SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
GENDONG


__ADS_3

Di villa Clara dan Sisi mondar-mandir..


Viana belum kembali, Rama juga.. padahal sudah 5jam Rama pergi..


Hari sudah larut malam.. sebentar lagi juga jam 12 jam, mereka binggung harus bagaimana..


" Cla, kita lapor sekarang aja, pusing gue nungguin, takut mereka kenapa-kenapa." ucap Sisi dengan wajah panik.


" Lo jangan panik, nanti gue juga ikutan panik," balas Clara yang juga khawatir.


Acara api unggun dan memanggang sudah lama selesai, rombongan anak SMA ini binggung karena tidak melihat sosok Rama mereka berkeliling mencari Rama di area villa bahkan bertanya ke tim yang lain, tapi Rama menghilang tanpa memberi tahu siapa pun.


" kira-kira Rama kemana ya?" tanya Reva.


" Dikamar juga gak ada" balas Romi yang satu kamar dengan Rama.


" apa Viana belum kembali, sehingga Rama keluar sendiri mencari Viana" batin Ivan dalam hati.


" Van Lo tau gak Rama Dimana?" tanya Satya.


" gue gak tau, tapi kayaknya dia cari istrinya" jawab Ivan.


Semua mata menatap Ivan aneh, banyak pertanyaan dikepala mereka..


" kok bisa, apa Tante itu mata-matai Rama" ucap Septi.


" gue gak tau, cuman liat istrinya didepan villa waktu Rama mengendong Chintya" jawab Ivan.


" what?.. kayak nya bakal ada adegan istri melabrak pelakorr ne" ucap Reva nyengir.


" tapi siapa tau mereka sudah balik di kamar istrinya, mungkin juga mereka lagi bikin anak, kan enak cuaca dingin gini.. ahhh mantappp" ucap Ivan sambil senyum menghayal.


" otak Lo isi nya memang cuman hal mesum Van" ucap Satya geleng-geleng.


....


Clara dan Sisi keluar villa dan bertemu dengan Ivan dan kawan-kawan...


" kalian temannya Rama bukan.." tanya Sisi..


" iya Tante.." jawab Romi.


" Tante mata Lo " teriak sisi kesal dipanggil Tante.. Clara hanya tersenyum melihat Sisi yang awalnya ramah Langsung nyolot.


" yeeeeee.. biasa aja Tante" balas Septi.


" aiisssshhh... terserah lah.. kalian lihat Rama tidak" tanya Sisi.


" kenapa Tante menanyakan Rama, jangan bilang suka Rama juga, dia sudah beristri Tante.., istrinya galak" balas Reva.


" astaghfirullah Al azim.... ya Allah makhluk apa mereka ini, apa di otak bocah ABG ingusan ini hanya tau soal cinta" ucap Sisi kesal dengan nada tinggi.


" udah Si, sabar" ucap Clara menepuk bahu Sisi.


" adek-adek, dengerin kakak ya.. kita cuman mau tanya" Clara bicara tapi di Potong langsung oleh Ivan.

__ADS_1


" apa Rama dan Viana belum kembali" ucap Ivan.


" nahh ne bocah paham, ya mereka belum kembali," ucap Clara.


" mau lapor ke pos juga percuma, pasti diminta menunggu sampai matahari terbit, kita ada di perdesaan, tidak mudah seperti di kota " jelas Ivan.


....


Didalam hutan Viana dan Rama masih berjalan menyusuri jalan setapak yang sangat kecil, udara disana sangat dingin beberapa kali Viana coba memeluk tubuhnya karena terkena hembusan angin .


Rama memperhatikan setiap pergerakan Viana, walaupun dia menggenggam tangan Vi, dan berjalan didepan hanya menggunakan cahaya seadanya.


Rama berhenti dan memberikan handphone nya kepada Viana dan langsung membuka jaketnya dan memasangkan pada Vi.


" aku tidak kedinginan..disini sangat panas" ucap Vi


" jangan bohong Vi," balas Rama.


Vi tersenyum karena Rama ABG yang peka, tidak heran pengemar nya banyak, bukan hanya tampan tapi juga perhatian.


jauh mereka berjalan, jam di hp Rama sudah menunjukkan pukul 01.12, baterai hp juga sudah berwarna merah..


