
Billa keluar dari ruangannya, perjuangan Billa akhirnya berakhir. Walaupun dia gagal menyelamatkan setidaknya Billa sudah berjuang habis-habisan.
Acara seminar yang akan Billa hadiri akan menjadi hari terakhirnya, dia akan segera kembali.
Sesampainya di rumah Billa langsung masuk ke dalam kamarnya, Bella, Vira dan Winda menatap tajam.
"Ada masalah apa?" Billa duduk di pinggir ranjang.
"Kamu akan segera kembali Bil, meninggalkan kita." Vira langsung cemberut, bibirnya manyun.
"Maaf ya teman-teman, Billa harus pulang lebih dulu mempersiapkan pernikahan." Billa memeluk ketiga saudaranya sekaligus sahabatnya.
Tangisan terdengar, akhirnya Billa akan meninggalkan mereka lebih dulu. Memutuskan untuk menikah dan memulai kehidupan rumah tangga.
"Ayo Vira semangat, kamu harus mencari pacar, agar cepat menikah." Vira bersemangat bersama Winda, misi mereka menemukan pasangan.
Billa hanya tersenyum melihat Vira dan Winda melihat daftar calon pacar. Bella hanya diam saja, tidak ada yang bisa mengantikan kakaknya tercinta.
Vira tidak mengetahui masalah yang sedang dihadapi keluarganya, tidak ada yang tahu juga memang sengaja tidak memberitahu.
Canda tawa masih terlihat, tidak ada lagi yang menunjukkan kesedihan, menyambut bahagia untuk pernikahan Billa.
Acara seminar pukul 19.00 Billa sudah datang lebih awal, berkumpul dengan Dokter lainnya. Acara malam ini sangat spesial, karena menyambut kehadiran banyak Dokter hebat.
"Bil, hari ini ada Dokter ganteng. Dia juga dulunya menjadi Dokter termuda."
"Benarkah." Billa hanya tersenyum, baginya Erik Dokter terganteng.
"Sudah menikah belum? jika belum semoga saja jodoh."
Billa hanya tersenyum mendengar pembicaraan sesama Dokter yang membahas Dokter tampan.
Billa sudah duduk tenang, menunggu acara di mulai. Seluruh kursi sudah mulai terisi, banyak sekali para Dokter senior juga junior yang turut hadir.
Acara hari ini sangat Billa tunggu, dia ingin melihat Dokter hebat yang memberikan banyak inspirasi baginya, apalagi hari ini khusus membahas soal anak-anak.
"Billa, OMG dia ganteng banget Bil. Sudah lama tidak melihatnya, sekarang dia akhirnya muncul. Aku langsung jatuh cinta lagi dan lagi."
"Lebai Siska, kita datang ke sini untuk belajar, bukan bergosip."
"Terserah Bil, siapa yang bisa belajar jika di depan mata ada sang pangeran."
Billa menggelengkan kepala melihat teman-temannya yang tidak berhenti bergosip, soal Dokter tampan idaman para wanita.
__ADS_1
Semuanya di minta tenang, beberapa orang penting mulai masuk duduk di depan sekali. Billa tersenyum melihat para Dokter hebat dari berbagai Negara.
"Hari ini kita kedatangan orang spesial, untuk mengundangnya datang sangat sulit. Kalian semua beruntung untuk kali pertama dia muncul kembali, meninggalkan rumah sakit, untuk memberikan kalian pelajaran penting. Silahkan masuk Dokter Erik."
Semuanya orang berdiri memberikan tepuk tangan, Billa tidak bisa melihat karena tertutupi. Erik masuk ke dalam menggunakan baju lengkap berwarna putih, melambaikan tangannya menyapa para Dokter baru.
Erik juga menemui para seniornya untuk menyapa, Billa hanya bisa melihat punggung Erik, tidak bisa melihat langsung Dokter hebat yang memiliki banyak pengemar.
"Gila ganteng banget."
Acara di mulai, Billa fokus menyimak setiap hal baru yang dia dapatkan. Pertemuan kali ini memberikan banyak pelajaran untuk Billa, bisa menambah wawasannya.
"Kita meminta tolong kepada Dokter muda yang tidak diragukan kehebatannya, memberikan sedikit pengalaman selama menjadi seorang Dokter. Dokter Erik bisa naik ke atas panggung."
