
"Hubby bangun, ayo kita ke pantai!" Vi menggoyang tubuh Rama membangunkannya dengan penuh semangat.
"Vi! masih jam 3subuh, diluar masih gelap."
"Iya tahu Hubby, tapi prosesnya panjang. Hubby masih mau mandi, sholat, sarapan, keluarin motor, masih banyak lagi Hubby."
"Viana kita masih bisa bercinta satu ronde jam segini!" ucap Rama sambil tersenyum melihat Viana yang sudah mandi dan rambutnya yang masih basah.
"Dasar ABG mesum." Ketus Viana melihat Rama yang senyum-senyum melihat tubuhnya.
"Ayolah sayang, daripada aku tidur lagi." Rama tersenyum melihat wajah Vi yang binggung, padahal dia juga bercanda, tapi kalau diizinkan bagus biar cepat punya baby.
"Hubby! Vi baru sudah mandi nanti harus mandi lagi karena mau sholat, nanti Vi juga capek kan hari ini mau jalan-jalan pakai motor."
"Ya sudah," Rama menarik selimut memejamkan matanya sambil menahan tawanya.
"Hubby, ya udah ayo! cepat! satu kali saja ya, nanti Vi capek."
Rama yang mendengar persetujuan Viana langsung membuka selimutnya dan tersenyum senang, Viana memang sudah dewasa tapi masih sangat polos, dan sifat manjanya ini hanya Rama yang bisa menikmatinya. Satu ronde yang Rama minta mustahil dia tidak pernah puas menyentuh Vi jika hanya satu kali. Viana mandi dengan wajah kesal, badannya capek rasanya pengen tidur lelah sekali yang bilangnya hanya satu ronde tapi satu jam belum lagi harus mandi, lanjut sholat, sarapan, selesainya jam 9 pagi.
Rama turun dari tangga dengan tersenyum karena dia tahu Viana lagi kesal, penampilan Rama sangat santai dengan baju switer warna hitam, celana dan sepatu Casual.
Vi duduk diruang tamu setelah rapi, melihat Rama turun awalnya Viana ingin ngambek tapi melihat penampilan suaminya membuat Vi senyum, dia tidak bisa berbohong jika suaminya sangat tampan.
"Masih marah?" Rama duduk disamping Viana dan mencium keningnya.
"Hubby nyebelin, sekarang sudah siang tapi kita belum berangkat juga,"
"Mana yang lain juga belum datang? kita berangkat nya jam 10 sayang." ucap Rama menggenggam tangan Viana sambil menciuminya.
"Ohhh ..., cium Hubby." Viana memonyongkan bibirnya.
Rama mengecup bibir Vi, kedua pipinya, kedua matanya, jidat, hidung sampai dagu Vi. Viana juga mengikuti yang Rama lakukan dan bibir Rama yang terakhir, sebelum terlepas Rama sudah menahan tekuk leher Vi sehingga ciuman mereka semakin dalam sampai ada salam dari luar rumah juga tidak terdengar, Jumintean berlari mempersilahkan tamu masuk dan melihat kesal ke arah majikannya yang tidak tahu tempat.
"Astaghfirullah Al azim, memang manusia mesum," ucap Ivan kesal melihat Rama dan Viana berciuman.
"Yang cewek tutup mata, aku dan Ivan sudah biasa melihat mereka berdua mesum." Ucap Romi mengingat adegan Vi dan Rama di kantor.
__ADS_1
Viana memukul dada Rama memintanya berhenti karena kehabisan nafas, dan mereka berdua saling pandang saat melihat banyak orang di ruang tamu dengan tatapan kesal.
Rama membersihkan bibir Viana dengan tangannya, merapikan rambut Viana, Rama yang mereka kenal sangat menjaga image sekarang sudah terang-terangan memperhatikan Viana, sebagai bukti bahwa Viana penting dan sangat dijaga oleh Rama.
"Ram, gak malu Lo sama kita, selalu ketahuan mesum, gue pikir Lo yang paling polos." tanya Satya.
"Dia istri gue, bukan maksud pamer depan kalian, salah kalian yang datang tidak tepat waktu, atau kalian bisa pura-pura gak lihat." Jawab Rama santai.
"Sudahlah Sat, kalau Lo mau tahu indahnya cinta cepatlah menikah."
