
Mobil Rama tiba di kediaman Jum, Bima langsung lari keluar masuk ke dalam rumah membuat Viana melongo.
"Hubby! Bima lupa sama anaknya ya?" Viana melihat Windy yang masih terlelap tidur bersama Ravi.
"Biarkan mom, dia masih mengkhawatirkan Reva. Kak Bim pasti kecewa banget menjadi orang terakhir yang tahu.
Bima melihat Tya yang langsung bertanya keberadaan Reva, Bima langsung berlari ke ruangan pengantin.
Reva kaget saat ada yang menarik tangannya masuk kedalam pelukan yang aroma tubuhnya sangat Reva kenali.
"Ayy!"
Bima melepaskan pelukannya, melihat wajah Reva dan melihat tangan Reva takutnya ada luka.
"Mengapa kamu diam saja tidak memberi kabar jika kamu diserang." Wajah panik Bima terlihat sambil menangkup wajah Reva yang tersenyum.
Reva mengalungkan tangannya dileher Bima sambil memonyongkan bibirnya.
"Cium ayy!"
"Reva!"
Bibir Reva langsung manyun dan cemberut. Bima kembali memeluk Reva sambil mengelus punggung. Bima lupa lagi di ruangan pengantin, ada orang tua Jum.
"Lepasin!" Reva mendorong tubuh Bima.
Bima mencium kening Reva lembut sambil tersenyum.
"Sabar ya sampai kita menikah. Aku sangat menghormati kamu dan menjaganya, aku mencintai kamu Reva."
Arrrrrgggghhhhh arrwwwww....
Teriakan Reva menggema, Bima langsung menutup telinganya. Jum, Bisma dan kedua orangtua Jum juga menutup telinga. Pintu langsung terbuka karena yang di luar kaget mendengarkan teriak. Reva lompat-lompat kesenangan dan memeluk Bima.
Cepat Bima menutup mulut Reva yang suaranya cempreng, Reva langsung diam. Bima melihat sekeliling ruangan dengan wajah meminta maaf.
"Kalian berdua! tidak ada tempat lain ya untuk mengatakan cinta. Kalian pikir kita tembok." Kesal Bisma menatap Reva yang dibalas melotot.
"Maaf ibu bapak, saya tidak sopan." Sesal Bima meminta maaf ke orangtua Jum.
Kedua orangtuanya Jum tersenyum, bapak Jum menepuk-nepuk pundak Bima sambil tersenyum dan melirik Reva yang cengengesan.
"Kalian kembar tapi sifatnya kebalikan, dan Reva sangat cocok melengkapi hidup kamu agar lebih berwarna."
__ADS_1
Bima berbicara dengan kedua orangtuanya Jum, Reva celingak-celinguk mencari seseorang membuat Jum dan Bisma saling pandang.
"Cari apa Lo cempreng?" ucap Bisma.
"Anak gue mana?" Reva mencari keberadaan Windy.
"Ayy Windy! ayy kalah ya dipersidangan. Lakukan banding ayy." Reva memukul lengan Bima sambil matanya berkaca-kaca.
Reva keluar meninggalkan Bima yang belum selesai bicara. Reva ke luar rumah dengan air matanya, dadanya terasa sesak. Reva takut Windy menderita ditangan Brit.
"Mami!" teriakan Windy membuat Reva tersenyum dan merentangkan tangannya.
"Anak mami!" Reva memeluk Windy penuh kasih sayang.
"Bima gila Reva." Teriak Viana tidak kalah kuat dengan wajah cemberut.
"Kenapa kak Vi? Bima selingkuh ya, dia berani macam-macam di belakang Reva."
Rama hanya geleng-geleng kepala dan menjentik kuat kening Reva yang suka bicara sembarangan.
"Gue cuman mau bilang, Bima melupakan anaknya yang masih tidur di mobil. Gila bukan!"
"Kak Viana!"
***
Acara ijab qobul sudah dimulai, Bisma mengucap dengan lantang dan sekali nafas. Seluruh saksi mengatakan SAH. Bisma dan Jum bernafas lega dan tersenyum. Saat menyalami kedua orangtuanya Jum menangis dalam pelukan ibunya.
"Selamat ya Jum, kamu sekarang sudah menjadi seorang istri, suamimu bertanggung jawab penuh atas diri kamu. Jadi istri yang salehah nurut sama suami." Ibu Jum menangis merelakan putrinya menjadi milik Bisma seutuhnya.
