SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 BERBAGI


__ADS_3

Kediaman Maison kembali ramai, setelah 3 hari pernikahan Erik Billa, Mansion kembali merayakan syukuran bayi kembar Ravi dan Kasih.


Hiasan yang penuh warna biru dan pink, tempat acara juga menyiapkan tempat duduk yang nyaman bagi anak-anak panti.


Acara juga mengundang anak yatim, membagikan sembako kepada masyarakat sekitar, sedekah kepada beberapa panti jompo, juga peresmian pembangunan masjid di dekat Mansion, sekaligus peresmian Mansion yang akan Erik jadikan rumah singgah.


Binar menatap putrinya yang tersenyum, menggenggam baju Ayahnya. Di dalam hati Binar sedih, tapi juga bahagia, memiliki kesempatan menjadi Ibu, Binar tidak meminta apapun lagi.


Suara ketukan pintu terdengar, Binar membukakan pintu melihat Tama datang langsung menggendong Putrinya.


Membawa Bening keluar, tawa Bening terdengar. Bisma memanggil Tama, di sana ada Ravi, Rama juga yang menyiapkan rencana syukuran Bening.


Tama setuju, dia akan memberikan nama Bening Amora Bramasta. Bisma setuju dengan nama Bening, Tama yang akan mendampingi Bening.


"Tama, terima kasih sudah tulus mencintai Bening."


"Cinta datang secara tiba-tiba Uncle, senyuman Bening menenangkan hati, membuat aku sangat bahagia." Tama mencium pipi Bening yang menyentuh wajah Tama.


"Hari ini tema kita biru pink dan putih, Bening dilambangkan warna putih, dia bersih dan Bening seperti namanya." Ravi mendekati Bening yang mengagumi Tama, berbicara tidak jelas, meminta Tama berbicara dengannya.


"Bening, bahagia bertemu Ayah. Dia sayang kak Tama."


"Aku juga sangat menyayangi dia Rav, sayang aku tidak bisa diukur lagi."


Ravi menepuk pundak Tama, luar biasa kagumnya kepada kakak iparnya.


Tamu mulai berdatangan, Rasih sudah didandani dengan baju berwarna pink, Raka baju biru, Bening baju putih, ketiganya digendong ke depan banyaknya orang yang akan mendoakan mereka.


Ravi mengendong Raka, Kasih menggendong Rasih, Tama menggendong Bening, Binar berdiri di samping Tama.


Rasih tidak berhenti tersenyum, Raka lebih memilih tidur, tidak terusik dengan keramaian yang sedang membaca doa.


Selesai doa di rumah Tim yang sudah dibagi untuk berbagi ke beberapa tempat yang sudah di survei berkumpul.


Ravi Kasih, Tama Binar juga para orang tua tetap di rumah berbagi kepada anak-anak panti, Vira Wildan, Karan Kasih pergi ke panti jompo, Bella Tian, Winda Yusuf pergi ke tempat panti asuhan, Erik Billa tetap di rumah untuk melakukan tes kesehatan kepada warga sekitar.

__ADS_1


"Sebelum pergi kita foto dulu, sebagai kenang-kenangan." Ravi meminta semaunya berkumpul.


Ravi duduk bersama Kasih memangku Putra putri mereka, Tama duduk di samping Ravi, di sisinya Binar, Bening duduk di pangkuan Ayahnya.


Vira berdiri di belakang bersama Wildan, Erik bersama Billa, Tian bersama Bella, Winda menatap tajam hanya dirinya yang tidak memiliki pasangan.


"Karin Karan, ayo gabung." Ravi meminta keduanya berdiri di samping Kasih.


"Winda tidak ingin ikut berfoto!" Winda langsung melangkah menjauh.


"Ayolah Win, kamu harus berdoa kepada Tuhan yang maha esa agar tidak jomblo." Vira tertawa kuat melihat sahabatnya cemberut.


Windy juga datang, langsung duduk bersama Steven. Wira berlari duduk di pangkuan Daddy-nya sesekali Wira menyentuh wajah Rasih yang sangat tembem.


"Ayo Win, kamu berdiri di samping kak Binar." Tian meminta Winda mendekat.


"Tidak mau!"


Reva menarik tangan putrinya, berdiri di samping Binar yang duduk, Viana menarik lengan Yusuf yang merasa tidak nyaman. Yusuf berdiri di samping Winda.


