SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
CACING TANAH


__ADS_3

Viana mengecek wajah Ravi yang mulai mengempis, Rama membuka pintu dan langsung disambut Ravi dengan berlari memeluknya.


"Jum, kamu yang menjaga rumah. Ririn bisa masuk kamu bisa tidak tahu!"


"Saya tahu tuan, susah menghubungi tuan tapi tidak bisa jadi menghubungi kak Vi."


"Viana! kamu tahu, tapi tidak memberi tahu aku."


"Maaf hubby, Viana salah lagi." Vi menundukkan kepalanya.


"Bukan karena kamu salah Viana, aku mengkhawatirkan kamu, aku bertugas menjaga keselamatan kalian semua."


Viana langsung masuk ke dalam pelukan Rama, Jum yang melihat mereka langsung cepat keluar dengan kesal.


"Ravi sayang sekarang beristirahat ya, tidur besok kita periksa lagi wajah Ravi."


Viana dan Rama meninggalkan Ravi yang sudah tertidur, mereka kembali ke kamar dan berbaring sambil saling memeluk.


"Hubby! bagaimana kelanjutan kasus Ririn,"


"Masih diurus kepolisian, Abi juga sudah dalam pencarian, semua bisnisnya ilegal dan seluruh asetnya jatuh ke tangan pemerintah."


"Cepat sekali polisi membongkar kedok Abi, padahal dia dibantu oleh pasar gelap. Tidak mudah melawan mereka hubby."


"Jangan ragukan kemampuan suamimu ini Viana, hubby bukan ABG lagi yang bisa menjadi bahan olokan kamu. Rama yang sekarang berjuang untuk melindungi istri, anak dan keluarganya."


"Tempat apa yang banyak komputer dan banyak pemuda culun."


"Jangan anggap remeh penampilan mereka, tanpa mereka hubby tidak bisa membangun sistem jaringan secanggih itu, mereka punya peran penting dan bisa hubby bilang manusia jenius."


"Jadi yang membongkar kedok Abi, mendapatkan seluruh barang bukti semuanya tim daddy,"


"Iya sayang, sejak kamu menyebutkan nama Mitha, hubby langsung melacak mereka, dan ingin menghancurkan Abi di depan publik tapi sayang kamu menggagalkannya. Dan sekarang kita hanya bisa berharap Abi segera tertangkap."


Viana meenggaguk dan mencium wajah Rama, pipi sebelahnya, kening, dagu, hidung dan bibir. Rama menahan lama dan membalikkan tubuh Viana menjadi di bawah.


Selesai adegan panas mereka, Rama menggendong Viana yang masih kelelahan. Syukurnya Viana sudah mempersiapkan diri, Rama yang sedang menidurkan Ravi Viana keluar makan dan minum vitamin karena dia baru saja kehilangan darah, dan lanjut lagi bertarung, dan sekarang memuaskan suami. Tubuh Viana sangat lelah dan ingin cepat tidur.

__ADS_1


Selesai mandi Viana tidur dalam pelukan Rama, ada rasa menyesal karena Rama lupa Viana lelah apalagi baru mendonorkan darah, sedangkan dia meminta jatah berkali-kali.


"Maaf ya mommy, daddy lupa mommy lelah tapi masih melayani daddy yang tidak pernah puas."


"Tidak apa dad, tugas mommy kasih servis. Biar tidak mencari lubang lain, awas saja masih mencari cacing, mommy potong."


Rama hanya tertawa dan lanjutt tidur bersama.


***


Mobil Rama tiba di rumah sakit untuk memeriksa Ravi kembali, sekalian menjenguk Reva. Viana membiarkan Rama yang menemani Ravi sedangkan Vi menjenguk Reva yang kemarin mengajaknya smekdom karena beraninya menyatakan cinta ke suaminya.


"Mas Bram, bagaimana keadaan cacing kremi!"


"Bagus Vi, Keadaan Reva terus membaik hanya ingatannya yang hanya batas dia SMA."


Vi menatap kasihan ke Bima yang terlihat sedih dan tidak bersemangat, apalagi Reva tidak mengenalinya lagi, sungguh menyakitkan bagi Bima.


Viana masuk dan melihat Reva yang mengigit buah apel sambil tertawa memainkan handphone nya. Reva nampak terlihat sangat sehat, hanya ada beberapa luka di bagian kepalanya dan tubuh lainnya.


