SUAMIKU MASIH ABG

SUAMIKU MASIH ABG
S2 PERINTAH QUEEN


__ADS_3

Melihat foto wanita cantik sebagai Dokter kandungan Kasih, wanita lembut, lucu, cara berbicaranya anggun ternyata orang yang menyimpan dendam.


"Kasih kamu yakin sayang kandungan kamu baik-baik saja?."


"Twins baik-baik saja Mom, dia masih bergerak di dalam."


"Queen, sudah saatnya aku bergerak, aku tidak punya banyak waktu, setelah ini bantu aku melarikan diri ke Roma." Butterfly muncul membawa sebuah rekaman.


Mobil Karin juga tiba langsung berlari menemui Kasih, memeluknya erat mengkhawatirkan keponakannya. Cinta juga muncul melihat Kasih dan Karin yang berpelukan, langsung memeluknya.


"Kamu putrinya ...." Reva dan Viana saling pandang.


"Aku putri yang tersakiti, hanya akan bekerja kepada Queen Raya. Aku tidak membutuhkan orang yang merepotkan, secepatnya pancing mereka menghidupkan petasan, aku ingin melihat bom kita meledak."


"Sabar, terutama kita pastikan twins baik-baik saja, Kak Cinta menghawatirkan keadaan kamu Kasih."


"Jangan khawatirkan Kasih kak, kita bergerak cepat untuk menyingkirkan wanita licik."


Viana meminta semuanya masuk ke dalam ruangan khusus Vi, di sana Kasih melihat layar besar yang cukup canggih. Viana memberikan izin Butterfly menggunakannya, Karin juga mendekat menghidupkan komputer mulai bergerak.


Jum tersenyum melihat Karin cukup cepat bergerak mengambil alih perusahaan Tian, sedangkan Butterfly mulai mengecoh pergerakan Dokter kandungan, Cinta mulai meneliti milik Erik untuk menyelamatkan pasiennya.


"Cinta sudah menemukan obatnya, malam ini juga Cinta akan pergi."


"Kamu bisa masuk rumah sakit Cinta?"


"Tentu Mami, Cinta pernah melakukan hal lebih gila lagi, rumah sakit tempat umum, bahkan Cinta bisa masuk Lab pribadi seorang Mafia."


"Perusahaan kak Tian jatuh ke tangan Karin, kekayaan Tian luar biasa banyaknya, tapi sungguh mengagumkan, banyak sekali daftar orang yang Tian tanggung." Karin menatap Bunda Jum tersenyum.

__ADS_1


"Karin, jangan lepaskan perusahaan Tian, buat dia berjuang untuk mendapatkannya dengan caranya sendiri." Viana menatap Kasih yang mengelus perutnya.


"Kasih setuju."


"Bastian Bramasta, jika dia dalam sadar konsentrasi tidak terganggu, kamu bukan lawan yang imbang kembaran Queen, dia pengusaha besar dalam dan luar, bahkan bisa berada di atas keluarga Prasetya. Aku mengerti mengapa dia banyak diinginkan, jika menjadi istrinya, status langsung berubah menjadi istri konglomerat." Senyum Butterfly mengejek Karin.


Semuanya menatap layar, Butterfly melihat daftar kejahatan Dokter Obgyn yang terkenal dengan nama Zavalisa, seorang Dokter hebat, membantu banyak bayi. Fly juga menunjukkan banyaknya bayi yang dijual, pengguguran janin, penjualan anak dibawah umur. Viana menggelengkan kepalanya, putri Abi bukannya belajar dari kesalahan Ayahnya, tapi menjadi penerus bisnis Ayahnya.


Kasih memainkan jarinya, mengetuk kaca melihat ke atas langit, Fly mendekati Kasih menunggu perintah.


"Malam ini semuanya harus selesai, dia harus bertekuk lutut dibawah kamu. Bawa sisanya padaku, jangan sampai ada korban jiwa."


Butterfly menyerahkan laporannya, Ravi mulai curiga dengan wanita yang menjebaknya, jika sampai Ravi bertindak lebih dulu dari Kasih, kemungkinan besar akan ada korban. Fly meminta Kasih menahan Ravi, Tian juga Erik, Fly juga sedang melacak seseorang yang sangat sulit, mungkin salah satu keluarga juga yang menahan pergerakan Fly. Kasih hanya tersenyum, dia sangat yakin Wildan sudah masuk ikut melacak, Fly tidak akan bisa mengalahkan Wildan jika sudah turun tangan, Kasih ingin menampar orang yang membuatnya sakit hati.


