SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S3 KABAR BAHAGIA


__ADS_3

Sudah satu minggu Vira merasa tidak enak badan, Wildan cukup khawatir melihat Vira yang sudah tiga hari belum juga berangkat dari tempat tidur.


Viana Reva juga cemas, Billa bekali-kali datang mengontrol keadaan Vira yang drop total. Bella yakin pasti karena tes pack yang membuat Vira kecewa.


"Vir masih memikirkan soal tes pack, sudahlah ihklaskan saja. Nanti kita tes lagi jika sudah ada tanda-tanda hamil." Bella menggenggam tangan Vira, Billa hanya diam.


"Tidak, tubuh aku memang lemas Bella, aku merasa tidak berdaya." Vira menatap Wildan yang baru saja masuk, terlihat sekali Wildan stres melihat keadaan Vira.


"Rawat saja di rumah sakit."


"Tidak mau Ayang, Vira takut." Mata Vira terpejam, meminta tetap dirawat di rumah.


Billa merasa ada yang aneh, tapi mendengar cerita Bella harapannya kecil. Billa memberi waktu satu hari lagi, jika keadaan Vira belum juga membaik maka dengan terpaksa dilarikan ke rumah sakit.


Di kediaman Jum, dia sibuk membuatkan makanan untuk Vira agar cepat sehat. Melihat tumpukan sampah banyak sekali.


"Sampah siapa ini mbak?" Jum mengambil bungkus plastik.


"Dari kamarnya mbak Bella Bu, isinya tes pack semua."


"Sudah gila Bella, sudah siap melahirkan, tapi masih melakukan tes pack ulang. Tidak normal otak anak satu itu." Jum membawa semua hasil tes pack.


Bisma kaget melihat istrinya menghamburkan hampir ratusan tes pack, langsung menggelengkan kepalanya.


"Tidak lucu sayang, cucu kita sudah banyak, Kenapa kamu bisa hamil lagi?" Bisma mengacak rambutnya, takut melihat tes pack dihadapannya.


"Ini ulah putrimu, perutnya sudah besar tapi masih melakukan tes kehamilan."


Bella pulang dari menjenguk Vira, melihat hasil tes pack yang ada di kamarnya. Menatap Bundanya yang terlihat aneh.


"Untuk apa kamu melakukan tes ini? kurang besar perut kamu yang sudah terlihat jelas." Bunda menunjuk ke arah banyaknya tes pack.


"Bukan punya Bella, Bella tes hanya lima untuk melihat kualitasnya, sisanya punya dua wanita planet mars." Bella duduk memeluk Ayahnya.


"Di sini ada alien? kenapa jauh-jauh dari planet untuk tes kehamilan? memangnya di sana ada yang hamil?" Jum menatap aneh, dia melihat ke atas, mungkin mirip UFO.


Bisma langsung tertawa, bisa awet muda melihat tingkah istrinya yang menanggapi serius ucapan Bella.


"Bunda polosnya seperti orang itu, disebut nanti dosa." Bella menatap kesal Bundanya.


"Masih ada di sini manusia mars?"


"Masih Bun, Vira sama Winda. Sekian banyak ini gabungan milik mereka berdua."

__ADS_1


Bisma langsung berhenti tertawa, mengambil beberapa tes pack yang bergaris dua. Jum langsung menyusun semuanya.


"Subhanallah, Alhamdulillah." Jum teriak kuat, langsung lompat-lompat bahagia, memeluk Bisma, air mata Jum langsung menetas sungguh bahagia melihat dua manusia mars bergaris dua.


Jum masih menangis, menghubungi Viana dan Reva untuk segera ke rumah, sekalian dengan suami mereka.


Jarak rumah yang dekat, memudahkan mereka untuk segera datang. Viana memegang kepala Jum yang mirip orang gila.


"Lihatlah."


"Innalilahi wa innailaihi rojiun, kak Jum hamil lagi, mampus." Reva menatap Bisma yang geleng-geleng.


"Gila kamu Jum, bagaimana kamu melahirkannya ingat umur. Bisma kamu tidak kontrol diri sampai kebobolan." Viana berteriak kesal.


"Kenapa menyalahkan aku? ini garis dua perbuatan Ar sama Wildan." Bisma menatap sinis.


"Yeee ...." Jum binggung melihat Reva, Viana, Rama dan Bima tidak ada reaksi.


Bella tersenyum, menjelaskan kebingungan. Saat dia acara tujuh bulanan, dua wanita aneh membawa banyak tes pack, mereka ingin melakukan uji coba hasil tes pack.


