SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 MARIA


__ADS_3

Di dalam mobil suara perdebatan terdengar, wajah Wildan kesal melihat tiga wanita yang bertengkar di belakang. Billa hanya tersenyum melihat saja sesekali melihat Wildan.


"Kak Bil baik-baik saja, Wildan janji tidak akan lama, setelah batalnya pernikahan tersebar sampai ke telinga kotornya kita akan beraksi." Wildan tersenyum kasian juga melihat Billa.


"Kak Bil baik-baik saja Wil, tapi Erik yang tidak baik. Kak Billa mengkhawatirkan dia." Billa melihat rekaman di kediaman, melihat sedihnya Erik.


"Tenang saja Bil, ada Ana, Ani, Anu, Ane, Ano yang menemani kak Erik." Winda langsung tertawa kuat, Billa juga tersenyum.


"Siapa para AAAA? Bella menatap Winda yang tidak berhenti tertawa.


"Boneka Barbie dari kak Windy semasa kecil." Winda memegang perutnya lelah tertawa.


"Seriusan, Erik menyimpan boneka Barbie, anjim bikin malu." Bella menggelengkan kepalanya.


"Kak Windy main ke kamar kak Erik pasti membawa boneka, sedangkan Ravi dan kak Tian membawa robot, Erik harus mengalahkan ikut main Barbie. Jadinya boneka dititip di kamar tidak boleh disingkirkan." Winda tersenyum saat melihat boneka Kaka perempuannya.


Wildan tersenyum, tidak pernah terbayangkan akan bekerja sama dengan para wanita. Biasanya Wildan akan bergerak bersama Timnya, tapi merasakan rindu dengan para wanita.


Mobil tiba di rumah kosong, Wildan langsung keluar, diikuti oleh empat wanita. Wildan merasa lucu bisa bersama para wanita.


Langsung melangkah masuk, Vira melihat sekitar tempat yang sepertinya dijaga ketat. Kegelapan malam membuat pandangan tidak bisa pergi jauh, tapi Wildan sudah sangat mengenal tempat yang sekarang akan menjadi tempat tinggal mereka sementara.


Pintu terbuka semuanya masuk, hanya bangunan tua kotor dan berantakan. Bella melihat ke arah lantai, bangunan aslinya ada di bawah, Wildan membuka gerbang bawah tanah yang terbuka membentuk tangga.


Semuanya turun langsung masuk ke dalam, Vira kagum melihat bangunan mewah, juga salut di dalamnya banyak komputer yang dikendalikan dari kejauhan.


"Otak kamu terbuat dari apa kak Wil?" Winda menepuk pundak kakaknya.


Wildan berdiri di depan layar, beberapa Tim kepercayaan yang terbagi di beberapa tempat sudah tersebar untuk bergerak, Vira berdiri di samping Wildan.

__ADS_1


"Temukan wanita busuk tersebut, sebelum dia semakin jauh. Kita tidak memiliki banyak waktu, ayo para manusia jenius gunakan otak kalian." Vira menyemangati Tim Wildan, melihat Vira seluruh layar langsung mati.


"Mereka tidak mengerti ucapan kamu Vira, lagian mereka juga tidak bisa berbicara." Wildan mengerutkan keningnya.


Bella juga mulai bergerak melacak beberapa tempat, Wildan melihat Winda menatap ikan hias, langsung ingin mengambilnya, Wildan langsung menangkap tangan Winda.


"Bisa tidak kamu jangan membunuh ikan hias?" Wildan langsung melotot.


"Iya maaf."


Wildan meminta semuanya kumpul, menunjukkan wajah asli dari wanita yang mereka cari. Dia seorang Dokter yang cukup berpengalaman, bernama asli Maria, tapi lebih terkenal dengan nama cantik.


Dia sudah puluhan tahun menjadi Dokter, pernah menjadi seorang relawan di tempat perang.


"Kalian tahu aku pernah berada di penjara bawah tanah?"


"Iya Winda tahu, Kak Wil berbulan-bulan menghilang."


Semuanya berkumpul mendengarkan cerita Wildan soal keadaan di penjara bawah tanah, saat dirinya berada di Roma.


Mendapatkan pukulan sampai babak belur, demi menutupi identitasnya Wildan tetap diam, seorang Dokter selalu menemui setiap pelaku kejahatan, orang-orang yang menantang.


Maria Dokter yang sangat kejam, bisa membunuh secara langsung, kegilaan Maria tidak bisa dihentikan, Wildan melihat satu persatu orang berjatuhan.