"Seharusnya Ririn yang masuk rumah sakit, tapi salah target!"


"Kak Vi terimakasih kasih darahnya, nanti aku kembalikan dengan darah ayam." Tawa pelan Reva terdengar.


Langkah Viana kembali mendekati Reva yang terlihat mencurigakan.


"Kamu bohong ya Reva jika tidak mengenaliku, awas saja bohong aku ketuk kamu menjadi butiran debu."


"Belum menjawab sudah di ancam." Reva tersenyum melihat Viana yang terlihat sudah kesal.


"Apa rencana kamu?"


"Hanya ingin memberikan om Bima pelajaran, dan juga Reva tidak ingin lagi berjuang mengejarnya, saat nya om Bima yang mengejar cinta Reva."


"Aisshhh, jika mau menguji Bima jangan bawa aku dan Rama, bikin kesal saja." Viana menyesal menangis Reva karena tidak mengingatnya.


"Ya sudah lanjutkan saja amnesia kamu, semoga kamu tidak gila, dan menangis batu jika Bima tidak ingin memperjuangkan kamu. Dan memilih pergi."

__ADS_1


"Jahat banget kak Vi! bagaimana dengan Ririn dia akan datang lagi kak."


"Rama yang bertindak, sekarang aku tidak bisa melawan Rama dia jauh di atas aku, sepertinya dia sengaja menahan VCLO dibawah LOVER. Rama sudah lama mengincar kejahatan Abi. Suamiku hebat bukan."


"Pantas Rama pernah datang dadakan ke VCLO dan memperingatkan aku, ternyata dia tahu jika aku dalam bahaya."


"Ternyata Ravi jauh lebih pintar dari kamu, dia juga tahu ada bodyguard yang mengawasinya."


"Kak Vi! Ravi wajar saja pintar darah Rama yang jenius dan cerdik ada padanya, bersyukur otak kak Vi yang lemot tidak turun padanya." Tawa pelan Reva terdengar.


"Kamu lupa Ravi punya pasukan,"


Reva dan Viana saling pandang dan membayangkan Ravi yang konyol.


"Ular bisa mengeong," ucap Viana dan Reva bersamaan, sambil tertawa pelan agar Bima tidak mendengar.


***


Viana melangkah menuju ruangan Ravi dan melihat Rama dan juga Indri sedang asik mengobrol, Ravi sedang tertidur di pelukan Rama, sedangkan Indri tertunduk diam mendengarkan ucapan Rama.


"Aku sangat mencintai dia, tidak akan pernah ada yang bisa mengantikan sosok Viana, kamu juga suatu hari akan memahami jalannya cinta seperti apa?, aku juga menikah bukan karena rasa cinta tapi rasa tanggung jawab. Walaupun dia lebih dewasa dan sifatnya kekanakan tapi semua itu yang membuatnya spesial, Vi orang yang dingin pada siapapun tapi saat dia nyaman,akan menjadi wanita yang mengemaskan."


"Kamu bucin sekali Rama, andaikan suamiku seperti dirimu mungkin rasanya indah sekali, dia belum bisa melupakan sosok wanita dalam hidupnya, Sakit melihat orang yang kita cintai tapi pikirannya ada pada wanita lain."


Rama hanya membalas senyum tipis dan memberikan semangat ke Indri yang berlalu pergi meninggalkan Rama yang masih duduk diam. Rama memandangi Ravi yang menjadi saksi cintanya dan Viana.


"Aku tidak meragukan cintamu hubby, tapi banyaknya cacing disekitar kamu membuat cinta kamu yang kuat juga bisa goyah, awalnya saja rasa saudara tapi jika terus dipupuk dengan rasa nyaman juga bisa berubah menjadi cinta."


Viana mendekati Rama dan menciumnya dari samping membuat Rama menoleh kaget, dan saat melihat Viana langsung tersenyum dan mengelus pipi Viana yang mulai tembem.


"Kamu sekarang mulai gemuk Vi,"


"Ya efek bahagia dan juga membatin." Senyum Viana sambil mengelus wajah Ravi.


"Aku bahagia memiliki daddy kamu Ravi, tapi membatin melihat cacing disekitarnya, ketampanan daddy memanggil cacing dari dalam tanah mulai merayap." Batin Vi.


***

__ADS_1


terimakasih yang sudah baca yaaa....


jangan lupa like coment dan vote...


__ADS_2