Beberapa kali Rama berhenti karena merasakan pergerakan rumput dan daun kering, dia takut ada ular, apa lagi kalau Vi sampai menyadari nya. karena itu Rama lebih perlahan setiap langkahnya, agar wanita di belakangnya tetap tenang.


Disini juga Rama salut dengan Viana, melihat kemewahan yang dia miliki terlihat sosok mandiri, jika wanita lain ada diposisikannya pasti sudah mengeluh dari tadi, tapi Vi tidak.. dia hanya diam mengikuti Rama.. sesekali meremas tangan Rama yang mengandeng nya.. mungkin itu cara Viana menghilang rasa takutnya. Rama bukan nya tidak takut berada di hutan tengah malam, bahkan tidak tau seluk-beluk tempat ini, tapi demi Vi Rama menghilangkan semua ketakutannya.. tujuannya hanya membawa Viana kembali dengan selamat.


Setelah berjuang keluar hutan hanya menggunakan perasaan dan cahaya seadanya dan ingatan kecil Rama yang masuk tadi, mereka berhasil berada di jalan besar.


" Rama.. kita berhasil keluar" teriak Vi lompat bahagia.


Sakin bahagia Vi langsung memeluk Rama, dan Rama membalas pelukan Vi.


" ayo kita kembali Vi" ucap Rama yang langsung menggenggam tangan Vi kembali.


" aku capek, kaki aku sudah sakit, seperti sudah tidak sanggup lagi" ucap Vi berhenti.


" akhirnya kamu mengeluh juga" jawab Rama.


" sebenarnya dari tadi aku sudah tidak sanggup, tapi aku tidak mau jadi beban kamu, mana di hutan takut nanti ada ular.. dan hantu" jawab Vi.


Rama hanya tertawa melihat ucapan Viana, dia juga sama takutnya tapi berhenti pun tidak akan mengubah keadaan, jalan satu-satunya ya harus maju.


" jadi sekarang kamu mengeluh karena apa, bahkan Kita belum sampai" tanya Rama.


" gendong" ucap Vi singkat.


" apa,?" tanya Rama.


" gendong aku Rama, aku minta di gendong.." Vi bicara seperti sedang ngambek.


" baiklah.. ayo aku dukung" ucap Rama yang sudah berjongkok.


" gak mau" jawab Vi.


" tadi katanya minta gendong" jawab Rama.

__ADS_1


" kamu gendong wanita itu didepan, kenapa aku harus dibelakang" jawab Vi cemberut.


" jadi mau didepan" jawab Rama.


" terserah Vi, mau kamu di depan di belakang bahkan diatas sekali pun, aku siap Gendong" ucap Rama.


" eemmhh untuk sekarang belakang saja, karena depan belakang itu milik aku, kamu tidak boleh gendong wanita lain" ucap Viana tegas.


" siap bos ku, ayo naik" balas Rama.


Rama berjalan kearah villa dengan mengendong Viana dipunggung nya, Vi meletakkan kepalanya di bahu Rama..


" Rama, kalau gendong diatas itu yang gimana, memang ada ya.." tanya Vi


" ada, di panggul " ucap Rama tertawa.


" ishhhh kamu pikir aku karung beras" jawab Vi tersenyum.


" Rama kamu bau, antara bau keringat sama bauuu.." ucap Bee terhenti.


" wajar aku bau keringat...kalau aku sudah mandi juga kamu pasti suka ciuman tubuh aku" jawab Rama nyengir.


" ihhh ABG mesum" balas Vi.


....


Semua teman Rama dan teman Viana masih setia menunggu kepulangan sahabat mereka..


saat matahari terbit mereka akan segera melapor dan langsung mencari mereka..


Tidak ada yang tidur, mereka menunggu diruang tamu..


Ivan duduk dilantai bersama Romi dan Satya..


Reva baring di sofa dengan membantalkan paha Septi.


Clara duduk disamping Sisi dengan kepala dipundak Sisi..


Mereka setia tidak tidur demi menunggu Rama dan Viana..


....


cieee up nya siang.. malamnya belum tau ya..


semoga ada waktu dan jaringan lancar..


semalem juga jaringan tidak tersedia karena angin dan hujan lebat..


syukurnya yang ini bisa up..


jadinya CEWEK CUEK DAN PRIA DINGIN gagal up..


author Bagun jam satu malam, lanjut ngetik up nya di jam setengah tiga...


TERIMAKASIH YANG SUDAH BACA YA...

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN VOTE YA....


__ADS_2