SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S3 MASIH CINTA


__ADS_3

Langkah kaki seorang ibu-ibu melangkah keluar mall, Winda sudah berdiri menatap tajam. Vira dan Bella juga tersenyum sinis melihat mobil berjalan.


"Win kamu yakin tidak berbahaya?" Billa terlihat panik.


"Satu, dua, tiga." Winda tersenyum melihat ledakan mobil mewah.


Suara teriakan juga tangisan terdengar, Winda melangkah pergi membiarkan wanita yang menghina cucu Bramasta menangis.


Orang kaya tidak akan menangis kehilangan satu harta, mereka kehilangan satu masih ada tersimpan ratusan.


Tangan Winda ditahan oleh Yusuf, Bella Vira langsung masuk mobil.


"Kenapa kamu keberatan? jika ingin menikahi aku seharusnya kamu memahami betapa buruknya sikap aku. Siapapun yang menyakiti keluarga Bramasta akan menangis." Winda melangkah pergi masuk mobil.


Seluruh mobil keluarga melewati mobil yang terbakar, Yusuf hanya menghela nafasnya langsung menjalankan mobil.


Di hotel sudah ramai, Kasih langsung memeluk Karin yang menunggu hari esok untuk segera mengubah statusnya.


Karan menatap tajam Wildan dan Yusuf yang baru saja muncul, mereka sudah lama bekerja dalam tim, tapi melupakan Karan yang ingin menyambut hari bahagianya.


"Kalian berdua tidak ada simpati sama sekali." Karan menatap sinis.


"Maaf, kita tadi mencari sesuatu." Yusuf merangkul Karan.


Persiapan pernikahan Karan dan Karin sudah dilakukan sejak lama, keduanya juga kedatangan sanak saudara.


Seorang wanita cantik datang, langsung tersenyum menatap Yusuf yang ternyata saling mengenal.


"Hai semuanya, perkenalkan aku Kelin adiknya kak Karan." Kelin berkenalan dengan keluarga Bramasta dan Prasetya.


Ravi dan Erik saling pandang, ternyata adiknya Karan cantik juga. Kasih menatap sinis Ravi yang hanya mengaruk kepalanya.


"Kelin, ayo kak Kasih perkenalkan dengan mertua kak Kasih." Senyuman Kasih terlihat mempersilakan.


Vira menatap Bella yang mulai cemburuan karena Tian tersenyum melihat Kelin, Winda langsung melangkah pergi mencari makan.


***


Acara ijab kabul sudah siap, Karan sudah memegang tangan penghulu langsung mengucapkan bismillah.


"Saya terima nikah dan kawinnya ...." Karan mengucapkan ijab kabul dengan tegas.


Para saksi langsung mengatakan Sah, senyuman Karin terlihat. Pernah mencintai seorang Ravi, ditemani oleh seorang Karan membuat Karin bahagia.

__ADS_1


Meskipun Karan tahu cinta Karin untuk Ravi, tidak sedikitpun membuat Karan mundur bahkan bertahun-tahun tetap setia mendampingi Karin.


Perlahan rasa cinta Karin mulai tumbuh, lebih besar daripada cinta Karan. Saat mengetahui rasa cintanya pertengkaran selalu terjadi karena rasa cemburu.


Sungguh beruntung wanita yang mendapatkan pria dewasa dalam bertidak dan berpikir, saat wanitanya marah hanya diam saja, saat dituduh selingkuh hanya meminta bukti, tidak pernah marah dan membentak.


Karan selalu mengalah menghadapi sikap Karin yang terkadang membandingkan dirinya dengan Ravi.


Air mata Karin mengalir, Karan sampai tertawa melihat Karin seperti anak kecil.


"Jangan tertawa." Karin memukul Karan.


"Kenapa menangis? seharusnya tertawa." Karan mengaruk kepalanya.


Kasih merangkul Karin, memintanya berhenti menangis karena akan merusak make up-nya. Karin langsung diam meminta Kasih memperbaiki make up.


"Kak Karin kenapa?" Vira mendekati Karin.


"Kenapa Karan menikahi aku?" Karin menahan air matanya.


"Karena Aunty Karin jomblo." Asih langsung melangkah pergi.


"Memangnya kenapa? kamu tidak menginginkan pernikahan ini?" Karan kaget.


Ravi dan Kasih saling pandang, mereka yang menyebabkan Karin memiliki rasa trauma patah hati.


"Aku minta maaf karena pernah memanfaatkan kamu, masih memendam rasa menolak lamaran berkali-kali. Karin ingin melepaskan beban yang selama ini Karin rasakan." Karin menggenggam tangan Karan.


