SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
RUMAH BARU


__ADS_3

Viana dan Reva memeluk Jum lembut, mereka akan kembali ke kota. Jum dan Bisma akan menyusul minggu depan.


Bima membawa mobil Reva bersama Windy, sedangkan Rama bersama Viana dan Ravi.


"Rama, pelan-pelan saja kita bisa berkali-kali istirahat kasihan anak dan istri kamu."


"Iya kak."


Dua mobil meninggalkan desa melaju dengan kecepatan sedang, sepanjang jalan Viana dan Rama tertawa ulah Ravi yang mengomel.


"Mom, adek Ravi ada dua ya. cowok dan cewek ya?"


"Tahu dari mana?"


"Mommy dan uncle Verrel kembar, mungkin saja adik Ravi kembar."


"Benar juga mom ucapan Ravi, daddy tidak sabar ingin segera melihat mereka." Rama lebih besar semangat dari Ravi.


"Tapi daddy, adik Ravi cowok saja kalau cewek ribet. Seperti teman Ravi punya adik cewek kembar membuat kepalanya pusing."


"Ravi! saat masih kecil mungkin kalian bersaudara akan selalu bertengkar dan banyaknya perdebatan. Tapi setelah kalian dewasa dan berpisah baru terasa yang namanya rindu masa kecil."


"OHH daddy benar. Ravi tetap sayang adik Ravi cowok atau cewek tapi kalau bisa cowok saja."


"Lihat daddy yang tidak mempunyai saudara terasa sepi, tidak punya teman bertengkar, tidak punya teman bercerita, tidak punya hal yang diperebutkan. Semuanya terasa sepi."


"Mempunyai adik cewek banyak resikonya Daddy, Ravi tidak akan membiarkan dia tersakiti sedikitpun. Seperti Ravi yang selalu ingin menjaga mommy." Ravi memeluk Viana dan mencium pipinya.


"Mommy sangat menyayangi Ravi, terimakasih ya sayang. Mommy jatuh cinta kedua kalinya dengan pria tampan dan menggemaskan."


"Mommy juga menjadi cinta pertama Ravi. Katanya uncle Bisma cinta pertama sulit terlupakan berarti dia mommy yang tidak akan pernah Ravi lupakan."


Viana dan Rama saling pandang dan tersenyum mendengar Ravi menyebutkan cinta pertama.


"Cinta pertama daddy siapa?" Viana menatap Rama tajam.


"Cinta dan rasa kagum beda mom, jika cinta ya mommy jika rasa kamu dulunya Tya."


"Mommy siapa?" Ravi bertanya seperti orang yang mengerti pembicaraan kedua orangtuanya.


"Uncle Bima!"


Rama langsung mengerutkan keningnya, membuat Viana tersenyum dan mencium pipi Rama yang langsung mendadak diam. Vi sangat suka melihat Rama yang cemburu.


***


Bisma Jum sudah kembali ke kota melihat rumah mereka yang menjadi hadiah pernikahan mereka.


Jum melihat rumah yang besar dan sangat unik, rumah sudah di desain sesuai kesukaan Jum dan Bisma.


"Kita jual saja ya sayang?"


"Tidak mau! Jum mau tinggal di sini titik."


Semua perabotan rumah sudah tersedia yang membuat Jum dan Bisma tertawa setiap perabotan mempunyai nama pengirimnya.

__ADS_1


Sofa tamu dari Ivan, meja makan Reva, semua peralatan dapur untuk memasak dari Septi semua peralatan model canggih, ranjang tidur dari Viana, Lemari kaca dari Ammar. Mami Nita, mommy dan daddy Vi, Verrel, Septi, semuanya menyumbangkan seisi rumah yang sudah lengkap. Bisma kesal mencabut semua nama mereka yang bahkan membeli cat tembok juga ditulis.


"Kamu yakin tinggal di sini sayang?" Bisma masih ragu untuk menetap di Indonesia.


"Iya! Jum suka rumahnya dan semua kenangan nya."


"Cari asisten rumah tangga 5, rumah sebesar ini mana sanggup kita berdua membersihkannya."


"Jum bisa membersihkannya sendiri, Jum sudah biasa bekerja beres-beres rumah."


"Saya menikah kamu bukan untuk menjadi pembantu tapi melayani saya."


"Jum akan tetap melayani mas."


"Cukup layani suami kamu saja sayang, urusan rumah biar orang lain yang mengerjakan sekalian kita memberikan sedikit rezeki untuk mengurangi ekonomi orang lain."


