SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 TIDUR BERSAMA


__ADS_3

Pesta acara pernikahan meriah, tidak terlalu banyak tamu undangan, tapi para tamu dari orang yang berpangkat, juga mempunyai gelar.


Suasana hening saat acara tradisi pedang pora, bertujuan untuk melepaskan masa lajang, juga memperkenalkan mempelai wanita.


Senyuman Tama dan Binar terlihat sangat bahagia, Binar terlihat sangat cantik, bagaimana seorang ratu dengan wajah bulenya.


Seluruh tamu menikmati makanan, dengan diiringi musik, seluruh keluarga berkumpul untuk berfoto.


Ravi sudah membawa kedua anaknya yang sudah pintar bergaya, Erik masih menggendong putranya.


Semua tersenyum bahagia menyambut hari bahagia. Semuanya sibuk menyambut tamu, senyuman tidak pernah pudar dari wajah Tama dan Binar.


"Kak, boleh Kasih minta peluk."


Tama meminta adik perempuan memeluknya dengan erat, Karin juga berlari memeluk Tama, bersamaan dengan Cinta.


"Walaupun kedua orang tua kita tidak ada di sini lagi, kalian masih punya kak Tama."


"Iya kak, kita bahagia menambah kebahagiaan kak Tama."


"Karin, Cinta kalian berdua masih tanggung jawab kak Tama, jangan pernah kalian menyembunyikan sesuatu dari kakak, terutama kamu Karin."


"Kasih bukan tanggung jawab lagi?"


"Kasih sudah memiliki penjaga, walaupun dia tidak begitu normal, setidaknya lumayan untuk mengacak rumah kalian."


"Bukan aku, tapi ini dua tuyul. Ehhh satu ini saja, Raka tidak nakal seperti Asih."


"Asih tidak nakal Daddy,"


"Selamat kak Tama, cepat berikan Bening adik, namanya Berliana, cowoknya bentol." Ravi tertawa melihat Tama yang menggelengkan kepalanya.


Pengantin sibuk menyambut tamu yang semakin ramai, Vira melangkah pergi bersama Winda, Bella menolak untuk ikut mereka ingin membalas dendam kepada seseorang yang menyindir.


Bella pergi ke tempat yang cukup jauh, duduk sambil memainkan tabletnya. Bella sebentar lagi lulus kuliah, dia sedang menjalankan bisnis di beberapa negara yang berkembang pesat.


"Bella, boleh aku duduk?" Cinta menatap Bella yang sibuk.


"Silahkan." Bella tidak melirik sedikitpun.


Cinta tersenyum melihat Bella, sikap sombong Bella tidak ada duanya. Bahkan dirinya menyapa saja tidak mendapatkan tanggapan.


"Bel, kamu memang wanita egois." Cinta melihat ke arah Vira dan Winda yang kembali masuk ke tempat acara.


Bella menutup tabletnya, melihat wajah Cinta langsung berdiri ingin melangkah pergi.


"Bella!"


"Apa?!" Bella teriak, menatap tajam.


"Bagaimana perasaan kamu kepada Tian?"

__ADS_1


Bella tertawa langsung mendekati wajah Cinta, mengatakan jika Tian hanya sebatas kakak tidak lebih. Bella juga memperingati Cinta jangan terlalu bangga karena sudah mendapatkan restu.


Cinta tertawa, meminta Bella membatalkan pernikahannya dengan Tian, sebelum Tian melakukan ijab kabul, Cinta berharap Bella menyadari perasaannya, menghentikan pernikahan yang sudah Bunda susun bersama Tian.


Jika hari itu tiba, jangan pernah Bella menangisi cintanya yang berakhir menyedihkan. Cinta sudah memberikan kesempatan untuk Bella dan Tian kembali bersama, tapi jangan salahkan Cinta, jika nanti Tian bahagia bersamanya.


"Cinta, aku tidak akan menarik ucapku. Lanjutkan rencana baik kalian, aku ucapkan selamat." Bella menatap sinis langsung melangkah pergi.


Cinta menggeleng kepalanya, Bella memang luar biasa sombong, angkuh sangat berbeda dengan Billa, bahkan Bella tidak menyadari perasaannya sendiri. Cinta langsung melangkah masuk.


Tian tertunduk di balik dinding, tersenyum benar-benar harus melupakan Bella, sudah saatnya Tian memulai, menyakinkan dirinya.


Di dalam pesta muda mudi yang belum menikah berkumpul, acara melemparkan bunga menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu.


Vira dan Winda sudah berdiri paling depan, Bella tidak ikut duduk bersama Billa memangku Embun.