Erik tersenyum, langsung berdiri melangkah menaiki panggung. Melihat ke arah depan banyaknya Dokter yang ikut serta dalam seminar.
Billa terdiam melihat tunangan ada di atas panggung, pesona seorang Erik yang tidak di ragukan lagi ketampanan, dengan mengunakan jas putih, bisa meluluhkan banyak hati.
"Ganteng banget, saat dia berbicara bibirnya seksi."
"Mungkin ada yang ingin bertanya di persilahkan." Banyak tangan yang terangkat ke atas.
"Dokter sudah punya pacar?"
"Saya sudah tunangan, bulan depan menikah."
"Yyaahhh, hari patah hati nasional. Harapan kalian semua hancur, Dokter ganteng akan segera melepaskan status lajang.
"Dok, dia seorang Dokter atau wanita biasa?"
"Tidak perduli Dokter bukan, karena yang terpenting dia wanita yang luar biasa."
Billa tersenyum, melihat teman-temannya yang menatap lesu. Pertanyaan terus terdengar Erik menjawab semuanya, Billa juga mengangkat tangannya ingin bertanya. Erik mempersilahkan Billa.
"Hal apa yang paling menakutkan saat anda menjadi Dokter?"
"Aku sudah melihat banyak pasien, datang dalam keadaan sakit, lalu sembuh. Juga melihat pasien sakit tapi gagal sehat, semuanya sudah makanan sehari-hari bagi para Dokter, tapi ada hari yang paling menakutkan. Hari itu aku harus melihat seseorang yang sangat dicintai oleh adikku, sahabat, keluarga besar. Awalnya aku pasrah, tapi saat melihat tangisan, bahkan sujud suaminya, aku mengingat adik kandung yang pernah terluka, mengigat Mama yang pernah terluka, hati aku sakit, akhirnya aku kembali ke ruangan untuk meminta istrinya bangun berjuang bersama."
"Apa dia selamat Dok?"
"Iya dia selamat, bangun dari koma setelah berbulan-bulan. Sekarang dia sedang hamil bayi kembar, doakan mereka hidup bahagia." Erik tersenyum.
Selesai acara seluruh Dokter berfoto, Billa menunggu di luar pintu keluar, beberapa orang juga masih berharap bisa berfoto dengan Erik.
__ADS_1
Langkah kaki Erik berhenti di depan Billa, beberapa teman Billa menyapa Erik. Billa hanya tersenyum melihat Erik yang menolak halus.
"Sayang, ayo kita pulang." Erik menggenggam tangan Billa.
"Foto dulu bersama teman Billa kak." Billa meminta teman-temannya mendekat untuk foto bersama.
Sahabat Erik sesama Dokter menyapa, Erik langsung melangkah memeluk. Billa hanya tersenyum melihat temannya menatap aneh.
"Bil, jangan bilang kamu dan Dokter Erik ...."
Billa menunjukkan cincin pertunangan, sama dengan cincin di jari Erik. Tawa Billa terlihat melihat wajah temannya cemberut.
"Sampai bertemu lagi semuanya, kita jangan hilang komunikasi. Besok Billa langsung kembali, karena harus mengurus acara pernikahan."
"Selamat ya Billa, maaf karena kita tadi berlebihan."
"Jangan sungkan, lagian kalian tidak tahu." Billa langsung melambaikan tangannya, melangkah mendekati Erik yang menggandeng tangan Billa ke arah mobil.
"Beruntung banget Billa, mendapatkan calon suami ganteng, pintar."
Di mobil Billa cemberut, Erik datang tidak memberikan kabar. Senyum Erik terlihat menatap Billa, padahal Erik sudah menemui Bella, Vira dan Winda.
"Kapan kak Erik datang?"
"Malam, langsung dijemput Bella."
"Sudah bertemu yang lain, tapi tidak menemui Billa, bahkan tidak berkabar."
"Maaf sengaja ingin memberikan kejutan." Erik mencium tangan Billa.
Billa tersenyum langsung memeluk Erik yang sedang menyetir, melihat wajah tampan calon suaminya. Billa mencium pipi Erik.
"Masih ingat foto kecil kita?" Erik tersenyum.
"Iya seperti ini " Billa mencium pipi Erik lama, mengingatkan foto kecil mereka.
***
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA
SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP
***
__ADS_1