"Aku tahu, tapi aku tidak peduli. Cukup aku yang mencintai kamu, kapan kamu mencintai aku menjadi urusan belakang." Karan menghapus air mata yang baru hitungan menit menjadi istrinya.


"Benarkah, tapi Karin tidak pernah mempedulikan kamu." Karin memeluk Karan.


"Sudah aku katakan, aku tidak perduli. Kamu mencintai Ravi, tapi kamu tidak berencana merusak kebahagiaan Ravi dan Kasih, tapi ikut bahagia untuk mereka. Kamu selalu memperhatikan Ravi, tapi sayangnya kamu tidak terlihat dimatanya karena ada Kasih. Aku mencintai kamu karena ketulusan hati melepaskan lelaki yang kamu cintai, tapi belum sadar jika sebenarnya kamu bahagia lepas dari dia, jika kalian bersatu rumah tangga kalian akan hancur. Kamu menyadarinya." Karan tersenyum mengusap kepala Karin.


Karin tersenyum menganggukkan kepalanya, mencium pipi Karan.


"Sekarang Karin sudah ...." Karin kelepasan mencium Karan di depan umum.


"Sudah cinta, aku juga tidak perduli. Saat kamu menolak lamaran aku sudah menebaknya." Karan menatap Wildan.


"Sekarang ingin selalu dicintai, diperhatikan, disayang. Jangan dekat sama maid kamu yang jelek itu." Karin tertawa.


"Siap bos ... maksudnya ratuku." Karan mengedipkan matanya.

__ADS_1


Ravi dan Kasih awalnya tegang langsung benafas lega, karena Karin dan Karan sudah saling mencintai.


"Kalian berdua lebih baik ke kamar sekarang, langsung dibelah." Erik menatap kesal melihat kemesraan Karan dan Karin.


"Kak Erik sudah menikah, tapi masih syirik." Karin meminta maaf kepada semua orang yang sudah membuat khawatir.


Semuanya tersenyum memberikan selamat, Kasih dan Tama memeluk erat Karin penuh kasih sayang.


Vira, Winda, Bella, dan Billa duduk jauh. Mereka hanya menonton akhir kisah cinta wanita yang mereka anggap kakak, selalu membantu mereka dalam pertarungan.


"Winda rasa semua lelaki baik sudah habis di dunia ini, mereka semua sudah beristri." Winda menatap Karan yang ternyata istimewa juga.


"Kenapa habis Win?" Bella menatap serius.


"Papi Bima Bramasta lelaki paling lembut milik Reva Pratiwi, Rama Prasetya lelaki dewasa milik Viana Arsen, Bisma Bramasta lelaki yang keras, tapi penyayang milik jumitean ayu." Winda menatap para Ayah.


"Lanjut keturunan Rama, Ravi Prasetya pria lucu, baik milik Kasih Amora, putra Bisma Bastian Bramasta milik Bella Bramasta, putranya Bima Wildan Bramasta milik Vira Prasetya." Winda menarik nafas panjang.


"Sahabat kecil kak Ravi, Erik lelaki hebat, mandiri suaminya Billa Bramasta, Kak Tama lelaki gagah, tampan suaminya kak Binar. Karan lelaki setia milik Karin Amora. Satu lagi lelaki idaman Winda." Winda memeluk tubuhnya.


"Yusuf." teriak Vira.


"Kak Armand." Bella tersenyum penasaran.


"Kak Muhamad Armand Yusuf." Billa bicara pelan, karena semua orang memperhatikan mereka.


"Bukan." Winda menatap tajam.


"Siapa?" Vira, Bella, Billa teriak.


"Om bule Steven, tapi sayang sudah milik Windy Bramasta. Winda juga ingin punya pacar bule." Winda tertawa melihat Steven.


"Jadi kamu tidak dapat bagian Winda?" Vira menatap sedih.


"Habis, Winda tidak kebagian. Semua lelaki baik habis sudah milik orang semua." Winda berdiri menarik nafas buang nafas.


"Uncle Ar milik Aunty Winda yang cerewet, jahat suka menghacurkan mainan kita." Asih teriak kuat, membuat Winda terdiam.


"Iya, kasihan Uncle Ar. Calon istrinya cerewet, nakal." Ning melangkah pergi bersama Asih.


Vira, Bella dan Billa sudah duduk dilantai mentertawakan Winda yang langsung mengamuk meneriaki Asih dan Ning.


***

__ADS_1


TRIPEL HARI INI


__ADS_2