SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
KELUARGA BAHAGIA


__ADS_3

Selesai acara Viana masuk kamar menyegarkan badan, sebelum tidur dia menyempatkan melihat Ravi yang berada dikamar sebelah yang sudah lebih dulu terlelap, Vi mendekati Ravi mengelus wajah tampan putranya, Viana mendarat ciuman di kening, pipi dan seluruh wajah Ravi. Karena terlalu lelah Viana juga ikut terlelap disamping Ravi.


Rama baru saja masuk, dia membuka kamar tapi tidak melihat Viana, mengecek kamar mandi juga tidak ada dan langsung lari keluar membuka kamar Ravi. Rama melihat Ravi dan Viana sudah terlelap, dia hanya tersenyum melihat malaikat kecilnya dan juga bidadari surganya. Rama melangkah keluar kembali ke kamarnya membersihkan diri, setelah selesai kembali lagi ke kamar Ravi mendaratkan ciuman di kening Ravi dan Viana lalu ikut tidur disamping Ravi.


***


Mata Ravi terbuka saat merasakan ada dua tangan yang memeluknya dari kanan di kiri, Ravi melihat wajah Rama dan Viana sambil tersenyum nyengir.


Sesekali dia mengelus wajah Rama berganti ke Viana, mencium Vi dan juga Rama terus dan terus bergantian seakan dia tidak pernah merasa puas. Rama yang sudah terbangun hanya tersenyum melihat tingkah putranya, Viana yang terganggu dengan kejahilan putranya bergerak. Ravi langsung menutup matanya, Rama dan Vi tersenyum saling pandang melihat Ravi yang pura-pura tidur.


"Mom, morning kiss," ucap Rama yang membuat Viana merasa malu didepan Ravi yang pura-pura tidur.


Rama memonyongkan bibirnya meminta Viana mendekatinya, Ravi membuka sedikit matanya ingin mengintip mommy dan daddy nya, Vi mendekati Rama dan mencium kilat bibir Rama yang membuat Vi senyum melihat wajah tampan Rama.


Rama menarik tekuk kepala Viana dan mencium kening Vi, juga menyatukan hidung mereka yang di gesek.


"Ravi juga mau morning kiss," ucap Ravi yang sudah monyong membuka matanya.


Rama dan Viana tertawa melihat kelucuan putra mereka dan mencium pipi Ravi secara bersamaan, Rama menggelitik perut Ravi yang membuatnya tertawa sambil menggeliat.


"Mommy, tolong Ravi."


Viana menggelitik Rama, tawa riang bahagia terdengar, Rama sudah memeluk Viana, Ravi juga sudah ada di gendongan Rama.


"Sekarang saat kita sholat subuh, ayo Ravi semangat." Ucap Rama.


"Ayo! semangat daddy, mommy yang sering malas daddy."


"Mana ada!" tatap tajam Viana kearah Ravi.


Viana menyiapkan tempat sholat, Ravi dan Rama sudah lebih dulu mengambil air wudhu, setelah selesai Viana langsung menyusul. Mereka melaksanakan kewajiban sholat berjamaah.


Setelah selesai sholat, Rama mencium kening Viana yang mencium tangannya, begitu juga dengan Ravi, mereka berdoa bersama.


"Ya Allah, terimakasih telah menyatukan keluarga kami kembali, jagalah keharmonisan keluarga kami, jadikan hamba suami yang bisa membimbing keluarga, jadikan istri hamba wanita yang taat juga saleha, jadikan putra hamba anak yang Sholeh dan berbakti. Berikanlah kami rezeki yang halal, jika jauh dekatkan, berikanlah kami kesehatan, jauhkanlah kami dari segala marabahaya, buatlah kami menjadi hamba mu yang selalu taat dan menjalankan kewajiban kami."


Viana dalam diam mendengarkan doa Rama, matanya mulai berkaca-kaca suasana yang sudah lima tahun tidak dia rasakan, laki-laki yang sama lagi dan lagi membuatnya jatuh cinta, saat air mata akan keluar Viana melihat Ravi yang cengengesan, nyengir memperlihatkan giginya yang ompong satu, langsung melotot kan mata.


"Ya Allah, Ravi mohon buatlah mommy menjadi wanita yang lembut tidak suka melotot dan ngomel-ngomel, amin!"


Rama langsung menoleh ke belakang melihat dua orang sedang bertengkar bukannya mendengarkan doanya.

__ADS_1


"Viana!"


