SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 SIARAN LANGSUNG


__ADS_3

Selesai sholat subuh Erik langsung menuju kamar Billa, tapi terhenti saat melihat Billa keluar rumah. Erik mengikuti dari belakang, Billa terus berjalan menuju perkebunan, keadaan masih gelap Billa berdiri menunggu matahari terbit.


Billa duduk di kursi yang baru saja dibuat, menggunakan jaketnya untuk menutupi kepalanya. Embun pagi masih membasahi pohon yang rindang, lama Billa berdiam, Erik juga hanya diam di dekat pohon memperhatikan Billa.


"Semuanya akan Billa tinggalkan di sini, Ayah Bunda benar, kak Tian Ravi dan kak Erik benar, masa depan Billa panjang, pernikahan bukanlah tujuan hidup Billa. Sekarang Billa akan merancang rencana baru, hidup dengan mengabdi kepada negara, menolong banyak orang."


Billa melepaskan gelang pemberian Erik, meletakkannya di kursi. Melangkah pergi melihat perkebunan buah. Erik mengambil gelang Billa mengikutinya kembali.


Senyuman cantik Billa terlihat, mata indahnya menunjukkan kekaguman. Erik menarik nafas panjang.


"Billa, apa yang kamu lakukan di sini?" Erik mendekati Billa yang terkejut dengan kehadiran Erik.


"Hanya jalan-jalan menikmati matahari pagi."


"Kak Erik ingin bicara." Erik meminta Billa duduk di dekatnya.


"Kak, lupakan permintaan Billa tadi malam. Billa tidak berpikir jauh, masa depan Billa bukan bersama kak Erik, saat ini tujuan Billa mengejar mimpi."


"Kamu ingin menghapus aku dari tujuan kamu, memblokir nomor kak Erik, sebenarnya kamu sedang mengakhiri semuanya."


"Iya Billa menghapus kak Erik, Billa tidak ingin memiliki perasaan untuk kak Erik. Memiliki perasaan sakit kak, Billa menyesal menyimpan rasa jika sesakit ini. Silahkan kak Erik mencari wanita yang seumuran, wanita dewasa yang bisa mendampingi kakak."


"Apa yang kamu bicarakan Billa?"


"Kak, mengertilah. Kita hanya dua orang yang saling mengenal, keluarga kak Erik mengenal baik keluar Billa, begitupun sebaliknya. Billa akan menganggap kak Erik seperti kak Tian, hanya sebatas seorang kakak. Billa berjanji mulai sekarang, Billa tidak mencintai kak Erik lagi."


Wajah kaget Erik terlihat, dadanya terasa sesak, sakit, mendengar ucapan Billa.


"Kita bisa menikah setelah dua tahun, menunggu kamu lulus kuliah. Bukan seperti ini yang kak Erik inginkan."


"Bisa kita lupakan saja, Billa mengakhiri semuanya. Tidak ada dua tahun, satu tahun, bahkan satu bulan, tidak ada lagi pernikahan diantara kita. Billa tidak akan pernah menerima pernikahan kita." Billa membalik badannya membelakangi Erik.


Erik langsung tertawa, mendekati Billa yang terlihat serius. Menarik bahu Billa untuk melihatnya, menangkup wajah Billa yang menatap tajam.


"Bersumpah Bil, kamu menolak kita untuk menikah, kak Erik ingin memperlihatkan seperti apa orang dewasa, kamu tatap mata kak Erik, ulangi ucapan kamu tadi."


"Billa bersumpah, tidak akan pernah ...." Billa terdiam, tubuhnya langsung mematung, ucapnya tidak terselesaikan.


Erik menahan tekuk leher Billa, menciumnya, menutup mulut Billa yang sedari tadi menyayat hati Erik. Billa ingin meronta, tapi pinggangnya juga ditahan, tidak ada jarak antara keduanya.


***


Bella bangun tidur tidak menemukan Billa, membangun Winda dan Vira yang tidur nyenyak.


"Ada apa Bel?" Karin terbangun, langsung duduk.


"Billa tidak ada di kamar kak."

__ADS_1


"Mungkin sedang sholat, sebaiknya kita sholat dulu."


Bella membangunkan Vira dan Winda yang sangat susah dibangunkan, kepala Vira dipukul dengan bantal guling.


"Vir, Win bangun. Sholat woy."


"Vira tidak sholat,"


"Lima menit lagi,"


Bella menghela nafas, langsung sholat bersama Karin. Suara orang di lantai bawah sudah terdengar, Bella mencari Billa, tapi tidak terlihat. Langsung menemui Tian mengatakan Billa hilang.