"Mami, Kasih punya permintaan. Tolong minta manusia es tidak ikut campur, dia bisa membongkar indentitas Fly."


Pintu terbuka, Bisma masuk menatap Butterfly. Mendekatinya mengelus kepala Fly yang langsung menepisnya.


"Kamu masih hidup, syukurlah." Bisma menatap Jum.


"Paman."


Viana tersenyum melihat Fly yang berhutang nyawa dengan Bisma, karena Bisma pernah menyelematkan setelah membunuh, Fly yang menjadi psikopat kecil sekarang sudah tumbuh menjadi gadis cantik.


"Berhati-hatilah psikopat kecil, wanita yang akan kamu tangkap lebih menyeramkan dari kamu." Bisma memperingati Butterfly.


Kasih mengeluarkan senjatanya, menyerahkan kepada Butterfly. Cepat Fly langsung mengambilnya melangkah pergi meninggalkan kediaman Prasetya. Bisma menatap Kasih yang ternyata mirip Viana Arsen.


***

__ADS_1


Suara tembakan terdengar, Zava menembak seorang Dokter yang dia tugaskan untuk membuat hasil tes DNA, memberikan perintah untuk membunuh adiknya yang dia jebak bersama Ravi.


"Raya, ternyata kamu Raya. Kamu bersembunyi dibalik nama Kasih, tunggu saja kamu tidak akan melihat anak kalian lahir." Zava tertawa kuat, langsung menghirup sebuah serbuk ditangannya.


Seseorang mendekati Zava mengatakan jika Ravi mulai bergerak, dia tidak meninggalkan istrinya. Perusahaan Tian juga jatuh di tangan pengusaha lain, rencana membunuh pasien Erik juga berhasil dihentikan.


"Bodoh." Zava langsung menembak, tidak berpikir panjang.


"Siapa yang berani melawanku? Nenek peot Viana, tidak mungkin dia, atau Reva wanita sinting, tapi dia juga tidak mungkin karena putranya jauh lebih hebat." Zava melangkah keluar, langsung masuk ke dalam mobilnya.


"Raya, saat perut besar Raya masih bisa ikut campur. Sialan! aku tidak boleh gagal, ini kesempatan terakhir aku untuk balas dendam terhadap keluarga mereka. Aku tidak boleh gagal, jika mereka tidak hancur, setidaknya ada korban jiwa." Zava tertawa sambil kebut-kebutan.


Butterfly tersenyum berdiri di dekat jembatan, mendengar suara air dan angin. Malam yang mencengkram bukan dia gunakan untuk tidur, tapi menjadi kupu-kupu yang menjalankan perintah.


"Queen Raya, aku tidak menyesal bisa berada di sisimu. Sudah saatnya aku membalas jasa kamu, baby twins tidak akan kehilangan Ayah Ibunya, kalian juga tidak akan kehilangan twin." Butterfly tersenyum merentangkan tangannya mengigat saat dirinya dikubur hidup-hidup.


Bayangan cantik seorang wanita, ikut terjun ke bawah jurang kematian, mengangkat tubuh Fly yang berlumuran darah. Suara Raya terdengar meminta untuk bertahan hidup, terbang cantik seperti kupu-kupu.


Gadis kecil yang masih polos, tapi bisa berjalan, berlari di kegelapan malam, menerima pukulan, tamparan, bahkan sampai muntah darah. Raya tidak pernah meneteskan air matanya, Fly ingin hidup seperti Raya yang kuat, terlihat tidak berdaya, tapi dia bisa berkuasa.


Pertama kalinya Fly melihat adik kecil yang dia panggil Queen meneteskan air matanya, Fly melihat Raya memegang dadanya bersedih melihat suaminya yang bersama wanita lain. Jika Fly berada di posisi Queen, sudah pasti meledakan kepala wanita kotor, tapi Queen tidak, dia memaksa tersenyum, berpura-pura kuat, mengumpulkan kemarahannya sampai waktunya meledak.


"Jika Queen akhirnya menemukan cinta, lalu aku kapan." Butterfly tertawa, melihat sebuah ledakan besar, langsung lompat-lompat melihat kembang api, ledakan semakin membesar.


Fly langsung menyerang istana mewah Zava, di sana memiliki banyak penelitian, surat bukti yang langsung lenyap. Fly langsung merekam acara kembang api, bersamaan dengan ledakan.


"Satu selesai, lanjut yang kedua." Fly turun dari jembatan, langsung menuju mobilnya, lanjut ke sasaran kedua.


***

__ADS_1


__ADS_2