SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S3 KETURUNAN PRASETYA


__ADS_3

Kebingungan Rama terlihat saat menatap kartu undangan pernikahan milik Ar, seperti ada yang aneh.


"Kak Bim undangan sudah disebar ya?" Rama memperhatikan nama asli Ar yang berbeda dengan nama yang dia gunakan.


"Sudah Ram, memangnya kenapa?"


"Bukannya nama Ar, Muhammad Armand Yusuf, tapi kenapa di akte kelahiran dia namanya berbeda?" Rama menunjukkan kepada Bima.


"Iya ya, aku juga tidak memperhatikan karena semuanya langsung diurus oleh pihak Wedding." Bima memanggil Reva dan Viana untuk mempertanyakan soal nama.


Viana dan Reva juga tidak memperhatikan dengan detail soal nama, karena fokusnya ada Armand jadi langsung oke saja.


"Apa mungkin Ar masih keturunan Prasetya?" Viana menatap Rama yang juga binggung.


"Tidak tahu karena nenek hanya memiliki satu putra kandung, juga anak angkat. Setelah Ayah menikah lalu hadirlah aku sebagai anak semata wayang, selebihnya ada keturunan lain aku tidak tahu." Rama menatap Bima yang mengetahui soal keluarganya, Bima juga tidak pernah mendengar adanya keturunan lain.


"Panggil Ar sajalah, mungkin hanya kesamaan belakangnya saja."


Viana meminta Ar mendekat, menunjuk nama familiar dan akte kelahiran dirinya. Rama meminta perjelas kenapa di Indonesia nama Ar ada Prasetya.


"Kenapa nama lahir kamu Armand Prasetya? kenapa juga kamu lebih dikenal Armand Yusuf?" Rama menatap serius penasaran.


"Oh, aku lahir di Indonesia, tapi ibu yang melahirkan aku meninggal dia memberikan aku nama Armand Prasetya asal usulnya nama ini Ar tidak tahu. Sedangkan nama ini diberikan oleh Abi karena dia yang mengangkat aku, membawa aku pergi jauh meninggalkan negara ini dan berganti nama menjadi Muhammad Armand Yusuf. Alasan nama lahir tidak dihilangkan, karena permintaan terakhir dari ibu yang melahirkan Ar untuk tidak mengubahnya, tapi terus dirahasiakan." Ar juga menunjukkan identitasnya aslinya yang menggunakan nama Armand Prasetya, tapi tidak dikenal orang.


"Hubby punya anak dari wanita lain, dia seumuran dengan Ravi?" Viana berteriak membuat semua orang berkumpul.


"Viana kenapa bicara konyol sekali?"


"Tante jangan salah paham, aku tidak perduli siapa aku, juga tidak ingin tahu siapa ayah kandung juga keluarga asli. Ar sudah berusaha untuk menemukannya, tapi tidak pernah ada petunjuk, bahkan satu tahun sekali Abi selalu pindah negara, Ar tidak tahu alasannya."

__ADS_1


Reva langsung melangkah mundur, lompat-lompat panik sendiri dia tidak tega menceritakan kebenaran soal puluhan tahun yang lalu.


Viana menatap Reva yang memilih melarikan diri, air mata Vi langsung menetes merasakan sakit hati jika Rama selingkuh.


"Mommy, Daddy tidak mungkin selingkuh. Ravi percaya sama Daddy, mungkin ada keluarga kita yang tidak mengetahui sebuah kebenaran soal Ar, lagian bukan salah Armand juga." Ravi memeluk mommynya yang sudah menangis.


"Tante demi Allah aku tidak ada bermaksud apapun, jika nama ini menjadi masalah diubah saja, seluruh identitas aku silahkan diubah. Ar tidak ingin merusak kebahagiaan orang lain, tolong maafkan." Kedua tangan Ar terlipat meminta maaf kepada Viana yang sudah menangis.


"Sayang, aku tidak pernah mengenal wanita manapun, apalagi ada anak lain." Rama menggenggam tangan Viana.


Kepala Ar tertunduk, air matanya menetes tidak pernah ada akhirnya kisah hidupnya yang tidak tahu asal-usul.


"Maafkan Mommy Ar, tidak ada maksud membuat kamu sedih. Mommy tahu rasanya hidup tanpa tahu orang tua kandung, mommy juga pernah merasakannya." Viana memeluk Ar yang menahan tangisannya.