"Kak, Billa kabur dari rumah, Apa yang harus kita lakukan kak"


"Jangan panik dulu Bel, nanti seperti kejadian Erik kemarin." Tian mencari Erik di kamarnya, tapi tidak terlihat, mencari Ravi yang baru selesai sholat bersama istrinya.


"Sudah dicari keluar?" Ravi menatap Bella yang khawatir.


"Belum, jangan sampai orangtua tahu, nanti panik lagi."


"Kamu cari bersama Vira dan lainnya. Kak Tian akan menemui Wildan."


Ravi pergi bersama Tian untuk menemui Wildan yang berada di kamar bersama Karan, keduanya asik memantau Billa.


"Billa bersama Erik." Kasih langsung duduk menonton.


Ravi Tian langsung duduk mendengarkan percakapan Billa dan Erik yang berdebat. Tidak ada yang mengeluarkan suara, masih asik menonton film soal debat pernikahan. Wildan masih mengontrol Drone untuk melihat sekitar.


Ravi langsung menutup mata Tian, Wildan mengaga melihat Erik mencium Billa, Karan tersenyum melihatnya. Kasih tepuk tangan kesenangan.


"Awas tangan kamu Ravi." Tian melihat adiknya dicium oleh Erik.


"Erik sialan, minta dipecahkan bibirnya." Tian kesel, Ravi menahan tawa.


Arrrrrgggghhhhh ... teriakan Vira, Bella, Winda kuat, langsung lompat-lompat gemas melihat adegan di layar besar yang sedang melakukan siaran langsung.


"OMG, Vira juga mau dicium." Vira memegang pipinya.


"Bella juga kapan bisa begituan." Bella memeluk Winda yang sedang tersenyum lebar.


Karin tersenyum melihat layar besar, terlihat wajah kaget Billa.


"Kasih tadi malam cium juga, lama sekali, Kasih juga membuka baju bersama Aak ...." Ravi langsung menutup mulut Kasih.


Tawa Vira kuat melihat Ravi dan Kasih yang cengengesan. Tian menggelengkan kepalanya melihat Kasih.


"Sayang jangan bongkar aib kita." Ravi menahan tawa.

__ADS_1


"Iya Aak Kasih keceplosan, kita hanya boleh cerita berdua, tapi tadi malam anak kita lihat Daddy Mommynya ciuman."


"Kasih diam sayang, kita menonton Erik saja, jangan membicarakan kita." Ravi mengaruk kepalanya.


Suara pintu terbuka, Jum langsung masuk melihat keributan di dalam kamar. Wildan langsung memutar Drone, memperlihat kebun yang luas, Jum menghela nafasnya.


"Apa yang membuat kalian tertawa?"


"Adegan ciuman Bun ...." Mulut Kasih langsung Ravi tutup.


"Biasalah Bun, video lucu." Ravi tersenyum, Jum langsung keluar.


Billa masih mematung, menatap Erik yang menciumnya. Bibir Billa langsung manyun tidak terima dengan perbuatan Erik.


"Kenapa kak Erik mengambil ciuman pertama Billa?"


"Karena kita orang dewasa, Billa tidak ingin menjadi anak kecil, ini yang orang dewasa lakukan." Erik menatap Billa.


"Billa hanya akan melakukannya dengan suami Billa, Kak Erik jahat." Billa memukuli dada Erik kesal.


Tangan Erik menahan Billa, memeluknya dengan erat. Billa masih terus meronta-ronta minta dilepaskan.


"Ayo kita menikah Bil, kak Erik akan bicara dengan orang tua kamu ...." Erik diam melihat Drone yang berputar.


"Kenapa berhenti bicara? jika ragu jangan kak."


"Wildan, melihat apa yang kita lakukan." Erik menatap Drone, Billa juga langsung melihatnya cukup kaget.


"Bagaimana ini? Billa tidak melakukan apapun." Billa menatap binggung.


Erik meminta Drone mendekat, suara Ravi terdengar sedang tertawa, belum lagi suara Vira dan Winda.


"Erik sialan, beraninya Lo menyentuh adik gue. Pulang Billa sekarang!" Tian teriak marah, Billa langsung memegang baju Erik takut.


"Iya maaf, khilaf." Erik tertawa melihat Billa.


"Maaf, sial kamu Rik. Billa masih polos, beraninya kamu mengajarinya hal kotor."


"Billa sudah siap menikah, berarti hal wajar untuk pemula, setelah menikah akan lebih panas lagi."


"Awas kamu Rik!" suara marah Tian semakin jelas, Billa langsung melangkah kembali.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA


SEKALIAN JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP

__ADS_1


***


__ADS_2