SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S3 PERSIAPAN PERNIKAHAN TWINS


__ADS_3

Senyum kebahagiaan masih terlihat, ditambah lagi nanti menikahnya dua pasangan. Viana, Reva dan Jum tidak berhenti berpelukan, karena terlalu bahagia.


"Yusuf, sini nak." Bima memanggil.


"Papi, panggil dia Ar. Armand karena kita keluarga A." Winda menatap Ar yang tersenyum melihat Winda melangkah ke ruang ganti.


"Keluarga A, anak kalian nanti Alexa Alexi panggilannya lele." Vira tertawa kuat, diikuti yang lainnya juga tertawa.


"Astaghfirullah Al azim, kenapa bisa menjadi lele?" Ar tersenyum menatap keluarga yang meminta Armand lebih bersabar masuk ke dalam keluarga Bramasta.


"Vira ... Vira ada saja tingkahnya membuat tawa." Bima tersenyum menatap Ar yang belum terbiasa dengan suasana ramai keluarga.


"Maaf, tapi aku tidak ingin anak kami dipanggil lele." Wajah Ar menunduk meminta maaf jika lancang.


Suara tawa semakin besar, Bima menepuk jidat melihat calon menantunya yang bisa menjadi korban buli.


Ravi langsung mendekati Ar, mejelaskan ada Lexa dan Lexi singkatnya L L. Lele hanya lelucon saja, Ar harus banyak belajar bahasa keluarga mereka yang terdengar aneh.


"Panggil saja LL." Ravi menepuk pundak Ar.


"Maaf Rav, tapi aku juga tidak ingin dipanggil LL. Sebenarnya mereka cowok atau cewek?" Wajah binggung semakin terlihat, tingkah jahil Ravi dan Erik kumat.


"Sini Ar, kita ajarin kamu. Sudah pernah merasakan membuat anak belum?" Erik menahan tawa.


"Tunggu, masalahnya membuat anak memangnya bisa request langsung? bukannya semuanya kuasa Allah. Membuat anak ...." Ar menggaruk kepalanya.


Wildan langsung menarik Ar menjauhi Ravi dan Erik yang mulai kesal, otak Armand terlalu polos soal wanita.


"Berikan dia foto wanita seksi, kira-kira mengerti tidak dia dengan dada semok." Ravi langsung mengambil ponselnya.


Windy tersenyum menatap Wildan dan Ar meminta keduanya masuk kembali, karena ada sesuatu yang ingin Windy berikan.


"Kak Win, membuat anak yang dimaksud Ravi ... apa mungkin ...."


"Hubungan suami istri yang halal, jika hubungan peselingkuh bukan bertujuan membuat anak, tapi mengikuti ***** setan. Kamu jangan mendengarkan ucapan Ravi dan Erik, Kak Windy tahu di dalam kepala kamu ada bayangan perselingkuhan. Yusuf mulai sekarang buat masa lalu kamu hanya untuk pembelajaran hidup, kamu orang yang sabar dan kuat. Membuat anak dalam hubungan pernikahan proses ibadah untuk meminta buah cinta." Windy merangkul Wildan dan Ar untuk bergabung dengan keluarga.


Senyuman Bima terlihat menatap putrinya pulang, Bima sampai lupa ada yang ingin dibicarakan dengan Ar.


Vira sudah berdiri di depan kaca bersama Winda melihat gaun pengantin mereka yang sangat indah, tidak pernah mereka sangka hadiah ulang tahun sebuah pernikahan.

__ADS_1


Seluruh baju sudah selesai, semua persiapan sudah hampir selesai.


Keluarga hanya menunggu hari H, undangan juga sudah disebar mengundang ribuan orang, tapi melarang adanya kamera yang merekam untuk publik demi keamanan para petinggi yang akan hadir.


"Assalamualaikum Daddy, Wildan boleh duduk di sini." Wildan tersenyum karena Rama mempersilahkannya duduk.


Wildan sangat mengerti perasaan seorang ayah saat putrinya ingin menikah pasti sangat gelisah, sedih, takut kehilangan.


"Wil, tolong jaga Vira dengan baik. Meskipun sulit untuk meluluhkan dia, tapi Daddy yakin hanya kamu yang Daddy percaya untuk menjaga putri kesayangan Daddy." Rama mengusap punggung Wildan, mengusap matanya.


"Daddy, menikahi Vira bukan keputusan yang mudah. Sejak lama keluarga kita seperti keluarga kandung, mungkin lebih. Menjadikan Vira istri sama saja merangkul dua keluarga, semua ada dipundak Wildan sebagai lelaki yang bertanggung jawab sepenuhnya untuk kebahagiaan Vira." Senyuman Wildan terlihat, mencoba menenangkan perasaan Daddy Vira yang sangat menyayangi putri bungsunya.


