SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S3 SIAP BERJUANG


__ADS_3

Seluruh keluarga berkumpul, melihat hasil penelusuran yang dilakukan Steven soal masa lalu Lin dan keluarganya.


Clara hidup bahagia bersama keluarga kecilnya, mengangkat seorang gadis remaja menjadi anak pertamanya.


Kecelakaan yang dilakukan oleh keluarga sendiri, rasa iri dan dengki menjadi penyebab utama kecelakaan.


Kakak ipar Clara, memerintah orang untuk menabrak mobil yang dikendarai keluarga Cla, dan dua korban tewas di tempat, dua luka berat.


Sinta koma selama tiga bulan dalam keadaan trauma berat, juga tidak bisa berbicara dan melupakan segalanya.


Dewi kakak dari suaminya Clara menjadikan ini kesempatan dirinya untuk menguasai segalanya, kekasihnya Rio harus mengakui jika Sinta istrinya dan merawatnya sampai pulih.


Clara yang masih berjuang untuk bertahan, mengalami masalah serius, karena dia sedang hamil muda.


Demi ingin menyingkirkan Clara, tapi tidak ingin membunuh bayinya. Demi mendapatkan harta warisan Clara dirinya harus menunggu sampai Cla melahirkan dengan operasi, saat berada di ruangan operasi terjadi kendala.


Dokter berhasil menyelamatkan bayi perempuan yang dinyatakan sehat dan sempurna, tapi tidak berhasil menyelamatkan ibu bayi.


Kebahagiaan Dewi akhirnya tiba, Sherlin dijadikan putri Sinta yang tidak ingat apapun sampai akhirnya seluruh harta pindah tangan.


Saat Lin berusia beberapa bulan dirinya pindah kota dan menetap di sana tanpa tahu jika ada saudara.


Sinta hanya mengenal suaminya, melangkah pergi bersama keluarga kecilnya. Sejak Lin kecil, Sinta harus bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka.


Sampai usia Lin sepuluh tahun, Rio tidak pernah datang lagi menjenguk mereka. Meninggalkan foto Clara, Lin dan seorang bayi yang sebenarnya bukan Lin tetapi putri dari teman Clara.


"Jadi Rio dan Sinta tidak pernah menikah?" Reva menatap Steven yang menggelengkan kepalanya.


Air mata Windy menetes melihat foto, tidak bisa dibayangkan jika Lin tahu siapa dirinya sekuat apa Lin menerima kebenaran ini.


Windy tahu rasanya mengetahui kebenaran itu sakit, tapi saat dirinya mengetahui jati dirinya ada Steven di sisinya, ada Mami Papinya yang pasang badan melindunginya.


"Dia hidup seorang diri, menanggung sakit sendiri. Menyembunyikan menyakitkan, mengatakan kebenaran menghacurkan, tapi Lin jauh lebih sulit menerima kenyataan ini." Windy menangis sesenggukan dalam pelukan Reva.

__ADS_1


"Kenapa Dewi bisa cacat Winda?" Ravi menatap Winda dan Kasih yang sibuk berbisik.


Winda menyerahkan laporan kecelakaan yang terjadi, Dewi dua tahun yang lalu kecelakaan tabrakan mobil dan mengalami cacat permanen.


Sikap kasar keras dan egoisnya belum berubah meskipun dia sudah cacat, dikhianati Rio, bahkan di khianati anaknya sendiri.


Semuanya menatap Winda, tidak ada keterangan jika Dewi memiliki anak, tapi kenapa Winda mengetahui anaknya.


"Dewi punya anak Winda?" Vira menatap binggung.


"Iya, tapi anak dari lelaki yang pernah dia nikahin hanya karena harta, lelaki itu selingkuh dan memiliki anak dengan madunya."


"Dewi mengambil anak itu?"


"Iya kak Wil, dia menjadikan anak itu alat untuk membuatnya lebih kaya, tapi terkadang dia lupa harimau kecil yang dia besarkan mulai tumbuh besar, kuat, berkuasa, bahkan menyimpan dendam besar. Pada akhirnya dia diterkam." Tatapan Winda tajam melihat ke arah Bima.


Senyuman Bisma terlihat, merasa lucu karena Winda melepaskan harimau kecil untuk mencari tempat persembunyian.


"Ayah mempercayai kamu untuk menyingkir Feby, tapi kenapa kamu membiarkan dia lolos." Tatapan tegas Bisma terlihat.


"Ayah tahu dari mana soal Feby?" Kasih menatap Winda yang juga langsung menatap tajam.


Winda tidak pernah menceritakan kepada siapapun soal Feby, bahkan Ar juga tidak tahu.


