SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
MOMMY


__ADS_3

Suara langkah kaki menuruni tangga rumah, Rama berdiri didepan potret pernikahannya dengan Viana yang tergantung di dinding bersama foto kedua orangtuanya.


Selesai sarapan Rama langsung pergi ke kantor, Rama baru menyelesaikan kuliahnya yang akan lanjut mengambil S2, selain sibuk kuliah Rama juga mengembangkan perusahaan LOVER.


Kini perusahaan LOVER menjadi daftar 5 perusahaan terbaik bersaing ketat dengan perusahaan VCLO yang dipimpin oleh Reva Kiranti yang sudah menjadi seorang desainer hebat. Reva banyak mengeluarkan trend terbaru untuk VCLO, walaupun kekuatan VCLO tidak sehebat dulu tapi Reva berhasil bertahan dengan masuk 5 perusahaan terbesar.


Rama sekarang sudah tumbuh menjadi pria gagah, dewasa juga sangat berwibawa. Semua orang sangat menghormatinya, hanya satu kekurangannya dia tidak memiliki pendamping, sekian banyak wanita yang mendekatinya tidak bisa mengantikan seseorang yang sudah 3 tahun tidak berkabar.


"Pagi tuan," sapa Bima membawa berkas untuk rapat bersama para pemegang saham.


Rama hanya membalasnya dengan senyuman, dan mengambil laporan lalu membaca dan menelitinya, saham LOVER yang naik tinggi memikat banyak investor tapi Rama harus memilih yang terbaik untuk LOVER. Kini LOVER juga memiliki banyak cabang diberbagai Negara yang di pegang oleh orang kepercayaan Rama.


Di kantor VCLO, Reva masih sibuk melihat desain yang akan masuk pasaran di bulan depan, sedangkan sebentar lagi dia akan mengadakan rapat bersama para investor di LOVER, dengan berlari kecil Reva dengan cepat masuk mobilnya karena dia bisa terlambat, Rama tidak menerima orang yang tidak disiplin. Supir melajukan mobil, Reva masih sibuk dengan kertas desain nya, Clara sudah menunggu Reva di VCLO, Sisi juga yang dari cabang luar kota sampai segera menemui Clara.


"Dimana Reva, yang memimpin rapat kali ini Rama Prasetya, kita bisa ditendang kalau terlambat."


"Aku juga nungguin, masih dia lupa waktu lagu karena untuk promosi dan peluncuran produk terbaru,"


"Mereka mirip ya, tidak salah Reva mendapatkan kepercayaan memimpin VCLO."


Clara mengigit kecil bibir bawahnya menahan air mata, agar dia bisa melupakan sahabatnya yang sudah seperti saudaranya, Sisi menyadari kesedihan Clara dan langsung memeluk Clara untuk saling menguatkan.


Mobil Reva datang, Sisi dan Clara mendekati mobil dan mengambil berkas untuk rapat, sedangkan Reva berjalan masuk ke LOVER dengan mata yang masih fokus di berkas untuk rapat, dia belum sempat membacanya karena terlalu sibuk, Clara dan Sisi mendampingi Reva yang takutnya seperti biasanya akan menabrak seseorang karena matanya fokus membaca kakinya tetap berjalan.


Sisi dan Clara menyapa teman sekolah mereka dan lupa dengan Reva yang lurus berjalan.


Braakkkk....


Kertas seorang pria berhamburan, Reva membantu mengambilnya tanpa melihat wajah orang yang ditabrak. Reva mengangkat wajahnya dan masuk kedalam lift dan fokus kembali ke berkasnya.


"Reva!" gumam Bima yang langsung cepat masuk ke dalam lift khusus CEO.


Ruang rapat sudah penuh dengan para pengusaha hebat, Bima masuk kedalam dan melihat Reva melangkah mendekat dengan masih sibuk membaca, Bima membukanya pintu tanpa melirik Reva masuk dan mengambil tempat duduk yang paling tenang.


Bima menutup pintu, bergabung bersama Rama yang sudah berada diposisi nya, Sisi dan Clara membuka pintu dan langsung masuk berdiri di belakang Reva dengan mendiskusikan proyek terbaru mereka.

__ADS_1


Rapat dimulai, Rama tersenyum sambil berdiri menjelaskan detail tentang apa yang harus mereka bahas, tidak ada perdebatan semuanya setuju dengan keputusan Rama, karena bagi mereka pemimpin LOVER pria muda dan juga cerdas dalam mengambil semua keputusan.