"Bisma bapak titip Jum, sekarang tugas seorang bapak mengantar putrinya menikah dengan lelaki yang tepat telah selesai. Bapak percaya Bisma bisa menjadi imam yang baik."
Bisma juga memeluk Bima membuat air matanya menetes. Bisma terisak di dalam pelukan kakaknya.
"Kak Bim! Bisma rindu ibu dan ayah. Dulu ibu janji akan mendampingi kita sampai bertemu jodoh, tapi ibu bohong meninggalkan kita saat masih kecil."
"Ibu pasti sedang bahagia melihat kamu bahagia, kirim doa untuk ibu dan katakan hari ini kamu mengabulkan keinginan ibu untuk berumah tangga. Ayah juga pasti bangga sama kamu, Bisma yang manja dan nakal kini sudah menjadi suami yang siap membimbing istrinya dan anak kalian nanti."
Semua orang yang menyaksikan ijab qobul Jum dan Bisma menagis terharu.
***
Acara resepsi sudah dimulai, tamu undangan sudah mulai berdatangan.
__ADS_1
Jum keluar dari kamarnya menemui Bisma yang sudah lebih dulu berada di pelaminan. Semua mata terpesona melihat kecantikan Jum yang terlihat seperti Barbie. Baju putih gold dan mahkota putih membuat Jum sangat mempesona.
"Subhanalla karyanya Reva dari gaun sampai make-up sangat sempurna. Jum benar menjadi ratu." Ucap Septi penuh rasa kagum.
Jum melangkah mendekati pelaminan membuat seluruh tamu undangan terdiam, tidak terlihat Jum yang polos yang ada hanyalah seorang bidadari.
Make-up yang Reva lakukan tidak tebal tapi mengubah wajah Jum seperti boneka.
Bisma menyambut tangan Jum penuh rasa bahagia, dia sangat terpesona dengan kecantikan Jum. Seluruh keluarga inti menggunakan baju motif yang sama, pernikahan Jum menjadi pernikahan termewah di desanya.
"Beruntung ya Jum, suaminya tampan, tajir nyesel gue dulu tidak ikut Jum ke kota untuk bekerja menjadi pembantu."
"Jangan nyinyir, rezekinya Jum dan jodohnya juga."
Jumintean menjadi pembicaraan hangat melihat kemewahan pesatnya, beberapa kolega bisnis Bisma dan Bima juga hadir. Teman-teman Bisma dari kota bahkan luar negeri yang mendapatkan kabar Bisma berlabuh menyempatkan diri untuk datang.
"Bro! selamat ya istri Lo cantik banget."
"Jangan puji istri gue, sebelum gue pecahin kepala Lo." Bisma juga melarang temannya menyentuh tangan Jum membuat mereka tertawa melihat playboy jatuh cinta.
Viana melangkah meninggalkan pesta, Vi duduk di bangku dekat pohon mangga, air matanya menetes melihat Bisma menikah.
Rama menepuk pundak Vi dan duduk disampingnya, Rama mengelus perut Viana.
"Hubby! Bisma sudah mendampingi Viana dimasa sulit Vi."
"Iya sayang jasa Bisma tidak akan pernah bisa kita bayar, lihatlah dia bahagia sekarang. Ravi juga menjadi bagian kebahagiaan Bisma." Viana dan Rama melihat dari kejauhan Bisma mengendong Ravi mengangkatnya keatas. Ravi tertawa bahagia, Jum juga memeluk Windy dan berfoto bersama.
"Hubby! Bisma tidak pernah mengantikan posisi hubby di hati Ravi, dia selalu mengingat Ravi jika Hubby ada di dalam lubuk hati terdalam."
"Hubby tahu, Ravi setiap malam bercerita tentang kalian."
Rama memeluk Viana, mencium wajahnya, mencium perut Vi.
Mereka melangkah mendekati pengantin yang siap foto bersama, Ammar dan Ivan juga sudah bergabung dan melakukan sesi pemotretan.
Viana Jum dan Reva berfoto bertiga membuat tukang fotografi terpesona melihat kecantikan tiga wanita yang berada di layar kameranya.
"Sangat cantik!"
Wajah Rama, Bima dan juga Bisma langsung sinis dan kesal melihat banyak lelaki mengagumi wanita mereka. Rama mendekati Viana dan memeluknya dari samping, Bisma juga merangkul pinggang Jum. Kamera mengarah ke Reva yang langsung rangkul Bima dipundak membuat Viana, Reva dan Jum tertawa.
***
__ADS_1
JANGAN LUPA LIKE DAN COMENT NYA YA...