"Ya hubby, Ravi yang mulai duluan."


"Tidak daddy, mommy yang suka melototi Ravi."


Viana mendekati Rama dan memeluk lengannya, sambil menatap manja.


"Ravi yang salah daddy, mommy fokus mendengarkan doa daddy tapi Ravi cengengesan melihat ke belakang membuat mommy tidak konsen."


"Daddy, bukan salah Ravi mommy yang konsentrasinya lemah sampai tidak konsen, Ravi hanya menoleh sebentar."


"Oke, oke mommy tidak salah, Ravi tidak salah, Daddy yang salah. Puas!"


"Mommy salah daddy, lain kali tidak akan melotot lagi." Viana memeluk Rama kuat.


"Ravi juga salah, maaf daddy. Tidak akan melirik mommy dan nyegir lagi." Ravi memeluk Rama sambil minta gendong.


Rama tertawa melihat istri dan anaknya yang menambah kebahagiaan, melihat perdebatan kecil yang mereka lakukan membuat hidup Rama terisi.


***


Hari ini Rama tidak bekerja, Ravi juga keluar ikut grandpa dan halmeoni ke mall. Viana juga masih sibuk di dapur, Rama masuk ke kamarnya yang menjadi saksi cintanya dan Viana. Rama berbaring di sana dan memejamkan matanya, sampai saat ini Rama masih merasa semuanya seperti mimpi.


"Kemari lah sayang!"


"Viana aku sangat merindukanmu, yakinkan aku jika ini bukan mimpi."


"Mau dibuktikan dengan apa hubby, mau mommy cubit."


Rama mengangkat tubuh Viana ke atas pangkuannya, dan mendaratkan ciuman panjang.


"Hubby, Viana malu."


"Mengapa malu, kita sudah sah sekarang. Saat pertama melihat kamu aku tidak bisa menahan diri, syukurnya masih tertahankan. Kalau aku minta sekarang boleh."


"Hubby!" suara Viana tertahan Rama sudah membaringkan Viana diatas kasur, dia sudah berada diatasnya. Viana menutup matanya menahan malu, sesekali mengigit bibir bawahnya.


"Viana buka mata kamu, lihat aku!"


"Vi malu hubby, kita sudah lama tidak melakukannya, rasanya aneh, kita juga sudah punya anak Viana tidak seseksi dulu."

__ADS_1


"Ngomong apa kamu Vi , tubuh kamu masih seindah dulu, hanya saja sekarang kamu kurusan. Mau dibantu gemuk gak mommy."


"Hubby!" Viana membuka matanya memberanikan diri menatap Rama yang sudah membuka bajunya, yang sekarang sudah perlahan membuka baju Viana.


"Daddy izin ya mom, mau minta jatah."


Viana hanya membalas dengan senyumannya, tangan Rama mulai bergerak, dari atas sampai bawah, Viana sesekali menutup mulutnya menahan nikmat yang lama tidak mereka rasakan.


Keringat membasahi tubuh Rama dan Viana, lelah dengan pergulatan mereka, Viana memejamkan matanya mengatur nafasnya yang tidak diberi Rama beristirahat.


"Hubby, sekarang makin agresif,"


"Kelamaan menganggur mom."


"Dasar ABG Omesh..."


"Mommy, daddy sudah tidak ABG lagi, lanjut lagi mom, buat adik untuk Ravi."


"Hubby! mommy masih capek, sebentar lagi Ravi juga pulang. Sana mandi!"


"Sekali saja mom, dikamar mandi."


Viana mengikuti keinginan Rama di kamar mandi yang tidak pernah puas akan dirinya, mereka berdua tersadar oleh teriakan Ravi di depan pintu kamar.


"Benarkah hubby, mommy bilang juga apa! udah cukup."


"Nanggung Mom, biarkan Ravi menunggu sebentar saja."


Rama menyelesaikan kegiatannya dan langsung mandi, Viana masih di dalam bathtub kelelahan melayani suami ABG nya, yang sekarang sudah tidak ABG lagi.


Rama membuka pintu kamar dengan masih memakai handuk di pinggangnya, dilihatnya Ravi berguling-guling didepan pintu kamar sambil memakan lollipop.


"Daddy lama sekali, Ravi sudah karatan."


***


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...


LIKE MENURUN DITAMBAH LAGI DONG...


PADAHAL AUTHOR UP 2X BIAR NAMBAH SEMANGAT JANGAN LUPA COMENT...

__ADS_1


VOTE JUGA...


__ADS_2