Hanya Wildan yang tidak menunjukkan ketakutan terhadap kekejaman Maria, bahkan Wildan bisa membuat Maria yang terkapar tidak berdaya, Wildan berhasil melarikan diri, membebaskan banyak orang kuat dan kejam.


Wildan tidak keluar langsung, puluhan orang yang menyimpan dendam mengikuti Wildan, melindunginya yang sudah membebaskan mereka, Wildan juga bertemu seseorang yang di kirim Papi untuk membawa Wildan kembali.


Pengusaha terkaya di Roma, mengirimkan bantuan atas permintaan Bima, mencari keberadaan Wildan, secara paksa Wildan ditarik keluar, tapi menolak.

__ADS_1


Wildan ingin menghukum Maria, juga pemimpin Maria yang memberikan perintah seperti seorang pengecut. Orang kiriman Bima terpaksa mengikuti keinginan Wildan menghancurkan seluruh bangunan.


Dengan santai Wildan mulai memainkan komputernya, meretas seluruh CCTV, jaringan diputuskan, hanya Wildan yang bisa mengaksesnya.


Seluruh orang di tahan, keuangan semuanya sudah Wildan bekukan, tidak ada yang bisa melarikan diri lagi. Hampir 2 bulan Wildan berada di sana, puluhan orang yang bergantian dikirim Bima untuk mengeluarkan Wildan tetap di tolak, tidak ada yang berani memaksa, karena Wildan memiliki lima bodyguard yang kuat.


Bima tidak berhenti sampai bisa berkomunikasi dengan Wildan, setelah mendengarkan ucapan Wildan baru Bima berhenti membiarkan putranya menangkap penjahat yang membuatnya babak belur. Wildan awalnya hanya ingin menghilangkan jejak Bella Vira, tapi mendapatkan perlakuan kasar sampai hampir mati di tangan Dokter Maria.


Perjuangan Wildan berakhir, dia berhasil berhadapan dengan lelaki berbadan besar, melihat Wildan membuatkannya menggila, bisnis yang sudah dia jalani turun temurun hancur tidak bersisa karena Wildan, seluruh tahanan yang siap dia jadikan bawahan bebas.


Bangunan yang berdiri kokoh hancur seketika, tidak ada yang bisa menyentuh Wildan, dia hanya duduk santai memejamkan matanya, mendengarkan sebuah rekaman, pertarungan tidak bisa terhentikan.


Wildan melambaikan tangannya langsung pergi, Karan sudah menjemputnya. Bodohnya Karan tidak mengetahui mobil sudah disabotase sehingga mengalami kecelakaan, Wildan terpaksa dirawat.


Wildan menyadari satu hal, Maria sudah menghilang. Awalnya Wildan menganggap Maria tewas di bawah bangunan, tapi ternyata Maria berhasil melarikan diri.


Kebetulan yang tidak terduga, Maria mendekati Keluarganya. Jalan satu-satunya Erik Billa harus batal menikah, Maria pasti akan muncul untuk mencari celah mengobati luka hati Erik, dia tidak mengetahui jika Erik sudah mengetahui siapa dirinya.


Demi menjaga keamanan Binar, Wildan membiarkan memori rekaman soal menyakiti bayi berada di handphone Binar, karena di dalam handphone juga ada pelacak yang tidak bisa membuat Binar melarikan diri, Maria sudah mengatur semuanya dengan rapi.


Kelicikan Maria harus dilawan dengan kelicikan. Demi mengobati luka Billa, kemarahan Bella, Wildan melibatkan keempat wanita. Vira Winda yang paling bersemangat mereka ingin bertarung bersama Maria dengan tangan kosong.


"Kak Maria sekarang di mana?" Winda melihat ikan hias, dia sudah gemas sekali melihat warnanya.


Layar memperlihatkan keberadaan Maria, terlihat dia sedang tertawa bahagia mendapatkan kabar Erik batal menikah, Vira langsung tertawa kuat.


"Wil, dia perempuan gila, bagaimana dia bisa menjadi Dokter yabg hebat, kelakuan sudah mirip binatang." Vira menggelengkan kepalanya.


"Dia gila, tapi bisa mendapatkan gelar, mungkin dia memiliki luka membuatnya hilang kendali, tanpa menyadari mudah terobsesi dengan sesuatu dia akan melakukan segala cara agar bisa mendapatkan yang dia inginkan?" Billa menatap Maria yang sedang berjoget.

__ADS_1


"Dugaan kak Billa tepat."


***


__ADS_2