SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 DIPAKSA MENIKAH


__ADS_3

Tatapan tajam, langsung melangkah mendekati Ravi yang hanya senyum. Mommy Vi datang memukuli Ravi, Kasih hanya berdiri terdiam melihat Ravi yang habis dipukuli Mommy.


"Kurang ajar kamu Ravi! Daddy kamu tidak seperti ini, dia sangat menghormati wanita. Kenapa kamu nyosor sebelum menikah." Viana mencubit seluruh tubuh Ravi membuat nya meringis, mohon ampun ke mommy.


"Kita beda zaman Mommy!" Ravi berlari menghindari Mommy yang matanya hampir keluar.


"Mommy tidak pernah melarang kamu mendekati wanita, terserah kamu memilih wanita! karena Mommy percaya Ravi bisa menjaga kehormatan wanita." Viana teriak kuat, tubuh Kasih langsung gemetar, dia sangat takut menatap Mommy. Sebentar lagi dia yang akan menjadi korban KDRT.


Mommy mendekati Kasih, menggakat wajahnya agar menatap Vi. Kasih memang tidak menangis tapi Vi bisa melihat, jika Kasih sedang dikerjain oleh putranya, wajah Kasih terlihat menyesal. Viana mengenal Kasih tapi Kasih tidak mengenali dirinya. Gadis cantik yang dulu Viana kagumi, setiap hari berkunjung ke panti, tertawa dan bernyanyi. Viana tidak pernah menyangka takdir mempertemukan Kasih dengan Ravi.


Viana mengambil tisu basah, membersihkan bibir Kasih yang merah. Mata Kasih berkedip tidak enak hati dengan perlakuan Viana, jika dia bisa ingin sekali menghilang saja, hari yang sangat memalukan.


"Maaf Bu, Ravi yang salah. Kasih tidak bermaksud menggoda, Kasih tahu diri. Sungguh ini sangat memalukan." Kasih meremas tangannya yang sudah dingin.


Viana bukannya marah, dia langsung memeluk Kasih dan membelai rambutnya. Sejak Kasih berusia 10tahun Viana sudah mengenalinya, gadis kecil yang selalu menolong sesama. Setelahnya dia akan melupakan dan seakan-akan tidak pernah melakukan apapun.


Dari sofa Ravi bisa melihat mata Mommy yang menyayangi Kasih, dengan santai dan tanpa dosa Ravi mengambil cemilan dan memakannya sambil menonton dua wanita dihadapannya.


Tangan Kasih digandeng ke arah sofa, mata Vi tajam menatap Ravi dan menendangnya sampai jatuh dari atas sofa.


"Duduk di lantai kamu!"


"Iya Mommy." Ravi hanya cengengesan, dia yakin pasti akan terkena masalah besar. Akibat kejahilannya, dan bibir Kasih yang menggoda.


"Tante, sebaiknya Kasih keluar. Maaf sekali lagi atas ketidaknyamanan yang Tante lihat tadi. Kita bisa lupakan saja, Kasih akan segera mengundurkan diri dari kantor." Kasih bangkit berdiri tapi tangannya langsung ditahan oleh Viana.


***


Kasih keluar dari ruangan Ravi dengan wajah binggung, dia tidak pernah bisa membayangkan jika dirinya harus menikah dengan playboy seperti Ravi. Permintaan Mommy Ravi benar-benar diluar nalar Kasih, tanpa izin atau lapor ke atasan Kasih langsung mengganti bajunya dan berlari ke luar kantor.


Di dalam ruangan juga terjadi perdebatan antara Viana dan Ravi, Viana tetap pada keputusan untuk Ravi menikah Kasih tapi Ravi tetap dengan pendirian menolak. Pacaran boleh gonta-ganti tapi untuk pasangan hidup, Ravi tidak ingin memilih sembarangan orang. Pernikahan hanya satu kali, dan akan menjadi hari bersejarah, Ravi tidak ingin menikah karena dipaksa apalagi terpaksa.


Viana masih marah-marah, Ravi sudah pergi meninggalkan Vi. Marah mungkin yang Ravi rasakan, tidak pernah Ravi pikiran jika Mommy bisa memutuskan pernikahan semudah ini. Dirinya bukan daddy yang bisa lapang dada menerima perjodohan.


"Baru ciuman, coba saja Mommy hidup di luar negeri. Ciuman sudah hal biasa." Ravi marah-marah sambil menunggu seseorang.

__ADS_1


"Masalahnya, di dalam agama kita dosa menyentuh wanita yang bukan muhrimnya." Seorang pria tampan datang menemui Ravi yang masih mengomel.


"Setiap orang beda kak!"


"Hal buruk kamu pelajari, orang itu baiknya ambil, buruknya buang. Tapi kamu kebalikannya."


"Tau ah kak Tian, pusing kepala Ravi." Tangan Ravi sibuk memijit kepalanya.


Melihat Erik yang datang dengan senyuman, kening Ravi semakin berkerut. Tidak lama kedatangan Erik, Cinta juga muncul membawa makanan untuk mereka bersantai.


