
Reva dan Septi menatap kejadian Viana dengan senyum, mereka tidak menyangka jika Tante ini menarik perhatian Rama dan membuat Rama jauh dari Chintya dengan merusak nama baik Chintya.
" Tante cerdik ya Rev," ucap Septi.
" ya, aku pikir bakal cakar-cakaran seperti waktu aku merusak mobilnya" balas Reva.
" kalau dia melakukan itu pasti Rama marah, dan bisa makin dekat dengan nenek peot, makanya pakai cara licik, hhaaaa" tawa Septi dan Reva tertahan.
Viana sudah dibawa Rama ketempat duduk lain, sedangkan Chintya masih menangis menatap Viana dengan Amarah, Vi membalas tatapan itu dengan tersenyum manis dan mengedipkan matanya.
" Vi, apa kamu yang sakit, kita pulang saja ke villa ya.." ucap Rama berlutut di depan Vi yang duduk di kursi.
" gak mau, aku mau panen buah" balas Vi.
" minta Reva yang mengambilnya, " ucap Rama menatap Vi dan Reva yang kemudian di anggukan Reva.
" no no no.... " ucap Vi keras kepala, karena dia tidak merasakan sakit sama sekali..
" baiklah kamu tunggu dulu disini, aku ambil minum di mobil" ucap Rama melangkah Pergi.
Vi yang awalnya duduk manis langsung berdiri dan merentangkan tangannya.
" Lo gak papa ya Tan," ucap Ivan.
" gue colok juga mata Lo, manggil Tan terus..." ucap Vi melotot dan mengancam.
" aku belum kalah Tante sialan, " sebuah suara mendekat dan menghapus air matanya.
" jika aku tidak bisa memiliki Rama tidak masalah, banyak pria yang mengagumi aku, tapi ingat!! aku juga akan buat kamu kehilangan Rama." ucap Chintya mengancam.
Viana langsung tertawa...
" kau lucu sekali bocah, lawan mu ini Viana Cloria Arsen, kau tidak tau berapa banyak orang yang sudah aku hancurkan... kau tidak selevel diriku, kau masih bau amis, dan dengan kibasan tangan aku bisa menyingkirkan mu" ucap Vi.
" apa?? apa kau tidak mengenali keluarga ku, keluar Utomo pengusaha sukses dan kaya" ucap Tya sombong.
" what? maksudnya mu perusahaan GLOP UTOMO," balas Vi menahan tawa.
" ya, aku salah satu pewaris nya" ucap Tya.
" hahahaha... aku takut, kau akan gagal menjadi pewaris nya.. jika aku menarik saham dari sana.. kurasa keluarga mu harus bersujud memohon padaku" balas Vi.
Dua orang beda usia, masih beradu argument tapi saat melihat seseorang datang mereka semua diam, hanya penonton yang senyum-senyum saja..
" hebat ya kalau orang kaya...." ucap Romi.
" ya, mereka saling menjatuhkan saham. keren Tante Vi" ucap Satya...
__ADS_1
Rama datang memberikan air minum, dan langsung diambil Viana dan meminumnya, Rama menatap kearah Chintya.. Vi langsung memegang tangan Rama agar melihat kearah nya.
" kenapa??" tanya Rama..
" Tya hanya datang untuk meminta maaf, ini hanya salah paham" ucap Vi pelan dengan wajah sedih.
Rama langsung mengelus kepala Viana dan tersenyum...
" ayo kita pergi sekarang katanya mau panen buah" ucap Rama yang langsung mengandeng tangan Vi, yang diikuti oleh teman-temannya..
Sebenarnya Rama tahu dari awal Vi berbohong soal Chintya, tapi dia mengikuti alur permainan Viana, karena dia tidak mungkin membela Tya, dan ini juga lebih baik untuk mereka, agar Tya tidak terus mengusik nya yang akan membuat rumah tangga nya tidak harmonis..
....
Mereka sudah ada di perkebunan strawberry, Vi mengambil buah yang berwarna merah dan berukuran besar-besar.
" kalian kenapa hanya mengikuti kami, ambilah buahnya.." ucap Rama kepada teman-teman dibelakang..
