SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S3 KEBENARAN CLARA


__ADS_3

Mendengar cerita Kasih membuat Winda sedikit takut dengan kakak iparnya yang sudah biasa melihat kejahatan secara tragis.


Winda tidak menyangka jika wanita secantik Kasih, perilakunya sangat kejam juga cara kerjanya mirip penjahat.


"Kenapa kak Ravi yang ramah dan ceria bisa jatuh cinta kepada kak Kasih yang mirip preman?" tawa Winda terdengar, melihat arah depan mobil yang penyok.


"Aku juga masih terheran-heran, mana dapatnya dua anak lagi dari dia. Mungkin pelayanan aku bagus." Kasih juga tertawa, mempertanyakan keadaan Winda, takutnya terluka.


"Winda yakin, sekejam apapun seorang Kasih dia wanita terbaik yang bisa membuat kak Ravi bahagia."


Senyuman Kasih terlihat, biasanya dirinya bekerja dalam kegelapan sehingga tidak ada yang mengenali dirinya.


Sekarang berbeda, jika malam harus menemani putri cerewetnya, mendengarkan ceritanya soal keseharian, apa yang membuatnya bahagia dan kesal.


Menemani putranya untuk belajar, berbicara hal-hal ringan agar selalu dekat dengan putranya.


Kasih juga berkewajiban menemani suaminya, mendengarkan semua keluh kesah suaminya, tertawa dan bercanda bersama.


Saat bersama keluarga kecilnya, Kasih lupa jika dia pernah tersakiti. Ravi lelaki terbaik yang ada di setiap doa Kasih.


"Tempat apa ini Winda?"


"Judi." Senyuman Winda terlihat langsung melangkah keluar, berjalan masuk bersama Kasih untuk memberikan pelajaran kepada ayah yang tidak bertanggung jawab.


"Ini masih siang, tapi tempat sialan ini sudah open." Kasih duduk di atas meja, melihat Winda mencari seseorang.


Senyuman Winda terlihat, duduk di depan seorang pria paruh baya yang bisa dia prediksi usianya seumuran dengan Daddy-nya.


Winda mengeluarkan uang, langsung melakukan permainan bersama beberapa lelaki pengangguran yang ingin kaya dengan cara instan.


Kasih tersenyum cukup kagum dengan Winda yang memiliki kemampuan bermain cukup licik, jika kebanyakan orang berpikir bermain judi sebuah keberuntungan, tidak bagi Winda. Jika ingin menang lakukan kecurangan, karena kesempatan menang hanya satu kali dan kalahnya berkali-kali.


Suara teriak marah terdengar, Winda tertawa kuat memenangkan permainan sampai pria-pria tua kehabisan banyak uang.


"Bagaimana rasanya mengambil hak istri? menelantarkan anak sampai dia besar dan sekarang dimanfaatkan." Winda menatap mata lelaki dihadapannya yang terlihat tidak mengakui dosanya.


"Siapa kamu?"


Winda tersenyum, mengatakan jika puluhan tahun yang lalu, Clara mengalami kecelakaan sehingga bersama keluarga besarnya.

__ADS_1


Clara, suami dan putranya meninggal dunia, meninggalkan satu putrinya. Saat itu Sinta baru saja menikah dan sendang mengandung, dia mengalami koma selama tiga bulan.


Sinta tidak mengingat keluarga, suami pecandu minuman keras yang lupa diri karena melihat kemewahan keluarga Sinta mengatakan jika mereka orang miskin.


"Kamu mengambil harta mereka dan membahagiakan wanita lain. Selama bertahun-tahun menikmati harta Tante Clara, membuat putrinya hidup miskin, dan membuat cucunya menderita." Mata Winda menatap tajam, terlihat sekali kemarahan di mata Winda.


Kasih tidak berkedip sama sekali, Winda memang paling hebat menarik emosi seseorang. Sungguh tidak dimengerti kenapa Winda tidak bekerja menjadi pengacara, padahal kemampuannya dalam mengendalikan emosi seseorang sangat hebat.


"Dari mana kamu tahu?"


Suara tawa Winda terdengar, dirinya hanya tahu jika temannya Mommy Viana mengalami kecelakaan dan menewaskan sepasang suami istri dan putra mereka, hanya ada satu yang selamat dan koma.


Winda tidak pernah tahu jika dugaannya benar, pengakuan lelaki sialan yang sungguh membuat emosi Winda naik.


"Winda dia setengah mabuk, apa kita gunakan cara kerja kak Kasih saja?"