Ada lima tes pack dengan merek yang berbeda hasilnya garis dua, karena Bella sedang hamil. Karena penasaran Vira dan Winda kurang mainan melakukan tes bahkan mengotori tempat tidurnya dengan cairan urine mereka.


Keduanya kecewa karena hasilnya belum terlihat, secara tiba-tiba Billa muncul dan mengacaukan semuanya.


Viana langsung menangis melihat Rama, memeluknya erat akhirnya harapan Wildan Vira terkabulkan.


Rama juga meneteskan air matanya, terasa terharu.


Bima dan Reva juga berpelukan, Putri dan menantunya hamil secara bersamaan. Tangisan kebahagiaan Reva dan Viana yang langsung berpelukan.


Mereka sangat bahagia, tidak tahu lagi cara mengungkapkan kebahagiaan mereka, hanya dengan air mata meluapkan semuanya.


Jum juga langsung berpelukan, mengucapkannya selamat untuk kedua sahabat yang akan memiliki cucu.


Mereka bertiga lompat-lompat bahagia, saling berpelukan. Tidak tahu lagi cara mengatakannya betapa bersyukurnya.


Billa muncul melihat semuanya berkumpul, Bella mengatakan jika Winda dan Vira hamil. Dugaan Billa benar, melihat kondisi tubuh Vira memang tidak biasanya, juga porsi makan Winda yang berlebihan.


"Sebaiknya jangan memberitahu dulu, Vira dilarikan dulu ke rumah sakit. Langsung melakukan pengecekan, jika diberitahu sekarang takutnya kecewa." Billa meminta persetujuan keluarga.


Semuanya sepakat untuk diam, hari ini juga mereka akan meminta Vira ke dokter sekalian dengan Winda yang kerjaannya makan dan tidur.


"Ini bukan mimpi, Viana masih diberi umur untuk melihat anak Vira." Viana duduk di lantai menutup wajahnya.

__ADS_1


Rama langsung memeluk dari belakang, mengusap kepala istrinya yang sangat bahagia. Dia juga memiliki harapan yang sama seperti Vira dan Wildan untuk segera memiliki anak.


"Selamat kak Vi, sebentar lagi kita jadi nenek." Reva menjabat tangan Viana, tidak bisa menahan air matanya.


"Semoga saja ya Va, periksa ke dokter mereka memang sudah tumbuh. Kita saja bahagia apalagi Wildan Vira, Ar Winda. Mereka pasti melakukan sujud syukur." Viana memeluk Reva erat, keduanya menangis kembali, karena sangat bahagia.


Bima langsung memeluk Rama, mengucapkan selamat, Bisma juga mengucapkan selamat untuk kakaknya juga Rama.


Meskipun keduanya memiliki cucu lagu, belum bisa mengalahkan banyaknya cucu Bima.


"Cucu aku ada enam bersama yang di dalam ini. Mungkin Billa ingin menambah lagi?" Bisma mengusap perut Bella yang sudah besar.


"Tidak ayah."


"Cucu Vi juga 6 ada Raka, Asih, twins dan twins." Viana mengejek Bima.


"Cucu Reva ada Lima, Wira twins dan twins. Semoga saja memang baby twins, jadinya kita semua menurunkan keturunan kembar." Reva bertepuk tangan, diikuti oleh yang lainnya.


Semuanya tertawa bahagia, Reva melihat hasil tes pack, meminta untuk dibingkai, sebagai kenang-kenangan.


"Viana juga mau Reva."


"Apa sih? tidak bisa sekali saja mengalah, tidak ikut-ikutan."


"Stop jangan bertengkar, Bella ambil lima ini punya Bella."


"Tidak boleh, biarkan disitu ini dibagi dua." Reva melotot.


"Jum juga mau." Bibir Jum monyong melihat mata Reva dan Viana.


"Apa Jum?"


"Ini ada lima punya Bella."


"Astaga, bagi dua saja susah sekarang bagi tiga." Viana menatap kesal.


"Ini ambil lima, jangan banyak protes." Reva mengambil lima menyerahkan kepada Jum.


"Kita sahabat, harus bagi tiga."


"Bodoh amat!" Viana dan Reva langsung memasukan ke dalam plastik membawa pulang.


"Jorok sekali mainan kalian, tes pack dicelup ke cairan urine bukan teh." Bisma menggelengkan kepalanya, Rama dan Bima hanya tertawa.

__ADS_1


***


__ADS_2