Seorang CEO dari perusahaan fashion terkenal yang cukup bersaing dengan VCLO juga hadir, setelah rapat selesai dia menyapa Rama dengan sopan, Rama membalas sapaan Ririn.


"Selamat ya pak Rama, anda sangat luar biasa." Sapa Ririn.


"Terimakasih,"


Rama sering bertemu Ririn disebuah panti karena Ririn salah satu donatur tetap.


Ririn gadis yang sopan, cantik, berhijab, dari keluarga yang kuat agamanya. tidak salah jika dia tertarik dengan sosok Rama yang terkenal dengan tutur bahasa, ketaatan ibadahnya, serta kedewasaan dan bertanggung jawab.


Reva terdiam memperhatikan interaksi Ririn dan Rama yang terlihat dekat walaupun saling jaga jarak, Reva menyerahkan hasil rapat ke Sisi dan meminta mereka berdua kembali lebih dulu ke kantor, Bima juga melirik perubahan sifat Reva dalam memandangi Rama.


Ririn pergi pamit untuk kembali ke kantor, padahal dia sangat berharap Rama mengajaknya makan siang tapi Reva langsung menyambar untuk makan siang khusus sahabat membuat Ririn tersenyum ke Reva dan langsung pamit.


"Rama! wanita berhijab itu naksir Lo."


"Biarkan saja,"


"Jangan pernah buka hati Lo, gue gak setuju."


"Sudahlah, Ivan dan lainnya sudah ada di restoran, aku keruangan sebentar, kalian tunggu di bawah."


Reva dan Bima melangkah keluar, sifat manja dan centil Reva keluar, dia mengandeng tangan Bima yang langsung melototi nya, tapi Reva bukannya melepaskannya tapi semakin kuat berpegang.


"Reva! jaga sikap kamu."


"Aku suka om Bima, memangnya salah!, lagian Reva cantik juga punya penghasilan. Mengapa tidak pernah dilirik." Wajah Reva manyun.


"Reva saya ini seorang duda! kamu masih muda, selisih umur kita 20 tahun,"


"Mengapa usia harus menjadi alasan? cinta Reva tidak memandang usia maupun harta." Reva melangkah pergi meninggalkan Bima dengan cepat masuk ke mobilnya.


Tiba di restoran Reva langsung menghempaskan body nya di kursi dengan wajah cemberut, yang lainnya heran melihat Reva.

__ADS_1


"Ivan, Romi, Satya! kalian pernah naksir gue enggak, ayo jujur."


Ketiga pria yang Reva tunjuk langsung menggelengkan kepalan sambil menahan tawanya.


"Kurangnya gue apa coba,"


"Kurang normal," jawab Septi yang baru datang disambut gelak tawa bersama.


"Lagian Lo ya Rev daun muda banyak, pilih Om!" ucap Septi menjitak kepala Reva.


"Biar dia Om Om tapi masih ganteng, gagah, badannya bagus, aisshhh pengen peluk, dari pada pacar Lo, perutnya sudah kayak drummer, ceper lagi."


"Mantan Reva! dulu dia langsing mana tahu berubah jadi endut,"


Rama datang bergabung bersama mereka, masih seperti dahulu ada drama perdebatan, tawa, heboh dari pertemuan mereka.


***


Seorang anak kecil berusia 3tahun sedang mengamuk di rumah, dia membuang semua mainnya, seorang pria datang menggendongnya coba menenangkan tapi bukannya tenang, pria tersebut habis dijambak, terjadilah pergulatan sengit yang membuat kacau rumah tapi mengundang tawa para maid dan pengasuh.


"Ampuuuuunnnn"


"Gila ya ini anak udah mirip seperti onyet, galak banget kayak Mommy,"


Mobil berhenti disebuah rumah, keluar seorang wanita cantik yang melangkahkan kakinya masuk kedalam rumah, sedangkan yang di dalam menyadari suara mobil langsung cepat bergerak merapikan semua barang yang berhamburan.


"Mommy, I love you," Seorang anak laki-laki berlari menyambut Mommy dengan tawanya yang ceria.


***


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...


OH YA READER..


NOVEL TERBARU AKU UP HARI INI, JANGAN LUPA MAMPIR YA...

__ADS_1


TINGGALKAN JEJAK DISANA, DAN KALAU BOLEH DUKUNG AUTHOR DENGAN VOTE.


BIANKA & THE GIRL


__ADS_2