"Kerja dulu, kalau sudah jodohnya nanti juga datang sendiri, gak usah capek-capek mencari. Kalau Lo sukses, banyak duit, bisa buka usaha sendiri, ada penghasilan. Semua perempuan pasti ngantri sisa Lo saja yang pilih mau perempuan model apa!" ucap Viana panjang x lebar.
"Kalau cewek gimana kak Vi." tanya Septi yang sudah duduk di samping Viana.
"Jaga diri, sekali Lo salah jalan, maka Lo gak punya pilihan terbaik, wanita terhormat bukan karena hartanya tapi kepribadiannya, cari laki-laki yang serius bukan ngajak pacaran. laki-laki yang tulus bukan hanya ingin memiliki Lo tapi juga jagain Lo."
"Kak Vi, I love you so much, aku cinta kakak, walaupun kakak manja sekali tapi kakak sangat dewasa dan beda seperti perempuan tajir yang Septi tahu, sombong, angkuh, sok cantik, gengsian lagi. Tapi kak Vi tidak ...."
"Stop! ngapain pada ngobrol, ayo kita berangkat aku sudah tidak sabaran." teriak Viana berlari keluar.
"Hubby! ini motor Hubby? ya Allah keren banget! Vi juga mau pakai motor ini Hubby, biar Vi yang bonceng." Semangat Viana melihat motor Trail berwarna hitam merah.
"Kak Vi, kampungan banget kayak gak pernah lihat motor." Ucap Reva geleng-geleng.
"Tante bisa bawa motor?" tanya Ivan.
"Enggak!" jawab Viana membuat semua mata tertuju padanya.
"Gimana mau bonceng, jika bawanya juga tidak bisa, baru masukin gigi sudah mental duluan." Ucap Bisma kesal melihat bos nya super lebay.
"Tapi Vi bisa bawa sepeda" jawab Vi bangga.
"Astaghfirullah Tante! motor sama sepeda beda Tan, memang ada orang mengincang motor." jawab kesal Romi membuat semua orang tertawa.
Rama hanya tertawa melihat tingkah lucu istrinya yang selalu membuat gelak tawa serta kekesalan temannya.
"Berapa orang yang pergi? tanya Rama.
__ADS_1
"Ivan, Romi, Reva, Septi, om Bima, om Bisma, Rama, Tante Viana dan aku." ucap Satya menghitung.
"Tunggu kita juga ikut!" teriak Clara dan Sisi yang baru datang.
"Kenapa kalian juga ikut?" tanya Vi.
"Tega kamu Vi, Reva juga ikut kita gak di ajak, udah lupa sama teman ya." Ucap Clara.
"Kalian semua boleh ikut, tapi kalau bisa berpasangan ya, biar cowok yang bawa motornya."
"Aku mau sama om Bima," ucap Reva tersenyum. Viana Rama dan Bima saling pandang.
"Ngapain ne bocah ingusan" batin Bima.
"Oke semua sepakat ya, kita berdoa dulu sebelum pergi, dan semuanya hati-hati dijalan, kita jalan santai saja." Pinta Rama.
"Hubby! sebut pasangan mereka biar gak ada yang iri!" teriak Vi sambil tersenyum.
"Kak Bima Reva, Ivan Clara, Romi Septi, Satya Sisi, aku sama Viana, dan kak Bisma sendirian." Ucap Rama membuat Viana tertawa.
"Tenanglah Hubby, Viana Carikan pasangan untuk Bisma," ucap Vi sambil tertawa.
"Terimakasih bos Vi, saya lebih suka sendiri," ucap Bisma ketus.
"Harus mau pokonya, wajib berpasangan." Viana melangkah masuk kedalam mengambil tas ranselnya dan membawa seseorang.
"Kenalin ini Jumintean, kalian bisa panggil dia Jum, orangnya kampungan, norak, lebay, alai, tapi otaknya liar pikirannya mesum, dan lebih parah lagi, otaknya macet." Jelas Vi.
"Nona Viana, Jum berpikir Nona sedang menghina Jum,"
"Tidak saya tadi memuji kamu, dan memberikan calon jodoh untukmu biar tidak jomblo." Viana tertawa melihat wajah polos Jum dan wajah kesal Bisma.
....
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE..
__ADS_1