Wildan mengerutkan keningnya, memikirkan nama Feby yang sedang diperbincangkan.


"Feby ini siapa?" Wildan kebingungan melihat keseriusan Ayah dan adiknya.


Bisma melempar Wildan dengan kotak tissue, Bima juga menatap binggung siapa yang sedang mereka semua bahas.


"Feby sekretaris Karan, dia rekomendasi dari sekretaris lama kak Bima. Dia wanita yang memerintah Lin untuk menyakiti Vira."


"Feby? dia sudah menikah?" wajah Bima dan Wildan sama terkejutnya, Vira juga kaget karena tidak pernah terpikirkan jika Feby menyukai suaminya.

__ADS_1


"Ayah Bisma tahu dari mana?" Winda menatap Kasih yang juga tidak tahu.


Bisma menatap Ar yang sedang sibuk berbicara dengan Arum di kursi anak-anak, Ar bicara sangat lembut kepada putrinya yang melakukan kesalahan.


"Apa kamu pikir Ar akan membiarkan kamu melakukan sesuatu di luar pengawasan dia? Winda kamu wanita yang sangat beruntung, Ar bahkan menemui Ayah untuk meminta izin menjaga kamu dari jauh, karena dia tidak ingin kamu memiliki masalah sendiri." Bisma tersenyum mengagumi Ar yang sangat mencintai Winda, dia tidak ingin meremehkan istrinya, tapi tidak juga membiarkan istrinya bebas.


"Abi Ar tahu di mana Feby?"


"Sepertinya, dia tidak terlalu ikut campur dengan urusan kita, tapi Ayah tahu Ar juga memiliki trauma atas apa yang terjadi kepada Vivi, karena apa yang terjadi juga sangkut pautnya dengan dia." Bisma menatap wajah Wildan yang tersenyum melihat Ar yang memang cuek, tapi selalu mengawasi mereka.


Jum menggenggam tangan Vira, mengusap perut buncit Vira sambil meneteskan air matanya.


"Banyak yang sayang kalian, kita menunggu kelahiran twins V untuk kedua kalinya. Vira jangan merasa tertekan ya sayang, mungkin di sini kamu yang berjuang, tapi seluruh keluarga ada di sisi kamu untuk saling menjaga. Kamu harus yakin, doa baik hasilnya baik." Jum mengusap air mata Vira yang menetes.


Vira tersenyum menghapus air matanya, sudah banyak orang jahat yang mencoba menyakiti mereka, tapi selalu berada dalam lindungan.


"Terima kasih Bunda, Vira janji akan bertahan. Urusan Feby, tante dan Om biarkan Lin yang menghukumnya. Ayah, Bunda, Mami, papi, Daddy mommy doakan Vira selalu, besok Vira akan dirawat di rumah sakit untuk berjuang demi twins." Vira tidak bisa menahan air matanya, bahagia melihat seluruh keluarga berkumpul.


"Kak Ravi Kasih, kak Tian Bella, Kak Erik Billa terima kasih untuk kasih sayang kalian, Vira mendapatkan perhatian lebih. Winda terima kasih sudah membantu Lin, kak Windy terima kasih sudah berjuang untuk Lin, terimakasih kam Steven untuk Informasi dan sudah menjaga Lin. Kalian semua doakan Vira." Senyuman Vira terlihat, memeluk Winda, Bella dan Billa sambil tertawa.


"Kita akan selalu ada di sisi kamu, mulai besok kita berjuang bersama." Bella memeluk erat.


Vira menatap Ar yang melihat ke arahnya, langsung memalingkan pandangannya. Fokus kembali menatap Arum yang cemberut.


"Kak Ar boleh Vira meminta di peluk." Vira melangkah memeluk Ar yang mengusap punggungnya.


"Allah akan melindungi kalian Vira, kita ada di sini terus berdoa untuk kamu dan twins." Ar tersenyum mengusap rambut Vira.


"Kak, tolong jangan pikirkan soal Vivi lagi. Kak Ar sudah sangat hebat untuk Vira, membagi Arum bersama kami, Vira sayang kak Ar, jika waktu bisa diputar kembali Vira akan melakukan hal yang sama. Kita keluarga."


Senyuman Ar terlihat, menghapus air mata Vira menganggukkan kepalanya. Wildan menarik Vira untuk duduk, memantapkan tajam membuat semua orang tertawa.


"Twins sangat menyayangi Abinya, nyaman sekali berada dalam pelukan kak Ar. Vira rasa twins V akan menjadi pelakor seperti Arum." Vira tertawa melihat Winda yang matanya melotot kesal.

__ADS_1


***


Tanpa di sadari ini episode sudah hampir 500, kalian bosan tidak?


__ADS_2