"Kamu dewasa sebelum waktunya Wil." Rama salut dengan Wildan bukan hanya jenius, dia juga sangat memahami perasaan orang lain sehingga dia bisa lebih sukses dari Bima.


"Daddy juga dewasa sebelum waktunya, mommy dulu bukan hanya nakal, tapi menakutkan. Luar biasanya Daddy mampu menaklukkan hatinya yang sedingin es." Wildan sangat mengigat kisah cinta suami ABG Viana Arsen.


"Hal yang kebanyakan orang tahu, tapi aslinya tidak seperti itu. Viana wanita manja, kekanakan. Dia sebenarnya wanita yang penurut, tapi harus diancam dulu." Rama tertawa bersama Wildan, bagi Rama Viana bukan wanita kejam, tapi mengemaskan.


"Daddy mencintai Mommy sejak awal?"


"Iya, tapi tidak menyadarinya karena usia kami terpaut sangat jauh. Setelah menikah, setiap hari bertemu, berdebat, melihat tingkah konyol akhirnya sadar cinta sudah tumbuh sejak lama." Tangan Rama merangkul Wildan.


"Kehilangan waktu bertahun-tahun untuk bersama putraku, sampai detik ini Daddy masih belum memaafkan diri sendiri." Rama menutup matanya, jika menyangkut soal Ravi, menjadi kesedihan terbesar.


Wildan langsung pamit pergi, mencari keberadaan Mommy Vi. Wil ingin tahu penyesalan terbesar Mommy.


"Mom, boleh Wildan bertanya?"


"Boleh sayang."


"Penyesalan terbesar dalam hidup mommy?"


"Pernah pergi meninggalkan Rama, bukan hanya menghancurkan hati Mommy, tapi hati Rama dan yang paling tersakiti putra kami Ravi yang kehilangan sosok ayah." Viana tersenyum, tidak pernah bisa move on dari ujian terberatnya.


Wildan terdiam mendengarkan cerita Mommy jika dia kekurangan kasih sayang, tumbuh dalam keluarga yang jarang bertemu. Rasa sepi dan kehilangan membuat Vi mencari pelarian.


Viana juga pernah jatuh, tapi bangkit kembali dengan niat dan tekad.


"Ada yang ingin kamu pertanyaan lagi Wil?"

__ADS_1


"Seandainya dulu Mommy tidak bertemu Daddy, apa yang Mommy lakukan sekarang."


"Menjadi pembunuh bayaran, terutama menyingkirkan istri Bima yang berisik. Mommy memiliki cita-cita menjadi Penjahat." Viana tertawa melihat Wildan yang terkejut, cita-cita Vi memang gila.


"Terima kasih Mom, Wildan permisi dulu."


Wildan berjalan melihat Yusuf yang sedang berbicara dengan Papinya, keduanya terlihat sangat akrab.


Tatapan mata Vira tajam melihat Wildan, beberapa tim Wedding juga menjadikan Wildan pusat perhatian. Vira sangat merasa risih jika Wildan mulai menjadi pusat perhatian.


"Wil kapan kamu pulang?"


"Sebentar lagi masih menunggu kak Ar, kita masih ingin pergi ke kantor, karena ada meeting yang tertunda." Wildan menatap Vira yang terlihat sedang kesal.


Tatapan Wildan tajam melihat ke arah beberapa wanita yang menatapnya, Wildan mendekati telinga Vira membisikan sesuatu langsung melangkah mendekati Papinya.


Senyuman Vira terlihat tidak menyangka ucapan Wildan bisa konyol juga.


Satu persatu mobil keluarga meninggalkan gedung, Wildan dan Ar juga langsung ke kantor karena masih ada pekerjaan.


Vira pulang bersama kedua orangtuanya, Winda juga pulang.


Perasaan Vira mendadak tidak enak, kepikiran dengan Wildan yang tidak biasa bicara manis.


"Ada apa Vira kamu gelisah sekali?" Viana menatap serius.


"Iya mom tiba-tiba perasaan Vira tidak enak."


Mobil tiba di perumahan mereka, secara dadakan salah satu mobil keluarga ada yang mengalami kecelakaan.


"Ada apa Daddy?"


"Salah satu mobil yang keluar dari gedung kecelakaan, belum tahu siapa?" Rama langsung melangkah masuk, untuk mencari tahu kebenarannya.


***


JANGAN LUPA LIKE COMENT DAN TAMBAH FAVORIT


FOLLOW IG VHIAAZAIRA

__ADS_1


__ADS_2