudah di poles. Viana mengawasi proses menghias wajah Reva.
Perasaan Viana sedikit tidak enak,Jum juga yang duduk di samping Reva terlihat diam dan cemas.
Setelah berdandan untuk ijab qobul selesai, Reva Viana dan Jum berkumpul.
"Reva kak Vi, perasaan Jum tidak enak. Jantung Jum berdegup kencang."
"Lo sudah menikah Jum, mengapa masih jantungan. Reva yang panik, coba rasakan tangan Reva dingin."
Viana hanya diam saja, mereka bertiga keluar menemui Bima yang telah selesai mengucapkan ijab qobul. Rama merangkul pundak Viana yang berdiri tidak jauh dari Bima dan Reva sambil tersenyum.
Banyak tamu yang datang lebih dulu, media juga telah berkumpul menjadi saksi pernikahan Reva dan Bima. Seorang desainer termuda dan berbakat akhirnya menikah dengan lelaki pujaan hatinya.
__ADS_1
"Pasti akan ada masalah, Reva dan Bima tidak mengundang media tapi bisa bocor sampai ke luar negeri." human Viana sambil tersenyum sinis dan merasa lucu.
Pesta besar akan di adakan keesokan harinya, Reva risih dengan kehadiran media yang membuat simpang siur hubungannya dengan Bima.
Banyak media yang memojokkan Bima, tapi Bima menenangkan Reva untuk mendiamkan saja.
Di ruangan khusus, Bima dan Reva juga keluarga besar berkumpul. Banyak media yang mengatakan seorang desainer cantik menikah duda tampan beranak satu.
Banyak juga yang mengatakan jika Reva merebut suami orang, kegaduhan terus terjadi.
"Reva! lakukan konferensi pers, jika mereka terus membuat berita gunakan kepolisian." Viana angkat bicara.
"Kita tidak punya waktu kak Vi."
"Lakukan siaran langsung dengan grup VCLO, biar mereka semua tahu kamu pemimpin VCLO dan bisa menghancurkan siapapun."
"Resiko kak Vi, jika respon masyarakat buruk, maka VCLO biar terkena getahnya."
"Berapa lama VCLO berdiri, apa sekarang waktunya kita berdebat. Ambil tindakan sekarang atau pesta besok kacau." Viana bicara sudah dengan nada tinggi, Rama langsung menghentikannya dan memeluk Vi.
***
"Maafkan Bima Bu pak jika mempermalukannya kalian." Bima tidak enak hati dengan statusnya yang merusak reputasi Reva.
"Kamu menantu kami, bapak percaya kamu imam yang baik untuk Reva."
Reva melakukan siaran langsung dengan membawa nama VCLO yang di tonton sampai keluar negeri, semuanya menyaksikan ucapan tegas Reva, juga ancaman yang akan membawa penyiaran yang berani mengatakan keburukan tentang dirinya dan suaminya akan berurusan dengan hukum.
Ucapan Reva terhenti saat Viana ikut hadir dalam penyiaran yang membuat banyak orang mendukung Reva.
"Ini kisah masalalu, tapi aku akan memberikan sedikit bocoran, aku pernah jatuh cinta dengan Bima. Tapi dia berjodoh dengan sahabatku tapi pernikahan mereka tidak bertahan lama. Setelah 10 tahun dia bertemu Reva, bocah ingusan, cerewet, egois, keras kepala tapi dia yang membangun VCLO saat aku menghilang. Kalian tidak tahu perjalanan mereka berdua, dan ini aku kasih kalian buktinya awal perjalanan mereka."
Video perjalanan yang Bima dan Reva jalanin, Viana dan Rama membuat sebuah video dengan tingkah alay Reva, Bima yang tegas serta kasih sayang Reva dengan anak Bima.
Reva menunduk malu karena dirinya yang terlihat agresif, semua orang yang tegang berakhir tawa yang membuat wajah Reva memerah. Bima hanya tersenyum melihat kekacauan yang dulu Reva buat. Video berakhir dengan foto yang dibingkai besar menunjukkan foto mereka berdua.
Siaran selesaaii....
"Videonya jelek!" teriak Reva kesal.
Viana hanya tertawa melihat Reva yang malu, video rencananya untuk kenang-kenangan ternyata berubah menjadi cerita pendek yang disaksikan ribuan bahkan jutaan orang.
__ADS_1
***