Kehebohan semakin terjadi saat Binar turun, menyerahkan kepada Tian. Semua orang bubar kecewa, terutama Vira dan Winda yang mengomel kesal.


Tian berjalan ke arah Bella, seluruh orang tersenyum melihat Tian ingin menemui seseorang, Billa menatap Bella yang terlihat santai saja masih berbicara dengan Embun.


Langkah kaki Tian melewati Bella, mendekati Cinta yang berdiri di belakang bersama para panitia, Tian berlutut dengan satu dengkulnya, mengeluarkan bunga sambil tersenyum.


"I Will you marry me." Semua orang teriak histeris, suara menyemangati terdengar.


Bella melihat ke arah belakang, Cinta tersenyum mengangguk kepalanya. Mengambil bunga, Tian berdiri memeluk Cinta di depan banyak orang.


Vira menatap Winda, keduanya langsung melangkah pergi, Wildan menghembuskan nafasnya langsung melangkah pergi.


Bella tersenyum bersama Billa, ikut bahagia menyambut bersatunya Tian dan Cinta, hanya menunggu hari pernikahan keduanya.


"Bening hari ini tidur bersama Nek Ju sama kakek."


"Kenapa, Asih juga tidur bersama Mommy Daddy sama kak Aka juga."


"Ning boleh tidak tidur bersama Ayah Bunda, pasti tidak boleh?"


"Boleh nak." Tama memangku Bening.


"Benelan boleh Ayah."


"Iya, setiap malam Ning bisa tidur bersama Ayah dan Bunda."


"Ning boleh bobok sama Ayah Bunda, tapi tidak malam ini." Ravi menatap Bening.


"Ayah, Ning ingin bobo sama Ayah."


"Oke sayang, kita bobo bersama."


"Ya gagal." Ravi langsung meringis merasakan cubitan Kasih.


Semuanya mulai masuk kamar masing-masing, Tama membawa Bening bersama mereka. Jum sudah melarang, jika Bening tidur langsung dipindahkan, tapi Tama tetap membiarkan.

__ADS_1


Keinginan Tama sudah terwujud menjadi Ayah seutuhnya Bening, bisa menjaga dua wanita yang sangat dia cintai.


Hotel sepi, hanya ada penjagaan. Vira, Winda, Wildan dan Bella berada di lantai atas, tempat biasanya mereka menongkrong.


Semuanya diam tidak ada yang memulai untuk berbicara, hening seribu bahasa. Bella sibuk dengan pekerjaannya, sama dengan Wildan yang memiliki kesibukan.


"Sebentar lagi kita lulus, apa rencana kita?" Vira menggunakan teropong bintang melihat indahnya langit.


"Winda, ingin membangunkan kerajaan bisnis, memiliki banyak pacar, bersenang-senang bersama kalian."


"Kalau kamu Bella?"


"Emmhh, aku akan memisah dari kalian, ada peluang bagus yang bisa aku lakukan. Ini mimpi Billa bisa masuk ke area pembuatan senjata, Bella ingin bekerja di sana."


Wildan diam melihat Bella, memintanya berpikir lagi. Hidup di alam tidak seenaknya bayangannya, walaupun di sana sangat kecil kesempatan, hanya orang berbakat yang bisa bergabung.


"Kenapa kita tidak pergi berdua Wil?"


"Mustahil kak, aku harus mengurus perusahaan sampai ke anak perusahaan, tidak ada yang meneruskan bisnis keluarga."


"Vira, apa yang ingin kamu lakukan?"


"Mengejar cinta."


"Masih mengejar cinta Wildan?" Winda tertawa kuat.


"Bukan, cinta Dewa Ambarawa putra raja bisnis ilegal, dia terkenal sangat pendiam, dingin, tidak ada yang mengenal wajahnya, menurut cerita dia ada, merakyat dan hidup sederhana."


"Winda juga mencari tahu soal dia, pria idaman masa depan. Ayo kita bersaing mendapatkannya." Winda bersalaman dengan Vira.


"Dia hidup menyamar, namanya Dewata. Dia seorang guru di sebuah desa kecil, membuat obat herbal membantu banyak orang. Belum ada yang tahu bagaimana sikap aslinya." Wildan menghembuskan nafasnya.


"Apa yang kalian bertiga pikirkan? jangan coba-coba terlibat kembali dengan bisnis ilegal, keluarga kita bersusah-payah membentuk keluarga harmonis, beraninya kalian mengulangi masa lalu." Bella menatap tajam.


***



ADITAMA RAHMAT


VISUAL: MUSTAKIM



BINAR BRAMASTA


VISUAL EMMA WATSON


***


BESOK EPISODE TERAKHIR,

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE'COMENT.


***


__ADS_2