"Jangankan mommy aku sendiri tidak tahu siapa aku, saat Ar usia lima tahun mendengar pertengkaran Abi dan umi. Umi mengatakan jika aku hanyalah anak kotor dari wanita jahat, sejak kecil umi tidak sayang, juga selalu marah setiap kami pindah negara. Ar pikir pindah negara hanya karena pekerjaan Abi. Saat Ar lulus kuliah sudah berpisah dari umi dan Abi mereka juga memutuskan kembali ke Indonesia sejak Abi kecelakaan dan memilih mengajar pesantren bersama umi." Ar terdiam kasih sayang abinya sudah lebih dari cukup sehingga tidak ingin tahu soal dirinya.


"Abi selalu berkata, jangan pernah mencari tahu sesuatu yang akan menyakiti kamu. Terbang tinggi sampai tidak terlihat lagi, Ar terlalu terbiasa menghindari diri sendiri setiap kali membahas siapa aku."


"Tidak Tante, sejak bayi nama Prasetya hanya tertulis di kertas, tapi tidak ada yang mengenalnya. Bahkan aku sendiri tidak pernah menyebut nama Prasetya, setiap orang bertanya nama aku Muhammad Armand Yusuf, bukan Armand Prasetya."


"Kamu tidak penasaran dengan keluarga kandung kamu?" Ravi menatap tajam.


"Ada rasa ingin tahu, tapi aku tidak memiliki satupun petunjuk. Bahkan umi sudah bertahun-tahun tidak bisa aku temukan."


"Memangnya jika kamu tahu siapa diri kamu sesungguhnya sudah siap?" Reva berdehem, menatap ke arah lain.


"Kamu tahu sesuatu Va?" Viana memaksa Reva untuk menceritakan apa yang terjadi sekitar dua puluhan yang yang lalu.


"Sebenarnya aku tidak menyangka ini akan penting, setelah dua tahun kak Vi menghilang. Rama masih dalam keadaan yang tidak berhenti mencari kak Vi, dia hanya pergi bekerja, lalu pergi mencari lagi, bahkan jarang pulang ke rumah. Ada seorang wanita di depan gedung VCLO." Reva menarik napas buang napas, menunggu persetujuan Ar. Mungkin saja dia ibunya Ar.

__ADS_1


Reva masih mengingat jelas saat seorang wanita hamil besar duduk di depan air mancur, Reva yang sedang sibuk langsung menghampirinya meminta untuk pergi mencari tempat teduh, karena cuaca panas.


Wanita yang Reva lihat memiliki tato, dia juga mengatakan jika dia baru keluar dari penjara. Mengandung anak lelaki brengsek yang hanya namanya saja yang bergelar, melakukan hal bejat karena dia memiliki banyak uang.


"Dia mengatakan keluarga Prasetya brengsek, dia ingin keturunan Prasetya hancur sama seperti dirinya. Dia ingin bayi itu lahir, lalu dia akan bunuh diri. Keturunan Prasetya harus menjadi bajingan tanpa keluarga, nama itu akan terus melekat seumur hidupnya menjadi anak yang malang dan penuh kehancuran." Reva menatap Yusuf, memberikan foto bajingan yang menodai dirinya.


"Reva tidak memperdulikannya, langsung mengambil foto yang dia berikan, tapi dia bukan Paman Rama yang di penjara." Reva menyerahkan foto lama yang ada di album foto desain Reva.


Rama dan Bima memperhatikan foto, saling tatap tidak mengenal sama sekali. Rama meminta Bima memperhatikan lebih jelas.


"Dia sekilas mirip Ayah Rama, tapi dia tidak punya saudara. Bima langsung menatap Bisma yang terkejut jika dia pernah melihat Ayah Rama yang sekilas mirip.


"Benarkah dugaan Bisma, jika ayah Rama kembar, tapi tidak identik. Seandainya dulu percaya dengan Bisma, mungkin kedua orang tua Rama masih hidup lama." Bisma menutup mulutnya.


"Ar ayo kita melakukan tes DNA, mungkin benar kita bersaudara. Aku pernah mendengar soal ayah, tapi tidak mencari tahu karena dia tidak pernah muncul."


"Tidak, aku tidak ingin tahu siapa aku." Ar langsung melangkah pergi.


Vira, Winda bertepuk tangan ternyata rahasia keluarga Prasetya masih ada, lucunya Rama memiliki adik.


"Lucu sekali, anak Vira menjadi Bramasta, sedangkan anak Winda menjadi keturunan Prasetya." Vira tertawa bersama Winda, Asih bertepuk tangan bahagia.


"Vira." Viana melotot.


"Perlahan semuanya mulai terbongkar, sungguh diluar bayangan Winda." Kepala Winda menggeleng langsung mengikuti langkah Ar.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN TAMBAH FAVORIT

__ADS_1


FOLLOW IG VHIAAZAIRA


__ADS_2