" aku tidak suka strawberry hanya suka melihat saja, katanya strawberry juga masam." ucap Reva.
" siapa bilang strawberry masam,manis tau.. lidah Kalian saja yang tidak mengerti buah enak" sahut Viana.
Mereka semua mengerutkan jidat, berpikir apa yang di katakan Vi itu benar apa tidak...
" kalian akan rugi datang kesini jika tidak membawa pulang, karena sebanyak apapun kita bawa, buah ini gratis" ucap Vi yang membuat Rama langsung menoleh kepadanya dan memandang Vi.
" Viana, kamu..!! " ucap Rama sedangkan Vi sudah tertawa terbahak-bahak melihat bocah ABG yang mudah dia bohongin .
" Vi tidak baik seperti itu, bagaimana kalau mereka sedang pergi ke kebun lain dan langsung mengambil buah tanpa membelinya, semua tempat peraturannya sama, jika makan di sini gratis, bawa pulang bayar" ucap Rama.
" ya sudah sana, kamu temui bapak yang akan menimbang bilang ke bapak itu, jika mereka datang menimbang kamu Yang bayar" ucap Vi.
" kenapa aku yang bayar? kamu yang iseng " balas Rama.
" kamu kan suamiku, jadi wajar kamu yang bayar, memenuhi semua keperluan istri" ucap Vi.
Rama hanya bisa menghela nafas mendengar nya yang mau tidak mau menuruti kemauan Viana..
" tapi ingat Vi, kau ada utang saat aku menggendong mu dan hari ini nambah lagi jadi dua ronde ya" ucap Rama
" ronde apa.. terserah kamu mau berapa ronda" ucap Vi sembarangan..
Rama hanya tersenyum Melihat respon Viana..
mereka melanjutkan memetik buah strawberry, Vi mengambil banyak sekali, seakan-akan ingin jualan strawberry..
" sudah cukup Vi, apa kamu mau jadi pedagang buah" ucap Rama.
__ADS_1
" tidak," jawab Vi yang masih memetik.
" lalu kenapa banyak sekali" lanjut Rama.
" aku suka melihat mereka cantik-cantik..dan lucu jadi aku mau ambil semua" balas Vi.
" tidak baik seperti itu Viana, ambilah seperlunya kamu, mubasir nantinya mengambil banyak karena mengikuti nafsu mu, Berhenti sekarang kita kembali.." ucap Rama tegas..
" kau cerewet sekali.. seperti nenek-nenek.." balas Vi yang melangkah pergi.
Viana lalu berhenti begitupun Rama yang dibelakangnya..
Vi langsung membalikkan badan kearah Rama.
" Rama, aku mau jujur sebenarnya..." ucap Vi.
" sebenarnya kamu berbohong soal Chintya" ucap Rama yang lanjut jalan melewati Viana.
" kenapa kamu bisa tahu, siapa yang kasih tau" tanya Vi yang mengejar Rama.
" Aku sangat memahami sifat mu Viana, mana mungkin kamu mau mengalah kepada Tya dengan sifat arogan mu itu, " jelas Rama..
" aiisssshhh... kalau aku tau, seharusnya aku cakar saja wajah wanita itu, " ucap Viana..
" tidak baik seperti itu Vi, Tya dulu tidak seperti ini" balas Rama.
" apa maksud kamu, seperti kamu sangat mengenali dia, apa benar kamu mencintai dia.." ucap Vi yang langsung melangkah berdiri di depan Rama..
Viana menatap mata Rama. dan Rama hanya tersenyum saja melihat tingkah konyol Vi.
Ditempat lain seseorang memandangi mereka dengan penuh amarah..
" aku tidak akan membiarkan kalian bahagia" ucap nya.
Beberapa teman Rama juga sudah kembali melihat Vi dan Rama saling pandang..
" apa mereka sedang bertengkar??" tanya Reva.
" biarkan saja, urusan rumah tangga.." balas Ivan yang menepuk jidat Reva..
.....
TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA..
VISUAL DI EPS 20 YA....
JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE YA..
__ADS_1
BIAR AUTHOR TAMBAH SEMANGAT UP NYA...