SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
PERGI SELAMANYA


__ADS_3

Reva melajukan mobilnya dengan bibir manyun, dia baru pulang dari bandara.


"Kak Jum bisa bawa mobil, Reva ngantuk berat." Berkali-kali Reva menguap.


"Ya udah berhenti sekarang." Mobil berhenti dan tukar posisi.


Mobil melaju dengan kecepatan sedang, Reva menguap tapi matanya masih terbuka, sesekali memandang ke arah Jum.


"Kenapa mbak Reva?" Jum kesal juga di lirik terus.


"kak Jum, Reva kesel tujuan pergi ke sana liburan tapi nyatanya. Kita hanya numpang mendarat langsung balik lagi, kayak setrika."


"Di luar rencana Reva, mungkin juga yang terbaik, kita bisa liburan di lain waktu."


Reva memejamkan matanya langsung tidur, mobil masuk parkiran apartemen, Jum membangunkan Reva jika sudah sampai.


"Apartemen! rencananya aku pulang ke rumah ibu," protes Reva tapi masih mengikuti Jum yang sudah melangkah lebih dulu.


"Kak Jum nanti kalau kita nikah, buat rumah berdekatan bersama kak Vi jadi kita enak gosipnya."


"Gosip yang dipikirin, calon juga belum ada, apartemen ini milik kak Vi yang sudah lama banget ya Rev,"


"Iya tapi di sini tempat paling tenang, banyak inspirasi yang bisa Reva dapatkan."


Jum menekan kode, langsung masuk diikuti Reva yang menatap Jum aneh.


"Kak Jum tahu kode dari mana?"


"Siapa yang tidak tahu kode apartemen kamu, tanggal lahirnya Bima." Tawa Jum langsung terdengar.


Reva binggung melihat kamarnya yang sedikit terbuka, Reva langsung berlari membuka pintu dan kaget melihat seorang wanita bule yang sangat cantik sedang tidur.


Jum juga masuk melihat keterkejutan Reva yang menunjukkan wanita bule, memeluk boneka kesayangannya. Cepat Reva melangkah menarik paksa bonekanya dengan tatapan penuh amarah.


"Sisil!"


Sisil bangun dan duduk kebingungan melihat dua wanita yang menatapnya sinis, Reva melotot dengan kesal. Jum mendekat duduk di sampingnya.


"Kak Sisil, mengapa kakak bisa berada di apartemen Reva."


Reva melangkah keluar menghubungi Bima tapi tidak aktif, kesal Reva pasti Ammar yang membawa wanita ini ke apartemen dan tahu kode juga pasti dari Bima.


***


Matahari terbit Jum dan Sisil sibuk di dapur menyiapkan makan, Sisil kagum melihat wajah cantik Jum yang natural.


"Kak Sisil kekasihnya Bisma ya?" Jum tersenyum sambil membawa sayur yang baru masak.

__ADS_1


"Kamu mengenal Bisma, berarti kamu juga kenal Viana." Sisil menunjukkan wajah penuh harap.


Jum hanya menggagukan kepalanya, Sisil bertanya keadaan Viana, pernikahan Vi, suami Vi, juga keadaan putra Vi.


Jum menjawab semuanya santai, mengatakan Viana sangat bahagia, Rama pria yang baik dan sangat memprioritaskan Viana dan Ravi.


"Syukurlah akhirnya Viana bahagia,"


"Bagaimana kabar ayahnya Vi,"


"Tidak tahu, tapi pasti baik, karena mommy dan daddy nya kak Vi sangat harmonis dan saling mencintai."


"Mommy, ternyata dia menikah lagi." Sisil tersenyum melihat Jum yang polos dan jujur.


Suara kaki berlari, Reva menghampiri Jum dengan wajah panik, tangannya gemetaran.


"Kak Jum, Viana di culik, sekarang mereka semua ada di rumah sakit, kak Ammar tertembak dan kritis."


Jum menutup mulutnya dan langsung menghubungi asisten di rumah menanyakan keadaan Ravi.


"Reva kamu ke rumah sakit, aku pulang ke Mansion. Ravi semalaman tidak tidur dia gelisah dan terus mengigau mommy dan daddy nya."


Sisil sama binggung, dia ingin bicara tapi takut, apalagi Viana di culik. Reva sudah berlari keluar, begitu juga dengan Jum. Sisil ikut berlari mengikuti Jum yang memesan taksi.