"Tidak kak, aku ingin menghukum dia. Seluruh harta kekayaan suami Tante Clara sudah jatuh di tangan wanita cacat tadi, laki-laki bodoh ini tidak memiliki apapun." Winda tersenyum sinis, beberapa orang sudah melangkah keluar.


Siraman air menghantam wajah lelaki yang setengah mabuk, terlihat marah menatap Kasih yang sikapnya tidak sopan.


Winda mulai menjelaskan soal hukum, penyebab kecele puluhan tahun yang lalu, juga mengungkit kecelakaan yang dialami ibunya Lin.


Winda tersenyum, mengeluarkan ancaman halus dan bukti-bukti soal kejahatan. Wajah Ayah Lin sangat panik, ingin melarikan diri tetapi tidak ada kesempatan.


"Cerita kepalaku tentang Tante Clara?"


Lelaki yang bernama Rio menceritakan jika suami Clara pria yang sukses, mereka memiliki seorang putra dan putri angkat.


Saat kecelakaan suaminya dan putranya meninggal, Clara dan Sinta koma. Saat itu bukan Sinta yang hamil, tapi Clara.


"Kecelakaan itu terjadi saat kami persiapan untuk pernikahan?"


"Iya betul, Clara koma dan mengandung selama sembilan bulan sampai akhirnya putrinya lahir. Kecelakaan itu terjadi delapan belas tahun yang lalu."


Rio menceritakan jika Sinta hilang ingatan, tidak tahu harus bagaimana akhirnya bayi kecil dinyatakan sebagai putrinya Sinta, bukan adiknya.


"Kenapa kamu mencuri harta mereka?"


"Bukan aku, tapi pihak dari Ayahnya Lin. Wanita cacat itu Tantenya Lin, dia adik kandung suami Clara."

__ADS_1


"Lalu kenapa kamu menikah dengan dia?"


"Karena kami saling mencintai, aku memutuskan menikahi Sinta juga karena harta, karena dia jatuh miskin untuk apa aku bertahan."


Tamparan Kasih melayang, sungguh teganya hanya mementingkan harta. Rio sudah membohongi Sinta dan Lin, sungguh di luar prediksi Winda.


"Aku pastikan kamu akan jatuh miskin, dan memohon maaf kepada Lin." Winda langsung melangkah pergi, setelah melekatkan sesuatu.


Kasih masih tidak percaya, sungguh menyedihkan hidupnya Lin yang harus berjuang dalam kandungan selama berbulan-bulan, saat lahir ibunya meninggal dan harus menjadi anak dari kakaknya yang hilang ingatan.


"Kasian sekali." Kasih mengusap air matanya.


Winda menghentikan mobil, langsung masuk ke rumah Viana menatap Vira yang sedang bermain bersama Arum, Virdan dan Arwin.


"Mommy, Lin anaknya Aunty Clara bukan cucu." Winda meneteskan air matanya.


Viana terkejut, meminta Winda menjelaskan semuanya. Beberapa bukti soal kecelakaan Clara dimanipulasi, karena saudara iparnya ingin menguasai harta, jika Lin menjadi anaknya Sinta, dia tidak berhak atas warisan, karena Sinta bukan anak kandung.


Air mata Viana menetes, melihat foto keluarga Clara yang penuh bahagia. Ada putra dan putri angkatnya.


"Clara, maafkan aku yang tidak mengetahui apapun soal kamu, kenapa kamu meninggalkan putri bungsu kamu sendirian." Viana tidak bisa menutupi kesedihannya.


Kasih dan Vira juga meneteskan air matanya, sungguh kasihan Lin. Dia pasti terpukul sekali jika mengetahui soal ibu kandungnya.


"Cla, putri kamu sekarang masih koma, do'akan dia baik-baik saja. Aku akan menjaga dia sampai menemukan kebahagiaan, seperti kamu yang setia menunggu aku kembali. Maafkan aku karena semuanya terlambat." Viana mengusap air matanya.


"Ada apa Vi?" Rama yang baru pulang langsung panik, memeluk istrinya yang terlihat sedih.


"Kenapa mobil kamu hancur Kasih?"


"Anu Daddy ...." Kasih menatap Winda.


"Hubby, Lin Putrinya Clara."


Rama juga terkejut, meksipun dia tidak kenal baik Clara, Reva yang baru datang menjatuhkan susu botol Arum, karena terkejut.


***


Dari subuh udah ngetik, demi bisa update.

__ADS_1


Hari ini mungkin hanya up suamiku masih ABG S3, karena author ada perjalanan. Di tempat kerja juga ada gangguan, karena CYBER 1 JAKARTA mengalami kebakaran dan membuat seluruh area juga mengalami gangguan.


__ADS_2