Tian tersenyum menatap Bella, Karan Karin juga tersenyum, Vira dan Wildan saling pandang dan tersenyum, Erik merangkul Billa yang juga memeluknya, Yusuf menatap Winda yang menatapnya tajam menjulurkan lidahnya membuat Yusuf tersenyum.


Rama yang memotret tersenyum melihat kebahagiaan Keluarganya, Rama menatap kedua cucunya mendoakan Rasih Raka menjadi anak yang berbakti, taat beribadah, sehat selalu, menghormati orang tuanya juga orang lain, saling menyayangi. Rama juga menatap Bening semoga menjadi kebanggaan keluarga, baik dan taat kepada Allah.


Viana mendekati Raka Rasih, berjongkok mengelus pipi dua tembemnya.


"Raka jadi anak yang baik, jaga adik kamu, cintai kedua orang tua kamu, jaga keharmonisan keluarga kita, taat beribadah. Rasih semoga kamu menjadi anak yang penurut, menjadi wanita tangguh, tumbuh menjadi anak yang ceria. Bening juga menjadi anak yang baik, kalian harus tumbuh bersama, menjalankan perintah agama, menolong sesama seperti yang kita ajarkan." Viana mencium kening Raka, Rasih dan Bening.


"Nek Vi tidak mendoakan Wira?"


Viana tersenyum meminta Wira mendekat, Wira langsung memeluk Viana erat. Doa Viana untuk Wira menjadi seorang pemimpin yang hebat, jujur dapat dipercaya, bisa dipegang ucapannya.


"Tunggu nek Vi, bagaimana caranya Wira memegang ucapannya, angin saja tidak bisa dipegang, apalagi ucapan." Wira binggung, Viana langsung tertawa menatap Bima yang tersenyum, Viana menyerah jika Wira sudah bertanya.


"Kakek, Wira ingin memegang ucapan?" Wira langsung berlari memeluk Bima.

__ADS_1


"Sayang, memegang ucapan sebuah istilah. Saat kamu berjanji sesuatu, tapi kamu tidak menepatinya, selain kamu yang ingkar janji, ucapan kamu juga tidak bisa dipegang dan dipercaya. Jangan pernah mengucapkan janji, jika kamu ragu untuk menempatinya."


Wira diam mendengar kakeknya berbicara, menatap Mommy dan Daddy-nya.


"Daddy ucapannya bisa dipegang, tapi Mommy tidak kakek. Mommy mengatakan akan menemani Wira berenang, tapi Mommy tidur. Selain tidak tepat janji Mommy juga ucapannya tidak bisa dipegang."


"Bukan seperti itu Papi, namanya juga tidur dalam keadaan tidak sadar." Windy cemberut melihat putranya.


"Wira harus menjadi pria yang bertanggung jawab, jujur, paling penting jangan pernah tinggalkan sholat."


"Siap kakek, Wira akan mengigat pesan kakek, tapi boleh tidak Wira menjadi playboy."


"Sini Wira Uncle Ravi yang akan mengajari kamu, kita boleh menjadi playboy, tapi playboy berkelas." Ravi tertawa.


"Playboy juga ada kelasnya Uncle, Wira jadinya kelas berapa?"


"Ayo jawab Aak, makanya berbicara sama anak kecil dijaga." Kasih menggelengkan kepalanya.


"Tidak perlu belajar dari kamu Rav, Daddy-nya juga mantan playboy, karena kebanyakan pacar sebelum menikah pelakorr berterbangan menjadi pengganggu. Coba saja jika tidak menjadi playboy, tidak mungkin banyak perempuan yang patah hati." Windy melotot, Wira langsung memeluk neneknya jika Mommynya sudah mengomel urusan bakal panjang.


Wildan pamitan untuk pergi, Vira langsung memeluk Bella dan Winda karena harus berpisah, mereka akan bertemu di panti asuhan.


"Mami Papi kita pamitan dulu. Assalamualaikum." Wildan mencium tangan, diikuti oleh Vira.


Bella Tian, Winda Yusuf juga pamitan, langsung melangkah pergi bersama tim mereka.


"Hati-hati kalian semua, kabarin kita jika acara sudah selesai." Ravi melambaikan tangannya.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE TAMBAH FAVORIT JUGA


JANGAN LUPA KASIH HADIAH JUGA YA BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP


***

__ADS_1


__ADS_2