***


"Hubby! kak Ammar," Viana berada di pelukan Rama, melihat keadaan Ammar Rama sama terpukulnya.


"Sabar sayang! kita doakan kak Ammar."


Reva berlari masih menggunakan baju tidur dengan rambut berantakan, Reva memeluk Viana dan menunggu dokter yang masih melakukan operasi menggeluarkan peluru.


Reva membaca pesan dari Jum, jika Ravi panas tinggi, dan selalu mengigau.


"Kak Vi kita sebaiknya pulang, Ravi demam."


Air mata Viana langsung mengalir, Rama meminta Bisma membawa mengantar Viana pulang dan mengabari keadaan Ravi.


Dengan langkah terpaksa Viana pergi, putranya sekarang membutuhkannya, Reva menggenggam tangan Viana sambil terus menghapus air matanya.


"Kak Vi harus kuat, kakak di kelilingi orang baik, semuanya sayang kakak. Jika Reva menjadi kak Ammar pasti melakukan hal yang sama. Jika Reva di serang kak Vi juga pasang badan untuk Reva. Kita di pertemukan tanpa ikatan darah, tapi kita menyatu menjadi satu. Semuanya akan baik kak,"


"Iya, kamu benar," Viana menghapus air matanya agar Ravi tidak banyak tanya.


Bisma tersenyum melihat sosok Reva yang mulutnya bocor, otaknya macet, tingkahnya kekanakan tapi bisa membuat orang nyaman.


"Kak Bima, kau pasti akan bahagia memiliki wanita heboh ini. Dia bisa mengimbangi kakak." Batin Bisma.

__ADS_1


***


Viana tiba dan langsung berlari melihat Ravi yang berada dalam gendongan Jum dan tertawa bersama seorang wanita bule.


"Ravi!"


"Mommy!" Ravi langsung turun dari gendongan Jum dan berlari memeluk Viana.


"Mommy Ravi mimpi buruk, mommy pergi ninggalin Ravi, daddy dan Ravi hanya berdiri melambaikan tangan, tapi tidak suka kita harus pergi bertiga ya mom."


"Iya nak, daddy akan memberikan kebahagiaan untuk kita, semua ujian yang kita lewati akan menjadi tali pengikat cinta kita."


Mata Viana menatap tajam ke arah wanita bule yang berdiri di samping Jum, Vi meminta Ravi ke kamarnya.


Sisil dan Bisma lama saling pandang, Jum tersenyum melihat keduanya sekarang bersatu, air mata Sisil menetes dan melangkah mendekati Bisma langsung memeluk kuat.


"Bisma maafkan kakak, kakak menipu kamu juga Viana, kakak melakukan ini demi menemukan anak kakak,"


"Jangan bohong kak Sil, Bisma tahu kakak menghindari Viana juga berusaha menemukan putra Kakak yang marah karena mengetahui kebenaran tentang dirinya."


"Iya maaf Bisma,"


Viana menatap tajam Sisil dengan tatapan marah, dia pernah mengalami kerugian karena Sisil korupsi, membuat bisnis Bisma hancur dan harus merintis lagi dari bawah.


"Pergilah dari sini, aku tidak ingin melihat wajahmu." Viana melangkah pergi masuk ke kamar Ravi bersama Jum.


Reva sudah berada di kamar Ravi menidurkannya, suara langkah marah Viana bisa Reva rasakan.


"Perempuan tidak tahu malu, beraninya dia membuat hidup Bisma hancur, dan Bisma bodoh bisannya dia jatuh cinta dengan wanita yang sudah mempunyai anak."


Suara deringan ponsel Viana terdengar, cepat Viana menggakat nya. Viana hanya diam mendengarkan suara dari balik telpon. Hp Viana berhamburan jatuh kelantai.


Jum kaget dan langsung mengambil ponsel dan menatap Viana yang sudah menangis.


Reva mengambil ponselnya dan mendapatkan pesan yang langsung membuat Reva menutup mulutnya dan memandang Viana.


"inalillahi wainailaihi rojiun." Reva menunduk menangis menatap Viana.


Tubuh Viana langsung lemas dan jatuh pingsan.


***


TERIMAKASIH YANG SUDAH MAMPIR..


HARI INI TRIPLE JANGAN LUPA BALASANNYA VOTE HEHEHE....


***

__ADS_1


KENAPA YA KALAU MALAM BAWAANNYA NGANTUK?


__ADS_2