"Oke deh, Jum setuju! berarti sekarang Jum akan menjadi nyonya Bisma Bramasta." Jum tertawa merasa geli dengan ucapnya sendiri.


***


Jum dan Bisma masuk kamar setelah makan malam, belum ada yang mengetahui kedatangan mereka.


"Sayang! sudah siap belum. Satu Minggu aku menunggu." Bisma masih kesal tidak bisa malam pertama karena mendadak Jum datang bulanan.


"Eemhh ... terserah mas." Jantung Jum berdegup kencang membuatnya mulai merasakan takut dengan malam pertama mereka.


Bisma menggendong Jum menidurkannya di atas ranjang, wajah Jum mulai memerah. Bisma menyadari jika Jum sangat grogi.


"Mas izin ya sayang, kamu jangan tegang santai saja, mas tidak akan memaksa jika kamu masih menolak."


"Mas Jum malu!"


Bisma menciumi pelan wajah Jum dan menyusuri lehernya yang selama ini Bisma inginkan. Jum menggeliat merasakan geli, dia tidak mengerti dengan respon tubuhnya. Tangan Jum menahan Bisma yang sudah berada di dadanya, Bisma tidak berhenti masih terus melanjutkan aktivitasnya menikmati bukit kembar.


"Mas Bisma!" Jum terdiam saat mulutnya sudah dibungkam, matanya perlahan terpejam gigitan kecil membuat Jum membuka mulutnya. Tangan Bisma tidak diam masih memainkan bukit kembar


Tangan turun ke bawah bermain di sana, Jum sudah semakin menggila dengan tubuhnya yang langsung bergetar dan lemas.


Bisma berhenti dan mengelap keringat di kening Jum dan berciuman lembut.


"Gimana rasanya sayang?" Jum hanya diam menutup matanya coba mengatur nafasnya.


Bisma menekan kuat membuat Jum berteriak, tubuhnya yang baru mendapatkan tenaga merasakan sakit yang mengoyak kulitnya. Air matanya langsung mengalir meremas kuat bantal. Bisma terus menekan sambil melihat wajah Jum yang meringis dan menangis.


"Maaf Jum, jika aku menyakiti kamu." Bisma menghapus air matanya Jum dan bangkit dari atas tubuh Jum menutupinya dengan selimut.


"Kenapa berhenti mas Bisma?" Jum membuka matanya.


"Kita lanjutkan besok saja, kamu istirahat."


"Yakin! besok lusa dan seterusnya Jum gak bakal kasih jatah, mau?"


"Tega kamu, sekarang juga kepala aku sakit Jum, kamu enak sudah merasakan kepuasaan , gue belum!"


"Ya udah ayok!"

__ADS_1


"Kamu yakin, tadi teriak!"


"Mas tidak bilang mau masuk, Jum kaget!"


"Ada ya orang bercinta tapi mengobrol seperti kita."


"Makanya mas banyak kerja jangan ngobrol." Jum menutup mulutnya yang langsung membuat Bisma tertawa.


"Oke! aku buat kamu teriak."


Jum tertawa dan menahan Bisma yang ingin menciumnya. Gelak tawa terdengar dari dua orang yang berbeda karakter.


Bisma menuntun Jum menikmati setiap gerakan, teriak Jum sudah berubah jadi meracaw tidak jelas. Bisma mencapai puncaknya diikuti Jum.


Pelukan hangat terasa membuat Jum tersenyum melihat wajah tampan di sampingnya yang sedang memejamkan mata.


"Mandi bareng ya sayang?" Bisma bangkit memandangi Jum.


"Pasti mau minta lagi, Jum capek mas."


"Siapa yang ngajarin kalau mandi bareng minta jatah."


"Reva! dia bilang jangan mau diajak mandi bareng bisa ratusan ronde tidak usai."


"Reva Reva Reva Reva. Dia seperti wanita berpengalaman saja. Bahkan berciuman saja belum dapat."


"Reva bilang, banyak-banyak nonton video biar berpengalaman."


"Bima gue kasihan ke Lo, calon istri Lo gesrek dan menodai kepolosan istri gue."


"Jum sayang, jangan dengarkan Reva. Dia wanita gila!"


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT YA


VISUAL MENURUT AUTHOR....


SILAHKAN READER BERKREASI HAYALAN DENGAN PANGERAN IMPIAN KALIAN 😀😀




BISMA BRAMASTA


VISUAL WEI LONG




JUMINTEAN AYU


VISUAL BIFERN

__ADS_1


__ADS_2