"Hai kak Tian, apa kabar?" Cinta menyapa Tian yang lama tidak dia jumpai, setelah lulus sekolah.


"Lama banget baru pulang, dapat bule di LN." Erik menepuk pundak Tian.


"Sebenarnya bukan jadwal pulang, tapi ibu sudah marah-marah. Katanya ayah mau dikeluarkan dari KK kalau aku tidak pulang."


"Aunty Jum, memang paling aneh. Mendingan kak Tian cek tingkah si kembar, belum lagi ditambah Mak lampir Winda. Kacau sudah dunia!" Ravi tertawa mengigat Tian kewalahan mengurus adik kembarnya.


Tian hanya menghela nafas, andaikan yang lainnya tahu. Kepergian Tian untuk mengurus bisnis di luar negeri, demi menghindari adik bungsunya yang setiap hari menyatakan cinta.


"Kabar terakhirnya kak Tama," Erik menghentikan ucapannya, dia tahu betul dari kakak iparnya kalau sampai saat ini Tama dan yang lainnya menjalankan misi rahasia.


Cinta meneteskan air matanya, ibu dan bapak pasti sangat merindukan Tama. Belum lagi hubungannya dengan Kasih yang masih sangat canggung. Cinta sangat menyesal dulu melawan perintah orang tuanya untuk tetap di Indonesia, jika dulu dia menurut hubungan dengan Kasih pasti akan baik seperti saat dulu mereka bersama kak Tama.


"Sayang, jangan menangis sebentar lagi pasti kak Tama pulang. Masalah Kasih beriringan waktu pasti akan membaik."


"Sayang!" Ravi dan Tian mengulangi bersamaan.


"Kenapa? ada yang salah."


Ravi memukul meja kuat, tatapan matanya kesal. Masalahnya dengan Kasih juga masih panas, di tambah lagi hubungannya dengan Cinta. Erik berdiri menatap Ravi yang marah, Erik tahu jika Ravi dan Cinta pernah menjalin hubungan, tapi kandas karena kakak Cinta meminta Ravi menunda hubungan sampai mereka dewasa.


"Dulu aku putus sama kamu, karena permintaan Tama menunggu sampai kita dewasa. Tapi sekarang kamu menjalin hubungan dengan sahabatku." Ravi menatap Cinta tajam.


"Ravi jangan salahkan Cinta! jika kalian berdua memang saling mencintai aku rela." Erik melangkah pergi tapi ditahan oleh Tian.

__ADS_1


"Sial! dipaksa nikah sama Kasih, gebetan ditikung sahabat." Ravi menendang kursi dan melangkah pergi.


Cinta berlari mengejar Ravi, menatap mata Ravi yang sedang marah.


"Apa maksud kamu dipaksa nikah dengan Kasih?"


"Aku dan Kasih berciuman di kantor, dipergoki Mommy. Dan dipaksa menikah."


Parrrrkk tamparan mendarat di wajah Ravi, Cinta tidak pernah menyangka Ravi tega melakukannya. Padahal Ravi tahu Kasih adiknya.


"Aku tahu kamu playboy, tapi kenapa Kasih yang harus kamu permainkan. Aku dan kak Tama menjaga Kasih dari kecil, semut saja tidak kami izinkan menyakitinya. Tega kamu menyentuh dia." Air mata Cinta menetes.


"Kasih ini siapa?" Bastian duduk kembali sambil menghela nafas. Kalau cinta sudah hadir pada akan timbul masalah.


"Apa yang kalian ributkan? Cinta di mana Kasih?"


"Tama!" semuanya melongok melihat Tama yang binggung melihat keributan sahabatnya.


"Cinta! kakak menunggu kamu pulang, Kasih juga belum pulang. Kalian juga bisa berkumpul di sini?" Tama menyalami sahabatnya dan memeluk adik perempuannya.


"Kapan kakak pulang?" Cinta masuk ke dalam pelukan Tama, yang mengusap rambutnya.


"Pagi tadi, bapak sama ibu tidak bisa menghubungi kamu. Sedangkan Kasih tidak menjawab panggilan."


Ravi duduk kembali begitu juga dengan Erik, mereka saling menyapa setelah lulus sekolah mereka harus berpisah. Tian yang berada di LN, Erik yang menjadi seorang TNI harus bertugas, Ravi juga yang mengambil alih perusahaan sedangkan Erik yang selalu bersama Ravi.


Ravi menghela nafas berkali-kali, jika Tama sampai tahu dia mencium adik bungsunya. Dipastikan Ravi babak belur, Ravi sangat ingat sayangnya Tama ke adik bungsunya. Saat Tama tahu Ravi menjalin hubungan dengan Cinta, juga sangat marah. Kalau sampai tahu dia dipaksa nikah dengan Kasih.


"Arrrrrgggghhhhh sial banget, berapa banyak perempuan di dunia ini? kenapa harus berputar-putar? di paksa menikah dengan adiknya sahabat, gebetan pacaran dengan sahabat." Ravi bicara dalam hati sambil memukul meja, membuat yang lainnya melotot kearahnya.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA YA


***

__ADS_1


__ADS_2